Claim Missing Document
Check
Articles

Green Tea Extract Increases The Number of Granulosa Cells and E2 Serum Levels of Female Rats Exposed by Cypermethrin Laili, Fitria Jannatul; Winarsih, Sri; Mintaroem, Karyono
Health Notions Vol 2 No 6 (2018): June 2018
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

processing
Green Tea Extract Increases the Number of Granulosa Cells and E2 Serum Levels of Female Rats Exposed by Cypermethrin Fitria Jannatul Laili; Sri Winarsih; Karyono Mintaroem
Health Notions Vol 2, No 6 (2018): June
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.125 KB) | DOI: 10.33846/hn.v2i6.208

Abstract

1(CA), 2, 3 1(CA), Indonesia;  (Corresponding Author) 2, Indonesia 4, Indonesia ABSTRACT Green tea extract (GTE), Camellia sinensis, known as a very effective antioxidant to repair the damage of organs exposed by stress oxidative. Cypermethrin (CYP) is a harmful substance that can accumulate in the body and cause oxidative stress. This study aimed to demonstrate the effect of GTE in increasing the number of granulosa cells and E2 serum levels. Female rats (Rattus norvegicus) were randomly selected and divided into 5 groups, control group (KN), a group given only CYP 20 mg/kg body weight/day (KP), groups given CYP 20 mg/kg body weight/day and then treated with GTE 7, 14, 28 mg/kg body weight/day (P1, P2, and P3 respectively). Treatment was given for 28 days. The number of granulosa cells was counted by HSel software, E2 serum levels were determined via ELISA ASSAY. Treatment results with GTE 7, 14, and 28 mg/kg body weight/day significantly (p < 0.05) increased the number of granulosa cells and E2 serum levels relative to KN. Administration of GTE 28 mg/kg body weight/day caused the greatest increase in the number of granulosa cells and E2 serum levels. Our result suggests that GTE has potential prevention to stress oxidative by CYP exposure in granulosa cells and E2 serum. Keywords: Cypermethrin, E2, Granulosa Cells, Green tea
Deteksi Dini Anemia dengan Pemeriksaan HB dan Pemberian Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri SMK PGRI Banjarbaru Laili, Fitria Jannatul; Setiawati, Erni; Zakiah, Zakiah
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol5.iss1.264

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja, terutama di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Anemia pada remaja putri berkontribusi sebagai salah satu penyebab stunting. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) ini adalah untuk mendeteksi dan mengedukasi remaja putri tentang pencegahan anemia. Metode yang digunakan dalam Abdimas ini adalah pemeriksaan HB remaja putri untuk mengetahui jumlah remaja putri yang mengalami anemia, dan pemberian edukasi pencegahan anemia pada remaja putri. Hasil dari Abdimas ini adalah masih ada remaja putri yang mengalami anemia ringan (29%) dan anemia sedang (4%). Kontribusi Abdimas ini adalah dapat membantu dalam mendeteksi dini adanya remaja putri yang mengalami anemia sehingga dapat diatasi secara cepat kedepannya.
HUBUNGAN JENIS PERSALINAN DENGAN PENGELUARAN ASI IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT PELITA INSANI MARTAPURA TAHUN 2024 Norviana, Pebia; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i6.10268

Abstract

The childbirth process, whether normal delivery or cesarean section, significantly impacts the physical and psychological well-being of mothers, particularly in the postpartum period when the production and release of breast milk (ASI) is crucial as it provides the most ideal nutrition for newborns. From 2021 to 2023, Pelita Insani Hospital recorded 1,682 deliveries, but only 504 mothers (30%) successfully breastfed, with challenges in ASI release influenced by the type of delivery. This study aims to analyze the relationship between the type of delivery and ASI release at Pelita Insani Hospital in 2024 using a cross-sectional design with accidental sampling. The population included all postpartum mothers breastfeeding at the hospital from July to August 2024, with a sample of 39 mothers in October 2024. Data analysis using Fisher's exact test revealed that 8 mothers (20.5%) experienced smooth ASI release, while 31 mothers (79.5%) faced difficulties. Among the participants, 6 (15.4%) had normal deliveries, and 33 (84.6%) underwent cesarean sections, with statistical analysis showing a significant relationship between the type of delivery and ASI release (p-value = 0.011 < 0.05). These findings indicate that the type of delivery has a significant impact on breast milk release in postpartum mothers at Pelita Insani Hospital, Martapura, in 2024. Proses persalinan, baik melalui persalinan normal maupun operasi sesar, memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan fisik dan psikologis ibu, terutama pada masa postpartum ketika produksi dan pengeluaran air susu ibu (ASI) menjadi krusial karena ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir. Dari tahun 2021 hingga 2023, Rumah Sakit Pelita Insani mencatat 1.682 persalinan, namun hanya 504 ibu (30%) yang berhasil memberikan ASI secara optimal, dengan tantangan pengeluaran ASI yang dipengaruhi oleh jenis persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis persalinan dan pengeluaran ASI di Rumah Sakit Pelita Insani tahun 2024 menggunakan desain Cross-Sectional dengan teknik accidental sampling. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu postpartum yang menyusui di rumah sakit tersebut selama Juli hingga Agustus 2024, dengan sampel sebanyak 39 ibu pada Oktober 2024. Analisis data menggunakan uji Fisher’s exact menunjukkan bahwa 8 ibu (20,5%) mengalami kelancaran pengeluaran ASI, sementara 31 ibu (79,5%) mengalami kesulitan. Dari total partisipan, 6 ibu (15,4%) melahirkan secara normal, dan 33 ibu (84,6%) menjalani operasi sesar, dengan hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis persalinan dan pengeluaran ASI (p-value = 0,011 < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa jenis persalinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran ASI pada ibu postpartum di Rumah Sakit Pelita Insani, Martapura, tahun 2024
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI INSTALASI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2023 Ariyanti, Ernita; Hapisah, Hapisah; Laili, Fitria Jannatul; Zakiah, Zakiah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i1.10275

Abstract

Preeclampsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang berisiko terhadap morbiditas dan mortalitas ibu serta janin, dengan faktor risiko seperti usia, paritas, obesitas, dan riwayat hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan pendekatan retrospektif, melibatkan ibu postpartum yang didiagnosis preeklamsia (kelompok kasus) dan tanpa preeklamsia (kelompok kontrol) dalam rasio 1:3. Variabel independen mencakup usia, paritas, obesitas, dan riwayat hipertensi, sementara variabel dependen adalah kejadian preeklamsia. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p < 0,05), obesitas (p < 0,05), dan riwayat hipertensi (p < 0,05) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia, sementara paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Faktor paling dominan adalah usia dengan p = 0,000 dan OR 4,3. Kesimpulannya, usia, obesitas, dan riwayat hipertensi berperan signifikan dalam kejadian preeklamsia di RSUD Ulin Banjarmasin, sehingga diperlukan intervensi lebih lanjut melalui pemantauan intensif dan edukasi kesehatan bagi ibu hamil dengan faktor risiko tinggi. Preeclampsia is a severe pregnancy complication that poses morbidity and mortality risks for both mothers and fetuses, with risk factors including age, parity, obesity, and a history of hypertension. This study employed a case-control design with a retrospective approach, involving postpartum mothers diagnosed with Preeclampsia (case group) and those without Preeclampsia (control group) in a 1:3 ratio. Independent variables included age, parity, obesity, and a history of hypertension, while the dependent variable was the incidence of preeclampsia. Data were collected from medical records and analyzed using chi-square tests and logistic regression. The results indicated significant associations between age (p < 0.05), obesity (p < 0.05), and a history of hypertension (p < 0.05) with the incidence of preeclampsia, while parity showed no significant association (p > 0.05). The most dominant factor was age, with p = 0.000 and OR 4.3. In conclusion, age, obesity, and a history of hypertension significantly contribute to the incidence of Preeclampsia at RSUD Ulin Banjarmasin, highlighting the need for further interventions through intensive monitoring and health education for pregnant women with high-risk factors.
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KUNJUNGAN K1 IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DURIAN BUNGKUK TAHUN 2024 Annisa, Aulia; Rafidah, Rafidah; Laili, Fitria Jannatul; Hipni, Rubiati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i1.10305

Abstract

K1 visit is an essential component in Antenatal care for early detection of pregnancy risks. At Durian Bungkuk Health Center, K1 coverage remains below the national target. Objective: To analyze the relationship between age and parity with K1 visits among pregnant women. Method: A quantitative study with a cross-sectional approach involving 188 second and third-trimester pregnant women. Sampling was conducted using total sampling technique. Data were analyzed using Chi-Square test. Results: There were significant relationships between age (p=0.013) and parity (p=0.004) with K1 visits. Pregnant women in the non-risk age group (20-35 years) had a K1 visit rate of 76.3%, while the non-risk parity group (2-3 children) had 79.8%. Conclusion: Age and parity have significant relationships with K1 visits, where pregnant women with non-risk age and parity demonstrate higher compliance with K1 visits. Kunjungan K1 merupakan komponen penting dalam pelayanan antenatal untuk mendeteksi dini risiko kehamilan. Di Puskesmas Durian Bungkuk, cakupan K1 masih berada di bawah target nasional. Tujuan: Menganalisis hubungan antara umur dan paritas dengan kunjungan K1 ibu hamil. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 188 ibu hamil trimester II-III. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara umur (p=0,013) dan paritas (p=0,004) dengan kunjungan K1. Ibu hamil kelompok umur tidak berisiko (20-35 tahun) memiliki tingkat kunjungan K1 sebesar 76,3%, sedangkan kelompok paritas tidak berisiko (2-3 anak) sebesar 79,8%. Kesimpulan: Umur dan paritas memiliki hubungan signifikan dengan kunjungan K1, di mana ibu hamil dengan umur dan paritas tidak berisiko menunjukkan kepatuhan kunjungan K1 yang lebih tinggi.
HUBUNGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI POSKESDES KELURAHAN KAMPUNG BARU KAB. TANAH BUMBU Sufiawati, Desy; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul; Megawati, Megawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10379

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama bagi wanita usia reproduksi, termasuk ibu hamil, karena berkontribusi pada peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi, termasuk risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan melalui konsumsi Tablet Zat Besi (Fe). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan mengonsumsi Tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Poskesdes Kelurahan Kampung Baru. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling yang melibatkan 87 ibu hamil. Data diperoleh dari buku register ibu hamil dan Buku KIA, serta dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (ρ-value = 0,000), pendidikan (ρ-value = 0,017), serta kepatuhan mengonsumsi Tablet Fe (ρ-value = 0,000) dengan kejadian anemia, sementara tidak ditemukan hubungan signifikan antara paritas dan kejadian anemia (ρ-value = 0,058). Sebanyak 55 ibu hamil (63,2%) mengalami anemia, dan mayoritas (72,4%) tidak patuh dalam mengonsumsi Tablet Fe. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Tablet Fe memiliki hubungan signifikan dengan kejadian anemia, sehingga upaya peningkatan kepatuhan konsumsi suplemen zat besi perlu dioptimalkan dalam program kesehatan ibu hamil. Anemia is a significant public health problem, particularly among women of reproductive age, including pregnant women, as it contributes to increased maternal and infant morbidity and mortality, as well as the risk of Low Birth Weight (LBW). Prevention and management of anemia in pregnant women can be achieved through the consumption of Iron (Fe) Tablets. This study aims to analyze the relationship between adherence to Iron Tablet consumption and the incidence of anemia among pregnant women at the Poskesdes in Kampung Baru Village. The research design utilized an analytical survey with a cross-sectional approach and a total sampling technique involving 87 pregnant women. Data were obtained from maternal registration books and the Maternal and Child Health (MCH) Handbook and analyzed using the chi-square test. The results indicated a significant relationship between age (ρ-value = 0.000), education (ρ-value = 0.017), and adherence to Iron Tablet consumption (ρ-value = 0.000) with anemia incidence, while no significant relationship was found between parity and anemia incidence (ρ-value = 0.058). A total of 55 pregnant women (63.2%) were diagnosed with anemia, and the majority (72.4%) were non-adherent in consuming Iron Tablets. This study concludes that adherence to Iron Tablet consumption among pregnant women has a significant relationship with anemia incidence, highlighting the need to optimize efforts to improve compliance with iron supplementation programs in maternal health initiatives.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PEKERJAAN IBU DENGAN STATUS IMUNISASI BADUTA LENGKAP (IBL) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIRTA JAYA Astuti, Yuli; Tunggal, Tri; Laili, Fitria Jannatul; Megawati, Megawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10410

Abstract

The follow-up immunization for under-two children (Baduta) is essential in maintaining high immunity levels for optimal protection. In Tanah Laut Regency, the Complete Baduta Immunization (IBL) coverage in 2023 reached 63.49% (3,805 out of 5,990 targets), while the Tirta Jaya Community Health Center recorded an achievement of 67.45% (143 out of 212 targets), ranking 9th among 22 community health centers. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 35 respondents selected through purposive sampling. The research examines the relationship between maternal knowledge, attitudes, and employment with Complete Baduta Immunization Status (IBL). Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate tests with a significance level of α=0.05. Findings indicate significant associations between maternal knowledge (p = 0.002), attitudes (p = 0.041), and employment (p = 0.015) with IBL status. Pearson Chi-Square analysis shows a strong correlation (66.55%) between the three independent variables and IBL status, emphasizing the crucial role of maternal factors in immunization completeness Imunisasi lanjutan untuk anak di bawah dua tahun (Baduta) sangat penting dalam menjaga tingkat kekebalan yang tinggi guna memberikan perlindungan optimal. Di Kabupaten Tanah Laut, cakupan Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) pada tahun 2023 mencapai 63,49% (3.805 dari target 5.990), sementara di Puskesmas Tirta Jaya, capaian sebesar 67,45% (143 dari target 212), menempatkannya di peringkat ke-9 dari 22 puskesmas di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 35 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan pekerjaan ibu dengan status Imunisasi Baduta Lengkap (IBL). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat serta bivariat menggunakan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p = 0,002), sikap ibu (p = 0,041), dan pekerjaan ibu (p = 0,015) dengan status IBL. Analisis Pearson Chi-Square menunjukkan korelasi yang kuat (66,55%) antara ketiga variabel independen dengan status IBL, menekankan peran penting faktor maternal dalam kelengkapan imunisasi
Hubungan Dukungan Suami Dan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelayan Dalam Tahun 2024 Sari, Rusmita; Isnaniah, Isnaniah; Laili, Fitria Jannatul; Prihatanti, Nur Rohmah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.206

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit menular. Dukungan suami berperan penting dalam kesehatan ibu hamil, termasuk dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (Fe). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan suami dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Kelayan Dalam pada tahun 2024. Metode Penelitian :  Menggunakan pendekatan cross-sectional, dengan populasi 158 ibu hamil dan sampel 113 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Desember 2024, instrument penelitian ini menggunakan kuesioner tentang dukungan suami dan register kohort ibu hamil. Analisi data yang di gunakan adalah Chi-Square dengan nilai p-value 0,05. Hasil Penelitian :  Berdasarkan dukungan suami dengan kejadian anemia, responden mendapat dukungan suami dan tidak anemia sebanyak 77 orang (68.1%), yang tidak  mendapat dukungan suami dan mengalami anemia sebanyak 35 orang (31.9%), dilakukan uji statistic chi–square diperoleh nilai  ρ value = 0,000 (ρ <0,05). Bedasarkan kepatuhan minum tablet Fe dengan kejadian anemia, responden patuh dan tidak anemia sebanyak 77 orang (68.1%), yang tidak patuh dan mengalami anemia ada 36 orang (31.9%), dilakukan uji statistic chi–square diperoleh nilai  p- value  0,000 (p <0,05).  Kesimpulan : Ada hubungan dukungan suami dan kepatuhan minum tablet Fe dengan kejadian anemia. Semakin tinggi dukungan suami, maka ibu hamil semakin patuh untuk mengkonsumsi tablet Fe. Saran : Dilakukan FGD pada saat kelas ibu hamil dan posyandu tentang pentingnya zat besi dan dampak dari anemia pada kehamilan
Hubungan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pekapuran Raya Rahmawati, Rahmawati; Kirana, Rita; Laili, Fitria Jannatul; Isnaniah, Isnaniah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.209

Abstract

Kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sampai 2023 yaitu 1,47 %. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kejadian anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya. Metode yang digunakan case-control dengan populasi 277, jumlah sampel 124 orang dengan cara purposive sampling. Variabel independen Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil, variabel dependen adalah stunting. Data menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan register ibu hamil Puskesmas Pekapuran Raya. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square dan menggunakan program SPSS 27. Dari hasil penelitian terdapat 31 orang (25 %) yang mengalami stunting dan 67 orang (54 %) ibu mengalami anemia. Hasil uji chi square menunjukkan nilai signifikansi (p) = 0,003 (p< 0,005) yang artinya terdapat hubungan antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting. Ibu yang mengalami anemia saat hamil berisiko 3,987 kali memiliki anak stunting dibanding ibu yang tidak mengalami anemia saat hamil. Kesimpulan ada hubungan antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting dimana peluang kejadian stunting 3,987 kali lebih besar dari ibu hamil yang anemia.