Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS AKURASI DAN EFISIENSI SISTEM PENILAIAN LUKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN WOUND ASSESMENT DIGITAL Henny Syapitri; Riah Ukur Ginting; Marthalena Simamora; Rinawati Sembiring; Asrizal Asrizal
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penilaian luka secara manual masih menghadapi tantangan berupa variasi subjektivitas antar penilai yang dapat memengaruhi akurasi dan konsistensi hasil evaluasi klinis. Seiring meningkatnya beban penanganan luka kronis dan kebutuhan transformasi digital layanan kesehatan, sistem penilaian luka berbasis teknologi menjadi alternatif yang berpotensi meningkatkan ketepatan dan efisiensi kerja tenaga kesehatan. Namun, efektivitas implementasi teknologi ini masih bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor pengguna, kondisi klinis, serta karakteristik luka. Tujuan: menganalisis akurasi, konsistensi, dan efisiensi penilaian luka digital serta memahami pengalaman tenaga kesehatan dalam menggunakannya dalam praktik klinis. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di Asri Wound Care Center Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tenaga medis luka dan dokter, serta observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi penilaian luka digital. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola pengalaman dan persepsi terkait akurasi, alur kerja, dan aspek subjektif klinis. Hasil: menunjukkan bahwa penilaian luka digital memberikan akurasi dan konsistensi yang lebih tinggi dibandingkan metode manual, terutama dalam pengukuran ukuran luka dan identifikasi jaringan. Digital wound assessment juga meningkatkan efisiensi waktu melalui proses dokumentasi otomatis yang mempercepat alur kerja klinis. Meskipun demikian, beberapa aspek subjektif seperti bau luka, nyeri, dan penilaian kedalaman luka tetap membutuhkan pemeriksaan manual. Kesimpulan: bahwa teknologi penilaian luka digital merupakan alat bantu yang efektif dalam meningkatkan kualitas evaluasi luka, tetapi belum dapat sepenuhnya menggantikan peran klinis tenaga kesehatan. Pendekatan hibrid yang menggabungkan kemampuan teknologi dengan keahlian klinis tetap menjadi strategi terbaik untuk menghasilkan penilaian luka yang komprehensif dan akurat.
FOOT CARE ADHERENCE AND ITS ASSOCIATION WITH DIABETIC FOOT ULCER SEVERITY AMONG PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS Marthalena Simamora; Henny Syapitri; Janno Sinaga; Listi Hasugian
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v9i2.6203

Abstract

Background: Diabetic foot ulcers are a major complication of diabetes mellitus that increase the risk of infection, amputation, and poor quality of life. Adherence to foot care plays an important role in preventing ulcer progression, yet many patients have poor adherence. Objective: This study aimed to examine the association between foot care adherence and diabetic foot ulcer severity among patients with diabetes mellitus at the Asri Wound Care Center Clinic, Medan, Indonesia.   Methods:This analytical cross-sectional study included 52 patients with diabetic foot ulcers selected through purposive sampling from a population of 109 patients. Foot care adherence was assessed using the Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF) questionnaire, while ulcer severity was evaluated using the Wagner Classification. Data were analyzed using descriptive statistics and Spearman rank correlation. Results: More than half of the participants (53.8%) had poor foot care adherence, and Wagner Grade 1 was the most common ulcer severity (36.5%). Spearman rank correlation analysis showed a very strong negative correlation between foot care adherence and ulcer severity (r = −0.870, p < 0.001), indicating that better adherence was associated with lower ulcer severity. Conclusion: Foot care adherence was significantly associated with diabetic foot ulcer severity. Strengthening structured and continuous foot care education may improve adherence and reduce ulcer severity among patients with diabetes mellitus.
Co-Authors Adventy Riang Bevy Gulo Adventy Riang Bevy Gulo Adventy Riang Bevy Gulo Agnes Silvina Marbun Agnes Silvina Marbun AIPNI, Pengurus Amila Amila Aryani, Novita Aryani, Novita Asrizal Asrizal Asrizal Aulia Arman Berampu, Rani Mukherzi Bevy Gulo, Adventy Riang Bunga Theresia Purba Christina Roos Etty Daniel Ginting Darwita Barus Darwita Juniwati Barus Edriyani Simanjuntak Efrina Sinurat, Lasma Rina Eliasna Sembiring Evarina Sembiring Flora Sijabat Frida Liharis Saragih Fridalina Tarigan Grace Tayesha Panjaitan Gultom, Rumondang Hasibuan, Eva Kartika Hikmah Sikutiro Hulu, Juli Jernih Hutajulu, Johansen Janno Sinaga Janno Sinaga Jon Kenedy Marpaung Julia Mahdalena Kusuma, Sri Lasma Rina Efrina Sinurat Lasma Rina Efrina Sinurat Lastri Laura Mariati Siregar Laura Mariati Siregar Listi Listi Hasugian Mahdalina Marbun, Agnes Silvina Marthalena Simamora Metalitas Zega Meytri Kristiani Duha Nadia Aramita Ningsih, Siska Dwi Normi Parida Sipayung Normi Parida Sipayung Normi Parida Sipayung Normi Parida Sipayung Normi Sipayung Novita Aryani Ordekoria Saragih Popi Paranita Harefa Purba, Agnes Purba, Bunga Theresia Putri Lestari Rani Damanik Rani Kawati Damanik Raudha Yulisma Rifki Amtenar Rinawati Sembiring Saragih, Frida Liharris Saragih, Masri Satidasar Halawa Sembiring, Evarina Sembiring, Rinawati Sikutiro, Hikmah Simamora, Marthalena Simanjuntak, Edriyani Simanjuntak, Edriyani Yonlafado simanjuntak, edriyani yonlafado Simanjuntak, Yunida Turisna Sinaga, Caca Rohali Sinurat, Lasma Rina Efrina Sipayung, Normi Sipayung, Normi Parida Sipayung, Rosetty Siregar, Laura Siregar, Laura Mariati Siska Dwi Ningsih Siti Maimunah Siti Maimunah Situmeang, Regita Pratiwi Sri Agustina Toni Wandra Vierto Yonlafado, Edriyani Yulisma, Raudha Zega, Metalitas