Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI KYAI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN AN-NADHIRA KALIBEBER WONOSOBO Lilik Ifatul Fauziyah; Abdul Majid; M. Yusuf Amin Nugroho
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 6 No 1 (2023): PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v6i1.4727

Abstract

The purpose of this research is first to find out the strategies used by kyai to increase the motivation of each student in memorizing the Qur'an, and secondly to find out the obstacles of students when memorizing the Qur'an. This research is descriptive qualitative research. In this research the researcher uses data collection techniques with the methods of interview, observation, and documentation. After the data is collected, it is analyzed using data reduction, presentation, and conclusions. The results showed, 1) in memorizing the Qur'an a santri can experience boredom, lazy, and saturated. For this reason, the kyai's strategy at the An -Nadhira Islamic boarding school is very influential in increasing the motivation of students in memorizing the Qur'an. Various kinds of strategies used by clerics include CBSA (How to Actively Learn Santri) which is able to influence the spirit of students in memorizing the Qur'an, then there are lectures and study of short hadiths to influence students in memorizing with real- life applications. 2) the obstacles in carrying out the strategies given by the kyai to the students are very many, especially the self-awareness and growth in the students' lazy nature which can affect the students' spiritual in memorizing the Qur'an.
MENGAJI TILAWATI DI ERA PANDEMI DI TPQ SABILUNNAJAH DESA KESENENG KECAMATAN MOJOTENGAH Miftakhul Fajrin; M Yusuf Amin Nugroho
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 1 No 1 (2021): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v1i1.2224

Abstract

Al-Qur'an is sustainable until the Day of Resurrection, as well as learning the Qur'an must be endeavored to sustainably be given to mankind regardless of the circumstances, including the Covid-19 pandemic situation. This paper aims to analyze the learning of the Qur'an in the Covid-19 era in keseneng mojotengah, Wonosobo. The formulation of this study focuses on discussing how the learning method of the Qur'an in the Covid-19 era in gesing, Southeast Aceh, the objectives of learning the Koran are still prioritized in the Covid-19 era and the learning objectives of the Qur'an are given to anyone.
KESIAPAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI KURIKULUM MERDEKA DI MTS AL ISHLAH PAGERUYUNG KABUPATEN KENDAL Oriza Nurfitriani; , Noor Aziz; M. Yusuf Amin Nugroho
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4530

Abstract

Saat ini Indonesia sedang menggalakkan sebuah kurikulum baru yang bernama Kurikulum Merdeka, hal ini menuntut semua lembaga pendidikan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kurikulum tersebut, termasuk di MTs Al Ishlah Pageruyung Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui konsep kurikulum merdeka pada tingkat Sekolah Menengah Pertama/MTs; 2) Mengetahui kesiapan guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah Pageruyung Kabupaten Kendal; 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah Pageruyung Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian sumber data diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder (observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan kurikulum merdeka). Adapun teknik analisis yang digunakan adalah teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep kurikulum merdeka pada tingkat satuan pendidikan SMP/MTs berbeda dengan tingkat satuan pendidikan lainnya. 2) Kesiapan guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah Pageruyung kabupaten Kendal sudah dimulai dengan sosialisasi awal, memodifikasi RPP dengan penambahan Profil Pelajar Pancasila, penganggaran biaya sekolah, pengadaan laboratorium komputer, serta peningkatan SDM. Namun bila dibandingkan dengan teori yang ada, kesiapan tersebut masih kurang. Seperti perlunya peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana, sosialisasi dan pelatihan kurikulum merdeka dan penggalakan platform merdeka mengajar. 3) Faktor pendukung guru PAI dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah: adanya bimbingan dari pengawas madrasah, guru sudah bisa menggunakan media digital dan mengajar sesuai keahlian, adanya laboratorium komputer. Faktor penghambat guru PAI dalam menghadapi kurikulum merdeka di MTs Al Ishlah: sosialisasi kurang, media digital belum memadahi, peningkatan kualitas guru PAI masih terhambat, infrastruktur sekolah rendah.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan Upaya Penumbuhan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas X SMK Negeri 2 Wonosobo Nur Sahid; Noor Aziz; Muhammad Yusuf Amin Nugroho
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4745

Abstract

Merdeka Belajar merupakan salah satu inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang ingin menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan suasana gembira. Tujuan belajar mandiri adalah agar guru, siswa dan orang tua dapat memiliki suasana pembelajaran yang menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMKN 2 Wonosobo. 2) Mengetahui penumbuhan nilai-nilai Pancasila melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas X SMKN 2 Wonosobo. 3) Mengetahui sejauh mana Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dan Upaya Penumbuhan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas X SMKN 2 Wonosobo. Skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana jenis penelitiannya bersifat lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan juga observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) SMKN 2 Wonosobo menjadi salah satu SMK Negeri yang masuk dalam kategori SMK Pusat Kunggulan dan menjadi rujukan untuk sekolah lain, Sehingga SMK Negeri 2 Wonosobo sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sejak tahun pelajaran baru yaitu 2022/2023. Peran guru dalam proses pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka adalah sebagai penggerak merdeka belajar, guna menjadi fasilitator penggerak perubahan kepada peserta didiknya. 2) Cara dari guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMKN 2 Wonosobo untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila adalah dengan membiasakan anak dengan hal-hal yang sejalan dengan nilai Pendidikan Agama dan juga sesuai dengan pengamalan Pancasila. Mengingat Pancasila adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan juga berhubungan erat dengan Pendidikan Agama Islam. 3)Pengamalan masing-masing sila sudah mulai ditanamkan oleh guru Mapel PAI menggunakan Kurikulum Merdeka sebagai upaya penumbuhan nilai-nilai Pancasila serta penguatan 6 elemen dalam penguatan profil pelajar Pancasila dalam diri peserta didik
LEARNING METHODS OF ISLAMIC RELIGION AND CIVIL EDUCATION FOR THE FORMATION OF STUDENTS' ATTITUDE OF TOLERANCE AT SMP N 5 WATUMALANG WONOSOBO Nikmiyati Nikmiyati; Noor Aziz; Muhammad Yusuf amin Nugroho
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 2 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i2.5807

Abstract

One of the external factors that supports student success in learning is the learning method. Choosing the right method will greatly determine the success or failure of achieving learning objectives. This article was created with the aim of finding out 1) To find out the methods of learning religious education and character for students at SMP N 5 Watumalang. 2) To find out how tolerant students are at SMP Negeri 5 Watumalang. 3) To find out to what extent religious education and character learning methods contribute and tolerate students at SMP N 5 Watumalang. This research is qualitative research using observation, interviews and documentation in collecting data. Meanwhile, the data analysis uses inductive and deductive methods with a descriptive analytical approach, namely in the form of written or verbal data from sources and observations of learning activities, so that the author obtains a picture in accordance with the actual situation. The results of this research analysis are to find out that SMP Negeri 5 Watumalang has implemented Islamic religious education and morals in its learning process, and the factors that support and hinder the learning process of SMP Negeri 5 Watumalang. The results obtained from this research are that learning has been carried out at SMP Negeri 5 Watumalang since 2007, with an activity schedule starting at 07.15 - 14.15 every Monday to Saturday except Sundays which are closed. From the results of observations and interviews, data was also obtained regarding supporting factors in the learning process, including adequate facilities and infrastructure, quality of teachers, student activity in learning, and support from the community, especially student guardians. Meanwhile, inhibiting factors include varying student absorption capacity, lack of teacher discipline, and students' lack of concentration in learning.
P, Pendidikan Akhlak Anak dalam Keluarga Broken Home (Studi Kasus di Desa Nagasari Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara Tahun 2023) Ika Raeni Novianti; Fatkhurrohman Fatkhurrohman; Muhammad Yusuf Amin Nugroho
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 2 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i2.5942

Abstract

Penelitian ini terinspirasi dari kesaksian anak-anak keluarga Broken Home yang tinggal di Desa Nagasari, Desa Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. Banyak kasus rumah tangga yang rusak disebabkan oleh pernikahan dini dan keadaan ekonomi yang buruk. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Nagasari Kecamatan Pagentan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data meliputi reduksi data, pengujian data, dan penarikan kesimpulan. Partisipan penelitian adalah anak-anak dan orang tuanya yang berasal dari keluarga Broken Home. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkembangan moral anak pada keluarga Broken Home di Desa Nagasari Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara. Berikut temuan penelitian perkembangan moral anak dari keluarga Broken Home di Desa Nagasari Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara. Pertama, kondisi moral anak-anak keluarga Broken Home di Desa Nagasari sudah baik karena selama ini belum ada anak atau remaja yang melanggar aturan dan menempuh jalur hukum di desa tersebut. Kedua, upaya orang tua, khususnya pada keluarga yang berlatar belakang Broken Home, untuk menerapkan dan mengajarkan pendidikan moral kepada anak melalui: Pengajaran, motivasi dan keteladanan; Menegakkan aturan dan kebiasaan; Ketiga, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pendidikan moral anak, khususnya pada keluarga Broken Home, seperti anak yang mudah diatur; Lingkungan; Agama; Kesibukan orang tua; Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi; Keempat, kecanduan gadget orang tua.
Eufemisme Bahasa Gaul di Group WhatsApp Dosen Segawon Reborn dalam Spektrum Pendidikan Islam Rahman, Rifqi Aulia; El Syam, Robingun Suyud; Nugroho, Muhamad Yusuf Amin
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2024): Takuana, April 2024
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v3i1.88

Abstract

This article aims to describe colloquial euphemisms in the WhatsApp Group “Segawon Reborn” among lecturers within the context of the Islamic education spectrum. This descriptive-qualitative research employed reading-recording techniques and interviews with the subjects of lecturers at Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo, which were analyzed using the Milles and Huberman model. It showed that slang euphemisms are used in daily conversations with the choice of elegant language to avoid inappropriate expressions. Lecturers still preserve good communication in the spectrum of Islamic education for politeness and comfort, avoiding disaster, disguising meaning, reducing shame, and carrying out religious orders. Using slang euphemisms could reduce the impact of conflict due to misunderstanding. The study recommends that lecturers refrain from using slang euphemisms without losing communication ethics.
INTERNALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS NARAPIDANA DI RUTAN KELAS IIB KABUPATEN WONOSOBO Taufiqurrohman, Dwi; Majid, Abdul; Nugroho, Muhammad Yusuf Amin
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 4 No 1 (2024): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v4i1.6498

Abstract

Internalisasi tidak hanya dilakukan di lembaga formal seperti sekolah, tetapi juga dilakukan dimana saja. Menurut penulis pribadi, justru internalisasi itu juga dijalankan dilembaga-lembaga yang didalamnya berurusan dengan masyarakat, dan yang sangat membutuhkan pembelajaran, pengajaran serta pembinaan, dalam hal ini adalah rumah tahanan Negara (Rutan) atau Lembaga pemasyarakatan (Lapas). Sistem pembinaan pemasyarakatan dilakukan dengan asas pengayoman, pendidikan, dan penghormatan harkat martabat manusia. Salah satu upaya meningkatkan religiusitas narapidana adalah pembelajaran keagamaan dan bimbingan rohani. Pembelajaran keagamaan di rumah tahanan atau lapas berbeda dengan proses pembelajaran keagamaan di sekolah atau tempat formal yang lain. Tetapi lebih keproses praktik dalam keseharian, dengan harapan proses pembelajaran yang di lakukan bisa menjadi sentra atau dasar dari segala tingkah laku dalam kehidupan narapidana serta bisa mengangkat nilai moral. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui pelaksanaan pembelajaran agama Islam dalam meningkatan religiusitas narapidana di Rutan IIB Wonosobo. 2) Untuk mengetahui nilai-nilai pembelajaran agama Islam dalam meningkatan religiusitas narapidana di Rutan IIB Wonosobo. 3) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan nilai-nilai pembelajaran agama Islam dalam religiusitas narapidana di Rutan IIB Wonosobo. Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui penelitian kualitatif. Pada kesempatan ini, peneliti menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Studi kasus merupakan strategi penelitian. Penelitian Studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, dan fokus penelitian terletak pada kajian secara intensif tentang keadaan tertentu, yang berupa kasus, atau suatu fenomena. Berdasarkan temuan penelitian, salah satu tujuan adanya pembelajaran agama Islam adalah untuk meningkatkan religiusitas narapidana. progam-progam pelaksanaan pembelajaran agama Islam di Rutan IIB Wonosobo: Sholat berjamaah, mengaji Al-Qur’an, tausiyah, kegiatan pada hari besar Islam, dzikir bersama.
Konsep Pendidikan Akhlak Tafsir Jalalain Qur'an Surat Al-Osra' Ayat 23-24 Inayah, Ati; Nugroho, M Yusuf Amin; Hamzah, Muchotob
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 4 No 1 (2024): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v4i1.7044

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk memahami kandungan dari ayat 23-24 dari Surah Al-Isra' dalam Al-Qur'an serta untuk menyelidiki konsep pendidikan moral dalam perspektif Tafsir Jalalain terhadap ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan,(library research) sumber data utamanya adalah literatur yang relevan, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari Tafsir Jalalain ayat 23-24 Surah Al-Isra', sementara data sekundernya meliputi buku-buku tentang pendidikan moral, skripsi, artikel, dan sumber online lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan pencarian online, dengan analisis isi sebagai pendekatan analisis utama. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kandungan ayat 23-24 dari Surah Al-Isra' mengandung nilai-nilai pendidikan moral, seperti penghormatan terhadap Allah, penghargaan terhadap kedua orang tua, dan larangan untuk bersikap kasar terhadap mereka, berbicara dengan penuh sopan dan santun serta dilandasi oleh kasih sayang dan penghormatan kepada kedua orang tua, dan konsep Pendidikan Akhlak dari sudut pandang Tafsir Jalalain terhadap ayat 23-24 dari Surah Al-Isra'. Konsep ini terbagi dalam berbagai aspek, dintaranya: (a) Akhlak kepada Allah, (b) Akhlak terhadap Rasulullah, dan (c) Akhlak terhadap kedua orang tua. Dengan materi yang diajarkan adalah pendidikan Aqidah dan akhlak dan metode yang digunakan dalam mendidik anak yaitu dengan metode pembiasaan, keteladanan, diskusi, nasihat, dan metode pemberian ganjaran atau reward. Konsep pendidikan akhlak perspektif Tafsīr Jalālain adalah proses bertahap untuk mngenalkan pengetahuan kepada manusia, yang kemdian diarahkan untuk meningkatkan kehidupan dengan memperbaiki akhlak terhadap Allah SWT dan sesama manusia, seperti yang dijelaskan dalam Q.S. Al-Isra’ Ayat 23-24
Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga Dalam Perspektif Al-Qur'an Surat As-Saffat Ayat (102) Muhammad Farid Muhlisun; Muchotob Hamzah; Yusuf Amin Nugroho
Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 2 No. 3 (2024): Mei : Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/intellektika.v2i3.1255

Abstract

This research aims to examine the role of Islamic education in the family environment from the perspective of the Qur'an, Surah As-Saffat verse 102. The research method used is library research with a qualitative approach. Data was obtained through the study of the Qur'an and related literature. Data collection was conducted through documentation and online data searches to gain a deeper understanding of the Islamic educational values contained in the verse. Data analysis was performed using content analysis and discourse analysis methods to identify the messages conveyed in the Qur'an.The conclusions of the research indicate that: 1) The verse emphasizes the importance of faith, patience, and obedience to religious teachings in facing life's trials. 2) It establishes a fundamental basis for forming individuals who understand religious teachings and make Islam their primary life guide. The research findings show that Islamic education in the family environment plays a crucial role in shaping the character and morals of young individuals. Surah As-Saffat verse 102 highlights the significant role of parents in educating their children according to Islamic teachings. This research contributes to increasing society's understanding of the importance of Islamic education in the family environment. It is hoped that it will serve as a reference for parents and society in providing strong and continuous religious education to future generations.