Claim Missing Document
Check
Articles

Dari Jelantah ke Cuci Tangan: Mendaur Ulang Minyak Goreng Bekas Ayam UMKM menjadi Sabun Cair Berbasis Komunitas di Jabodetabek Irfan Marwanza; Wiwik Dahani; Subandrio; Riskaviana Kurniawati; Daffa Rahmawan Rahmat; Yusraida Khairani Dalimunthe
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.385

Abstract

Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari sekali dalam proses penggorengan makanan. Limbah minyak jelantah, menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang signifikan. Pembuangan sembarangan dapat mencemari tanah dan perairan, sementara penggunaan berulang berisiko terhadap kesehatan. Di sisi lain, akses terhadap produk kebersihan yang terjangkau tetap menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku sabun menawarkan solusi potensial berbasis ekonomi sirkular. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) memberdayakan mitra UMKM D’Besto dalam mengelola limbah jelantahnya secara bernilai ekonomis, (2) mentransfer teknologi sederhana pembuatan sabun cuci tangan cair kepada masyarakat sekitar, dan (3) meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan limbah dan praktik hidup bersih. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, sosialisasi, pelatihan pembuatan sabun cair melalui proses saponifikasi dingin dengan penambahan gliserin dan essential oil, serta evaluasi partisipatif melalui kuesioner dan observasi. Pelatihan berhasil dilaksanakan dengan partisipasi aktif. Sabun cuci tangan cair yang dihasilkan memenuhi parameter fisik (viskositas, warna, bau) yang dapat diterima dan efektif sebagai pembersih. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85% mengenai bahaya jelantah dan teknik daur ulangnya. Mitra UMKM menyepakati sistem pengumpulan jelantah berkelanjutan. Minyak jelantah dari UMKM pangan berpotensi diupcycle menjadi produk sabun cair yang bermanfaat secara efektif. Pendekatan partisipatif berbasis masyarakat ini tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menciptakan produk kebersihan mandiri, mendorong ekonomi sirkular lokal, dan meningkatkan literasi lingkungan warga.
Optimization of Titanium Recovery from Tin Tailings Using Flotation Route Subandrio Subandrio; Wiwik Dahani; Rita Sundari; Riskaviana Kurniawati; Irfan Marwanza; Franko Sajow Darren
International Journal of Innovation in Mechanical Engineering and Advanced Materials Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijimeam.v6i3.28891

Abstract

Titanium has found widespread application across various industries due to its high corrosion resistance. It is commonly used in dental equipment, surgical instruments, bone implants, and marine components, and serves as an engine material in high-temperature environments. Because of its lighter weight compared to steel, titanium has also replaced stainless steel in many construction materials. In Bangka Island, Indonesia, tin tailings have been identified as a potential source of titanium, making the analysis of titanium in these tailings highly significant. This study employed the froth flotation method, known for its simplicity, speed, and cost-effectiveness, to analyze titanium content from tin tailings. Sodium oleate was used as the frother and collector, while sodium chlorate acted as the depressant. The mass ratios of depressant to collector were varied at fixed collector amounts (1:10, 5:10, 10:10, and 15:10) and fixed depressant amounts (10:3, 10:6, 10:9, and 10:12). The highest titanium concentration (2.03%) was achieved with a mass ratio of 10:12, while the optimal titanium recovery (45.51%) in the concentrate occurred with equal amounts (3.75 g) of depressant and collector, or at a mass ratio of 10:10, at 15 minutes of flotation time and neutral pH. X-ray fluorescence (XRF) and X-ray diffraction (XRD) analyses indicated that the tin tailings primarily contained silicate and zircon minerals, with traces of titanium in the form of rutile, ilmenite, and titanate. These findings contribute valuable insights for future titanium extraction and processing industries.
COMPARATIVE STUDY USING LOW COST ACETIC AND SULFURIC ACIDS ON ROASTING AND PEROXIDE FOR LEACHING PROCESS TO EXTRACT PB FROM GALENA Wiwik Dahani; Rita Sundari; Subandrio Somali; Irfan Marwanza; Ivetta Ivetta
International Journal of Innovation in Mechanical Engineering and Advanced Materials Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijimeam.v4i2.17135

Abstract

Extraction of heavy metals from mineral concentrate applying leaching acids is a major issue due to simple, fast, and economical process. This article aims to present the application of acetic acid and sulfuric acid for lead (Pb) extraction from galena concentrate applying roasting (600oC and 60 min.) and peroxide oxidant (0.5 M) for 60 min. leaching process. Nowadays, lead has been broadly applied for batteries, besides for PVC tubes, chemicals, paint color, and alloys for joint. The peroxide increases the percentage of Pb extraction. This study shows the effect of acid concentrations (1.0 M, 1.5 M, and 2.0 M), temperatures (30, 50, and 70oC), and stirring speed (200, 400, and 600 rpm) on Pb extraction from galena. A particle size of galena ≤ 200 mesh after roasting has been used for leaching process. AAS has been used to determine Pb concentration in solution after leaching process. This study shows that acetic acid is a better leaching agent rather than sulfuric acid due to lead sulfate precipitation. Optimization result shows leaching with acetic acid achieved 35.64 ppm Pb extraction using 2.0 M acetic acid, 50oC, and stirring speed of 200 rpm. This study used low-cost acids as leaching agent for Pb recovery that can be viewed as a preliminary breakthrough in heavy metal recovery. The simple leaching technique looks promising for future application on heavy metal separation from mining mineral.
Empowerment of Mining Surrounding Communities: Local Capacity Building Strategy in Bantar Karet Village, Nanggung District, Bogor Regency Irfan Marwanza; Wiwik Dahani; Taat Tri Purwiyono; M. Taufiq Fathaddin; Daffa Rahmawan Rahmat; Yusraida Khairani Dalimunthe
Jurnal Migasian Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v9i2.337

Abstract

Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan wilayah di sekitar area pertambangan emas yang rentan terhadap dampak negatif aktivitas penambangan ilegal, terutama pasca berakhirnya operasional Tambang Emas Pongkor. Kondisi ini memerlukan upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lingkar tambang melalui pemberdayaan berbasis potensi lokal non-tambang serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi kelompok, pelatihan keterampilan, dan konseling lingkungan yang melibatkan masyarakat serta aparat pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap dampak pertambangan ilegal dan konsep pemberdayaan masyarakat lingkar tambang. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini memperoleh respons sangat positif, dengan hasil angket menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mencapai 100%. Program PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan di wilayah sekitar pertambangan serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi.
Nitric Acid Leaching Route for Nickel Extraction from Lateritic Deposit Subandrio, Subandrio; Dahani, Wiwik; Sundari, Rita; Marwanza, Irfan; Pangeran, Ahmad
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jrm.v17i2.1880

Abstract

This study attempts to recover nickel from lateritic ore exploited from North Konawe, Celebes, applying the acid leaching method. Prior to acid leaching, the lateritic deposit of a given size (≤ 200 mesh) was heated in a furnace at 600°C to yield laterite concentrate. The acid leaching route applied 50 mg of a sample for 60 min. of leaching at varied given concentrations of nitric acid and given temperatures for 300 rpm stirring. The extracted nickel content was investigated applying AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). This work has examined the effect of varied nitric acid concentrations and temperatures on nickel recovery from laterite concentrate in aqueous solution. The yield showed that 4.0 M nitric acid at 70°C resulted in the highest nickel recovery, i.e., 35.80 mg/L or 3.58%. For the characterization study, XRF (X-Ray Fluorescence) and XRD (X-Ray Diffraction) analyses were utilized to examine chemical elements and crystalline structure of the lateritic deposit. Statistical analysis applying the Kolmogorov-Smirnov (K-S) test was used to assess a normal distribution of nickel recovery to be advantageous for further importance. Pearson correlation and Kruskal-Wallis tests were used to reveal any significant correlation between nickel recovery, nitric acid concentration, and leaching temperature. The study verified that the acid leaching route gives benefit for nickel recovery from laterite concentrate on account of its simple, low-cost, and fast nature.
Co-Authors Adhitia, Iit Aditya Saputra Afiat Anugrahadi Afiat Anugrahadi Afiat Anugrahadi Ahmad Helman Hamdani Alvando Alone, Marcel Samuel Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andriyani Andriyani Andry Prima Ardiansyah Ardiansyah Arinda Ristawati Arkaan, Muhammad Dzaki Aryanto, Reza Azizi, Masagus Ahmad Bani Nugroho Bani Nugroho Bani Nugroho Chairul Nas Chairul Nas Chairul Nas Chairul Nas Christin Palit Daffa Rahmawan Rahmat Dalimunthe, Yusraida Khairani Damarizky, Rico Danu Putra Danu Putra Darren, Franko Sajow Dewi Kumala Salim Djoko Hartanto Emmy Fatmi B. I. Emmy Fatmi Budhya Fadliah Fadliah Faisal Rachman Franko Sajow Darren Gumay, Rhazes Eesha Hadi, Singgih Irianto Trisilo Hartami, Pantjanita Novi Havidh Pramadika Herdyanti, Mixsindo Korra Himmes Fitra Yuda Idris Juradi, Muhammad IIT ADHITIA iputu rama aryawan Ivetta Ivetta Iyan Haryanto Jeremy Gerald Puglisi Kamardi, Muhammad Agus Karim, Razak Karmadi, Muhammad Agus Khuzaimah Arifin Kirikanang, Cameron Russell Korra Herdyanti, Mixsindo Kurniawati, Riskaviana M Kemal Ghifari M. A. Azizi M. Puspita M. Taufiq Fathaddin Maulana, Yuga Maulida, Fajri Mixsindo Korra Herdyanti Mohamad Nur Hariawan Muhammad Agus Kamardi Muhammad K. Ghifari Muhammad Kemal Ghifari Muhammad Napis Fikri Muhammad Rahthin Qinthara Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Nadya A. Hartanti Nadya A. Hartanti Nas, Chairul Nas, Chairul Palit, Christin Pandiangan, Violeta Apriani Pangeran, Ahmad Panjaitan Novi Hartami Patian, Syamidi Permatasari, Claudia Intan Prapansya, Onnie Ridaliani Prasta Kumarana Garnika Purwiyono, Taat Tri Putra, Danu Ramadhan, Rudi Ratna Ediati Reza Aryanto Ririn Yulianti Rosmalia Nugraheni Rully Naufal Falih Safitri, Diah Utami Sahetapy, Silvia Immanuela Sekar Tika Sari Simon Fides Singgih Irianto Trisilo Hadi Solihin Solihin Subandrio Subandrio Subandrio, Subandrio Suherman Dwi Nuriana Suherman Dwi Nuryana Suliestyah Sundari, Rita Susanti, Chiesa Artamevia Diva Syamidi Patian Syamidi Patian Taat Tri Purwiyono Theresa Naomi Putri Tuheteru, Edy Jamal Untung Sumotarto W. Dahani Wahyu Gendam Prakoso Wahyu Gendam Prakoso, Wahyu Gendam Wiwik Dahani Wiwik Dahani Wiwik Dahani Wiwik Dahani Wiwik Dahani wiwik dahani, wiwik Y. Maulana Yansen Barus Yuga Maulana Yulianti, Ririn Ziad S Zulfahmi Zulfahmi