Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh perendaman daun mangrove (Rhizophora mucronata) sebagai daya hambat mikroba terhadap nilai angka lempeng total ikan nila (Oreochromis niloticus) Nurhaliza, Siti; Angreni, Husni; Alifia, Frida; Nursyahran, Nursyahran
Agrokompleks Vol 24 No 2 (2024): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i2.743

Abstract

Kesegaran ikan merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan kualitas serta daya awet ikan sebelum diolah menjadi suatu produk. Salah satu cara untuk menghambat kerusakan ikan setelah ditangkap yaitu dengan cara pengawetan alami menggunakan daun mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman daun mangrove sebagai daya hambat mikroba pada ikan nila terhadap nilai Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini dilakukan mulai bulan Mei sampai bulan Juni 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 konsentrasi (0%, 25% dan 50%) selama penyimpanan 12 jam. Data dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsetrasi yang terbaik untuk menghambat pertumbuhan mikroba pada ikan nila yaitu pada konsentrasi 50% dengan nilai ALT sebesar 17.000 koloni/g.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI PERAIRAN DESA KAMBUNONG KABUPATEN MAMUJU TENGAH MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A Arpin Hardiana; Ardi Eko Mulyawan; Fathuddin Fathuddin; Nursyahran Nursyahran; Heriansah Heriansah
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.459

Abstract

Produksi rumput laut dari Provinsi Sulawesi Barat masih lebih rendah dibandingkan Sulawesi Selatan. Untuk meningkatkan produksi, pemetaan potensi wilayah menggunakan penginderaan jauh merupakan salah satu solusi yang baik. Perairan Desa Kambunong di Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat merupakan salah satu wilayah yang berpotensi untuk mengembangkan budidaya rumput laut khususnya di Mamuju Tengah. Penentuan lokasi perairan Budidaya rumput laut harus mempertimbangkan aspek ekologis, dan faktor pembatas budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian perairan Kambunong untuk budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di perairan Desa Kambunong. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan mengambil data parameter fisik dan kimia oseanografi perairan. Citra satelit yang digunakan adalah citra Sentinel-2A. Hasil penelitian menunjukkan luas perairan untuk kategori sesuai adalah 167 ha, sedangkan untuk kategori tidak sesuai adalah 578 ha.
Komunitas Jenis Ikan yang Tertangkap di Sekitar Terumbu Karang dengan Menggunakan Jaring Insang Dasar di Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar Nursyahran, Nursyahran; Wulandari, Sri; Nurwina, Nurwina
Akuatiklestari Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i2.4186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas jenis ikan karang target yang tertangkap di sekitar terumbu karang di Perairan Desa Rewatayya Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar dengan menggunakan jaring insang dasar. Penelitian ini bermanfaat sebagai bahan informasi bagi pemerintah dan masyarakat nelayan mengenai komunitas ikan yang berada di sekitar terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan Oktober 2021 di Perairan Desa Rewataya Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan melakukan kelimpahan ikan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi dengan pengamatan 21 kali trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebesar 1.492 ind/120m², Indeks keanekaragaman yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,3664, indeks keseragaman yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,3335 yang tergolong komunitas rendah, sedangkan indeks dominansi yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,1124 yang tergolong komunitas rendah.
Pengaruh Kombinasi Probiotik Komersial Dan Bahan Herbal Terhadap Volume Flok dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Nursyahran, Nursyahran; Ramadhani, Arda; Mulyawan, Ardi Eko
Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB) Volume 2, Nomor 2, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/jrdb.v2i2.37

Abstract

Biofloc technique is a cultivation method that utilizes microorganisms, especially heterotrophic bacteria, to convert toxic inorganic nitrogen waste, such as ammonia, into biomass that is beneficial for fish. In the biofloc system, heterotrophic bacteria play an important role in the formation of flocs, which are aggregates of microorganisms and organic particles that function as additional food sources for fish. These bacteria use nitrogen from ammonia in water to produce biomass, which can then be eaten by fish. This study aims to examine the effect of a combination of commercial probiotics and herbal ingredients on the growth of tilapia (Oreochromis niloticus). The method used in this study was an experiment with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and three replications. The treatments tested included treatment A (control), treatment B (EM4 + Ginger), treatment C (EM4 + Kencur), and treatment D (EM4 + Turmeric). This study was conducted for 35 days at the Moncongloe Maros Aquaculture Institute, with test fish in the form of tilapia seeds measuring 5-7 cm and aged 1 month. The results showed that the combination of commercial probiotics and herbal ingredients in treatment C (Probiotic EM4 + Kencur) produced the highest floc volume of 20.17 mL, while treatment D (EM4 + Turmeric) produced the lowest floc volume of 12.04 mL. Treatment C also recorded the highest Specific Growth Rate (SGR), which was 2.90%, while treatment D recorded the lowest SGR of 2.41%. Kencur is considered to have a positive effect because of its essential oil content which functions as a sedative effect, helps fish physiology, increases growth, maximizes protein digestibility, and increases feed efficiency. Anova analysis showed that SGR had a significant effect (P<0.05), while absolute length growth and survival rate did not show significant differences between treatments (P>0.05).
Optimalisasi pengelolaan ekosistem mangrove dengan aksi bersih di Kawasan Mangrove Lantebung Kota Makassar Wulandari, Sri; Putri, Tri Widayanti; Khairiyah, Zul; Rapi, Nuraeni L; Nursyahran, Nursyahran
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 2 No 1 (2023): Edisi Mei
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v2i1.596

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas tinggi. Salah satu ekosistem mangrove terdapat pada Kawasan Lantebung Kota Makassar Sulawesi Selatan. Lantebung merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi untuk menikmati keindahan alamnya, namun seringkali mendapatkan sampah kiriman sebagai dampak dari pergerakan arus dan pasang surut. Tujuan dari kegiatan ini adalah diharapkan dapat memberikan kesadaran kebersihan lingkungan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah yang dihasilkan memberikan dampak buruk bagi perkembangan biota dan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah dengan metode observasi, persiapan dan aksi dengan pendekatan metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang bersifat ‘persuasif-edukatif’, yang dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam menanggulangi pencemaran perairan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian telah berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai serta meningkatkan daya tarik wisatawan di Ekowisata Mangrove Lantebung.
Sosialisasi Proses Desalinasi di Pokdarwis Lantebung Kota Makassar Wulandari, Sri; Hidayani, Mesalina Tri; Darmawati, Darmawati; Alifia, Frida; Fatma, Fatma; Kustam, Sri Rukmini; Idrus, Muh Ikhsan; Tamti, Hartati; Nursyahran, Nursyahran
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 3 No 2 (2024): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v3i2.915

Abstract

Desalinasi merupakan proses penghilangan kadar garam dari air laut atau air payau agar dapat menjadi air tawar. Istilah ini sudah lama dicetuskan namun belum diketahui oleh banyak orang termasuk anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lantebung. Masyarakat Lantebung dilaporkan telah mengalami kesulitan air bersih sejak lima tahun terakhir, sementara pesisir Lantebung terbentang sepanjang 9,69 km. Sehingga kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait proses desalinasi, pemanfaatan air hasil desalinasi, dan pengembangan Ekowisata Mangrove Lantebung. Diketahui bahwa Ekowisata Mangrove Lantebung telah mendapatkan anugerah sebagai Desa Wisata dan menjadi salah satu dari 75 Desa Wisata terbaik berkelas dunia yang ada di Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dari tiga kegiatan utama yang dilaksanakan pada Tanggal 12 Oktober 2024 di rumah Ketua Pokdarwis Lantebung di Lantebung Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar, dan mengusung tema Sosialiasi Proses Desalinasi. Sosialiasi dibutuhkan sebagai sarana transfer ilmu dari pemateri ke peserta, dimana terdapat enam materi inti yang disampaikan oleh enam pemateri dari disiplin ilmu yang berbeda yakni Perbedaan Air Laut dan Air Tawar; Pengantar Desalinasi; Manfaat Desalinasi untuk Kegiatan Budidaya Ikan; Budidaya Ikan Lele dalam Ember; Pengembangan Ekowisata Mangrove Lantebung; dan Marine Debris. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan tidak sabar untuk mengikuti kelanjutan kegiatan ini
Pengaruh Pemberian Pakan Maggot (Hermatia illucens) yang Difermentasi terhadap Efesiensi Pakan dan Daya Cerna pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yaqin, Nurul; Heriansah, Heriansah; Nursyahran, Nursyahran
Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB) Volume 3, Nomor 1, 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/jrdb.v3i1.41

Abstract

Maggot is one of the local ingredients that has many benefits and many properties. Maggot is one of the feeds that is easy to make using organic waste. Fermentation is one of the applications of microbes in an effort to improve the quality of feed raw materials. The purpose of this study was to determine the effect of fermentation materials on the efficiency of tilapia (Oreochromis niloticus) feed and to determine the effect of fermented feed on digestibility in tilapia (Oreochromis niloticus). The method used in this study was experimental, where the experimental treatments were the types of feed and fermentation materials consisting of 4 combinations with 3 repetitions each, namely A (100% Maggot feed), B (Maggot 100 g fermented with 20 mL nano enzyme). C (Maggot 100 g multivariant fermentation 20 ml), D (Maggot 100 g fermented with 20 ml Lactobacillus). This research was conducted from May to July 2024 at the Moncongloe Maros Aquaculture Institute Laboratory. The results of the study showed that the highest feed utilization efficiency was in treatment B (SLS) with a value of 43.79%, followed by treatment D (yakult) with a value of 42.83% followed by treatment C (Em4) with a value of 42.38% and the lowest feed efficiency was in control treatment A (Maggot) of 34.46. Furthermore, maggot feed fermentation also had a significant effect (P <0.05) on the protein efficiency ratio in tilapia (Orerochromis niloticus).
Prevalensi penyakit pada karang di kawasan transplantasi coral tree nursery, Pulau Barrang Lompo Fathuddin, Fathuddin; Noor, Rahmat Januar; Zulkarnain, Muh; Lapong, Muhammad Imran; Nursyahran, Nursyahran; Megawanto, Rony; Alanshar, Toufik
Agrokompleks Vol 25 No 1 (2025): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i1.916

Abstract

Upaya pelestarian karang perlu dilakukan secara berkelanjutan termasuk dalam penyediaan bibit karang menggunakan berbagai metode salah satunya coral tree nursery (CTN). Untuk memperoleh bibit karang berkualitas maka perlu dilakukan pemantauan utamanya terhadap prevalensi penyakit serta gangguan yang berpotensi timbul. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gangguan hama dan jenis penyakit yang terdapat pada fragmen karang di media coral tree nursery. Metode penelitian menggunakan eksperimen lapangan dengan menempatkan 3 modul coral tree nursery yang dipasangi fragmen di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Pengamatan menggunakan kamera macro-underwater camera selama 1 bulan dan disertai pengukuran parameter oseanografi. Hasil pengamatan kemudian dianalisis secara deskriptif. Data parameter oseanografi menunjukkan kondisi yang sesuai untuk biota karang yaitu pH 8,01, suhu 30oC, salinitas 27,67 ppt, arus 0,07 m/s, kecerahan 100%, dan kedalaman 7 m. Spesies karang yang teramati yaitu Acropora cervicornis, Monitipora digitata, Pocilopora demicornis, Porites compressa, dan Echinopora horrida. Gangguan hama yang peneliti identifikasi yaitu alga, sponge, teritip, bekas gigitan ikan, bleaching, kerang, dan cacing kipas (Sabellidae). Jenis penyakit yang peneliti temukan yaitu White Band Disease (WBD) pada karang jenis Acropora cervicornis dengan frekuensi 6 koloni. Keberadaan hama dan penyakit pada fragmen karang yang dibudidayakan perlu memperoleh perhatian sebab secara jangka panjang akan berdampak pada tingkat kelulusan hidup dan pertumbuhan karang.
Bioekologi Ekosistem Perairan di Pulau Pasir Putih Polewali Mandar Isman, Muh; Wulandari, Sri; Nursyahran, Nursyahran; Lapong, Muhamma Imran; Fathuddin, Fathuddin; Putri, Lizha Dwi Mulya
Lutjanus Vol 29 No 2 (2024): Lutjanus Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jlpp.v29i2.903

Abstract

Wilayah pesisir dan laut merupakan kawasan yang menyediakan sumber daya alam bagi kehidupan manusia. Semakin tingginya kebutuhan manusia tahun ke tahun menyebabkan beberapa wilayah telah mengalami penurunan kualitas sumber daya alam akibat eksploitasi yang berlebihan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2023 pada Pulau Karamassang di Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Pengambilan data padang lamun dengan estimasi penutupan lamun dilakukan dengan cara membentangkan transek garis sepanjang 100 m dan menempatkan kuadran 0,5 x 0,5 m2 dengan kisi-kisi pada interval jarak 20 meter. Transek ini dilakukan pada lokasi yang memiliki ekosistem padang lamun dan pengambilan data ekosistem terumbu karang dilakukan dengan menggunakan metode RRA (Rapid Reef Assessment). Pengambilan data kualitas air meliputi suhu, salinitas dan pH (derajat keasaman). Secara umum kondisi tutupan ekosistem lamun masuk kategori baik/sehat, jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian yaitu, Enhalus acoroides, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii. Secara umum kondisi tutupan ekosistem terumbu karang masuk kategori rusak sedang dengan kondisi DCA (death coral algae) dan tidak ditemukan mangrove pada lokasi penelitian.
Pelatihan Penyemaian Sayuran Akuaponik dan Pembesaran Maggot pada Sistem LETSGO (Lele Terintegrasi Sayuran dan Maggot): Aquaponic Vegetable Seeding and Maggot Rearing Training in the LETSGO System (Integrated Vegetable, Maggot and Catfish) Mulyawan, Ardi Eko; Heriansah, Heriansah; Yulianto, Harry; Nursyahran, Nursyahran; Aisa, Nur; Fadillah, Fitri Emi; Nurdiana, Nurdiana
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i2.8560

Abstract

This Community Service (PKM) activity was funded by the Directorate General of Research, Technology, and Community Service in the 2024 budget year with contract number 1069/LL9/PK.00.PPM.BATCH.2. This activity took place in Mandalle Village, Pangkep Regency with the title Integrated Farming LETSGO (Integrated Catfish, Vegetables and Maggots) with the partner Turicinnai II Fish Cultivation Group. The problem experienced by the partner was that the pond they had had not been producing for a long time due to the high cost of manufactured feed and the low selling value of catfish. Through the PKM activity carried out by the team from the Balik Diwa Maritime Technology and Business Institute and STIE YPUP Makassar, they succeeded in overcoming the PKM partner's problem by creating 6 (six) complete aquaponic ponds (vegetables and fish), 1 maggot cultivation installation and providing training on maggot cultivation, aquaponic vegetable sowing, and food product sales training. The results of this PKM activity are expected to be able to increase the productivity and profits of PKM partners and increase the benefits of this activity for the surrounding community. The pre-test results showed that the level of knowledge and skills about aquaponics and maggots were generally in the poor category. However, after the learning activities, the post-test results showed that the level of knowledge and skills increased significantly and were generally in the good category. In general, partners considered that aquaponics and maggot maintenance activities were technically easy to apply, economically inexpensive, and ecologically could reduce waste, especially organic waste.
Co-Authors Ahmadirrahman Fajrihanif Aisa, Nur Alanshar, Toufik Alifia, Frida Amrah Husma Andi Alham Mulia Andi Yusuf Andrian Dwi Dwi Putra Angreni, Husni Ardi Eko Mulyawan ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arni Arni Arnold Kabangga Arnold Kabangnga Arpin Hardiana Asrul Muslim Aulia Fitrah Purnama Ayu Ayu Beddu Tang Bobi Bobi Buana Basir Cahyono, Indra Daif Kurniawan Dina U Endang Susianingsih Ennytuanubun, Betsina Fadillah, Fitri Emi Faradilla Sandi Fathuddin Fathuddin Fathuddin Fathuddin, Fathuddin Fatma Fauziah Nurdin Frida Alifia Hama, Rimal Hamdillah, Andi Hardiana, Arpin Harlina Harlina Harry Yulianto, Harry Hartati Tamti, Hartati Hasbi, Ibnu Malkan Hasri Hasri Hasri Hasri Heriansah, Heriansah Hidayani, Mesalina Tri Idrus, Muh Ikhsan Ika Apriliani Ince Ayu Khairana Kadriah Indra Cahyono Indra Cahyono Is Arianto Pratama Isman, Muh J Jayadi Jayadi Jayadi Jayadi Jayadi Jufiyati Jufiyati Jumrawati, Jumrawati Kabangnga, Kabangnga Kariyanti Kariyanti Khairiyah, Zul Kustam, Sri Rukmini Lapong, Muhamma Imran Lapong, Muhammad Imran Megawanto, Rony Merlin Merlin, Merlin Mesalina Tri Hidayani Mesalina Tri Hidayani Mesalina Tri Hidayani Minda, Nur Muh Isman Muh. Ikramullah Muh. Ikramullah Akmal Mutemainna Karim Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nur Fajriani Nursida Nuraeni L Rapi Nurbaya Nurbaya Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurfadillah Nurfadillah Nurhidayah Nurhidayah Nursida, Nur Fajriani Nursidi Nursidi, Nursidi Nurul Yaqin Nurwina Nurwina Nurwina, Nurwina Pramunandar, Nata Putra, Dandi Pratama Putri, Lizha Dwi Mulya Putri, Tri Widayanti Rahmat Januar Noor Rahmat, Nur Ramadhani, Arda Rimal Hamal Riskawati Putri Rosada, Ida S Suryadi Siti Nurhaliza Sofyan, Jawiana Saokani Sri Mulyani Sri Wulandari Sri Wulandari Suharda, Suharda Tajuddin, Mustamin Tang, Beddu Ulfiani Ulfiani Wahyuti Wahyuti Wayan Kantun Zainal Abidin Musa Zulkarnain, Muh