Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemiskinan Keluarga Nelayan Suku Bajo Suryani Suryani; Rosmini Maru; Sukri Nyompa; Hasriyanti Hasriyanti; Amal Arfan; Saiful Hardiyansyah
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v11i1.570

Abstract

Poverty is a multidimensional condition influenced by various factors, such as economic, educational, health, and socio-cultural conditions. This study aims to describe the characteristics of poverty among the Bajo fishing community in Lamanggau Village. The research method used is descriptive qualitative through interviews and direct observation, as well as quantitative data support from survey results. The results show that the poverty of the Bajo fishing community is influenced by low levels of education, where the majority of heads of families only completed elementary school. Low education has implications for limited skills and job options, so they remain dependent on the hereditary profession of fishing. Economically, the average income of the head of a family is only around Rp. 500,000 per month, with a relatively large number of dependents, so it is unable to meet basic needs. In addition, inadequate housing conditions, limited access to clean water that must be brought in from neighboring villages, and uneven lighting further worsen the community's quality of life. From a health perspective, the lack of sanitation and the risks of working as a fisherman also increase vulnerability to poverty. Overall, the characteristics of poverty in the Bajo fishing community in Lamanggau Village are structural and cultural, thus requiring integrated policy interventions to improve education, repair basic infrastructure, and expand economic opportunities for the fishing community.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Kahoot untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di SMA Negeri 2 Toraja Utara Johari Toding Padang; Syamsunardi; Sukri Nyompa
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/qacwh065

Abstract

Pembelajaran geografi yang konvensional seringkali menghasilkan partisipasi siswa yang rendah dan pemahaman konsep yang kurang optimal. Penelitian ini mengintegrasikan model Problem Based Learning dengan platform gamifikasi Kahoot untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Penelitian eksperimen dengan analisis deskriptif kualitatif dilakukan di kelas X.J SMA Negeri 2 Toraja Utara dengan 36 subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas pembelajaran dan tes evaluasi berbasis Kahoot selama dua siklus tindakan. Temuan menunjukkan transformasi pembelajaran yang signifikan, ditandai dengan peningkatan keterlibatan siswa dalam bertanya, menjawab, dan berpendapat masing-masing sebesar 11,1%, 22,2%, dan 11,1%. Aspek kognitif menunjukkan pencapaian luar biasa dengan ketuntasan belajar melonjak 47,2% dari siklus pertama ke siklus kedua. Kualitas pengajaran guru meningkat dari 72,2% menjadi 84,3%. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam inovasi pembelajaran geografi berbasis teknologi, membuktikan bahwa sinergi antara pendekatan konstruktivis dan media interaktif mampu menciptakan lingkungan belajar yang engaging dan meningkatkan capaian pembelajaran secara substansial.
Analisis Kemiskinan Keluarga Nelayan Suku Bajo Suryani, Suryani; Maru, Rosmini; Nyompa, Sukri; Hasriyanti, Hasriyanti; Arfan, Amal; Hardiyansyah, Saiful
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v11i1.740

Abstract

Poverty is a multidimensional condition influenced by various factors, such as economic, educational, health, and socio-cultural conditions. This study aims to describe the characteristics of poverty among the Bajo fishing community in Lamanggau Village. The research method used is descriptive qualitative through interviews and direct observation, as well as quantitative data support from survey results. The results show that the poverty of the Bajo fishing community is influenced by low levels of education, where the majority of heads of families only completed elementary school. Low education has implications for limited skills and job options, so they remain dependent on the hereditary profession of fishing. Economically, the average income of the head of a family is only around Rp. 500,000 per month, with a relatively large number of dependents, so it is unable to meet basic needs. In addition, inadequate housing conditions, limited access to clean water that must be brought in from neighboring villages, and uneven lighting further worsen the community's quality of life. From a health perspective, the lack of sanitation and the risks of working as a fisherman also increase vulnerability to poverty. Overall, the characteristics of poverty in the Bajo fishing community in Lamanggau Village are structural and cultural, thus requiring integrated policy interventions to improve education, repair basic infrastructure, and expand economic opportunities for the fishing community.
Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Sekitar Pantai Ujung Suso Kabupaten Luwu Timur Hilda Hilda; Rosmini Maru; Sukri Nyompa
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/0ykpz543

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki peluang yang sangat luas untuk mengembangkan sektor pariwisatanya. Wisata bahari yang berada di Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur memiliki potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan responden sebanyak 13 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Pantai Ujung Suso memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, baik bagi para pekerja maupun pelaku usaha, sekaligus berkontribusi besar pada penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut. Berbagai peluang usaha bermunculan seiring meningkatnya jumlah wisatawan, mulai dari jasa penyewaan hingga kegiatan rekreasi air. Di antara berbagai unit usaha yang berkembang, aktivitas rekreasi air berupa banana boat (watersport) menjadi usaha yang paling menguntungkan karena tingginya minat pengunjung untuk menikmati wahana tersebut, sehingga menghasilkan pendapatan tertinggi dibandingkan dengan usaha lainnya di kawasan Pantai Ujung Suso.
Edukasi Pemasaran Produk Olahan Diversifikasi Jagung Berbasis Digital Bagi Masyarakat Kelompok Tani Desa Congko Kabupaten Soppeng Rauf, Bakhrani A.; Nyompa, Sukri; Sahade, Sahade; Nusri, Andi Zulkifli; Nasrul, Nasrul; Sandi, Sandi; Musyawarah, Rahma; Nur, Medar M
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.993

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk lokal menjadi peluang strategis dalam memperkuat ekonomi desa, khususnya di tengah keterbatasan akses pasar konvensional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Congko, Kabupaten Soppeng, melalui edukasi dan pelatihan pemasaran produk olahan jagung secara daring. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan: sosialisasi dan identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan dan praktik digital marketing, serta pendampingan implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan menggunakan platform digital seperti WhatsApp Business dan media sosial untuk promosi produk. Sebagian masyarakat berhasil membuat akun bisnis, mendokumentasikan produk, hingga menerima pesanan dari luar desa. Program ini juga menghasilkan kelompok usaha digital berbasis komunitas sebagai bentuk keberlanjutan. Secara umum, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif berbasis praktik dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam memasarkan produk lokal secara digital.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBASIS STRATEGI SHUFFLE AND RECALL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA KONSEP GEOGRAFI DI SMA Nurliah Nurliah; Uca Uca; Sukri Nyompa; Maddatuang Maddatuang; Hasriyanti Hasriyanti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10040

Abstract

This study aims to improve students’ understanding of geographical concepts at SMA Negeri 1 Menui Kepulauan through the implementation of the Make a Match learning model based on the Shuffle and Recall strategy. The main problem addressed in this study is the low level of students’ learning mastery (below 75), which is caused by the dominance of conventional teaching methods and limited student engagement in understanding complex concepts. The research method employed was Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were students of class XI Habibi and XI Maxweber. The results indicate a significant improvement in students’ conceptual understanding in both classes. In class XI Habibi, the remembering aspect (C1) increased by 9%, understanding (C2) by 21%, and applying (C3) by 20%. Meanwhile, in class XI Maxweber, improvements were observed in C1 by 14%, C2 by 24%, and C3 by 24%. Obstacles such as classroom management issues in Cycle I were successfully addressed in Cycle II through clearer instructions. In conclusion, the Make a Match learning model based on the Shuffle and Recall strategy is effective in creating active and enjoyable learning environments while maximizing students’ memory and understanding of geographical concepts
Edukasi Interaktif  Tentang Reproduksi Remaja dalam Menyikapi Bonus Demografi di Madrasah Aliyah DDI Paria Mutmainnah Mutmainnah; Sukri Nyompa; Nurul Ilmi Rasjusti; Aldhila Gusta Handiarya Yoga; Mar Athul Wazithah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/3r9pqr49

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of adolescent reproductive education in addressing the demographic bonus at Madrasah Aliyah DDI Paria. Reproductive education plays an important role in shaping adolescents’ awareness of personal health, future planning, and responsibility in facing population-related challenges. Through the distribution of questionnaires to students, the data obtained indicate that the majority of respondents have a good understanding of the material, feel more aware of the importance of maintaining reproductive health, and understand the relationship between reproductive education and the demographic bonus. In addition, participants reported feeling comfortable engaging in discussions, motivated to learn, and prepared to make healthy and responsible decisions. These findings suggest that reproductive education in the madrasah environment is capable of enhancing adolescents’ readiness to face the demographic bonus in a positive and constructive manner. Therefore, this program is considered effective and is recommended to be implemented continuously and sustainably.
IMPLEMENTASI MODEL OUTDOOR LEARNING PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS LINGKUNGAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI PESERTA DIDIK SMAN 14 BULUKUMBA A Nurul Iftitah Syam; Muhammad Yusuf; Rosmini Maru; Hasriyanti Hasriyanti; Sukri Nyompa
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12942

Abstract

The low level of students' concern for school environmental sanitation and the lack of visualization of real geosphere phenomena in conventional teaching are the background of this research. These operational problems trigger students' indifference in maintaining ecosystem sustainability and reduce the effectiveness of material absorption. The main focus of this scientific study is to analyze the implementation of the outdoor learning model in school-based Geography learning and to test the disparity in environmental care attitudes between the experimental and control classes at SMAN 14 Bulukumba. The steps of the quasi-experimental quantitative approach with a pretest-posttest control group design are operated through purposive sampling. Primary field data collection is collected through a four-level Likert scale questionnaire, which is then analyzed using parametric requirements tests, Independent Sample t-tests, and N-Gain values. Quantitative data empirically reveals an increase in the average of the experimental class which shot up from 73.90 to 86.47 with an N-Gain score of 0.48 (medium category), far exceeding the control class which only increased from 72.77 to 77.47 with an N-Gain of 0.17 (low category). A t-test demonstrated a significant difference in performance between the two groups at 0.000. The main conclusion confirms that experiential learning, an out-of-class learning method, has proven highly effective in fostering ecological awareness. Secondary education practitioners are recommended to consistently draft implementation plans for learning activities based on living laboratories. ABSTRAK Rendahnya kepedulian peserta didik terhadap sanitasi lingkungan sekolah serta minimnya visualisasi fenomena geosfer nyata pada pengajaran konvensional melatarbelakangi penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu ketidakpedulian siswa dalam menjaga kelestarian ekosistem dan menurunkan efektivitas penyerapan materi. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis implementasi model outdoor learning pada pembelajaran Geografi berbasis lingkungan sekolah serta menguji disparitas sikap peduli lingkungan antara kelas eksperimen dan kontrol di SMAN 14 Bulukumba. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design ini dioperasikan melalui penarikan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data primer lapangan dihimpun lewat angket kuesioner skala Likert empat tingkat, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji persyaratan parametrik, Independent Sample t-test, dan nilai N-Gain. Data kuantitatif secara empiris menyingkap peningkatan rata-rata kelas eksperimen yang melesat dari 73,90 menjadi 86,47 dengan skor N-Gain 0,48 (kategori sedang), jauh melampaui kelas kontrol yang hanya naik dari 72,77 ke 77,47 dengan N-Gain 0,17 (kategori rendah). Uji-t membuktikan signifikansi perbedaan performa kedua kelompok pada angka 0,000. Simpulan utama menegaskan bahwa metode belajar luar kelas melalui pengalaman langsung (experiential learning) terbukti sangat andal menumbuhkan kesadaran ekologis. Praktisi pendidikan menengah direkomendasikan merancang draf rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis aktivitas laboratorium hidup secara konsisten.    
Co-Authors A Nurul Iftitah Syam A, Amal Abdul Malik Abdul Malik Abidin, Muhammad Rais Albatuul, Fatimah Aldhila Gusta Handiarya Yoga Ali, Mutmainnah Alief Saputro Alimato Alimato Amal Amal Amal Arfan Amal Arfan Amal Arfan, Amal Amal, Amal Amalul, Muhammad Arib Musba Amda, Misdar Amdah, Misdar Andi Tenri Pada Agustang Andi Zulkifli Nusri Annursyah Bachtiar Arfandi Arfandi Arfandi Arfandi, Arfandi Arif, Dary Setiawan Arni Fauziah Rante Ayu Lestari Azhari, Jeanilora BAKHRANI RAUF Bakhrani, Alief Andio Basofi, Nurqamri Putri Daud, La Ode Rahman Erman Syarif Erman Syarif Esa, Esa Evita Evita Fadhillah Nurlaely Syam Fembriyanti Novela Sary Fitasari, Mila Hadasiah, Hadasiah Hardiyansyah, Saiful Hasriyanti Hasriyanti Hasriyanti Hasriyanti Hasriyanti Hasriyantii, Hasriyati Hilda Hilda Ichsan Invanni Baharuddin Ikhwana, Nur Irwansyah Sukri Johari Toding Padang Juanda, Muhammad Faisal Kajornsin, Boonreang Kasturiyah S Maddatuang Maddatuang Makkulau, Batari Bau Mannan, Abdul Mar Athul Wazithah T. Marlina Marlina Matius Tirangka, Matius Misdar Amda Mufadhdhal Ilham, Muhammad Dzakwan Muh Jibran Nidhal Fikri Muh. Ryan Alfadly D Muhamad Ihsan Azhim, Muhamad Ihsan Muhammad Riadi, Muhammad Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Mulianti Muntazarah, Fediyatun Mutmainnah Ali Mutmainnah Mutmainnah Nasiah Badwi Nasiah Nasiah Nasrul Nasrul Nasrul Nasrul Novita Citra Rahayu Nur, Ali Rahmat Muhammadiyah Nur, Medar M Nurdalwah Makkasau Nurliah Nurliah Nurul Afdal Haris Nurul Ilmi Rasjusti Nurwijayanti Patiung, Irene Dian Rabi'ah, Rabi'ah Rahma Musyawarah, Rahma Ramli Umar Ramli Umar Ramli Umar Rasjusti, Nurul Ilmi Rasyid, Rusman Reynaldy Almuhaimin Risdayani Risdayani Rosmini Maru Rosmini Maru Rosmini Maru Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi, - Sahade Saiful Hardiyansyah Sandi Sandi Sarah Damayanti Sari Dewi, Nur Adha Siri, Sartika Sri Wahyuni Sulaiman Zhiddiq Sulaiman Zhiddiq, Sulaiman Sumiati Side Suprapta Suprapta, Suprapta Suryani Suryani Suryani Suryani Syamsunardi Syamsunardi Syamsunardi Tripaldi, Agus U, Uca Uca Sideng Uca Sideng Uca, Uca Yasdin, Yasdin Yoga, Aldhila Handiarya