Claim Missing Document
Check
Articles

KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM MENUMPAS TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG TERKAIT PROSTITUSI ONLINE DI INDONESIA Ayu Efritadewi; Nur Fitra Wardana; Urai Vidia; Heni Widiyani
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 9 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v1i9.1335

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris, publikasi ini mengkaji kebijakan hukum pidana dalam upaya pemberantasan kejahatan prostitusi online di Indonesia. Temuan penelitian ini menunjukkan bagaimana para pelacur, khususnya mucikari, telah memanfaatkan kemajuan teknologi yang dimungkinkan oleh internet. Mereka menggunakan media sosial sebagai alat yang ampuh untuk mengiklankan pekerja seks komersial. Dalam upaya memberantas prostitusi online, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perorangan (PTPPO) menjadi krusial. Selain itu, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, KUHP, dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 yang merupakan spesialis lex tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 35 merupakan perangkat hukum tambahan yang menegakkan aturan terkait prostitusi internet. Selain itu, KUHP, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 yang merupakan lex specialis terkait perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, merupakan perangkat hukum tambahan yang menegakkan peraturan dalam menangani prostitusi online. Hambatan utama terhadap upaya penegakan hukum untuk memerangi prostitusi online adalah ketidakmampuan undang-undang yang ada untuk menangkap dan menahan pelaku dengan cepat dan efisien. Belum adanya aturan khusus terkait prostitusi online dalam KUHP menjadi penyebabnya. Selain itu, kurangnya peraturan hukum yang relevan memberikan hambatan yang signifikan terhadap pembentukan penegakan hukum yang efisien terhadap individu yang terlibat dalam operasi prostitusi online.
UPAYA PEMERINTAH DALAM MEMBERANTAS KORUPSI DI INDONESIA Anandya, Shifra Sylvania; Indriani, Melisya; Efritadewi, Ayu; Widiyani, Heni

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jjh.v11i1.3498

Abstract

Efforts to eradicate corruption in Indonesia have been carried out in various ways, but until now there is still corruption in various ways carried out by various institutions. There are several dangers due to corruption, namely the danger to: society and individuals, the younger generation, politics, the nation's economy and bureaucracy. Corruption can harm society because it can damage justice, hinder development, and weaken trust in public institutions. Prevention and prosecution of corruption is an important focus in many countries to ensure good governance and social justice. In Undang-Undang Number 31 of 1999 concerning the Eradication of Corruption Crimes are classified into: harming state finances, bribery, embezzlement in office, extortion, fraudulent acts, conflicts in procurement, gratification. In order to eradicate corruption, it is necessary to carry out integrated enforcement, namely the existence of international cooperation and harmonious regulations.
Penegakan Hukum Kasus Tindak Pidana Korupsi Oleh Forkot Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Kabupaten Natuna : (Studi Kasus Putusan Nomor 28/Pid.Sus-TPK/2023/PN Tpg) Juni Sukarta; Muhamad Fathur Rahman Bey Husdi; Heni Widiyani
Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2024): September : Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/progres.v1i3.538

Abstract

The Latin word "corruption" comes from the words "korruptus" and "corruption", which means "bad, depraved, deviant from morals, insulting words, or slanderous. Corruption, according to the Black Law Dictionary, is defined as an action carried out with the aim of obtaining several benefits which are contrary to duties and other official truths: "an act from an official or trusted person who unlawfully and wrongly uses a number of advantages for himself or another person which is contrary to his duties and other truths". Eradication of Corruption Crimes Number 31 of 1999, which was later changed to Law Number 20 of 2001, shows that the government is committed to eliminating criminal acts of corruption. The author uses standard methods in writing this journal to describe the problems discussed: Law Enforcement in Criminal Cases Corruption of the Natuna Regency NGO Non-Governmental Organization Forkot (Case Study Decision Number 28/Pid.sus-TPK/2023/PN Tpg). They use data from various reading sources, such as statutory regulations, books, and the same decisions. The criminal act of corruption committed by Forkot NGO Natuna, led by Wan Sofian Telang, violates Article 11 of Law Number 20 2001 concerning amendments to law number 31 of 1999 concerning the eradication of criminal acts of corruption in conjunction with article 15 and article 56 1 of the Criminal Procedure Code.
PENGARUH LABEL NEGATIF TERHADAP PEMULUNG DI MASYARAKAT (STUDI KOTA TANJUNGPINANG) Lisa Ira; Lidya Erdawati; Heni Widiyani
Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial, dan Politik Vol 7 No 1 (2024): PRO PATRIA: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial dan Politik
Publisher : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/propatria.v7i1.2995

Abstract

Abstract Some people's perspectives see waste pickers in a negative light, assuming that they interfere with the safety and comfort of the community. This negative view arises as a result of irregularities committed by unscrupulous scavengers, for example by taking goods that have not been disposed of by their owners. In this case, the stigma towards the negative label of scavengers that exists in the community has a direct influence on the activities carried out by scavengers, especially on scavengers who usually go around both on the streets and around people's housing. This research was conducted to answer and examine how the influence of negative labeling in society on waste pickers in Tanjungpinang City. The research method used in this research is qualitative research with descriptive methods with the data collection techniques used in this research are observation and interviews. As an analysis knife in this research, two theories are used as references, namely labeling theory and stigma theory. The results show that negative labeling of waste pickers affects other waste pickers who do not commit irregularities, honest waste pickers who work only to make a living for their families are affected by the label. This means that the label creates a stigma in the community towards waste pickers.
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia: Masalah dan Solusinya SALSADILA, NURANNISA; Efritadewi, Ayu; Widiyani, Heni
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v1i2.2048

Abstract

In Indonesia, corruption is a big problem that endangers many aspects of national, state and social life. Corruption has harmed the internal and external environment of the perpetrators and resulted in material losses. Harmonious laws, international cooperation, integrated law enforcement, and active community participation are needed to resolve this problem. Apart from that, challenges in eradicating corruption must be overcome, such as by increasing training and education and implementing moral values. The aim of this research is to understand the characteristics of normative legal knowledge, understand, explain and apply legal regulations and the principles that guide them. The method used is a normative juridical approach, namely a type of legal research carried out by analyzing secondary data or raw materials. Corrupt practices must be actively avoided, and corruption courts must play a proactive role in eradicating corruption. The results of this research are firm law enforcement, eradicating gratification, increasing transparency and accountability, as well as increasing public legal and ethical awareness. Cooperation is needed from various parties, including the government, law enforcement agencies and the community, to jointly overcome this corruption problem. It is hoped that with extensive efforts, the negative impacts of corruption can be reduced and a transparent and clean government can be created.
Eksistensi Pengadilan Perikanan Dalam Mengadili Perkara Tindak Pidana Perikanan Di Indonesia Syahputra, Irwandi; Endri, Endri; Darmawan, Eki; Widiyani, Heni; Sari Dewi, Tike Murti; Sihombing, Sebastian Alboen
Riau Law Journal Vol 8, No 2 (2024): Riau Law Journal
Publisher : Faculty of Law, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/rlj.v8i2.8306

Abstract

Selama belum dibentuk pengadilan perikanan selain pengadilan perikanan, perkara tindak pidana di bidang perikanan yang terjadi di luar daerah hukum pengadilan perikanan tetap diperiksa, diadili, dan diputus oleh pengadilan negeri yang berwenang Ketentuan demikian menjadikan adanya dualisme rezim hukum, yaitu rezim hukum pengadilan negeri dan rezim hukum pengadilan perikanan. Dengan adanya pemeriksaan tindak pidana di bidang perikanan yang dilakukan oleh pengadilan perikanan dan pengadilan negeri, maka ada dualisme dan ketidakpastian hukum dalam penanganan tindak pidana perikanan.  Beberapa hukum formil yang di atur khusus dalam Undang-undang Perikanan yaitu adanya Hakim  Ad hoc, Persidangan tanpa Kehadiran Terdakwa (In Absentia), Jangka Waktu Putusan Pengadilan, Penetapan dan masa Penahanan oleh Hakim dan Kepaniteraan Pengadilan perikanan yang telah berdiri telah memberikan kontribusi besar dalam penegakan hukum, seluruh pengadilan perikanan yang di  penerapan Undang-Undang Cipta Kerja juga mempengaruhi Eksistensi pengadilan perikanan dalam mengadili perkara tindak pidana perikanan, Untuk tindak pidana perikanan yang dilakukan diwilayah ZEEI Oleh Kapal Asing tetap diberlakukan sanksi pidana yang termuat dalam Undang-Undang Perikanan.    
Analisis Kriminologi Pada Faktor Penyebab Maraknya Perjudian Online DiKalangan Mahasiswa Kota Tanjungpinang Alfian Rizki; Fatimah Siti; Nisviani Alina; Nur Ilham; Widiyani Heni
Qistie Jurnal Ilmu Hukum Vol 17 No 2 (2024): Qistie : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemudahan mengakses pada situs judi online membuat semakin banyaknya permasalahan sosial yang timbul. Mahasiswa di anggap sebagai agen perubahan dan berasal dari golongan kaum intelektual dalam pandangan masyarakat sehingga terjebaknya mahasiswa dalam permainan judi online akan menjadi catatan buruk citra diri seorang mahasiswa bagi pandangan masyarakat. Permainan judi di kategorikan sebagai tindak criminal yang mana sebuah tindak kejahatan merupakanbentuk dari adanya fenomena sosial yang umum terjadi, dalam arti bahwa kejahatan merupakan bagian dari masalah yang dihadapi masyarakat dalam kriminologi kontrol sosial sebuah tindak kejahatan seperti permainan judi online pada kalangan mahasiswa tentunya ada faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut maka dalam penelitian ini di rumuskan masalah berupa bagaimana analisis kriminimogi pada faktor penyebab maraknya perjudian online di kalangan mahasiswa kota tanjungpinang. Dengan mengkunakan metode penelitian normative kualitatif yang memfukuskan pengkajian masalah pada studi literatur berupa bahan bacaan. Menghasilkan pembahasan penelitian berupa terdapat 4 faktor yang di nilai palingberpengaruh dalam mendorong mahasiswa kota Tanjungpinang melakukan permainan judi online yaitu faktor lingkungan, kelemahan kesadaran hukum, kemudahan kases dalam memperoleh situs judi online, dan kelemahan dalam beragama. Sehingga dapat di simpulkan bahwa perlunta control diri dan perhatian khusus kepada para aparat hukum untuk mengendalikan faktor penyebab maraknyapermainan judi online yang menjebak para mahasiswa di kota Tanjungpinag.
Eksistensi Pengadilan Perikanan dalam Mengadili Perkara Tindak Pidana Perikanan di Indonesia Irwandi Syahputra; Endri; Eki Darmawan; Heni Widiyani; Tike Murti Sari Dewi; Sebastian Alboen Sihombing
Riau Law Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/rlj.8.2.192-223

Abstract

As long as a fisheries court other than the fisheries court has not been established, criminal cases in the fisheries sector that occur outside the jurisdiction of the fisheries court will still be examined, tried and decided by the competent district court. Such provisions create a dualism in the legal regime, namely the legal regime of the district court and the regime fisheries court law. With the examination of criminal acts in the fisheries sector carried out by the fisheries courts and district courts, there is dualism and legal uncertainty in the handling of fisheries crimes. Several formal laws are specifically regulated in the Fisheries Law, namely the existence of Ad Hoc Judges, Trials without the Presence of the Defendant (In Absentia), Periods of Court Decisions, Determinations and Detention Periods by Judges and Registrars. Fisheries Courts that have been established have made a major contribution in law enforcement, all established fisheries courts have issued several decisions on fisheries cases. The implementation of administrative sanctions in the implementation of the Job Creation Law also affects the existence of fisheries courts in adjudicating fisheries criminal cases. For fisheries crimes committed in the ZEEI region by foreign vessels, the criminal sanctions contained in the Fisheries Law are still applie
Kajian Kriminologi terhadap Tindak Pidana Pencabulan Anak di Bawah Umur di Kecamatan Bintan Timur Owen Fowel Purba; Andry Hafiz Ramadhan; Kamila Nafsiah; Heni Widiyani
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i2.435

Abstract

Kejahatan di Indonesia semakin meningkat, salah satu contohnya adalah percabulan. Kejahatan merupakan kejahatan asusila yang dapat menimbulkan trauma dan akibat psikologis yang serius bagi korbannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kejahatan terhadap anak di bawah umur serta melakukan upaya pencegahan dan penanggulangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kriminologi-sosiologis, yaitu peristiwa-peristiwa yang diterima dicermati dan dibicarakan sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi, yang kemudian dipadukan dengan peraturan hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan, keluarga, teknis dan lainnya dapat meningkatkan dan mempengaruhi terjadinya kejahatan pelecehan seksual pada remaja. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengobatan yang tepat bagi korban pelecehan seksual, bagaimana menyadarkan masyarakat akan bahaya pelecehan seksual dan bagaimana melindungi diri dari perbuatan tersebut, memberikan dukungan psikologis dan bantuan hukum kepada korban, dan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman dari pelaku tidak senonoh.
PEMBAGIAN LIFE JACKET DAN EDUKASI KESELAMATAN LAUT BAGI SISWA DI DESA NUMBING Hanum, Athiifa; Widiyani , Heni; Sihombing, Sebastian Alboen; Hanum, Atiikah; Thahira, Atikah; Adhayanto, Oksep; Suryadi, Suryadi; Arjuna, Hendra; Irman, Irman; Intan, Dian Mustika
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2130

Abstract

The community service program entitled "Distribution of Life Jackets and Marine Safety Education for Students Using Small Boats in Numbing Village" is based on the high risks faced by students in coastal villages who use small boats as their daily means of transportation. Numbing Village, as a coastal area, has limited access to land transportation, so many students rely on small boats to go to school. However, a lack of understanding about marine safety and a lack of safety equipment, such as life jackets, increases the risk of fatal accidents at sea, especially in bad weather conditions. The main aim of this program is to improve student safety by distributing life jackets and providing marine safety education. The distribution of life jackets is expected to reduce the risk of accidents caused by drowning, while marine safety education aims to increase students' awareness and skills in maintaining personal safety while on board. Apart from that, this program also aims to build awareness of the importance of marine safety from an early age. This program involves collaboration with local schools in Numbing Village, the village government, and the local maritime community. With support from various parties, the program can run more effectively in students' daily activities. This activity is carried out through two main steps. First, the distribution of life jackets to students which has a direct impact on their physical protection when they use ships. Second, organizing marine safety education which includes explaining how to use life jackets, steps to deal with emergency situations at sea, and awareness of weather and water conditions. It is hoped that this program can be implemented in other coastal areas in Indonesia to build a better maritime safety culture.
Co-Authors Ahmad Ansyari Siregar Al Mirsya, Habib Praditya Alfian Rizki Alifiantri, Deswita Anandya, Shifra Sylvania Andi Najemi Andry Hafiz Ramadhan Aprilia, Dita Ardiansyah, Renaldi Arida, Maina Arjuna, Hendra Arviana, Risa Astriyanti, Mery Pemilia Ayu Efritadewi Butarbutar, Tri Marno Candra, Jumi Cindy Verindica Gorat Dahlia Enzelina Siregar Derinie Lim Deswina, Lailatul Fajri Dewi Ervina Suryani Dewi Ervina Suryani, Dewi Ervina Dewi, Ayu Efrita Dewi, Intan Kumala Dian Mustika Intan Edo Saputra Eki Darmawan Eki Darmawan Elfa Oprasmani ENDRI ENDRI Erlita Sipayung Eryanti, Niken Febri Faktio Aji, Heru Farhan, Muhammad Idlal Fatimah Siti Ferilanda, Jelly Yanti Gabriella Evita Sihombing Godsend, Gan Halofa, Fatrina Handayani, Audypopy Hanum, Athiifa Hanum, Athiifah Hanum, Atiikah Heni Susanti, Heni Herzalina, Herzalina Indriani, Melisya Intan, Mega Irman Irman Irwandi Syahputra, Irwandi Juliani Chandrago Juni Sukarta Kamalia, Disya Putri Kamila Nafsiah Kartina Pakpahan Khairatunnisa, Wahyu Khairunnisa Khairunnisa Khalidy, Abdurrahman Kharisma, Dewi Herliana Kurniarullah, Muhammad Rizki Lestari, Trianda Lia Nuraiani Lidya Erdawati Lisa Ira Lubis, Dara Akika Yuzani Lubis, Dian Putri Patrecia Lusi Apriyani Mahmud Mulyadi Marisa Elsera Marlina Marlina Marlina, Marlina Melpa Citra Bestari Sinaga Muhamad Fathur Rahman Bey Husdi Muhammad Fajar Hidayat, Muhammad Fajar Muhammad Jova Febrianto Nabila, Talitha Nariyah, Annisa Alif Nur Natalin Margaretta Br. Torus Nelly Sri Devi Nisviani Alina Nur Fitra Wardana Nur Ilham Nuraiani, Lia Nurbetty Oksep Adhayanto Oktapi, Deric Ninelee Olyvia, Jessyola Owen Fowel Purba Pery Rahendra Sucipta Pratama, Rizki Aeva Pratiwi, Windy Purnomo, Armando Tri Cahyo Putri Yanti, Putri Rinaldy, Estabella Rio Ricardo Tarigan Ronaldo, Ronaldo SALSADILA, NURANNISA Sari Dewi, Tike Murti Sari, Milla Devita Sebastian Alboen Sihombing Sewin Kartika Sianturi, Beltyazer F.C.L. Sibarani, Jesika Bonita Sihombing, Sebastian Alboen Silangit, Intan Gloria Mawar Simanjuntak, Vincent Anderson Siregar, Ahmad Ansyari Sitorus, Regina Syafriani Boru Sucipta, Pery Rahendra Surya Laia Suryadi Suryadi Suseno, Endriansah Syafruddin Kalo Tan, Vivi Juniarti Thahira, Atika Tike Murti Sari Dewi Tri Novianti Tri Novianti, Tri Uly, Nadila Urai Vidia Ustabella, Firda Veronica Veronica Watonnah, Watonnah Yuliansyah, Reky Zulkarnain, Marsel