Claim Missing Document
Check
Articles

KETERAMPILAN PENANGANAN GAWAT DARURAT PERDARAHAN MELALUI METODE SIMULASI PADA REMAJA DI SMA KARTIKA 1-2 MEDAN Resmi Pangaribuan; Muchti Yudha Pratama; Jefriani Gauria; Ernawati Sollin
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan akibat trauma merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah apabila dilakukan penanganan awal secara cepat dan tepat. Remaja sebagai kelompok usia yang aktif berisiko mengalami cedera dan perdarahan di lingkungan sekolah, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam penanganan gawat darurat perdarahan melalui metode simulasi di SMA Kartika 1–2 Medan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan simulasi praktik penanganan perdarahan yang melibatkan 35 siswa kelas XII. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi dan simulasi. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan cukup (43%) dan kurang (37%), sedangkan setelah intervensi mayoritas peserta berada pada kategori baik (80%) dan tidak ditemukan lagi peserta dengan kategori kurang. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik dasar pengendalian perdarahan seperti balut tekan, balut cepat, dan penggunaan torniket dengan baik. Metode simulasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja mengenai penanganan gawat darurat perdarahan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
CERDAS GIZI DI USIA ANAK SEKOLAH: PROGRAM EDUKASI DAN PENDIDIKAN KESEHATAN STATUS GIZI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN SISWA Muchti Yuda Pratama; Purwaningsih Purwaningsih; Nisrina Nisrina; Evamona Evamona; Roudatul Hasana
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2828

Abstract

School-age children represent an important phase in the human life cycle, characterized by rapid growth and development, both physically, psychologically, and socially. During this phase, nutritional needs increase significantly to support optimal growth. However, various nutritional problems are still frequently found among elementary school children, such as undernutrition, overnutrition (overweight and obesity), and micronutrient deficiencies such as anemia. In Indonesia, nutritional problems among elementary school-age children remain an important public health issue. Unbalanced dietary patterns, the habit of skipping breakfast, consumption of fast food, and low nutritional literacy are the main factors influencing the nutritional status of elementary school children. The purpose of this activity, as an effort to improve the health of elementary school-age children, is expected to increase the knowledge of students at SD Negeri 060801 Medan. The activity was carried out on June 29, 2026, from 09.00 to 12.00 WIB (Western Indonesia Time), at SD Negeri 060801 Medan. The methods used included lectures, discussions, and questionnaire administration. Based on the pretest questionnaire results, the participants' level of knowledge was categorized as good for 11 people (36.6%), sufficient for 12 people (40.0%), and poor for 7 people (23.3%). Meanwhile, based on the posttest questionnaire results, the participants' level of knowledge was categorized as good for 20 people (63.3%), sufficient for 7 people (23.3%), and poor for 3 people (10%).
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN KETERAMPILAN KADER KESEHATAN  MENCEGAH STUNTING DALAM 1000 HPK Nina Olivia; Nisrina Nisrina; Muchti Yuda Pratama; Endang R. Simamora; Citra Siburian
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i2.2400

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas kesehatan, pendidikan, dan produktivitas sumber daya manusia serta berkontribusi terhadap masalah sosial ekonomi masyarakat. Periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan masa kritis yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pencegahan stunting perlu dilakukan secara optimal melalui pemberdayaan posyandu dan kader kesehatan. Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam pencegahan stunting pada 1000 HPK. Kegiatan dilaksanakan di Desa Jaharun, Galang, Kabupaten Deli Serdang melalui metode pendidikan kesehatan dan keterampilan. Tahap pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring. Intervensi berupa edukasi tentang stunting, prakonsepsi, dan 1000 HPK, serta pelatihan pengukuran lingkar lengan atas (LILA), BB, dan TB. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 30% menjadi 100% kategori baik, serta seluruh kader mampu melakukan pengukuran dengan benar. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas kader dalam pencegahan stunting berbasis komunitas.
ASUHAN   KEPERAWATAN   PADA   PASIEN   DENGAN GANGGUAN  SISTEM  KARDIOVASKULAR : HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Meilani Dwi Sasmita; Muchti Yuda Pratama; Kipa Jundapri
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/89rrgj70

Abstract

  Hipertensi merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmhg dengan dua kali pengukuran atau lebih. Penanganan pada pasien hipertensi jika tidak tepat akan menyebabkan komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular: hipertensi. Metode penelitian: penelitian deskriptif, dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah meliputi pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, melakukan intervensi dan implementasi seperti: melakukan pengukuran tekanan darah, mencatat kualitas denyut nadi sentral dan perifer, mengauskultasi tonus jantung dan suara napas, mengamati warna kulit, kelembapan, suhu, dan waktu pengisian kapiler, mencatat adanya edema, memberikan lingkungan yang tenang, nyaman, mempertahankan pembatasan aktivitas, membantu melakukan perawatan diri sesuai kebutuhan, menganjurkan teknik relaksasai, guided imagery dan distraksi, dan kolaborasi dengan dokter pemberian obat hipertensi, serta melakukan evaluasi tindakan keperawatan yang telah dilakukan. Hasil penelitian: setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 6 hari pada kasus 1 dan 2 dinyatakan berhasil mengatasi masalah resiko perfusi serebral tidak efektif dengan menunjukkan hasil sakit kepala sudah mulai tidak terasa lagi, dan tekanan darah normal. Kesimpulan: tindakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler: hipertensi sangatlah efektif dilakukan. Saran diharapkan dapat memberikan perawatan
IMPLEMENTASI PERAWATAN LUKA UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II  DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Nurhaminda; Muchti Yuda Pratama; Kipa Jundapri
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/74pwvn79

Abstract

Diabetes melitus tipe II (DM) atau sering disebut penyakit kencing manis adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin atau karena tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan implementasi perawatan luka untuk mencegan infeksi pada klien diabetes melitus tipe II. Metode penelitian ini adalah desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah yang terdiri dari: pengkajian, diagnosa keperawatan yaitu resiko infeksi berhubungan dengan penyakit kronis (diabetes melitus), menentukan intervensi dan implementasi yaitu perawatan luka, setra melakukan evaluasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi luka dapat mencegah infeksi dengan hasil pada kasus 1 yaitu sebelum implementasi kedalaman luka yaitu 1 cm dan lebar 4 cm setelah implementasi kedalaman luka menjadi 1 cm dan lebar menjadi 3 cm, sedangkan pasien 2, sebelum diberikan implementasi perawatan luka dengan kedalaman 2 cm dan lebar 6 cm dan setelah dilakukan implementasi kedalaman luka menjadi 2 cm dan lebar menjadi 6 cm. Kesimpulan dan saran penelitian ini diharapkan implementasi perawatan luka dapat mencegah terjadinya infeksi pada pasien diebetes melitus tipe II..
The Role of Motivational Climate and Career Development as Determinants of Job Performance among Primary Health Care Workers Muchti Yuda Pratama; Fitriani Pramita Gurning; Suharto Suharto; Fakhrurradhi Luthfi; Irwansyah Lubis; Nirma Juli Saputri; Roni Gunawan; Benri Situmorang
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 3 (2026): Contagion
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i3.28732

Abstract

The quality of primary health care services is greatly influenced by the performance of health workers. Service quality and organizational effectiveness are supported by good employee performance. However, employee performance can be affected by increasing workload and limited organizational resources. Only limited empirical evidence has been provided on the roles of motivational climate and career development in improving job performance among primary health care workers, especially in Indonesia. This study was conducted to examine the effects of motivational climate and career development on the job performance of health workers in community health centers. A cross-sectional quantitative design was employed involving 350 health professionals from 18 community health centers in Dairi Regency, North Sumatra, Indonesia. Data were collected by using structured questionnaires. After the classical assumption tests were completed, the data were analyzed by using multiple linear regression. The findings indicate that both motivational climate and career development have positive and significant effects on job performance (p<0.001). Career development emerged as the strongest predictor (β=0.566), followed by motivational climate (β=0.279). It was found that 64.4% of the variance in job performance was explained by the regression model. Strong explanatory power was shown by the model. It is shown by these findings that stronger career development systems and a supportive motivational climate should be developed. These are considered important strategies for improving the performance of health workers in primary health care settings. Keywords: Motivational Climate, Career Development, Job Performance,  Primary Health Care, Workers
Pendidikan Kesehatan tentang Pengobatan pada Pasien Tuberculosis Paru di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan Tahun 2021 Doni Hariansyah; Deni Susyanti; Muchti Yuda Pratama
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v2i3.37

Abstract

Tuberculosis is direct infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis which transmitted through the air (droplet nuclei) when a patient with tuberculosis cough and the saliva droplets that containing the bacteria were inhaled by another person while breathing. The period of treatments for pulmonary tuberculosis required complete adherence. Irregular treatment is caused by the habit that the patient already felt healthy and does not spend the drugs completely and also the side effects of the drugs that make the patient unable to stand it then stop taking the drugs.There were some reasons that lead to the resistance pulmonary tuberculosis bacteria to OAT or MDR-TB. The knowledge management for uneducated patients is needed by providing health education about the treatment of tuberculosis.Methods: The study used descriptive study by involving nursing process which include of assessment, diagnosis,intervention, implementation and evaluation on two patients with pulmonary tuberculosis at TK II Putri Hijau Hospital Medan. Results: It was obtained that the lack of knowledge problem could be resolved in patient I while in patient II the problem was partially resolved.
IMPLEMENTASI   EDUKASI   TERHADAP  SELF EFFICACY PADA LANSIA YANG MENGALAMI NYERI RHEUMATOID ARTRITHIS (RA) DI UPT PELAYANAAN SOSIAL LANJUT USIA Villa Edilla Alfiatun Nikmah; Muchti Yuda Pratama; Nina Olivia
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2384

Abstract

The pain sensation in Rheumatoid Arthritis (RA) leads to decreased self-efficacy, namely an individual's belief in their ability to perform activities. One of the non- pharmacological methods to address this pain problem is through education on warm compress therapy. This therapy provides a warming sensation that can enhance comfort and reduce pain. The objective of this study is to describe the implementation of warm compress education on self-efficacy in elderly patients with RA. This research employed a descriptive design with a nursing care approach, encompassing the stages of assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The study involved two elderly respondents experiencing moderate pain intensity and self-efficacy scores below 30 in RA. Warm compress therapy was administered for 20 minutes, twice a week. To assess self-efficacy, the Patient Self-Efficacy Questionnaire (PSEQ) was used. The findings indicated an increase in self-efficacy from below 30 to above 60, as well as improvement in respondents' ability to perform daily activities. In addition, joint pain intensity decreased from a moderate level to a mild level. This study is expected to serve as a reference for patients to implement the therapy and as a source for developing Standard Operating Procedures (SOP) for pain management in RA patients at elderly care facilities.
IMPLEMENTASI RANGE OF MOTION (ROM) EXERCISE DINI PADA PASIEN POST ORIF FRAKTUR CRURIS TERHADAP KEMAMPUAN KEKUATAN OTOT DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Lenny Aptria; Nina Olivia; Muchti Yuda Pratama
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2385

Abstract

Open Reduction Internal Fixation (ORIF) procedures in patients with fractures often result in pain, which leads to limited mobility and decreased muscle strength. These issues can prolong the bone healing process. Early implementation of Range of Motion (ROM) exercises can improve muscle strength, maintain joint flexibility, enhance blood circulation, and accelerate wound healing. This study aims to describe the implementation of early ROM exercises in post-ORIF patients with cruris fractures and their effect on muscle strength. The research method used was a case study design with a nursing care approach, starting from assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation, involving two post-ORIF cruris fracture patients. The instrument used was a Manual Muscle Testing (MMT) observation sheet, with data collected through interviews, observation, physical examination, and nursing documentation. The study was conducted in February 2025 over three days, and data were analyzed narratively. The results showed improvements in muscle strength, reduction of pain, and increased joint flexibility through ROM exercises. The study concludes that early ROM exercises demonstrate an increase in muscle strength and a reduction in pain level.
IMPLEMENTASI  DUKUNGAN PERSONAL  HYGIENE PADA LANSIA DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI YANG MENDERITA PENYAKIT OSTEOARTHRITIS DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Nina Olivia; Sartika Rahma; Muchti Yuda
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i7.2864

Abstract

Osteoarthritis (OA) in older adults can cause pain, limited mobility, and self-care deficits, thereby interfering with the ability to maintain personal hygiene. Self-care deficits may lead to impaired fulfillment of basic daily needs and reduced quality of life. This study aimed to describe the implementation of personal hygiene education and training for older adults with self-care deficits who have osteoarthritis at the Binjai Elderly Social Service Center (UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai). This study employed a descriptive design using a nursing care approach, which included the stages of assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The intervention was conducted over three days through mentoring, health education, and observation involving two older adult participants experiencing self-care deficits. The Barthel Index was used to assess the participants' ability to perform personal hygiene independently. The results showed that the participants' Barthel Index scores improved from 16 and 15 at baseline to 19 and 18 after the intervention, indicating an improvement to a mild level of dependency. In addition, the intervention enhanced the older adults' knowledge, practical skills, self-confidence, and independence while reducing their dependence on others in performing personal hygiene activities. The findings are expected to serve as a reference for older adults with osteoarthritis in implementing appropriate personal hygiene practices and may also contribute to the development of standard operating procedures for nursing and healthcare services.
Co-Authors ., Herkules Ade Saputra Nasution Adhitia Putra S Adi Antoni Aditiya Pratama Daryana Afina Muharani Syaftriani Af’idah, Huwaina Alfi, Alfi Syahri Amalia Akita Angraini, Feby Anita Sari Harianja Auliani, Febi Benri Situmorang Citra Siburian Dania, Ira Aini Daulay, Amanda Ulfa Hawari Deni Susyanti Devy, Sisca Doni Hariansyah Doni Hariansyah Dwi Helynarti Syurandhari Eliska Eliska Elvinna, Yulvi Emdat Suprayitno Emdat Suprayitno Endang R. Simamora Erita Gustina Ernawati Sollin Evamona Evamona Fakhrurradhi Luthf Fakhrurradhi Luthfi Fakhrurradhi Luthfi Fitri Azhari Fitriani Pramita Gurning Fitriani, Arifah Devi Fitriani, Enny Ginting, Nova Br Gunawan, Roni Harianja, Anita Sari Hasanah, Putri Heryn Tywa Novelin Tambunan Huwaina Af’idah Huwaina Af’idah Ida Yustina Indis Via Annisa Irma Handayani Irwansyah Lubis Jefriani Gauria Khairani, Ade Irma Kipa Jundapri Lenny Aptria Lermiana Br. Purba Lika Ralini Manalu, Sri Ryzki Putri Marwiyah, Syarifatul Meilani Dwi Sasmita Mompang Tua Parlagutan Mompang Tua Parlagutan Nanda Novziransyah Nina Fentiana Daud Nina Fentiana Daud Nina Olivia Nina Olivia Nirma Juli Saputri Nisrina Nisrina Nisrina Nisrina Nisrina Nisrina Nita Mayrani Siregar Nurhaminda Nurmaini Nurmaini Oklara Kristina Hutasoit Pebrianthy, Lola Purwaningsih Purwaningsih Putri Hasanah Putri Hasanah Putri Hasanah Ragayasa, Adivtian Rahayu, Anisyah Ralini, Lika Ratih Krisna Murti Resmi Pangaribuan Rezi Wahyuda Roni Gunawan Roudatul Hasana Rustam, Muh Zul Azhri Sartika Rahma Setiawan, Igo Silla Syahfitri Simamora, Endang Roswati Simanjuntak, Tiara Hartati Siregar, Dian Maya Sari Siregar, Nita Mayrani Sitompul, Desi Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Surya Akbar Suvi Novida Syahfitri, Silla Syaiful Syaiful Sylvina Rahmawati Tiara Hartati Simanjuntak Veronica, Sinta Villa Edilla Alfiatun Nikmah Virginia Syafrinanda Winda Wulandari Sembiring Wulandari, Dwi Pasma Setyo Wulandari, Sephia Ayang Zulkarnain Zulkarnain