Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Toleransi Umat Beragama (Suatu Studi Hubungan Antara Umat Hindu Dan Umat Islam Di Desa Kembang Sari Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara) Sariayuni, Ni Made; Santie, Yoseph D.A.; Hamsah, Hamsah
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 2 (2025): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/pk79hn23

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendiskripsikan tentang pola toleransi antar umat beragama antara umat hindu dan umat islam yang terbentuk di desa kembang sari kecamatan dumoga timur kabupaten bolaang mongondow. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi (pengamatan) langsung dan wawancara (Interview). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari masing-masing umat beragama desa Kembang Sari toleransinya baik dan dapat terjaga hingga saat ini dengan adanya perbedaan agama yang terdapat di desa kembang sari tentunya bukan menjadi suatu alasan maupun penghalang dalam terjadinya kehidupan yang rukun, damai, di kalangan masyarakat umat beragama desa Kembang Sari, tentunya mereka sama-sama memiliki sikap toleransi yang sangat tinggi dalam menyikapi suatu perbedaan tata cara ritual keagamaan yang ada diantara kedua belah pihak tersebut. Meskipun Agama Islam yang ada di desa Kembang Sari sebagai agama minoritas tetapi tidak menutup kemungkinan bagi Agama Hindu untuk tidak menghormati dan menjalankan agama dan kepercayaan yang dianut mereka, sehingga dapat menghasilkan tingkat toleransi yang lebih tinggi. Bagi Umat Hindu maupun Umat Islam sadar akan toleransi yang mereka laksanakan berdasarkan ajaran agama yang mereka yakini, bagi umat Hindu, ajaran toleransi dalam Umat Hindu terkandung dalam Tri Hita Karana, yang didalanya terkandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan yang bersumber dari keharmonisan hubungan antar manusia dan tuhan, manusia dengan alam, serta manusia dengan sesamanya.
Adaptasi Mahasiswa Unima Asal Batak Karo dengan Masyarakat Minahasa Di Tataaran II Pelawi, Yessarilla Br; Kerebungu, Ferdinand; Hamsah, Hamsah
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 3 (2025): (MARCH) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/4nfj0t82

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana hambatan yang dialami mahasiswa Batak Karo dalam beradaptasi dengan masyarakat Minahasa di Tataaran II dan Bagaimana upaya mengatasi hambatan yang dialami mahasiswa Batak Karo dalam beradaptasi dengan masyarakat Minahasa di Tataaran II. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian di Minahasa Tataaran II dengan subyek penelitian yaitu mahasiswa Batak Karo yang berkuliah di Unima. Hasil penelitian tentang hambatan mahasiswa Batak Karo dalam beradaptasi yaitu kesulitan bahasa Manado yang membuat mereka kesulitan untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama terutama di Minahasa Tataaran II. Adapun upaya mengatasi hambatan dalam beradaptasi yaitu dengan belajar bahasa Manado. Bahasa Manado merupakan bahasa yang sering digunakan sehari-hari di Minahasa Tataaran II. Dan untuk dapat berkomunikasi dengan baik saat berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang budaya maka mahasiswa Batak Karo menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi agar memahami satu sama lain dan terhindar dari kesalahpahaman, cara tersebut dilakukan mahasiswa Batak Karo dalam proses adaptasinya untuk bisa mencapai tujuan yang akan mereka capai baik dalam kehidupan sosialnya maupun tujuan akademiknya.
The Implementation of Problem-Based Learning as a Catalyst for Learning Autonomy among Students of the Sociology Education Study Program at Manado State University Hamsah, Hamsah; Sidik, Ramdani
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i1.301

Abstract

The paradigm shift in higher education toward student-centered learning requires pedagogical strategies that foster learner autonomy. In the context of the Sociology Education Study Program at Manado State University, the implementation of Problem Based Learning (PBL) represents an essential step to encourage students to take an active role in managing their own learning process. This study aims to analyze how PBL functions as a catalyst for students’ learning autonomy and to identify behavioral transformations that emerge during the process. The research employed a qualitative approach using a case study design. The participants consisted of ten students who had completed at least one semester of PBL-based courses, selected purposively based on their active engagement in the learning process. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and direct classroom observations, then analyzed using thematic analysis techniques. The findings revealed four main themes: (1) the emergence of learning initiative, (2) the strengthening of reflective ability, (3) collaboration as a trigger for autonomy, and (4) initial challenges and adaptation to the new approach. These findings indicate that PBL not only enhances cognitive competence but also cultivates reflective awareness, academic responsibility, and self-confidence in managing the learning process. The implementation of PBL thus serves as a crucial catalyst in developing learning autonomy among sociology education students, provided that it is supported by lecturers’ facilitative roles, process-based evaluation systems, and a collaborative and reflective learning environment.