Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan Purwati, Purwati; Darisman, Dede; Faiz, Aiman
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2733

Abstract

Indonesia adalah negara majemuk dan dikenal memiliki suku, budaya, adat, bahasa, dan agama yang beraneka ragam. Tujuan artikel ini untuk mengumpulkan hasil penelitian terkait yang kemudian dideskripsikan untuk memperluas khazanah pembahasan yang terkait dengan nilai toleransi. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka yang bersumber dari berbagai literatur atau artikel hasil penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen ini disatu sisi menjadi kekayaan budaya bangsa, namun disisi lain hal ini menjadi potensi yang sensitif sehingga mudah sekali menimbulkan konflik perpecahan dalam masyarakat Indonesia. Untuk itu nilai toleransi di Indonesia perlu dijaga dan ditanamkan nilai-nilai toleransi tersebut sejak dini, salah satu upaya yang bisa diterapkan adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang diintegrasikan dalam mata pelajaran di Sekolah pada mata pelajaran Pancasila dan PKN, Budi pekerti, Pendidikan Agama. Tentunya peran guru sangat menentukan dalam menjaga nilai kebersamaan dan toleransi di Sekolah. Dapat disimpulkan internalisasi nilai toleransi harus dapat memperkuat karakter Bangsa Indonesia dan mengatasi permasalah yang ada di Indonesia melalui praksis pendidikan.
Konsep Dilema Etika dalam Pengambilan Keputusan: Tinjauan Pustaka dalam Modul Guru Penggerak Kurniawaty, Imas; Faiz, Aiman
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2961

Abstract

Program guru penggerak merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konsep etika yang dijelaskan dalam modul guru penggerak yang berkaitan dengan pengambilan keputusan. Riset ini menggunakan metode tinjauan library research atau studi pustaka. Hasil analisis studi pustaka mengungkapkan bahwa terdapat pola pengambilan keputusan yang terdapat pada modul 3 program guru penggerak, peneliti menyimpulkan dengan 9 pola keputusan dilema etika bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru atau calon kepala sekolah yang mampu melakukan pengambilan keputusan berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran yang menggunakan prinsip moral dalam melakukan pengambilan keputusan dan implementasinya mampu menerapkan strategi untuk menghindari adanya isu kode etik kepemimpinan sekolah dan konflik kepentingan. Dapat disimpulkan dalam pengambilan keputusan dilema etika yang dipelajari pada modul guru penggerak memberikan stimulus dan pembiasaan bagi para guru yang mengikuti program guru penggerak. Dengan dilema etika diharapkan guru para mampu secara konstruktif berpikir melalui tahapan-tahapan yang lebih baik agar pengambilan keputusan mengedepankan aspek moralitas dan etik dalam lingkungan kerja.
Tinjauan Studi Pustaka Tahapan Domain Afektif untuk Mengukur Karakter Siswa Faiz, Aiman; Hambali, Deni Supardi; Mulyadi, Mulyadi; Kurniawaty, Imas
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3092

Abstract

Berawal dari sebuah diskusi dengan peneliti lain yang bertanya apakah karakter dapat dinilai atau diukur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan indikator terkait konsep internalisasi nilai (karakter) dan tahapan internalisasi nilai yang dapat dijadikan tolok ukur dalam mengetahui karakter siswa di Sekolah. Penelitian ini menggunakan studi pustaka untuk menelaah dan mendeskripsikan pertanyaan penelitian terkait apakah karakter dapat diukur. Hasil penelitian, karakter dapat diukur melalui teori domain afektif Krathwohl atau tahapan internalisasi nilai yang diungkapkan oleh Hakam. Adapun sintaks yang perlu dilakukan guru adalah dengan menyusun indikator karakter yang ingin dicapai, menggunakan pendekatan dan strategi yang dipilih, menjadi pengamat dan pewawancara untuk mendapatkan data tentang siswa atau individu, mengolah data yang sudah ditemukan menggunakan teori domain afektif Krathwohl dan internalisasi nilai dari Hakam. Dengan pertanyaan utama terkait apakah karakter dapat diukur maka jawabannya dapat diukur berdasarkan langkah-langkah sistematis yang sudah dijelaskan sebelumnya. Karena pada hakikatnya perbuatan mendidik tentu dapat dievaluasi/ diukur, namun kuncinya ada pada teori yang relevan atau sesuai dengan apa yang sedang dibahas.
Pembelajaran Kognitif Moral Melalui Cerita Dilema Berbentuk Animasi Faiz, Aiman; Hakam, Kama Abdul; Nurihsan, Juntika; Komalasari, Kokom
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3284

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pembelajaran kognitif moral menggunakan cerita dilema moral berbentuk animasi. Untuk memperoleh informasi penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kepada 25 siswa di SDN 4 Kenangan Kabupaten Cirebon. Berdasarkan hasil penelitian terdapat peningkatan pertimbangan moral dari tahap conventional level 2 menuju tahap konvensional tahap 1 dan 2. Penggunaan cerita animasi mampu memberikan daya tarik bagi siswa, siswa lebih fokus dan memahami konteks cerita dilema yang disajikan. Dengan landasan psikologis siswa yang sesuai dengan generasi saat ini yaitu generasi alpa, pembelajaran sangat cocok diterapkan sehingga menjadi harapan baru dalam upaya memperbaiki kualitas moral dan karakter bangsa Indonesia. Meskipun demikian, penerapan model kognitif moral ini perlu diimplementasikan sejak dini mungkin dan secara kontinyu. Peran guru dalam merancang pembelajaran kognitif moral yang sesuai dengan karakteristik siswa generasi alpa akan sangat ditunggu dan dinantikan oleh para siswa. Dengan demikian pembelajaran kognitif moral yang dikembangkan dalam penelitian ini memberikan solusi praktis bagi pendidikan moral dan karakter yang mengacu pada model pembelajaran abad-21 yang mengedepankan teknologi sebagai alatnya
Penggunaan Media Interaktif Berbasis Ebook di Sekolah Dasar Hanikah, Hanikah; Faiz, Aiman; Nurhabibah, Prabawati; Wardani, Mitia Arizka
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3503

Abstract

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan media pembelajaran juga ikut berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pentingnya pengembangan media bagi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan library research. Hasil penelitian dapat disusun bahwa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penggunaan ebook bagi guru Sekolah Dasar mampu memberikan variasi pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui pemanfaatan media. Guru bisa lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran apabila mampu merancang media dengan baik. Namun tentu bukan hal yang mudah membuat materi yang dikembangkan dengan media pembelajaran ebook, hanya guru-guru yang kreatif dan inovatiflah yang mampu mencapai hal tersebut. Idealnya setelah membaca dan memahami penelitian library research ini pembaca khususnya guru Sekolah Dasar harus memiliki semangat untuk bisa mengembangkan kemampuan pedagogikanya terutama pedagogika pada abad-21 yang khas dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi/ IPTEK/ IT.
Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Dalam Metode Cerita Dilema Moral Faiz, Aiman; Purwati
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 3 (2023): September
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i3.6000

Abstract

This research aims to stimulate the ability to understand moral considerations for PGSD students as a provision for knowledge of character education theory. Understanding moral dilemmas is important in moral and character education strategies. The researcher used a qualitative approach with a descriptive method with data collection techniques using interviews through a zoom meeting platform with 71 students consisting of PGSD Muhammadiyah University Cirebon students and PGSD UNNES. The results of the study revealed that the application of the discussion of moral dilemmas to a constructive approach received a positive response from the students. The fact was found that discussions of moral dilemmas presented in learning through zoom meetings were able to stimulate critical thinking skills which increased the moral judgment abilities of PGSD students as prospective educators. This increase was found from the results of the discussion of students' moral dilemmas which showed maturity in thinking hypothetically. The discussion of moral dilemmas also provides an understanding from the perspective of others, so that listening to other people's reasons for making decisions can increase judgment. The importance of ability in moral judgment and reasoning is one of the processes that can guide individual moral decisions to be more mature.
Pelatihan Gamelan Degung Sebagai Upaya Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Kelompok Kerja Guru Kec. Cisaat Kab. Sukabumi Nurmeta, Irna; Faiz, Aiman; Az-Zahra, Fathia Frazna; Suganda , Siti Anisa; Ananda, Rizkia Wahyu; Anadella, Shakira; Maulidia, Reiza
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.3979

Abstract

The usefulness of gamelan musical instruments that can be used as learning materials for P5 local wisdom themes has not been fully implemented in schools, especially for those who already have gamelan musical instruments. When viewed from the procurement of these musical instruments, the government has spent several funds to support traditional arts learning activities in schools, it's just that this has become a state loss because the implementation in the field has not been matched by the carrying capacity of qualified teaching staff, in the end, it cannot produce an activity or work for students. The utilization and use of gamelan equipment in this government program has not been running optimally, especially in the Cisaat sub-district, Sukabumi district. The method of implementing the service to KKG partners in the Cisaat sub-district, Sukabumi district consists of: Socialisation, Training, and Application of Technology. In this service activity, which focused on Gamelan training, the author and team used the Gamelan EduWeb website as a medium for teachers to learn the training material. The implementation results showed an increase in teachers' knowledge and skills in playing Gamelan after conducting training for 12x meetings. The implications of the training make teachers competent in teaching gamelan degung to students as an effort to implement character education in the Merdeka Curriculum.
KONSEP MERDEKA BELAJAR PENDIDIKAN INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PROGRESIVISME Faiz, Aiman; Kurniawaty, Imas
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 12 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v12i2.973

Abstract

The purpose of this study is to describe the phenomena associated with the needs of Indonesian education in facing the challenges of the 21st century. The main thing in this article is the concept of John Dewey's philosophy of progressivism which is integrated with the concept of Indonesian education. In this study using library research to explore relevant concepts. The research approach used is descriptive qualitative method, the aim is to observe the phenomenon of education in Indonesia. The results showed that the Indonesian education system currently conceptualized by the Minister of Education and Culture (Nadiem Makarim) refers to John Dewey's concept of philosophical thought progressivism. The main thing in this concept emphasizes that humans must keep abreast of the times as well as the education system. This is in line with the concept of live long education. Another aspect is the importance of skill development and character performance. Character development is important to balance intelligence and character abilities. Besides character, education must be able to develop critical and creative thinking, so that it can discover new things and be able to produce graduates with an entrepreneurial spirit who is able to manage the country and all its potential. With this research being the first step for researchers and practitioners in the field of education to develop the concept of Indonesian education based on educational concepts that are in accordance with the conditions of the times and the current challenges.
PROGRAM GURU PENGGERAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR Faiz, Aiman; Faridah, Faridah
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 14 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v14i1.1876

Abstract

The driving teacher program is believed to be able to provide a stimulus for teachers to be able to develop better, referring to Pancasila values. The purpose of this article is to describe and explore the various concepts that form the basis of thought and main ideas in the teacher mobilization program. With this aim, the research methodology used is library research. The results of the study explain that entering the 21st century learning concept, Indonesian education needs to reconstruct the educational paradigm so that it can continue to exist in the midst of this globalized education era. The driving teacher program is one of the solutions implemented by the Minister of Education and Culture to prepare for this. The driving teacher program can develop skills for the required pedagogy, the driving teacher is also directed at managerial abilities to be able to become leaders, be it principals, supervisors or leaders in the class itself. Thus, the role of the driving teacher is one of the efforts to develop learning in the 21st century in order to produce graduates who are superior and have a student profile of Pancasila.
Peningkatan Nilai Prosocial Behaviour Melalui Model Pembelajaran Cognitive Moral Development: Studi pre-experimental design Pada Siswa Sekolah Dasar Faiz, Aiman; Kurniawaty, Imas; Hadian, Vini Agustiani
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11062

Abstract

Untuk mengimbangi adanya kekhawatiran yang muncul karena adanya perubahan perilaku manusia yang disebabkan adanya kemajuan teknologi yang pesat dan tidak terbendung, bidang pendidikan perlu memberikan berbagai penguatan salah satunya melalui proses pembelajaran. Penelitian untuk melihat peningkatan kemampuan nilai prososial siswa SD melalui model cognitive moral development. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen pre-experimental design One – Group Pretest-Posttest. Penelitian ini menghasilkan fakta pada kelas eksperimen terdapat peningkatan nilai prosocial behaviour dengan menggunakan teori Kohlberg pada model Cognitive moral development lebih baik dibanding kelas kontrol. Model Cognitive moral development efektif digunakan dalam memberikan penguatan nilai pada siswa Sekolah Dasar. Faktor lain dalam meningkatkan efektivitas tersebut adalah peran media cerita dilema moral yang dirancang sebagai pola treatment pada penelitian ini. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi stakeholder Pendidikan bahwa untuk meningkatkan nilai prososial pada anak Sekolah Dasar, guru bisa mengembangkan pembelajaran dengan model yang aktif dan variatif, sehingga siswa dapat memahami konteks pembelajaran yang disampaikan karena mudah dipahami dan juga sesuai dengan kondisi psikologis anak yang tumbuh pada era modernisasi pembelajaran.