Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN PENCULIKAN OLEH TENAGA PENDIDIK DI LAMPUNG SELATAN Rini Fathonah, Andi Setiawan, Tri Andrisman,
JURNAL POENALE Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Poenale
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana penculikan terhadap anak merupakan perbuatan yang tidak sewajarnya dilakukan oleh seorang pendidik. Apalagi sekolah merupakan institusi pendidikan yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak di masa yang akan datang, setiap anak yang menjadi korban penculikan biasanya akan mengalami dampak buruk terhadap perkembangan kejiwaannya seperti kasus yang terjadi di Lampung Selatan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perlindungan hukum terhadap anak korban penculikan oleh tenaga pendidik? Apakah faktor penghambat perlindungan hukum terhadap anak korban penculikan oleh tenaga pendidik? Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Sumber dan jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Prosedur pengumpulan data diperoleh dengan cara studi kepustakaan dan studi lapangan yang dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan responden. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif yang kemudian di ambil sebuah kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di dapatkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban penculikan oleh tenaga pendidik. Di lampung Selatan, melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), mensosialisasikan hak anak, melalui Lembaga Advokasi Anak, dan Kepolisian sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan faktor-faktor yang menjadi penyebab seseorang melakukan tindak pidana penculikan terhadap anak adalah faktor adanya perilaku menyimpang (dendam), yang tepat karena kurangnya ketaatan dalam menjalankan perintah agama, kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai akidah dari dalam diri pelaku, serta rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan dari dalam diri pelaku. Faktor penghambat perlindungan hukum terhadap anak korban penculikan oleh tenaga pendidik yaitu kurannya kesadaran hukum masyarakat dan buruknya budaya hukum dalam masyarakat hal ini dapat dilihat dari tindakan masyarakat yang tidak koopratif terhadap penyidik dan kurangnya ketaatan hukum. Perlindungan hukum yang bersifat represif (pemberantasan) dan preventif (pencegahan) hal ini melibatkan para aparat penegak hukum yakni Kepolisian, Lembaga Perlindungan Anak, Kejaksaan dan Pengadilan.Kata kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Korban PenculikanDAFTAR PUSTAKAKomnas Ham, Anak-Anak Indonesia Yang Teraniaya, Buletin Wacana, Edisi VIISantoso, Topo dan Eva Achjani Zulfa. 2012. Kriminologi. Jakarta: Rajawali Pers.Savitri, Primautama Dyah. 2006. Benang Merah Tindak Pidana Penculikan, Jakarta: Penerbit Yayasan Obor.Soekanto, Soerjono. 1986. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Jakarta: Rineka Cipta.Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan AnakUndang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan AnakUndang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan KorbanUndang-Undang Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan AnakUndang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anakhttps://news,detik,com/berita/d-3717994/culik-4-murid-guru-olahraga-di-lampung-ditangkap
Penerapan Metode Taguchi Dalam Optimasi Parameter Pada Proses Electrical Discharge Machining (EDM) Rachman, Farizi Rachman; Setiawan, Tri Andi; Karuniawan, Bayu Wiro; Maya, Risma Aris
J STATISTIKA: Jurnal Imiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Univ. PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.982 KB) | DOI: 10.36456/jstat.vol12.no1.a1991

Abstract

EDM is a non-conventional machining process with feeding material carried out by electric spark (spark) through a gap between the electrode and the workpiece containing liquid in the electric. The usefulness of the liquid is as a medium for rinsing the remnants of erosion material, electrodes and workpieces as electrical conductors. In the manufacturing industry, EDM is widely used for the manufacture of products that demand the quality of surface roughness resulting from smooth cutting and high precision. The Taguchi method is one method in experimental design that can be used to control product quality. This study considers 3 parameters, namely gap voltage, on time, and off time on the SKD-11 material as one of the 13 mm thick dies / dies. This study uses the Taguchi method to obtain optimal parameters with smaller criteria better. Based on the table above the highest voltage parameter gap at level 1 which is 30 volts, the parameters at the most agreed time at level 3 are 120 μs and the most difficult off time parameter to be reached at level 1 is 20 μs to roughness. EDM adalah suatu proses permesinan yang bersifat non konvensional dengan pemakanan material benda kerja yang dilakukan oleh loncatan bunga api listrik (spark) melalui celah antara elektroda dan benda kerja yang berisi cairan di elektrik. Kegunaan cairan tersebut adalah sebagai medium untuk flushing sisa-sisa partikel material hasil erosi,pendinginan elektroda dan benda kerja serta sebagai konduktor listrik. Dalam industri manufaktur, EDM banyak digunakan untuk pembuatan produk-produk yang menuntut kualitas kekasaran permukaan hasil pemotongan yang halus dan kepresisian yang tinggi. Metode Taguchi merupakan salah satu metode dalam desain eksperimen yang dapat digunakan untuk mengendalikan kualitas produk. Penelitian ini mempertimbangkan 3 parameter yaitu gap voltage, on time, dan off time pada pengerjaan material SKD-11 sebagai salah satu bahan pembuatan cetakan/dies dengan tebal 13 mm. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi untuk mendapatkan parameter yang optimum dengan kriteria smaller is better. Berdasarkan tabel diatas parameter gap voltage paling berpengaruh pada level 1 yaitu 30 volt, parameter on time paling berpengaruh pada level 3 yaitu 120 µs dan parameter off time paling berpengaruh pada level 1 yaitu 20 µs terhadap kekasaran.
Studi Eksperimental Produk Milling Machine Controlsistem Series 10 Mc Pada Mild Steel Menggunakan End Mild Carbide Cutter Ø 8 Mm Tri Andi Setiawan, Hariyanto
Techno Bahari Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada industri manufaktur, kualitas produksi ditentukan oleh tingkat ketelitian mesin yang digunakan . Untuk menghsilkan produk yang berkualitas tinggi dibutuhkan proses produksi yang berkualitas tinggi, dimana ketelitian mesin merupakan suatu bagian dari proses produksi. Untuk memenuhi informasi yang diharapkan maka dilakukan Studi Eksperimental Produk sehingga dapat diketahui kualitas produk machine yang telah digunakan dapat memenuhi standart toleransi. Sebagai sample akan dilakukan pada produk Firrst MCV 300 Milling Machine Control Sistem Fanuc Series 10 MC , yang telah digunakan tahun 2006 – 2016 (2560 jam), proses pemotongan dengan menggunakan End Mild Carbide Cutter diameter 8 dan Material Mild Steel, dengan menggunakan Mikrometer Digital 0 – 250 mm , ketelitian 0,001 mm,Vernier Calliper 0- 300 mm ketelitian 0,01 mm, pengukuran dilakukan pada tiap jarak tertentu pada sisi dan permukaan benda. Dengan mengetahui hasil pengukuran menggunakan mikrometer digital dapat diketahui kualitas produk dari Milling Machine.
Alih Fungsi Tradisi Begalan dalam Adat Perkawinan Banyumas (Studi Tentang Eksistensi Tradisi Begalan dalam Masyarakat Banyumas) Andi Tri Fitroh Setiawan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.045 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan : 1) Mendeskripsikan proses atau pelaksanaan tradisi begalan dalam pernikahan adat Banyumasan. 2) Mendeskripsikan makna simbolik dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi begalan pada pernikahan adat Banyumasan. 3) Mendeskripsikan eksistensi atau perubahan-perubahan yang terjadi pada tradisi begalan dalam pernikahan adat Banyumasan masa dulu tahun 1978 dengan sekarang 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu pemain begalan, dan informan lain yang mengetahui tentang tradisi begalan, sumber data sekunder berupa buku-buku, rekaman, foto-foto, video, serta referensi yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara tak terstruktur, teknik observasi non partisipan, dan teknik dokumentasi yang berupa catatan hasil wawancara, rekaman wawancara, foto-foto, video prosesi tradisi begalan dalam pernikahan adat Banyumasan. Instrumen yang digunakan adalah human intrument atau peneliti itu sendiri dan dibantu dengan video dan camera digital untuk menyimpan hasil penelitian. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, metode, dan teori. Teknik analisis data adalah data reduction, data display, dan data conclusion drawing (verivicasi). Penyajian data menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah : 1) proses pelaksanaan tradisi begalan dalam adat pernikahan Banyumasan yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan, 2) makna simbolik dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi begalan pada pernikahan adat Banyumas terdapat pada brenong kepang atau peralatan dapur yang dibawa oleh tokoh Surantani yang berupa ian, ilir, wangkring, cething, kusan, kalo, siwur, irus, tampah, sorok, centhong, ciri, muthu, kendhil, pari, pedhang wlira, sapu sada, kekeb, tebu, janur, godhong salam, godhong dadap sedangkan nilai-nilai yang terkandung adalah nilai pendidikan Ketuhanan (religius), nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan sosial atau kemasyarakatan, 3) eksistensi tradisi begalan pada pernikahan adat Banyumasan pada masa dulu dengan sekarang yang berupa pemakaian ritual atau sesaji pada saat sebelum pelaksanaan begalan, urutan penyajian begalan, dan gendhing, tata rias, dan kostum yang digunakan. Kata kunci : Begalan, foklor, masyarakat Banyumas
PENGARUH UTANG LUAR NEGERI, PENANAMAN MODAL ASING, DAN EKSPOR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE 2003-2017 Andi Tri Setiawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perekonomian suatu negara seperti pertumbuhan ekonomi tidak terlepas daripengaruh negara lain. Karena satu negara selalu berhubungan dengan negara lain,misalnya dalam kerjasama perdagangan dan ekonomi. Kerja sama ekonomi yangdilakukan oleh negara-negara di dunia memungkinkan terjadinya aliran investasi usahadari satu negara ke negara lain. Kerja sama ini diharapkan mempercepat rodaperekonomian yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Beberapa variabelekonomi yg berkaitan dengan itu antara lain Ekspor, Utang Luar Negeri, dan PenanamanModal Asing (PMA). Tujuan penelitian ini ialah: 1) Untuk mengetahui pengaruh UtangLuar Negeri terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia baik jangka pendek maupunjangka panjang. 2) Untuk mengetahui pengaruh Penanaman Modal Asing terhadappertumbuhan ekonomi di Indonesia baik jangka pendek maupun jangka panjang. 3)Untuk mengetahui pengaruh Ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia baikjangka pendek maupun jangka panjang. Metode analisis data yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode analisis kuantitatif, yaitu teknik analisis yang dapatdigunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu. Data yang digunakan dalampenelitian ini merupakan data sekunder kurun waktu (time series). Analis data bersifatkuantitatif dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditentukan. Model analisis yangdigunakan adalah model ekonometrika. Metode analisis yang digunakan dalam penelitianini adalah error correction model (ECM) untuk melihat bagaimana pengaruh jangkapanjang dan jangka pendek dari variabel utang luar negeri, penanaman modal asing, danekspor terhadap pertumbuhan ekonomi.Kаtа Kunci: Utang Luar Negeri, Penanaman Modal Asing, Ekspor, PertumbuhanEkonomi
Optimasi Laju Pengerjaan Material AISI P20 Proses Electrical Discharge Machining (EDM) Sinking Menggunakan Metode Taguchi Farizi Rachman; Dhika Aditya Purnomo; Tri Andi Setiawan; Ridhani Anita Fajardini
Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang
Publisher : Department Statistics, Faculty Mathematics and Natural Science, UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsunimus.8.2.2020.95-102

Abstract

Electrical Discharge Machining atau EDM merupakan proses permesinan non-konvensional. Sistem kerja EDM dengan memanfaatkan energi panas dari proses loncatan bunga api listrik (spark) akibat adanya perbedaan muatan di antara elektroda dan benda kerja yang terisi cairan dielektrik. EDM sinking secara digunakan untuk memproduksi mold dan dies. Salah satu material yang digunakan dalam industri pembuatan mold adalah AISI P20. Pada proses pembuatan mold menggunakanEDM sinking perlu memperhatikan laju pengerjaan material yang memiliki karakteristik kualitas semakin besar nilainya maka semakin baik. Nilai laju pengerjaan material yang besar dapat meminimalkan biaya produksi. Metode Taguchi digunakan dalam penelitian ini untuk menghasilkan nilai optimal laju pengerjaan material. Desain eksperimen menggunakan orthogonal array L18 untuk mengkombinasikan empat variabel proses yaitu jenis elektroda, gap voltage, on time, dan off time. Berdasarkan hasil analisa setting parameter untuk laju pengerjaan material yang optimal menggunakan tembaga, gap voltage 40 volt, on time 150 μs, dan off time 20 μs.
Penerapan Metode Taguchi Dalam Optimasi Parameter Pada Proses Electrical Discharge Machining (EDM) Farizi Rachman Rachman; Tri Andi Setiawan; Bayu Wiro Karuniawan; Risma Aris Maya
J STATISTIKA: Jurnal Imiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika
Publisher : Faculty of Science and Technology, Univ. PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.982 KB) | DOI: 10.36456/jstat.vol12.no1.a1991

Abstract

EDM is a non-conventional machining process with feeding material carried out by electric spark (spark) through a gap between the electrode and the workpiece containing liquid in the electric. The usefulness of the liquid is as a medium for rinsing the remnants of erosion material, electrodes and workpieces as electrical conductors. In the manufacturing industry, EDM is widely used for the manufacture of products that demand the quality of surface roughness resulting from smooth cutting and high precision. The Taguchi method is one method in experimental design that can be used to control product quality. This study considers 3 parameters, namely gap voltage, on time, and off time on the SKD-11 material as one of the 13 mm thick dies / dies. This study uses the Taguchi method to obtain optimal parameters with smaller criteria better. Based on the table above the highest voltage parameter gap at level 1 which is 30 volts, the parameters at the most agreed time at level 3 are 120 μs and the most difficult off time parameter to be reached at level 1 is 20 μs to roughness. EDM adalah suatu proses permesinan yang bersifat non konvensional dengan pemakanan material benda kerja yang dilakukan oleh loncatan bunga api listrik (spark) melalui celah antara elektroda dan benda kerja yang berisi cairan di elektrik. Kegunaan cairan tersebut adalah sebagai medium untuk flushing sisa-sisa partikel material hasil erosi,pendinginan elektroda dan benda kerja serta sebagai konduktor listrik. Dalam industri manufaktur, EDM banyak digunakan untuk pembuatan produk-produk yang menuntut kualitas kekasaran permukaan hasil pemotongan yang halus dan kepresisian yang tinggi. Metode Taguchi merupakan salah satu metode dalam desain eksperimen yang dapat digunakan untuk mengendalikan kualitas produk. Penelitian ini mempertimbangkan 3 parameter yaitu gap voltage, on time, dan off time pada pengerjaan material SKD-11 sebagai salah satu bahan pembuatan cetakan/dies dengan tebal 13 mm. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi untuk mendapatkan parameter yang optimum dengan kriteria smaller is better. Berdasarkan tabel diatas parameter gap voltage paling berpengaruh pada level 1 yaitu 30 volt, parameter on time paling berpengaruh pada level 3 yaitu 120 µs dan parameter off time paling berpengaruh pada level 1 yaitu 20 µs terhadap kekasaran.
Penerapan Metode Taguchi untuk Optimasi Setting Parameter CNC Milling Terhadap Kekasaran Permukaan Material Farizi Rachman Farizi Rachman; Bayu Wiro K; Tri Andi Setiawan; Pradita Nurkholies
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 2 No 2 (2020): Vol 2 No 2 (2020): Volume: 2 | Nomor: 2 | Oktober 2020
Publisher : Pusat Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarat (P4M) Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48182/jtrm.v2i2.70

Abstract

The manufacturing industry in Indonesia is increasing along with the level of diverse human needs and triggering the development of technology, one of which is the machining process industry. Good product quality can be seen from the level of surface roughness, because surface roughness can affect performance related to the functional aspects of the product. In this study, analyzed the optimization of CNC milling parameters setting to surface roughness with 8 mm HSS end mill. S50C materials are widely used in manufacturing machinery such as mechanical base plate, gears, standart puch heads and other machine components. This research uses the Taguchi method. The Parameter used are spindle speed, feed rate and depth of cut with coolant as a constant variabel. The optimum parameters for surface roughness is obtained as spindle speed of 1100 rpm, feed rate of 46 mm/min and 0.5 depth of cut. With a significance level of 0.1 indicating that spindle speed has a significance effect with a contribution of 38.41% followed by feed rate of 34.16%
HOW TO UTILIZE AUTODESK FUSION 360 THAT REINFORCES PRODUCT REDESIGN SIMULATION? Tri Andi Setiawan; Anda Iviana Juniani; Dhika Adhitya Purnomo; Noorman Rinanto; Habib Ngumar Faruq
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v6i1.48-54

Abstract

Dalam industri desain saat ini, konsep desain generatif untuk perancangan dan pengembangan produk semakin berkembang. Ketika sebuah produk telah berada di pasar dalam jangka waktu yang lama, kebutuhan redesain produk menjadi hal yang tak terelakkan. Konsep redesain produk memodifikasi produk yang sudah ada untuk meningkatkan fungsionalitas, kegunaan, atau efisiensi manufaktur. Ini melibatkan perubahan desain produk, material, dan aspek lain untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan masalah tertentu. Komunikasi antara desainer dan insinyur saat proses redesain produk muncul melalui perbedaan perangkat lunak. Kesulitan juga terletak pada komunikasi pemikiran desain dan strategi pemesinan. Autodesk Fusion 360 adalah perangkat lunak CAD/CAM dan CAE yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan Fusion 360 untuk memperkuat simulasi desain ulang produk. Desain ulang produk yang lengkap mencakup beberapa bidang penting, termasuk desain industri, desain mekanik, rendering dan animasi, emulasi dengan dibantu komputer (CAE), dan manufaktur yang terintegrasi (CAM). Fusion 360 menyajikan ikhtisar kolaborasi, mendobrak batasan antara seni dan manufaktur, serta mengkritisi konsep desain dan proses manufaktur. Dengan menggunakan perangkat Fusion 360 untuk simulasi, analisis FEA statis dapat divisualisasikan. Untuk studi kasus, diamati bahwa hasil kekuatan, tegangan berada dalam nilai kekuatan luluh kritis dari masing-masing bahan, dengan kustomisasi massal dalam analisis struktur. Sebagai hasil dari analisis struktural selama tahap desain, penilaian sepeda motor kargo roda tiga dalam hal daya tahan dan ketahanan mekanisnya dapat dilakukan tanpa membahayakan pengguna.ABSTRACT In today's design industries, the concept of generative design for product development is progressively evolving. When a product has been on the market for an extended period of time, redesigning becomes inevitable. Product redesign refers to modify an existing product to improve functionality, usability, or manufacturing efficiency. It involves changing the product's design, materials, and other aspects to address specific goals and problems. The communication between designers and engineers used to go on through different software products, tool commands, and even industry terms. However, the difficulty also lies in communicating design thoughts and machining strategies. Autodesk Fusion 360 is a comprehensive CAD/CAM and CAE software tool. This article proposes to utilize Fusion 360 for reinforcing product redesign simulation. A complete product redesign covers several significant areas, including industrial design, mechanical design, rendering and animation, computer-aided emulation (CAE), and computer-aided manufacturing (CAM). Fusion 360 presents an overview of collaboration, breaks the barriers between art and manufacturing, and blocks between design and processing. Using Fusion 360 user interface for simulation, the static FEA simulation results can be visualized. For the case study, it is observed that the results for stress and global displacement are within the critical yield strength values of the respective material, with mass customization. As a result of structural analysis during the design stage, the assessment of three-wheeled cargo motorcycle in terms of their durability and mechanical resistance is possible without putting the user at risk. Based on the obtained results, the structure strength was compared.
ANALISIS PENGARUH PARAMETER PROSES PADA PENGGERINDAAN BAJA PERKAKAS UNTUK KOMPONEN PERMESINAN SISTEM PENGGERAK KAPAL Fipka Bisono; Tri Andi Setiawan
Jurnal Teknologi Maritim Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v1i2.434

Abstract

Permesinan kapal merupakan bagian dari sebuah kapal sebagai suatu sistem. Oleh karena itu, dalam permesinan kapal terdapat banyak komponen permesinan, antara lain: sistem roda gigi, sistem poros, dan lain sebagainya. Dalam pembuatan komponen mesin penggerak kapal tentu melibatkan banyak mesin perkakas, salah satunya adalah mesin gerinda.Proses gerinda adalah suatu proses manufaktur yang penting dan digunakan untuk membentuk benda kerja sesuai dengan persyaratan geometri, dimensi dan toleransi tertentu. Suatu penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh tipe abrasif, kecepatan makan dan kedalaman potong terhadap surface integrity dan bentuk geram pada proses gerinda permukaan baja perkakas SKD-61.Surface Integrityyang dianalisis adalah kekasaran permukaan dan microcrack. Rancangan eksperimen yang digunakan pada penelitian ini adalah faktorial 2 x 3 x 3 karena faktor tipe abrasif memiliki 2 level, sedangkan faktor lain masing-masing memiliki 3 level. Replikasi dilakukan sebanyak 2 kali. Cairan pendingin yang digunakan pada penelitian ini adalah soluble oil.Pengukuran kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan surftest, selanjutnya bentuk geram dan microcrack diamati dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan peningkatan kedalaman potong maka kekasaran permukaan akan semakin besar. Jenis abrasif dan kedalaman potong juga mempengaruhi besarnya kepadatan microcrack.Hasil proses gerinda permukaan dengan kedalaman pemakanan rendah menghasilkan bentuk geram lamellardan leafy. Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme pembentukan geram didominasi oleh proses shearing.Hasil proses gerinda permukaan dengan kedalaman pemakanan yang tinggi menghasilkan bentuk geram leafy, spherical, lamellar danirregular. Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme pembentukan geram terdiri dari proses shearing, rubbing, plowing dan fracturing.
Co-Authors Abdul Hamid Assidiqi Aditya Maharani Ahmad Syaifudin Ahyad Bagas Nur Hidayatulloh Aifa Naufal Zahron Akmal Haidar Derry Farras Al'ma Arif Arrahman Ali Imron Amin, Khoirul Anda Iviana Juniani Andriani Parastiwi Anggrik Dwi Merari Bagus Brillian Putra Kharisma Bayu Wiro K Bayu Wiro Karuniawan Bayu Wiro Karuniawan Bayu Wiro Kurniawan Clarinsa Kireina Soedjana Defi Ramdani Wira Buana Denta Firmanda Dhika Adhitya Purnomo Dhika Aditya Purnomo Fais Hamzah Fajardini, Ridhani Anit Faraby Nasr Bestita Farihatul Jannah Faris Dawwas Farizi Rachman Faruq, Habib Ngumar Fipka Bisono Habib Ngumar Faruq Heroe Poernomo Hikmah Wijayanti I Putu Sindhu Asmara Indrawan, Rizal Isa Rachman Karuniawan, Bayu Wiro Kusuma, George Endri Luthfia Indah Harian M. Faiz Fazlur Rahman Maulana Putra Setiawan Maulana Tanziilal Aziizir Rohiim Maya, Risma Aris Mega Haryo Orlando Moch. Rizal Rinaldy Mochammad Imron Awalludin Mohamad Hakam Mohammad Hakam Mohammad Jauhar Firdaus Muchammad Ragil Prawira Muh Khusairi Arief Fitriyanto Muh. Halim Nur Aziz Muhammad Abdul Nashr Muhammad Rifai Mutiara, Arun Sukma Nanang Endriatno Nanda Evan Renato Ningrum, Pranidiya O Ningrum, Pranidiya Otaviya Pradita Eko Kuncahyo Pradita Nurkholies Primaningtyas, Widya Emilia Priyo Agus Setiawan Purnomo, Dhika A Purnomo, Dhika Adhitya Purnomo, Dhika Adithya Purnomo, Dhika Aditya Purwa Bimantara Ratna Ramadani Renanda Nia R Reza Ananda Putri Rezky Fardhan Fahrezy Ridhani Anita Fajardini Rina Sandora Rinanto, Noorman Riska, Bimmanda Muhammad Risma Aris Maya Rizal Indrawan Romy Miftach Abdillah Salimin Salimin, Salimin Salma Binti Astsalisa Sarena, Sryang Tera Setiawan, Budhy Sidi, Pranoto Sudiyono Sudiyono Syahrial Virdan Ichwanushofa Thina Ardliana Wahyudi Wahyudi Wardani, Lintang Aditya Widyka Kidunging Pangadhuh Wildan Nur Rohman