Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Status Fisiologi Kambing Perah pada Kondisi Lingkungan di Peternakan Sekar Menda Sidomulyo Pangandaran Komalasari, Ratna; Mutaqin, Bambang Kholiq; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.67149

Abstract

Peningkatan suhu dan kelembapan di daerah tropis dapat memicu stres panas pada kambing perah, yang ditandai dengan perubahan respons fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara Temperature Humidity Index (THI) dengan status fisiologi kambing perah di Peternakan Sekar Menda, Sidomulyo, Pangandaran. Penelitian dilakukan selama 7 hari menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Terdapat 30 ekor kambing perah Peranakan Etawah (PE) yang diamati pada tiga waktu berbeda (04.00–06.00, 12.00–14.00, dan 18.00–20.00 WIB). Data suhu dan kelembapan digunakan untuk menghitung nilai THI, sedangkan parameter fisiologis meliputi frekuensi respirasi, denyut jantung, dan temperatur rektal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata THI sebesar 79,77 (cekaman ringan-sedang), dengan nilai tertinggi 82,55 terjadi pada siang hari. Peningkatan THI diikuti kenaikan parameter fisiologis secara signifikan. Analisis korelasi Pearson menunjukkan THI memiliki hubungan positif yang signifikan (p < 0,001) terhadap frekuensi respirasi (r = 0,679), denyut jantung (r = 0,453), dan temperatur rektal (r = 0,730). Korelasi terkuat terdapat pada temperatur rektal, diikuti frekuensi respirasi dan denyut jantung.
Diseminasi dan Pendampingan Pembangunan Peternakan Terintegrasi untuk Peningkatan Kesejahteraan Peternak dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Cijulang, Kabupaten Pangandaran Ismiraj, Muhammad Rifqi; Mutaqin, Bambang Kholiq; Yuniarti, Endah; Wulansari, Asri
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68052

Abstract

Stunting remains a chronic public health problem in Indonesia. Recent data indicate that 27.6 % of Indonesian children under five experience stunting, far above the World Health Organization (WHO) target, reflecting unequal access to health services, clean water, sanitation and feeding practices. This community‑service program aims to improve farmer welfare and reduce stunting in Cijulang village by integrating intensive sheep farming with family nutrition gardens and organic waste management. A community‑based approach involved designing an integrated farming system, training farmers and health cadres, establishing communal sheep pens and nutrition gardens, and monitoring child growth. Baseline surveys showed that 60 % of farming families consumed animal protein only twice per week. After training and implementation, communal pens housing 30 sheep were constructed and 100 m² of gardens planted. Farmers learned silage and compost making, with post‑training knowledge rising by 40 %. Households increased animal‑protein consumption to at least four times per week, and child height‑for‑age z‑scores improved by 0.3 within six months. Integrating sheep farming, nutrition gardens and waste recycling offers a practical model for enhancing household food security, income and child nutrition.