Claim Missing Document
Check
Articles

Rantai Pasok Usaha Penggilingan Padi Studi Kasus : Ud. Putra Tunggal Kabupaten Kolaka Timur Yuli Purbaningsih; Bahari Bahari; Sitti Aida Adha Taridala; Idrus Salam
AGRIMOR Vol 6 No 4 (2021): AGRIMOR - October 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v6i4.1421

Abstract

This study aims to identify and describe the supply chain system in the rice milling business. This study is an explanatory research. The case study was conducted at UD. Only Son in East Kolaka. The results of this study are, the supply chain system in the rice milling business consists of 2 groups, namely the raw material supply channel (grain) and the product distribution channel (rice). The channel for supplying raw materials (grain) is dominated by the Farmer - Grain Collector - Company channel which has a 50% share of the total annual purchase volume. Meanwhile, the product distribution channel (rice) is dominated by the Company - Wholesaler channel which has a 55% share of the total annual sales volume. The complexity of the supply chain creates the possibility of potential financial risks. Most of the supply chain in terms of volume and percentage (>50%) is traversed by products, namely from farmers, grain traders, UD Putra Tunggal, and wholesalers.
Optimalisasi Persediaan Beras Pada Tingkat Distributor di Kota Bau-Bau Optimization ofRice Supply at DistributorLevel in The City of Bau-Bau Antasalam Ajo; Marsuki Iswandi; Sitti Aida Adha Taridala
JURNAL PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v21i2.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi persediaan beras pada tingkat distributor di Kota Bau-Bau, menggunakan data tahun 2010 sebagai acuan perencanaan persediaan pada tahun-tahun berikutnya. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk melihat upaya-upaya yang dilakukan distributor. Model EOQ digunakan untuk menentukan jumlah dan saat  pemesanan yang tepat agar total biaya minimal. Model perputaran persediaan digunakan untuk menganalisis lama modal tersimpan dalam persediaan, dan model regresi non-linier sederhana diterapkan untuk melakukan peramalan penjualan. Kesimpulan penelitian adalah: (i) upaya-upaya distributor dalam mengeloia persediaan beras adalah pemesanan sebelum stok habis, pembayaran ke supplier setelah beras tiba, dan selalu jujur dan saling percaya; (ii) jumlah pemesanan distributor rata-rata adalah 304,18 ton, ketika persediaan rata-rata adalah sebanyak 9,34 ton, dan biaya total minimal rata-rata adalah Rp 9.869.222; (iii) perputaran persediaan beras minimal 6kali setahun; dan (iv) peramalan penjualan distributor bulanan untuk Januari hingga Juni tahun 2011 rata-rata sebanyak 56,38 ton, dan jumlah pemesanan periode dua bulanan rata-rata sebesar 112,69 ton.This study isaimed at analyzing the optimization ofrice provision at distributor level in Bau-BauMunicipality using the 2010 data as a basis for planning the provision in the following years. This is an explanatory study in which the data are gathered through a survey method. The population ofthe study is 8 rice distributors. The data are analyzed using a descriptive method to identify some endeavors done by the distributors. The EOQ model is used to determine the number and time of fixed orders to minimize costs. The model ofprovision rolling is usedto analyze the time length for the capital put in stock and the simple nonlinear regression is used to predict the selling based on the data ofmonthly selling in 2010. This study shows the following findings. First, the efforts made by rice distributors are able to optimize the rice provision although some improvement is still needed. These include orders that should be placed before stock off, payment that ismade right after delivery and honesty and trustworthy that is encouraged to build among suppliers and distributors. Second, the total maximum order for each distributor ranges from 153.63 to 532.68, averaging of304.18tons ofrice. This maximum order ismade when stocks reach about 4.45 up to 21.78 tons, averaging of9.34tons. The total minimum costvaries about Rp 4,893,690, up to Rp 17,894,090, averaging ofRp 9,869,222. Third, the rolling ofrice provision is atminimum of6 times per year. Fourth, the distributor estimate is in the average of56.38tons for the monthly selling between January and June 2010. The selling estimate by each distributoris in the average of56.38tons. The total order for each two months ranges from 111.01 up to 114.31 averaging of 112.69 tons, 
TRAINING ON THE UTILIZATION OF VEGETABLE PROTEIN SOYBEAN TEMPE AND PROCESSED TEMPE "SPICY TEMPE NUGGETS AND TEMPE PUDDING" IN KENDARI CITY Yuli Purbaningsih; Sitti Aida Adha Taridala; Idrus Salam
International Journal of Engagement and Empowerment Vol. 1 No. 2 (2021): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ije2.v1i2.23

Abstract

Soybean is an annual herb with branching dikotil little, the root system of a taproot, and cambium stem. Soybeans can turn into semi-vines in low light. Soy tempeh, which is not liked as food by the community, processed soybean tempeh, one of which is tempeh nuggets and tempeh pudding, has a very potential market, quite a lot of consumers support the development of this production which is an alternative food for people who want to consume products from tempeh flour. After we carry out all production activities, we continue to market it as the market potential in Southeast Sulawesi in particular, quite a lot of consumers support the development of this production which is a snack food for people who want to consume products from processed tempe products
Pemanfaatan Pekarangan Kelompok Dasawisma Dengan Introduksi Budidaya Hidroponik Azhar Bafadal; Teguh Wijayanto; Sitti Aida A. Taridala; Hadi Sudarmo; Zohorman Zohorman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v4i1.22352

Abstract

Mitra dalam kegiatan Program Kemitraaan Masyarakat (PKM) ini adalah kelompok dasawisma Rambutan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok dasawisma dalam hal teknik budidaya hidroponik dan pemahaman pemasaran produk hidroponik, membuka wawasan anggota kelompok dasawisma dalam dalam hal pemanfaatan pekarangan secara produktif melalui wirausaha hidroponik untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan menyeleggarakan pelatihan dan bimbingan teknis di dalam ruangan dan di luar ruangan. Pelatihan tersebut menyangkut konsep berwirausaha, teknik budidaya hidroponik yang dimulai dari transfer pengetahuan di dalam kelas. Selain itu dilakukan juga bimbingan teknis pembuatan perangkat dan perakitan instalasi hidroponik yang dilaksanakan di luar ruangan sehingga lebih memudahkan peserta pelatihan dalam memahami materi yang diberikan di dalam ruangan. Setelah instalasi dibuat maka dilakukan uji coba penanaman. Kondisi tanaman yang dipanen menunjukkan hasil pada kisaran 75% dari potensi yang dapat dicapai. Peserta dapat mengikuti dengan baik materi pelatihan dan bimbingan teknis perakitan instalasi serta praktek budidaya hidroponik. Peserta pelatihan telah memahami pentingnya pemanfaatan pekarangan yang ditunjukkan dengan kesediaan untuk menanam kembali tanaman hidroponik setelah panen perdana. Kata kunci : hidroponik, kemitraan, dasawisma
Analisis Titik Impas Usahatani Padi Sawah di Desa Lamolori Kecamatan Lamolori Kabupaten Konawe Selatan Gusti Ayu Putu Ariani; Sitti Aida Adha Taridala; Abdi Abdi
Jurnal Ilmiah Penyuluhan dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.589 KB) | DOI: 10.56189/jippm.v2i1.24123

Abstract

This study aims to determine the amount of income in lowland rice farming in Lamolori Village, Mowila District and to determine the break-even point that occurs in lowland rice farming in Lamolori Village, Mowila District. The research was carried out in July-Agustust  2021. The data to be taken is the 2021  planting season data. The population in this study is 25 people of lowland rice farmers. The number o samples was determined using a non-probability sampling technique with saturated samplig or sensur sampling methods. The variables of this research are the age  o the farmer, the volume of lowland rice production, revenue, selling price and costs. The costs taken  into account are variable costs and fixed costs. The analytical  to used is Break Even Point  by calculating income, revenue and costs incurred by farmers. The results show that: (1) The amount of income  in lowland  rice farming per  hectare per planting season in Lamolori Village, Mowila  District is IDR 2,543, 594 and (2) The break-even point in lowland rice farming per hectare per growing season in Lamolori Village, Mowila Districtis as follows: sales value (BEP np) is IDR 2,706,716, prodaction volume break-even point (BEP vp) is 601,49 kilograms, point the break-even area of land (BEP LL) is 2 hectares and the break-even point of the  price of dry grain harvested per hectare per planting season  in Lamolori Village, Mowila District is IDR 2,793.60.
Daya Saing Usahatani Jagung Hibrida di Kabupaten Muna Barat Ade Sahrul; Sitti Aida Adha Taridala; Ilma Sarimustaqiyma Rianse
Jurnal Sosio Agribisnis Vol 7, No 2 (2022): JSA Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsa.v7i2.27886

Abstract

The purpose of this study was to analyze the competitiveness of hybrid maize farming in Muna Barat Regency. Data collection was carried out in May - July 2021. The population in this study were all 415 hybrid corn farmers in Muna Barat Regency. Determination of the sample is done by using the cluster random sampling method, where the population is grouped by region, then the sample is selected randomly. Determination of the number of samples using the Slovin formula so that the number of samples obtained is 64 people. The data collected includes: the use of tradable inputs (fertilizers, pesticides, fuels, production machinery) and non-tradable inputs (land area, seeds, labor and production equipment) and outputs (production and selling prices). The data collection technique used is an interview using a questionnaire or a question guide. Analysis of the data used is the Policy Analysis Matrix (PAM). The results of the study show that hybrid corn farming in West Muna Regency has a competitive advantage, both based on indicators of competitive advantage with a PCR value of 0.29; or based on indicators of comparative advantage with a DRCR value of 0.07.Keywords: competitiveness; hybrid corn; Policy Analysis Matrix (PAM)
Training and Mentoring in the Application of Appropriate Technology in Integrated Coconut Processing in Lambangi Village, South Konawe, through the Regional Partnership Program Ansharullah ansharullah; Muhammad Natsir; Sitti Aida Adha Taridala; Abdul Kasim; La Ode Liaumin Azim; Sri Damayanti
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.798 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.120

Abstract

Kelapa merupakan komoditas andalan masyarakat di Desa Lambangi, Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun, potensi komoditas ini belum memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, dengan penerapan teknologi pengolahan kelapa secara terpadu dapat dihasilkan berbagai produk yang memiliki nilai tambah dari sisi ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, seperti VCO, nata de coco, asap cair, dan produk kerajinan kreatif berbasis kelapa. Oleh karena itu, Program Kemitraan Wilayah (PKW) ini bertujuan untuk mengadvokasi pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk mewujudkan potensi ekonomi tersebut, melalui penerapan teknologi yang terintegrasi dan tepat guna. Program ini dilaksanakan dengan model peningkatan kapasitas wirausaha, alih teknologi, dan penerapan teknologi tepat guna. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan yang signifikan dari pemerintah dan masyarakat dalam hal pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan komoditas kelapa ini. Nilai tambah ekonomi dari komoditas ini, termasuk potensi ketersediaan lapangan kerja dari komoditas ini juga meningkat signifikan. Dampak positif dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran Pemerintah Daerah, dan karenanya telah memberikan dukungan keuangan formal melalui perencanaan dan penganggaran dalam program-program mereka.  Dampak positif  yang diharapkan adalah mengubah kondisi Desa Lambangi menjadi desa yang mandiri secara ekonomi, sesuai dengan arahan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional.
PELESTARIAN ANGGREK SERAT ENDEMIK SULAWESI TENGGARA OLEH KARANG TARUNA WOILA MELALUI KULTUR JARINGAN Sitti Aida Adha Taridala; Tresjia C. Rakian; Wa Ode Alzarliani; Andi Septiana; Hadi Sudarmo
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v6i2.2684

Abstract

Karang taruna Woila yang menjadi mitra PKM tidak memiliki aktifitas produktif, padahal terdapat potensi anggrek serat endemik Sulawesi Tenggara yang hanya ditemukan di daerah ini. Tujuan kegiatan adalah melakukan (1) edukasi tentang organisasi karang taruna dan peluang usaha, (2) sosialisasi dan edukasi tentang anggrek serat dan tehnik kultur jaringan, serta (3) pelatihan dan praktik kultur jaringan. Kegiatan PKM yang bermitra dengan Karang Taruna Woila diawali dengan sosialisasi untuk mengenalkan kegiatan yang akan dilakukan di Kelurahan Woitombo, Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur. Selain Tim PKM dan peserta dari anggota Karang Taruna Woila sejumlah 16 orang, juga hadir Sekretaris Camat dan Camat Mowewe, serta Kepala SMA Negeri 1 Mowewe. Pemaparan materi dilakukan oleh Tim PKM UHO dengan dua materi pokok, yaitu tentang (1) organisasi karang taruna dan peluang usaha; serta (2) anggrek serat, dan tehnik kultur jaringan. Untuk menguji pengetahuan dan persepsi peserta , dilakukan pre-test sebelum penyampaian materi, dan post-test setelah penyampaian materi. Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan dan praktek tehnik kultur jaringan yang diikuti oleh empat orang anggota karang taruna terpilih di Laboratorium Invitro Fakultas Pertanian UHO di Kota Kendari dan di Laboratorium Balai Benih Induk Hortikultura (BBIH) Sulawesi Tenggara.di Konawe Selatan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah kegiatan PKM ini (1) didukung oleh pemeritah setempat, dan SMA Negeri 1 Mowewe, (2) setelah mengikuti sosialisasi dan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan, dan minat untuk melakukan budidaya anggrek serat, khususnya mengikuti pelatihan kultur jaringan, dan (3) pelatihan dan praktek kultur jaringan anggrek serat endemik Sulawesi Tenggara berhasil dilakukan oleh anggota Karang Taruna Woila.
BIMBINGAN TEKNIS PRODUKSI GULA CAIR BERBASIS SAGU DAN BER-ANTIOKSIDAN DAN ZAT BESI YANG TINGGI PADA PENGOLAH SAGU DI MORAMO, SULAWESI TENGGARA Jurnal Pepadu; Ansharullah Ansharullah; Muhammad Natsir; Tamrin Tamrin; Sitti Aida Adha Taridala
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2295

Abstract

Desa Lamokula Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu sentra produksi sagu. Mitra pengolah sagu di daerah ini adalah Kelompok Usaha Bio Sagu Sejahtera, yang menjalankan usahanya sejak 10 tahun terakhir. Namun demikian, kondisi usahanya masih sangat sederhana, sehingga kualitas sagu yang dihasilkan masih rendah, pemasarannya terbatas, dan nilai jual ekonominya juga rendah. Oleh karena itu, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolah sagu tentang upaya diversifikasi produk dari tepung sagu segar menjadi gula cair yang mengandung antioksidan dan zat besi yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jualnya. Metode yang digunakan adalah dengan: sosialisasi kegiatan PKM pada kelompok usaha pengolah sagu, penyusunan rencana kegiatan, bimbingan teknis produksi dan manajemen usaha gula cair berbasis sagu, dan pendampingan dan pengawasan selama dan sesudah kegiatan PKM berlangsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa: masyarakat pengolah sagu di lokasi ini secara umum dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan telah memahami manfaat diversifikasi produk primer sagu terhadap peningkatan nilai tambah; mitra pengolah sagu lebih menyadari bahwa proses penanganan pasca panen dan pengolahan sagu yang baik akan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan; dan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan gula cair ber-antioksidan dan mengandung zat besi tinggi dari mitra juga meningkat. Kegiatan ini masih memerlukan keberlanjutan sehingga dapat berproduksi secara komersial.
The Flow Analysis and Performance of the Chicken Eggs Supply Chain in Konda District South Konawe Regency Pujiastuti Kadang; Sitti Aida Adha Taridala; Munirwan Zani
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol. 24 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.649 KB) | DOI: 10.37149/bpsosek.v24i2.52

Abstract

Chicken eggs are one of the livestock products that have sufficient demand. The supply chain of broiler eggs has a regulatory system related to product flow, information flow, and financial flow in the distribution process of broiler eggs. This study aims to analyze product flow, information flow, and financial flow in the supply chain of purebred chicken eggs in the Inti Ternak farm business and to analyze the performance of the purebred chicken egg supply chain in the Inti Ternak farm business. This research was carried out in Konda District, South Konawe Regency, from July 2021 to May 2022. The object of this research is the IntiTernak farm business using the case study method. In contrast, the determination of the sample on the traders uses the snowball sampling technique by following the product flow. The variables in this study are respondent identity, supply chain, and supply chain performance. Data analysis in this study used a quantitative descriptive method. Based on the study results, the supply chain of broiler eggs consists of 3 streams, namely product flow, information flow, and financial flow, and consists of leading actors and supporting actors. The product flow flows from the Inti Ternak farm business to the final consumer of broiler eggs. The flow of information flows in two directions from the Inti Ternak farm business to the final consumer. In contrast, the financial flow streams from the final consumer of broiler eggs to the Inti Ternak farm business. The performance of the broiler egg supply chain as measured by marketing margin analysis and farmer's share shows results that illustrate that marketing channel II is more efficient than marketing channel I.
Co-Authors Abdi Abdi Abdul Kasim Abdul Kasim Abdul Rahman Ade Sahrul Adel Listiani Adjie Manggala Syahriyanda Aksari, Riski Ika Andi Windi Indarawati Ansharullah ansharullah Antasalam Ajo Arianti, Fitri Arsy Aysyah Anas Asis, Asis Azhar Bafadal, Azhar Azzahra Miftahul Firdausah Bahari Bahari Bahari Bahari Bahari, Bahari Budiyanto dan Bahari Dasmin Sidu Dwi Ratna Hidayati DWI RINNARSURI NORADUOLA, DWI RINNARSURI Edi Syah Mihrad Eka Ayu Handayani elys fauziyah Ericha Masitta Dewi R Erna Erna, Erna Evi Asryani Fahria Nadiryati Sadimantara Filda Yanti Firman Farid Muhsoni Gafaruddin, Abdul Golok Jaya, La Ode Muhammad Gusti Ayu Putu Ariani Hadi Sudarmo Hamiza, Hamiza Hardinsyah Harianto . Hasbiadi Hasbiadi Helviani, Helviani Heni Pujiastuti Herman, Sriyana Hermanto Siregar Hidrawati Hidrawati, Hidrawati Idrus Salam Ilma Sarimustaqiyma Rianse Indarsyih, Yusna Indrawati Indrawati Indriyana Ine Fausayana Ine Fausayana Iriyanto, Eri Ita Dyan Hari Purnamasari Ivan Permana Putra Jurnal Pepadu Kasmin, M. Oby La Ode Geo La Ode Jabudin La Ode Liaumin Azim La Ode Nafiu La Ode Nurlan La Rianda Lukman Yunus M Arif Dirgantoro Maharani, Hilda Amalia Marsuki Iswandi, Marsuki Meria Zakiyah Alfisuma Minartin Minartin Muhamad Iksan Muhammad Agus Muljanto Muhammad Aswar Limi Muhammad Natsir Muhammad Natsir Muhammad Natsir Munirwan Zani Munirwan Zani, Munirwan Musadar Mappasomba Musram Abadi Ngadiyo Ngadiyo Nur Halizah, Nur Nur, Farah Aulia Nurhayat, Oktan Dwi Nursalam Nursalam O, Oktifiani Paramesti, Lia Pujiastuti Kadang Purbaningsih, Yuli Putri Rahayu Rahmad Rahmad Ratna Wardani Rini Riffiani Rosmawati . Rusyaid, Andi Muhammad S, Surni Saediman, Haji Safitrah, Safitrah Samsul Alam Fyka Sani Wanti Saputra, I Kadek Ari Sri Damayanti Sri Mingdzura Sriski, Gede Suyana TAKDIR SAILI Tamrin Tamrin Teguh Wijayanto Usman Rianse Vira Fahira WA KUASA Wa Ode Yusria Weka Gusmiarty Abdullah Weka GUSMIARTY ABDULLAH Weka Gusmiarty Abdullah Weka Gusmiarty Abdullah, Weka Gusmiarty Weka Widayati Weka Widayati Weka Widayati Weka Widayati, Weka Yuli Purbaningsih Yundari, Yundari Yuniar Azzahra Yusnaini Yusnaini Zohorman Zohorman