Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN MEDIA MAGIC BOX SIKLA DI SEKOLAH DASAR Faiz, Aiman; Jannah, Widia Nur; Adawiyah, Robiatul
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v6i2.13677

Abstract

Dalam pembelajaran guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan urgensi pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan data penelitian. Penelitian kualitatif adalah untuk mendeskripsikan hasil temuan berdasarkan pada wawancara atau observasi yang dilakukan kepada objek penelitian, adapun objek penelitian ini adalah siswa kelas V di SDIT Hudzaifah Ibnu Yaman di Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Penggunaan media Magic Box yang diterapkan pada siswa dapat melatih siswa untuk berpikir kritis, dan sistematis dalam mengurutkan siklus perputaran air. Tidak hanya mengembangkan aspek kognitif saja, namun juga mampu meningkatkan aspek afektif. Dalam hal ini siswa di tuntut untuk bekerja sama untuk mendemonstrasikan proses perputaran air, juga meningkatkan rasa saling menghargai dan menghormati. Dalam aspek psikomotorik, siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dalam kegiatan demonstrasi. Dengan menggunakan media Magic Box Sikla (Siklus air) maka pembelajaran akan lebih bermakna karena siswa dapat belajar menggunakan benda konkret selain itu, pembelajaran terasa lebih aktif karena semua siswa ikut terlibat dalam penggunaan media tersebut.
Transformasi Digital Pendidikan: Efektivitas Pemanfaatan Platform Digital Pendidikan oleh Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Arjawinangun Faiz, Aiman; Kurniawaty, Imas; Hadian, Vini Agustiani
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.4961

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menjadi krusial seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka, di mana Platform digital pendidikan hadir sebagai inovasi untuk mendukung penguatan kompetensi guru. Namun, efektivitas pemanfaatan PMM oleh guru Sekolah Dasar masih memerlukan kajian empiris yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pemanfaatan PMM berpengaruh terhadap kemampuan mengajar guru Sekolah Dasar di Kecamatan Arjawinangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian diuji validitasnya dengan analisis korelasi Pearson Product Moment dan seluruh 37 item dinyatakan valid. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemanfaatan PMM tergolong tinggi dan memiliki keragaman yang moderat. Uji regresi menunjukkan nilai F-hitung sebesar 3970,483 dan signifikansi 0,000, yang berarti model regresi signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,963 menunjukkan bahwa 96,3% variasi dalam kemampuan mengajar guru dapat dijelaskan oleh variabel pemanfaatan PMM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PMM merupakan instrumen digital yang sangat efektif dalam mendukung transformasi kompetensi pedagogik guru. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pelatihan guru berbasis platform digital di masa depan.
Digital Storytelling Dilema Moral pada Siswa Sekolah Dasar: Penalaran Moral dan Dimensi Gender Fadly, Aris; Faiz, Aiman
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.6375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil pertimbangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori tahap perkembangan moral Lawrence Kohlberg, dengan menyoroti perbedaan respons antara siswa laki-laki dan perempuan. Latar belakang penelitian ini adalah urgensi penguatan pendidikan karakter melalui media yang kontekstual, seperti animasi digital berbasis dilema moral, yang terbukti mampu memicu elaborasi kognitif dan afektif anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dengan desain potong lintang. Sebanyak 36 siswa kelas atas di SDN 2 Kenanga (14 laki-laki, 22 perempuan) memberikan respons terhadap lima cerita animasi dilema moral, yang dianalisis menggunakan enam tahap Kohlberg (Pre 1–2, Konv 1–2, Post 1–2). Hasil menunjukkan dominasi alasan konvensional (terutama Konv-1) pada seluruh cerita, dengan lonjakan alasan pra-konvensional (Pre-1) saat cerita memuat beban emosi tinggi. Perempuan cenderung lebih stabil pada Konv-1 dengan kemunculan post-konvensional kecil, sedangkan laki-laki menunjukkan variasi lebih besar dan lebih banyak Pre-1 terutama dalam dilema emosional. Temuan ini menunjukkan bahwa media animasi dapat menjadi sarana efektif memfasilitasi pertumbuhan moral, jika didesain berjenjang dan sensitif terhadap gender.
A Humanistic Approach to Cultivating Empathy in Inclusive Elementary Schools: An Analysis of Teacher Strategies Maharani, Tiyara; Faiz, Aiman; Afendi, Arief Hidayat
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2198

Abstract

Inclusive schools are a concrete example of equitable education, where all students, including children with special needs, have the same right to a quality education. In this context, teachers play a central role in shaping students' character through a humanistic approach, one of which is instilling the value of empathy. This study aims to describe teachers' humanist strategies in instilling empathy values in inclusive schools. The study was conducted at SDN 2 Kenanga, Cirebon Regency, using a descriptive qualitative approach. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. The results showed that teachers designed learning by integrating the value of empathy into the curriculum, using active methods such as discussion, role-playing, and project-based learning, while also providing role models and habituating values in everyday life. Character evaluation was carried out using a rubric and joint reflection involving both teachers and students. The humanistic approach implemented by teachers successfully created an inclusive atmosphere and supported students’ holistic character development, as reflected in students’ increasing ability to help peers, show concern, and respect differences. This research, however, was limited to one inclusive elementary school that is still in the transition stage, so the findings may not be generalized to all contexts. Nevertheless, the study provides valuable insights into how humanist strategies can effectively strengthen empathy in inclusive educational settings. Teachers are not only instructors but also moral guides who shape students' attitudes and social sensitivity.
The Impact of the Hand Calculator Prism Model on Fourth-Grade Students' Computational Abilities Jumaroh, Juju; Faiz, Aiman; Afendi, Arief Hidayat
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2197

Abstract

Indonesian students consistently demonstrate low mathematical literacy in international assessments, with computational difficulties stemming from negative perceptions and monotonous instructional approaches. This study examined the effectiveness of the Hand Calculator Prism model—a finger-based manipulative method—in enhancing fourth-grade students' computational abilities. Employing a pre-experimental one-group pretest-posttest design, 30 fourth-grade students from SDN 1 Jamblang participated in five structured learning sessions. Data collection utilized computational ability tests, observation sheets, and Likert-scale questionnaires. Analysis involved descriptive statistics, paired sample t-tests, Cohen's d effect size, and Normalized Gain calculations. Significant improvement was observed from pretest (M = 51.27, SD = 8.91) to posttest (M = 85.53, SD = 14.24), yielding a mean gain of 34.26 points. The paired t-test confirmed statistical significance (t = -15.741, p < 0.001) with an exceptionally large effect size (d = 2.86). The N-Gain value of 0.6110 indicated medium-to-high effectiveness. Student responses demonstrated excellent engagement (87% Response, 82% Acceptance). Observational data revealed progressive improvement across implementation sessions, particularly in conceptual understanding and problem-solving activities. The Hand Calculator Prism model represents a viable, resource-accessible pedagogical approach that significantly enhances elementary students' arithmetic skills while fostering positive attitudes toward mathematics learning.
The Role of Teacher Leaders in Developing Effective Learning Ecosystems: A Case Study of Elementary Schools in Indonesia Sari, Indry Novita; Faiz, Aiman; Afendi, Arief Hidayat
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2250

Abstract

This study examined the role of Teacher Leaders (Guru Penggerak) in developing effective learning ecosystems at SDN 1 Sumber, Cirebon Regency, Indonesia. The research employed a qualitative case study design to explore how Teacher Leaders implement the Merdeka Curriculum and create collaborative learning environments. Data were collected through systematic observations over two months, semi-structured interviews with four Teacher Leaders, two non-teacher leader educators, one principal, and six students, alongside document analysis of lesson modules and assessment reports. Thematic analysis revealed that Teacher Leaders functioned as catalysts in transforming traditional pedagogical approaches through student-centered lesson planning, integration of Pancasila Student Profile values, and implementation of innovative strategies including project-based learning (35% of observed activities), differentiated instruction (28%), and flipped classroom approaches (20%). Teacher Leaders successfully fostered collaborative partnerships among teachers, students, parents, and community members, reflecting Ki Hadjar Dewantara's Tri Pusat Pendidikan concept. Principal support through policy frameworks, professional development opportunities, and technology procurement strengthened Teacher Leader effectiveness. However, implementation faced significant challenges including infrastructure limitations, digital literacy gaps among senior teachers, and resistance to pedagogical change. Despite these barriers, Teacher Leaders demonstrated creativity in overcoming constraints through alternative strategies and resource optimization. The study contributes empirical evidence of teacher leadership effectiveness in resource-limited Indonesian elementary contexts while validating international distributed leadership theories within Southeast Asian educational settings. Findings suggest that systematic Teacher Leader program expansion, targeted infrastructure support, and institutional collaboration frameworks are essential for sustainable educational transformation. Future research should examine multi-site implementations and long-term impacts on student achievement outcomes.
Building Character Through Scout Activities: A Study of Discipline, Responsibility, and Cooperation Development in Elementary Students Indriyani, Ismi Safitri; Nurul Iman, Bagus; Faiz, Aiman
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2337

Abstract

Character development in elementary education requires comprehensive approaches that extend beyond classroom instruction to include structured extracurricular activities. This study examines the effectiveness of scout extracurricular activities in developing student character, specifically investigating improvements in discipline, responsibility, and cooperation among elementary school students. A qualitative descriptive study was conducted at SDN 1 Astana from May to July 2025. Twenty students from grades IV and V who actively participated in scout activities were purposively selected as primary participants, along with three scout coaches, five classroom teachers, and the school principal as key informants. Data collection involved structured observations during scout meetings and school activities, semi-structured interviews with all participant categories, and document analysis of attendance records and student reflections. Thematic analysis was employed to identify patterns related to character development across the three target dimensions. The study documented significant improvements across all character dimensions following three months of regular scout participation. Discipline indicators showed substantial gains: punctuality increased by 25% (from 60% to 85%), uniform compliance improved by 33% (from 45% to 78%), and rule adherence increased by 27% (from 55% to 82%). Responsibility development was evidenced by task completion rates progressing from 50% to 83%, while cooperation skills demonstrated the most dramatic improvement with group participation rates increasing from 52% to 87%. Additionally, school disciplinary incidents decreased by 40% among scout participants, and character-related classroom behaviors improved by 30%. The findings support positive youth development frameworks, demonstrating that structured activities with sustained adult-youth relationships, clear expectations, and authentic leadership opportunities create effective contexts for comprehensive character development.
Persepsi Mahasiswa tentang Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Fadly, Aris; Astuti, Kartika Tri Puji; Yusriyyah, Shilfy Baziigotun; Nazwa, Lulu; Faiz, Aiman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14993

Abstract

Pancasila adalah sebuah ideologi yang diyakini oleh bangsa Indonesia dan menjadi acuan kehidupan berbangsa bernegara, yang di mana masyarakat berpegang teguh pada ideologi tersebut. Pancasila berisikan lima nilai yakni nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan. Penanaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sangat penting dan diperlukan untuk membentuk karakter dan kepribadian suatu generasi bangsa sehingga generasi dapat menghargai dan hidup tenteram dan berkecukupan, serta mampu bersaing dalam berbagai bidang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tanggapan mahasiswa tentang implementasi nilai-nilai Pancasila pada masa kini, bagaimana interpretasi mahasiswa mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Peneliti menggunakan metode kualitatif berupa wawancara melalui google form dengan responden sebanyak 35 mahasiswa dari berbagai prodi di Universitas Muhammadiyah Cirebon tahun 2023-2024. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Universitas Muhammadiyah Cirebon terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon, peniliti menyimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila oleh mahasiswa telah menunjukkan hasil yang sangat baik, siswa akan dapat lebih memahami nilai-nilai Pancasila dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang dipahami dalam kehidupann sehari-hari. Penanaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sangat penting dan diperlukan untuk membentuk karakter dan kepribadian suatu generasi bangsa sehingga generasi dapat menghargai dan hidup tenteram dan berkecukupan, serta mampu bersaing dalam berbagai bidang.
Analisis Dampak Negatif Kecanduan Game Online Bagi Minat dan Perkembangan Belajar Siswa Kelas VI SDN 2 Dukupuntang Wahyuningsih, Asih; Faiz, Aiman; Dendra, M.; Pramana, Rifki; Tamami, Shokhibul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game online merupakan wujud dari kemajuan teknologi. Namun, seiring dengan perkembanganya, keterlibatan dalam permainan menimbulkan dampak yang beragam terhadaap perkembangan beajar siswa dan minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak negatif bagi siswa sekolah dasar. Metode ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang terlibat yaitu 5 orang siswa dan 1 orang guru kelas VI SDN 2 Dukupuntang. Metode pengumpulan data adalah obervasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti mengenai analisis dampak negatif kecanduan game online bagi minat dan perkembangan belajar siswa di kelas VI SDN 2 Dukupuntang: Hasil penelitian menujukan beberapa dampak negatif, 1) Menganggu pola tidur siswa, seringkali siswa bermain game online hinga larut malam, 2) Menyebabkan lupa waktu, mereka asik bermain game sampai mereka melalaikan terhadap waktu, 3) Membahayakan kesehatan siswa,4) Menyebabkan siswa untuk sulit bersosialisasi dengan teman sebayanya, 5) Menggangu konsentrasi siswa saat sesi pembelajaran di sekolah, 6) Menyebabkan penurunan nilai belajar akademik, 7) Menimbulkan sifat pemboros uang. Maka dapat disimpulkannya adalah siswa yang kecanduan game online memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap akademik siswa dan holistik siswa kecanduan game online dikalangan anak sekolah dasar dapat menghambat perkembangan,dan minat belajar siswa.
PENGGUNAAN MEDIA MAGIC BOX SIKLA DI SEKOLAH DASAR Faiz, Aiman; Jannah, Widia Nur; Adawiyah, Robiatul
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v6i2.13677

Abstract

Dalam pembelajaran guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan urgensi pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan data penelitian. Penelitian kualitatif adalah untuk mendeskripsikan hasil temuan berdasarkan pada wawancara atau observasi yang dilakukan kepada objek penelitian, adapun objek penelitian ini adalah siswa kelas V di SDIT Hudzaifah Ibnu Yaman di Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Penggunaan media Magic Box yang diterapkan pada siswa dapat melatih siswa untuk berpikir kritis, dan sistematis dalam mengurutkan siklus perputaran air. Tidak hanya mengembangkan aspek kognitif saja, namun juga mampu meningkatkan aspek afektif. Dalam hal ini siswa di tuntut untuk bekerja sama untuk mendemonstrasikan proses perputaran air, juga meningkatkan rasa saling menghargai dan menghormati. Dalam aspek psikomotorik, siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dalam kegiatan demonstrasi. Dengan menggunakan media Magic Box Sikla (Siklus air) maka pembelajaran akan lebih bermakna karena siswa dapat belajar menggunakan benda konkret selain itu, pembelajaran terasa lebih aktif karena semua siswa ikut terlibat dalam penggunaan media tersebut.