Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Nurturing Tradition, Embedding Local Islam: The Existence of the Besaprah Tradition in Sambas Malay Society Jaelani, Jaelani; Risa, Risa; Trisnawati, Hikmah
NALAR Vol 9 No 2 (2025): Islam in Social Sphere
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Islamic University of Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/njppi.v9i2.11053

Abstract

Globalization presents significant challenges to the existence of local wisdom, including the Besaprah tradition in Sambas Malay society. Therefore, this article aims to examine Besaprah as a dynamic and adaptive cultural practice that lies at the intersection of Sambas’ Malay cultural identity, local Islam, and efforts to maintain its existence amid social change and modernity. This study uses qualitative methods, including an oral history approach, and draws on document and literature reviews, as well as in-depth interviews with religious, traditional, and community leaders. Data were collected between April and May 2021, and sources were verified and analyzed using cultural history theories and concepts. The results show that Besaprah is an expression of the cultural identity of the Sambas Malay and a symbol of Islamic teachings, egalitarian values, social solidarity, and modesty. Support from religious and traditional leaders, state recognition through registration as Intangible Cultural Heritage (WBTb), and cultural festivals are methods used to preserve this tradition. In conclusion, Besaprah is an adaptive and dynamic cultural practice that helps the Sambas Malay community preserve its cultural identity, embody Islamic principles, and enhance social cohesion.
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi Bencana pada Siswa Sekolah Menengah Jaelani, Jaelani; Abdin, Non; Ridwan, Ridwan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3478

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kerentanan bencana tertinggi di dunia, namun pemahaman siswa terhadap konsep geografi kebencanaan masih rendah karena materi bersifat abstrak dan sulit divisualisasikan. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani konsep teori dengan fenomena bencana nyata. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan pemahaman siswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest pada siswa sekolah menengah. Instrumen penelitian meliputi angket analisis kebutuhan, tes pretest–posttest, serta angket respon siswa dan guru. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan 95% responden belum pernah menggunakan AR, namun mayoritas memiliki sikap positif terhadap penerapannya. Materi vulkanisme dan pergerakan lempeng dinilai paling sulit sehingga membutuhkan dukungan visualisasi 3D. Hasil tes menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 69,70 menjadi 80,75, dan uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,000). Respon siswa sangat positif, terutama pada aspek visualisasi 3D (4,7) dan peningkatan pemahaman konsep (4,6). Guru juga memberikan penilaian tinggi (4,8) terhadap kemanfaatan AR dalam membantu penyampaian materi. Dengan demikian, AR terbukti efektif meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa, serta berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran geografi.
Perancangan Lemari Pintar Untuk Menyimpan Bawang Merah Berbasis Arduino Uno R3 Jaelani, Jaelani; Sudarmono, Sudarmono; Taji Sultoni, Moh
JURNAL ENGINEERING Vol. 17 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jureng.v17i1.92

Abstract

Teknologi sekarang ini semakin maju dan berkembang. Hampir semua hal yang dilakukan manusia dibantu oleh teknologi. Teknologi yang terkomputerisasi mencakup hampir di semua lini dan membantu pekerjaan menjadi lebih cepat. Dengan ada nya teknologi yang terkomputerisasi, kita bisa meminimaslisir waktu dan tenaga yang dikeluarkan sehingga menjadi mudah dan efisien. Salah satunya adalah lemari pintar untuk menyimpan bawang merah yang memudahkan para petani dan penjual bawang merah untuk menyimpan bawang dengan efisien. Prinsip kerja alat ini sama dengan metode penyimpanan bawang merah di dalam gubuk, hanya saja digantikan dengan lemari yang disesuaikan dengan suhu yang tepat untuk menyimpan bawang merah. Cara kerja alat ini adalah suhu lemari pintar akan diatur dengan suhu yang baik untuk menyimpan bawang merah yaitu antara 25º - 30º C dan kelembaban 50% - 60 % di dalam lemari. Jika suhu dan kelembaban lemari pintar tidak sesuai dengan yang di inginkan maka lampu dan kipas akan menyala sampai dengan suhu di dalam lemari normal.Dengan alat ini mampu menyimpan bawang merah dalam waktu yang cukup lama dan dalam keadaan yang masih sangat segar