Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KAJIAN FUNGSI PANTUN BAANTARAN ETNIK BANJAR MENGGUNAKAN TEORI HERMENEUTIKA Rasuna, Rasuna; Ngalimun, Ngalimun; Fitriana, Arina
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v7i1.18345

Abstract

AbstrakMetode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang artinya penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus. Peneliti menentukan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling dengan pertimbangan tertentu, yaitu observasi secara deskriptif pada prosesi lamaran masyarakat etnik Banjar dengan melihat adat dan budaya yang menyertainya. Disamping itu penelitian ini juga mengunakan teori hermeneutika yang merupakan kegiatan penafsiran pada umumnya melibatkan beberapa unsur, yaitu teks, mediator, dan pembaca. Hasil penelitian ini mengetahui fungsi pantun baantaran serta menambah khasanah nilai kearifan lokal dalam hal berbalas pantun pada prosesi lamaran masyarakat Banjar. Penelitian ini menggali tentang prosesi adat dan budaya lamaran di daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berupa penggunaan pantun sebagai tradisi lisan yang sering dilakukan dalam sebuah lamaran perkawinan. Berbalas pantun sebagai budaya lokal yang menggunakan sastra lisan untuk melamar dan menerima mempelai.  Pantun baantaran mempunyai beberapa fungsi diantaranya: 1. Sebagai sarana beramah tamah keluarga dari kedua belah mempelai.  2. Pendahuluan dalam kegiatan lamaran. 3. Isi dari pantun biasanya berisi nasihat. 4. Ungkapan terima kasih dari pihak perempuan maupun pihak laki-laki. 5. Pantun baantaran sebagai ciri khas tradisi lisan masyarakat Banjar atau etnik Banjar.Kata kunci: pantun baantaran, teori hermeneutika, etnik banjar. AbstractThis research method uses descriptive qualitative, which means research using a case study method or approach. The researcher determined the research subjects using a purposive sampling technique with certain considerations, namely descriptive observation of the application procession of the Banjar ethnic community by looking at the customs and culture that accompanied it. Apart from that, this research also uses hermeneutic theory, which is an interpretive activity that generally involves several elements, namely text, mediator, and reader. The results of this research determine the function of pantun baantaran and add to the repertoire of local wisdom values in terms of responding to rhymes in the application procession of the Banjar community. This research explores the traditional and cultural procession of proposals in the Hulu Sungai Selatan Regency area in the form of the use of rhymes as an oral tradition that is often carried out in marriage proposals. Reciprocating pantun is a local culture that uses oral literature to propose and receive a bride.  Baantaran pantun has several functions, including: 1. As a means of hospitality between the families of the bride and groom.  2. Introduction to application activities. 3. The content of the pantun usually contains advice. 4. Expressions of gratitude from women and men. 5. Pantun baantaran is a characteristic of the oral traditions of the Banjar people or Banjar ethnic group.Key words: pantun baantaran, hermeneutical theory, banjar ethnicity.
Filosofi Manalatai Lewun Sansana Sebagai Sejarah Tradisi Lisan Dayak Ngaju Ngalimun, Ngalimun; Noortyani, Rusma; Dewi, Dwi Wahyu Candra
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol 21 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/pah.v21i1.968

Abstract

Artikel ini sengaja ditulis untuk mendeskripsikan tentang filosofis manalatai lewun sansana sebagai sejarah tradisi lisan Dayak Ngaju dari segi warisan budaya lokal tradisi lisan. Sansana Dayak Ngaju mempunyai nilai filosofis yang masih dipegang teguh oleh masyarakat dayak Ngaju dalam hidup bermasyarakat. Filosofi pertama: Masyarakat suku dayak Ngaju berkeyakinan bahwa hakikat hidup yang paling utama adalah menjadi manusia yang seutuhnya dan sempurna. Utuh dan sempurna adalah Harati, Bakena Mamut Menteng, yang artinya manusia harus mempunyai watak yang baik, bersih jasmani dan rohani sebagai ritual pensucian diri supaya terhindar dari roh jahat, baik dari diri manusia itu sendiri ataupun dari luar manusia. Filosofi kedua: Kebiasaan suku dayak dalam menjalankan kehidupannya mencerminkan betapa kuatnya sistem kerja samanya. Kebiasaan tersebut sudah mendarah daging baik yang sifatnya gotong royong maupun dalam kegiatan upacara lainnya seperti, dalam acara ritual pesembahan kepada sang maha kuasa, acara kematian, acara perkawinan, dan acara-acara lainnya.
Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah Ngalimun, Ngalimun
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v1i1.216

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitaif yaitu dengan mengambil sampel beberapa karya tulis ilimiah dan skripsi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang proses penyelesaiannya mendapatkan beberapa kendala. Bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiahnya masih belum teratur dan cenderung berantakan. Dari beberapa skripsi yang diteliti maka penelitian ini menjadi salah satu alternatif yang barangkali bisa menjadikan rujukan bagaimana pembuatan skripsi sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah. Dalam membuat karangan ilmiah, penulis dapat mengembangkan gagasan keilmuan itu melalui teknik pengembangan kerangka karangan. Pada setiap bagian yang akan dikembangkan dirancang bentuk kerangka pengembangan gagasan tersebut. Pengembangan karangan ilmiah yang bagian-bagiannya tidak dipilah ke daiam bab demi bab, diperlukan kecermatan penulis dalam menyusun rancangan pengembangan tulisan. Karangan ilmiah yang dipersiapkan dengan sajian bab demi bab pun dapat dilakukan pengembangan setiap subbab melalui pengembangan kerangka subbab tersebut.
Konsep Dasar Pengembangan Kreativitas Anak Dan Remaja Serta Pengukurannya Dalam Psikologi Perkembangan Latifah, Latifah; Zwagery, Rika Vira; Safithry, Esty Aryani; Ngalimun, Ngalimun
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan adalah dengan studi kepustakan yang artinya segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain. Setiap fase perkembangan mempunyai serangkaian tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik oleh setiap individu. Sebab, kegagalan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan pada fase tertentuakan memperlancar pelaksanaan tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. Tugas-tugas perkembangan ini berkaitan dengan sikap, perilaku, atau keterampilan yang seyogianya dimiliki oleh individu, sesuai dengan usia atau fase perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan ini sebagai ini sebagai sosial expectations. Dalam arti, setiap kelompok budaya mengharapkan anggotanya menguasai keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola perilaku yang disetujui bagi berbagai usia sepanjang rentang kehidupan.
Supervisi Pembelajaran pada Mahasiswa PLP Menggunakan Model Discovery untuk Mengajar Daring Bahasa Indonesia di Kelas X IPA 2 SMAN 1 Banjarmasin Fitriana, Arina; Ngalimun, Ngalimun
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1174

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana supervisi kegiatan yang dilakukan untuk mengatur dengan cara langusng yaitu melihat. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada SMAN 1 Banjarmasin dengan melibatkan para mahasiswa PLP sebagai subjek penelitian. Supervisi pembelajaran ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Supervisi pembelajaran yang dilakukan oleh penyelia untuk menemukan kekurangan dan menmberikan perbaikan untuk lebih sempurna. Dalam kegiatan supervisi pembelajaran menggunakan aspek yang mengacu kepada hakikat supervisi pembelajaran, ruang lingkup supervisi pembelajaran, serta peran dan fungsi supervisi pembelajaran. Dari hasil yang diperoeh dalam penerapan di pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (lintas minat) dengan penerapan model discovery di kelas X IPA 2 SMAN 1 Banjarmasin ditemukan beberapa langkah kegiatan yang tidak efektif dilakukan saat pembelajaran secara daring. Oleh karena itu, supervisi pembelajaran ada untuk mengevaluasi hal tersebut dan memperbaiki untuk menjadi lebih baik. Dalam kegiatan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) pada mahassiswa yang menjadi supervisor atau penyelia ialah guru pamong.
Hubungan Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dengan Tingkat Kepuasan Pasien di UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024 Nisa, Habibatun; Fitriyani, Rizka Nur; Khafidhoh, Zakiyatul; Ngalimun, Ngalimun
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i2.1207

Abstract

Dalam konteks pelayanan kesehatan, komunikasi efektif antar petugas pendaftaran dengan pasien memiliki peranan yang signifikan dalam menentukan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Melalui komunikasi yang efektif antara petugas pendaftaran dan pasien di UPTD Laboratorium Kesehatan dapat memahami informasi mengenai pendataan pasien dan pelayanan yang akan dilakukan di UPTD Laboratorium Kesehatan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 369 responden di UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2024 yang diambil dengan tekhnik Accidental Sampling dari bulan Januari 2024 sampai dengan bulan Desember 2024. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner menggunakan website skm.kotawaringinbaratkab.go.id. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi efektif tenaga pendaftaran di UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat dikategorikan baik dengan persentase 91,1% dan Kepuasan Pasien terhadap tenaga pendaftaran di UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupetan Kotawaringin Barat dengan persentase 97,8% sehingga dikategorikan baik. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara komunikasi efektif tenaga pendaftaran dengan tingkat kepuasan pasien di UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat dengan tingkat koefisien hubungan sangat kuat (r=0,839). Saran bagi pihak UPTD Laboratorium Kesehatan agar memberikan pelatihan komunikasi yang efektif untuk mengoptimalkan tenaga pendaftaran untuk lebih meningkatkan kepuasan pasien di UPTD Laboratorium Kesehatan.
Pendekatan Komunikasi Behaviorisme dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Ngalimun, Ngalimun; Jumadi, Jumadi; Listia, Rina
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 2 (April 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i2.4384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran secara sistematis tentang bagaimana pendekatan komunikasi behaviorisme dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Assalam Martapura. Penelitian ini meggunakan teknik pengumpulan data kualitatif yang disusun berdasarkan teori kepustakaan atau studi kepustakaan. Dalam hasil penelitia ini mencoba membuat gambaran secara sistematis tentang bagaimana Pendekatan Behavioral dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Assalam Martapura. Penelitian ini fokus pada pendekatan komunikasi behaviorisme yaitu kecakapan prilaku siswa dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu para guru khususunya guru Bahasa Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran untuk perkembangan perilaku siswa mencapai tujuan dalam komunikasi yang baik. Fokus pendekatan komunikasi behaviorisme ini adalah: pertama, keterlibatan interaktif, pendekatan ini meliputi, sikap tanggap, sikap perseptif dan sikap penuh perhatian. Kedua, manajemen interaksi, pendekatan itu membantu siswa mampu mengambil tindakan-tindakan yang berguna bagi seseorang untuk mencapai tujuan komunikasi. Ketiga, keluwesan perilaku, pendekatan ini membantu siswa untuk melaksanakan berbagai kemungkinan perilaku yang dapat diambil untuk mencapai tujuan komunikasi. Keempat mendengarkan, pendekatan ini membantu siswa untuk dapat mendengarkan orang yang berkomunikasi dengan perasaan, keprihatinan, dan kekhawatiran yang ditimbulkannya. Kelima, gaya social, pendekatan ini membantu siswa dapat berperilaku menarik, khas, dan dapat diterima oleh orang lain. Keenam, kecemasan komunikasi, pendekatan ini siswa dapat mengatasi rasa takut, bingung, dan kacau pikiran, tubuh gemetar, dan grogi dalam berkomunikasi.
Peran Bahasa dan Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan Puskesmas pada Masyarakat Suku Banjar: (Studi Fenomental di Puskesmas Hantakan Kab. HSU) Dewi, Putri Aulia; Ferdina, Desyta; Ngalimun, Ngalimun; Haitami, Haitami
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i2.1219

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena komunikasi dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Hantakan, khususnya dalam konteks masyarakat Suku Banjar. Melalui pendekatan fenomenologis, penelitian ini akan menggali pengalaman dan persepsi masyarakat terhadap komunikasi yang terjadi selama proses pelayanan kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran bahasa dan komunikasi dalam pelayanan kesehatan puskesmas pada masyarakat suku Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Studi Fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data secara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 6 orang staf puskesmas yang melakukan pelayanan rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk komunikasi yang dilakukan oleh staff puskesmas hantakan yaitu komunikasi verbal dan nonverbal kemudian juga terdapat dua hambatan yang terjadi selama melakukan pelayanan kesehatan dipuskesmas hantakan yaitu hambatan bahasan dan prespsi antara staff puskesmas dengan pasien. Kesimpulan yang didapatkan adalah komunikasi yang efektif, baik verbal maupun nonverbal, sangat penting dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Hantakan untuk membangun kedekatan dan kepercayaan pasien dari suku Banjar, meskipun terdapat hambatan bahasa dan persepsi yang perlu diatasi agar kualitas pelayanan dapat meningkat.
Penggunaan Bahasa Dayak Ngaju dalam Bidang Kesehatan : (Studi Komunikasi Antara Tenaga Medis dan Pasien) Alaby, Muhammad Ihsan; Albiansyah, Muhammad; Wahyuni, Therensia Fera; Putri, Dea Kayama; Ngalimun, Ngalimun
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i2.1220

Abstract

Bahasa merupakan faktor penting dalam komunikasi di bidang kesehatan, terutama di daerah dengan keberagaman bahasa lokal seperti Kalimantan Tengah. Bahasa Dayak Ngaju adalah salah satu bahasa daerah yang masih digunakan oleh masyarakat setempat, termasuk dalam interaksi medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahasa Dayak Ngaju dalam komunikasi antara tenaga medis dan pasien di fasilitas kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa puskesmas dan rumah sakit daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Dayak Ngaju meningkatkan pemahaman pasien terhadap prosedur medis, diagnosis, dan pengobatan, terutama bagi pasien yang kurang menguasai bahasa Indonesia. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya tenaga medis yang fasih dalam bahasa ini serta terbatasnya istilah medis dalam bahasa Dayak Ngaju. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kompetensi bahasa daerah di kalangan tenaga medis serta pengembangan glosarium istilah medis dalam bahasa Dayak Ngaju guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Pembelajaran Berbasis Proyek di SMA Islam Terpadu Assalam Martapura Latifah, Latifah; Ngalimun, Ngalimun
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): January-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i1.1153

Abstract

Penelitian ini mengambarkan tentang pembelajaran berbasis proyek di SMA Islam Terpadu Assalam Martapura. Penelitian kualitatif yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan pengolahan data ke dalam konsep dan kateori. Simbol dalam bentuk deskripsi, yang ditempuh dengan cara merubah data ke formulasi. Dalam penelotian ini dikemukakan bahwa pembelajaran berbasis proyek siswa bekerja di dalam tim, mereka menemukan keterampilan merencanakan, mengorganisasi, negosiasi, dan membuat konsensus tentang isu-isu tugas yang akan dikerjakan, siapa yang bertanggungjawab untuk setiap tugas, dan bagaimana informasi akan dikumpulkan dan disajikan. Keterampilan-keterampilan yang telah diidentifikasi oleh siswa ini merupakan keterampilan yang amat penting untuk keberhasilan hidupnya, dan sebagai tenaga kerja merupakan keterampilan yang amat penting di tempat kerja kelak. Karena hakikat kerja proyek adalah kolaboratif, maka pengembangan keterampilan tersebut berlangsung di antara siswa. Di dalam kerja kelompok suatu proyek, kekuatan individu dan cara belajar yang diacu memperkuat kerja tim sebagai suatu keseluruhan. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dipandang sebagai salah satu pendekatan penciptaan lingkungan belajar yang dapat mendorong siswa mengkonstruk pengetahuan dan keterampilan secara personal. Tatkala pendekatan proyek ini dilakukan dalam modus belajar kolaboratif dalam kelompok kecil siswa, pendekatan ini juga mendapat dukungan teoretik yang bersumber dari konstruktivisme sosial.