Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Hak-hak Masyarakat Ketika Berhadapan Dengan Hukum di Desa Resun Pesisir Kabupaten Lingga Widiyani, Heni; Syahputra, Irwandi; Hidayat, Muhammad Fajar; Ardiansyah, Renaldi; Herzalina, Herzalina; Ronaldo, Ronaldo; Suseno, Endriansah; Faktio Aji, Heru
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i3.100

Abstract

Desa Resun Pesisir adalah salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Pokok permasalahan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa ketika berhadapan dengan hukum, sehingga perlu dilakukan kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa ketika berhadapan dengan hukum serta mampu menghadapi situasi ketika berhadapan dengan hukum. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu metode sosialisasi, dengan peserta dari masyarakat dan perangkat desa. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang sebelumnya minim, menjadi lebih paham dan mengerti tentang hak mereka ketika berhadapan dengan hukum. Materi yang disampikan juga berkaitan dengan tugas dan wewenang kantor advokat, sehingga jika masyarakat memerlukan bantuan hukum, dapat ke kantor advokat. Harapanya masyarakat dapat mengetahui perilaku mana yang dapat dijerat oleh hukum pidana maupun perdata, sehingga dapat berlaku bijak ketika bermasyarakat
Penyelesaian Tindak Pidana Ilegal Fishing: Asas Manfaat Diwilayah Hukum Pengadilan Perikanan Tanjungpinang Efritadewi, Ayu; Syahputra, Irwandi; Novianti, Tri; Nuraiani, Lia; Widiyani, Heni
PROGRESIF: Jurnal Hukum Vol 16 No 1 (2022): PROGRESIF : Jurnal Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/progresif.v16i1.2931

Abstract

The status of fish evidence resulting from the crime of illegal fishing in the last three years At the Tanjungpinang District Court, it was destroyed during the investigation stage. The purpose of this research is to find out the obstacles and legal settlement of fish resulting from the criminal act of Illegal Fishing in a review of the principle of benefit. The research method to be carried out is empirical juridical research. Juridical settlement of fish resulting from the criminal act of Illegal Fishing in the review of the principle of benefit at the Tanjungpinang Fisheries Court can actually be carried out through auctions and grants. Barriers to the use of fish resulting from the criminal act of Illegal Fishing at the Tanjungpinang Fisheries Court, namely the caught fish are mostly rotten before the legal case is completed or a court order is issued, The next problem is if the fish are auctioned, most of the fish are not sold, Another obstacle PSDKP Batam does not have a place frozen freezer storage for the fish. Another way to store the caught fish is to rent a place to the private sector, but the price associated with the rental will be of high value and will be detrimental to the State.
PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PENJUALAN DUGONG SATWA YANG DILINDUNGI (STUDI KASUS KAMPUNG KELAM PAGI) Widiyani, Heni; Efritadewi, Ayu; Pakpahan, Kartina; Khairunnisa, Khairunnisa
Bina Hukum Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2022): Bina Hukum Lingkungan, Volume 6, Nomor 2, Februari 2022
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.289 KB)

Abstract

Dugong merupakan hewan dilindungi yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Jika terjadi penangkapan dan pembunuhan dugong dengan sengaja maka akan mengacu pada sanksi pidana pada Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya Pasal 21 ayat (2). Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Mengkaji bahan hukum primer dan sekunder dan melakukan wawancara. Dengan pendekatan masalah peraturan Hukum dan Sosial Masyarakat. Kampung Kelam Pagi bukan merupakan habitat dari dugong sehingga tidak dijadikan daerah konservasi dugong. Dengan rumusan masalah Penegakan hukum Terhadap Masyarakat Kampung Kelam Pagi sudah tepat, karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang banyak terhadap dugong dan sanksi apa yang akan mereka terima jika melakukan tindakan penjualan dugong. Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) sudah melakukan langkah tepat dengan melaporkan tindakan penjualan dugong yang dilakukan kepada polisi sehingga memberikan efek jera bagi masyarakat. Penanggulangan terjadinya pembunuhan satwa yang dilindungi di masa yang akan datang perlu dilakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum dan pembuatan peraturan daerah tentang satwa yang dilindungi tentang jenis hewan yang dilindungi kepada masyarakat pesisir Kepulaun Riau sehingga tidak terjadi lagi tindak pidana penjualan hewan yang dilindungi.
PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PENJUALAN DUGONG SATWA YANG DILINDUNGI (STUDI KASUS KAMPUNG KELAM PAGI) Widiyani, Heni; Efritadewi, Ayu; Pakpahan, Kartina; Khairunnisa, Khairunnisa
Bina Hukum Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2022): Bina Hukum Lingkungan, Volume 6, Nomor 2, Februari 2022
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dugong merupakan hewan dilindungi yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Jika terjadi penangkapan dan pembunuhan dugong dengan sengaja maka akan mengacu pada sanksi pidana pada Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya Pasal 21 ayat (2). Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Mengkaji bahan hukum primer dan sekunder dan melakukan wawancara. Dengan pendekatan masalah peraturan Hukum dan Sosial Masyarakat. Kampung Kelam Pagi bukan merupakan habitat dari dugong sehingga tidak dijadikan daerah konservasi dugong. Dengan rumusan masalah Penegakan hukum Terhadap Masyarakat Kampung Kelam Pagi sudah tepat, karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang banyak terhadap dugong dan sanksi apa yang akan mereka terima jika melakukan tindakan penjualan dugong. Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) sudah melakukan langkah tepat dengan melaporkan tindakan penjualan dugong yang dilakukan kepada polisi sehingga memberikan efek jera bagi masyarakat. Penanggulangan terjadinya pembunuhan satwa yang dilindungi di masa yang akan datang perlu dilakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum dan pembuatan peraturan daerah tentang satwa yang dilindungi tentang jenis hewan yang dilindungi kepada masyarakat pesisir Kepulaun Riau sehingga tidak terjadi lagi tindak pidana penjualan hewan yang dilindungi.
UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM PRESPEKTIF HUKUM PIDANA DAN KRIMINOLOGI DI KOTA TANJUNGPINANG Widiyani, Heni; Ferilanda, Jelly Yanti; Arida, Maina; Eryanti, Niken Febri; Kamalia, Disya Putri
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jic.v8i1.9065

Abstract

Violence against children is currently becoming a hot phenomenon, so violence against children has an impact on various places such as families, schools, playgrounds, Islamic boarding schools, and orphanages. This study focuses on violence against children in Tanjungpinang City, This study formulates the reasons for the phenomenon of violence against children in Tanjungpinang City using qualitative and juridical normative methods. The researchers' data collection technique uses interview techniques. Based on the results of the study, the author found that the causes of violence in Tanjungpinang City children are economic factors, stress or experiencing pressure, and the effects of pornographic films that create and maintain violence against children. In the problem, it is seen in the perspective of criminology in efforts to prevent children in Tanjungpinang City based on the sociological research approach of law raised in law. The results of the study explained that in 2021 there were 76 children as victims, in 2022 there were 83 children as victims, and in 2023 there were 90 children as victims. So that in total from 2021 to 2023 there were 249 cases of violence against children recorded in UPTD PPA Tanjungpinang City and Simfoni PPA. Forms of violence against children in Tanjungpinang City range from physical, psychological, neglect, sexual, and trafficking.  It was recorded in the UPTD PPA Tanjungpinang City and the PPA Symphony, that the form of sexual violence was the most common form of violence from 2021 to 2023 in Tanjungpinang City. The fewest forms of violence from 2021 to 2023 were trafficking. Then the number of violence against children by age, the most are at the age of 13-18 years. Meanwhile, the highest number of violence against children based on education level was recorded in elementary schools from 2021 to 2022.
Penegakan Hukum Terhadap Anak Yang Menjadi Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kota Tanjungpinang Widiyani, Heni; Dewi, Intan Kumala; Alifiantri, Deswita; Lubis, Dian Putri Patrecia; Rinaldy, Estabella; Lubis, Dara Akika Yuzani; Purnomo, Armando Tri Cahyo; Efritadewi, Ayu
Wajah Hukum Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v8i1.1349

Abstract

Children are buds, as well as the next generation of young people who have special positions, characteristics and dispositions that ensure the continuity of the nation's existence in the future. Protection efforts are needed to realize children's welfare by distributing guarantees for the fulfillment of their rights and treatment without discrimination. This study aims to describe how legal protection for children as victims of trafficking is based on Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection and how sanctions are imposed on perpetrators of child trafficking crimes. The research method used in this study is normative juridical research. The results of this study show the legal protection of children as victims of trafficking based on Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection and dignity, and recognition of human rights owned by children. Not only that, sanctions against child trafficking offenders are regulated in Law No. 21 of 2007 concerning the Eradication of Trafficking in Persons.
Tinjauan Kriminologi Terhadap Penyalahgunaan Artificial Intelligence: Deepfake Pornografi Dan Pencurian Data Pribadi Kurniarullah, Muhammad Rizki; Nabila, Talitha; Khalidy, Abdurrahman; Tan, Vivi Juniarti; Widiyani, Heni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11448814

Abstract

Penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI) dalam konteks kriminologi telah menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu bentuk penyalahgunaan yang semakin meresahkan adalah penggunaan AI untuk menciptakan konten deepfake, terutama dalam konteks pornografi. Deepfake pornografi menciptakan tantangan hukum dan etika baru, menggoyang privasi individu dan menimbulkan risiko kejahatan seksual. Selain itu, AI juga digunakan untuk pencurian data pribadi, yang dapat berdampak serius pada keamanan data individu dan organisasi. Artikel ini akan menyajikan tinjauan kritis terhadap masalah ini, melibatkan aspek-aspek kriminologi seperti motivasi, serta respons hukum dan teknologi terhadap penyalahgunaan AI. Artikel ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersifat kualitatif, dengan teknik pengumpulan datanya berupa interview dan studi pustaka. Upaya untuk mengatasi tantangan ini memerlukan kolaborasi antara pihak berwenang, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam menghadapi ancaman baru ini.
Tinjauan Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Pencurian Yang Dilakukan Oleh Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus: Kabupaten Bintan) Widiyani, Heni; Hanum, Athiifah; Hanum, Atiikah; Lestari, Trianda; Ustabella, Firda; Sari, Milla Devita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11423471

Abstract

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, pewaris pembangunan sebagai penerus dan pemilik masa depan namun, anak akan sangat mudah terpengeruh oleh hal-hal yang ada disekitarkan baik hal yang menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu hal yang berpengaruh besar terhadap anak adalah lingkungan sekitar lingkungan yang kurang baik akan membuat seorang anak mudah melakukan tindak kejahatan salah satunya adalah pencurian,penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif yang mengkaji lebih dalam bagaimana tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak dibawah umur,bagaimana sangsi nya menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak yang merupakan pengganti undang-undang noimor 3 tahun 19997 tentang pengadilan anak Undang-Undang sistem peradilan pidana anak memiliki cara mediasi penal untuk menangani perkara menangani perkara anak yang berhadapan dengan hukum. Sanksi tindakan UU sistem peradilan anak diatur dalam pasal 82 yaitu berupa pengembalian terhadap orang tua/wali. Penyerahan kepada seseorang. Perawatan dirumah sakit jiwa, kewajiban untuk mengikuti pendidikan formal/ pelatihan yang diadakan oleh pemerintah, perawatan di Lembaga perlindungan sanksi dan korban. Pencabutan surat izin mengemudi dan perbaikan akibat tindak pidana yang dibuatnya. Sanksi tindakan lebih bersifat mendidik, tidak membalas guna menciptakan pencegahan khusus yaitu tujuan yang ingin dicapai adalah membuat jera, memperbaiki dan mampu untuk melakukan kejahatan itu lagi.
Analisis Tingkat Bullying di Lingkungan Sekolah SMK N 4 Kota Tanjungpinang Khairatunnisa, Wahyu; Nariyah, Annisa Alif Nur; Intan, Mega; Zulkarnain, Marsel; Widiyani, Heni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11519325

Abstract

Di Indonesia, kemampuan guru dalam melakukan penelitian masih di bawah rata-rata. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan pengalaman penelitian di kalangan guru. Akibatnya guru jarang melakukan penelitian dan tidak pernah mempublikasikan karya ilmiah. Oleh karena itu, begitu banyaknya keresahan yang dirasakan oleh siswa di lingkungan sekolah. Maka dari itu harus adanya tindak lanjut dari bullying yang terjadi di lingkungan sekolah khususnya SMKN 4 Kota Tanjungpinang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam melihat kesenjangan pada murid yang pada akhirnya akan menimbulkan perbuatan di luar norma yang berlaku (bullying). Dalam penelitin ini diharapkan agar mencegah terjadinya perilaku bullying di sekolah baik itu menanggulangi adanya pelaku bullying dan korban bullying. Maka dari itu harapkan akan terwujudnya suatu yang dicita- citakan di ranah lingkungan Pendidikan di Indonesia khususnya di SMKN 4 Kota Tanjungpinang.
Kandasnya Hubungan Asmara Bagi Pengguna Pelet dalam Persfektif Hukum Pidana Astriyanti, Mery Pemilia; Widiyani, Heni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11447611

Abstract

Penelitian ini membahas dampak penggunaan pelet dalam hubungan asmara dan perspektif hukum pidana terhadap praktik ini. Melalui wawancara mendalam dengan tiga informan yang pernah menggunakan pelet, penelitian ini menemukan bahwa penggunaan pelet dapat menyebabkan kandasnya hubungan karena motif yang tidak baik, seperti ingin memperkuat kendali atas pasangan. Dari perspektif hukum pidana, penggunaan pelet dapat dianggap sebagai tindakan yang melanggar hukum, terutama karena merugikan pasangan secara materiil dan immateriil. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menganalisis data melalui teknik analisis isi. Hasilnya menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban perlu diperkuat, sanksi hukum tegas harus diterapkan, dan pendekatan hukum preventif melalui pendidikan hukum dan kesadaran masyarakat perlu diimplementasikan.
Co-Authors Ahmad Ansyari Siregar Al Mirsya, Habib Praditya Alfian Rizki Alifiantri, Deswita Anandya, Shifra Sylvania Andi Najemi Andry Hafiz Ramadhan Aprilia, Dita Ardiansyah, Renaldi Arida, Maina Arjuna, Hendra Arviana, Risa Astriyanti, Mery Pemilia Ayu Efritadewi Butarbutar, Tri Marno Candra, Jumi Cindy Verindica Gorat Dahlia Enzelina Siregar Derinie Lim Deswina, Lailatul Fajri Dewi Ervina Suryani Dewi Ervina Suryani, Dewi Ervina Dewi, Ayu Efrita Dewi, Intan Kumala Dian Mustika Intan Edo Saputra Eki Darmawan Eki Darmawan Elfa Oprasmani ENDRI ENDRI Erlita Sipayung Eryanti, Niken Febri Faktio Aji, Heru Farhan, Muhammad Idlal Fatimah Siti Ferilanda, Jelly Yanti Gabriella Evita Sihombing Godsend, Gan Halofa, Fatrina Handayani, Audypopy Hanum, Athiifa Hanum, Athiifah Hanum, Atiikah Heni Susanti, Heni Herzalina, Herzalina Indriani, Melisya Intan, Mega Irman Irman Irwandi Syahputra, Irwandi Juliani Chandrago Juni Sukarta Kamalia, Disya Putri Kamila Nafsiah Kartina Pakpahan Khairatunnisa, Wahyu Khairunnisa Khairunnisa Khalidy, Abdurrahman Kharisma, Dewi Herliana Kurniarullah, Muhammad Rizki Lestari, Trianda Lia Nuraiani Lidya Erdawati Lisa Ira Lubis, Dara Akika Yuzani Lubis, Dian Putri Patrecia Lusi Apriyani Mahmud Mulyadi Marisa Elsera Marlina Marlina Marlina, Marlina Melpa Citra Bestari Sinaga Muhamad Fathur Rahman Bey Husdi Muhammad Fajar Hidayat, Muhammad Fajar Muhammad Jova Febrianto Nabila, Talitha Nariyah, Annisa Alif Nur Natalin Margaretta Br. Torus Nelly Sri Devi Nisviani Alina Nur Fitra Wardana Nur Ilham Nuraiani, Lia Nurbetty Oksep Adhayanto Oktapi, Deric Ninelee Olyvia, Jessyola Owen Fowel Purba Pery Rahendra Sucipta Pratama, Rizki Aeva Pratiwi, Windy Purnomo, Armando Tri Cahyo Putri Yanti, Putri Rinaldy, Estabella Rio Ricardo Tarigan Ronaldo, Ronaldo SALSADILA, NURANNISA Sari Dewi, Tike Murti Sari, Milla Devita Sebastian Alboen Sihombing Sewin Kartika Sianturi, Beltyazer F.C.L. Sibarani, Jesika Bonita Sihombing, Sebastian Alboen Silangit, Intan Gloria Mawar Simanjuntak, Vincent Anderson Siregar, Ahmad Ansyari Sitorus, Regina Syafriani Boru Sucipta, Pery Rahendra Surya Laia Suryadi Suryadi Suseno, Endriansah Syafruddin Kalo Tan, Vivi Juniarti Thahira, Atika Tike Murti Sari Dewi Tri Novianti Tri Novianti, Tri Uly, Nadila Urai Vidia Ustabella, Firda Veronica Veronica Watonnah, Watonnah Yuliansyah, Reky Zulkarnain, Marsel