Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Strategi Pengembangan Layanan Bimbingan Belajar Dalam Menghadapi Revolusi Industri 5.0 riftiatul laili; rusmiyati rusmiyati; choli astutik
SHINE: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/shine.v3i1.286

Abstract

The purpose of this study was to determine the strategy for developing tutoring services in the face of the 5.0 industrial revolution era and the supporting factors in improving the quality of student learning in the 5.0 Industrial revolution era. This study uses a qualitative approach to describe thoroughly the data obtained in the field. The data collection method in this study used interview, observation and documentation techniques. The results showed that the strategy for developing tutoring services at SMK Negeri 1 Sumenep was fairly good, because it was carried out optimally by teachers at SMK Negeri 1 Sumenep. The strategies used in the development of tutoring services include providing additional classes, serving students who want to do online tutoring, providing special services in groups and individually, providing methods and techniques in the implementation of tutoring. The supporting factors in improving the quality of student learning in the era of the Industrial Revolution 5.0 are by utilizing the media, as well as the facilities and infrastructure of the school and an evaluation of student success.. Keyword: Tutoring Services and the Industrial Revolution 5.0
Analisis Efektivitas Teknik Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Remaja Astutik, Choli
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik konseling kelompok dalam meningkatkan keterampilan sosial pada remaja di sekolah menengah di Indonesia. Desain quasi-eksperimental digunakan dengan melibatkan 60 siswa berusia 15–17 tahun, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Intervensi terdiri dari enam sesi mingguan terstruktur yang berfokus pada komunikasi, empati, kolaborasi, dan resolusi konflik. Data dikumpulkan menggunakan Skala Keterampilan Sosial yang telah tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen di semua dimensi, terutama dalam komunikasi dan kerja sama (p < 0.001). Studi ini menyoroti nilai konseling kelompok berbasis sekolah sebagai strategi praktis untuk mendorong perkembangan sosial remaja.
Inovasi Abad 21: Penguatan Komeptensi Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Adaptif Berbasis Augmented Reality Dengan Bantuan Aplikasi Asemblr Edu Di Era Industri 5.0 AR, Muhammad Misbahudholam; Armadi, Ali; Sama', Sama'; Astuti, Yeni Puji; Astutik, Choli
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/x1njce91

Abstract

Transformasi pendidikan di era Industri 5.0 menuntut guru untuk adaptif terhadap teknologi dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran digital berbasis Augmented Reality (AR) melalui aplikasi Assemblr Edu. Pelatihan dilaksanakan di SDN Baban I, Kabupaten Sumenep sebagai Mitra pengabdian, dengan melibatkan 18 orang guru sebagai peserta aktif. Metode pelatihan menggunakan pendekatan participatory educational yang menggabungkan praktik langsung (hands-on training), pendampingan, dan refleksi kolaboratif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru, dengan rata-rata skor meningkat dari 50,1 (pre-test) menjadi 83,98 (post-test). Aspek yang mengalami peningkatan meliputi penguasaan teknis aplikasi Assemblr Edu, integrasi media Augmented Reality (AR) ke dalam modul ajar, kemampuan merancang media interaktif, serta kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi digital. Pelatihan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif berbasis praktik efektif dalam memperkuat literasi digital guru, kompetensi guru dan menjawab tantangan pendidikan pada abad ke-21.
PEMBANGUNAN SIKAP TOLERANSI DAN KETERAMPILAN BERBAHASA MELALUI PEMANFAATAN CERITA RAKYAT DI SEKOLAH DASAR Ali Armadi; Sulistiyono; Agus Wahdian; Choli Astutik
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35884

Abstract

ABSTRACT This study aims to develop tolerance attitudes and language skills among elementary school students through the use of folktales as contextual and meaningful learning resources. The research is grounded in the need for instructional practices that integrate character education with language competence development in ways that are culturally relevant to students. A mixed methods sequential explanatory design was employed combining quantitative data to measure improvements in tolerance and language abilities and qualitative data to clarify findings through exploration of students learning experiences when engaging with folktales. The results indicate an increase in students comprehension storytelling ability and interpretation of texts as well as the development of tolerant behaviors including cooperation appreciation of differences and empathy building. Folktales provided a learning environment closely related to students cultural backgrounds and served as a medium for internalizing cultural values that enrich classroom social interactions. This study confirms that integrating folktales into language learning is an effective strategy for enhancing language skills while fostering tolerance among elementary school students. Keywords: Folktales1, Tolerance2, Language Skills3, Elementary Students4 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan membangun sikap toleransi dan keterampilan berbahasa peserta didik sekolah dasar melalui pemanfaatan cerita rakyat sebagai sumber pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan nilai karakter dan pengembangan kompetensi bahasa secara seimbang serta relevan dengan lingkungan budaya peserta didik. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan sequential explanatory yang memadukan data kuantitatif untuk mengukur peningkatan sikap toleransi dan keterampilan berbahasa dan data kualitatif untuk memperjelas temuan melalui eksplorasi pengalaman belajar siswa selama menggunakan cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan memahami, menceritakan, dan menafsirkan teks serta perkembangan kecenderungan perilaku toleran seperti kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, dan membangun empati. Cerita rakyat terbukti memberikan ruang pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa serta menjadi media internalisasi nilai budaya yang memperkaya interaksi sosial di kelas. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi cerita rakyat dalam pembelajaran bahasa merupakan strategi efektif untuk mengembangkan kompetensi bahasa sekaligus menumbuhkan karakter toleransi pada peserta didik sekolah dasar. Kata Kunci: Cerita Rakyat1, Toleransi2, Keterampilan Berbahasa3, Sekolah Dasar4
Standardization of Counselor Services in Dealing with Student Problems in the Global Era Choli Astutik; Mafruhah mafruhah; Yulie Marta Aulina
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 2 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i2.4824

Abstract

The purpose of this study is to determine the service standards of school counselors in helping students' problems in the global era, with a focus on counselor standards in the field of counselor competence and academic qualifications. This research is a qualitative research that reveals field findings by describing in depth the data obtained in the field. The data collection methods used in this study were interviews, observations, and documentation. The results showed that school counselors at Madrasah Aliyah Raudhatut Thalibin had not fully met the counselor competency standards and academic qualifications described by the national education department. This imperfection occurs because school counselors have not collaborated with other professional experts such as psychologists and psychiatrists in dealing with problems experienced by students and they do not have a formal educational background, namely professional counselor education. The implementation of services by school counselors to students has been going well and quite innovative in keeping up with the times.