Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penentuan Nilai SPF Krim Kulit Apel Manalagi (Malus Sylvestris Mill.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ika Lismayani Ilyas; Nurfiddin Farid; Nurfitria Junita; Dian Islamiah
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 3 (2023): Juni 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i3.734

Abstract

Paparan sinar matahari yang berlebihan dalam jangka waktu panjang dapat memberikan dampak negatif bagi kulit. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut dengan menggunakan tabir surya. Efektivitas dari suatu sediaan tabir surya dapat ditunjukkan dengan nilai SPF (Sun Protection Factor). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol kulit buah Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill.) dapat diformulasikan sebagai sediaan krim yang stabil secara fisika dan kimia serta untuk mengetahui nilai SPF (Sun Protection Factor) sediaan krim ekstrak etanol kulit buah Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill.) dengan metode Spektrofotometri Uv-Vis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan formula dibagi kedalam tiga konsentrasi, FI dengan penambahan 1% ekstrak etanol kulit buah Apel Manalagi, FII dengan ekstrak etanol kulit buah Apel Manalagi 3%, dan FIII dengan ekstrak etanol kulit buah Apel Manalagi 5%. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi, dengan cara merendam simplisia dalam cairan penyari. Sediaan krim yang telah jadi nantinya akan diuji mutu fisik sediaan dengan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji tipe krim, uji daya sebar, uji viskositas, uji kestabilan, serta uji SPF (Sun Protection Factor). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah Apel Manalagi dapat dibuat dalam sediaan krim yang stabil secara fisika dan kimia. Nilai SPF dari krim ekstrak etanol kulit buah Apel Manalagi yaitu FI 3,6 (proteksi minimal), FII 6,4 (proteksi ekstra) dan FIII 9,4 (proteksi maksimal)
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) dalam Sediaan Gel Antibakteri terhadap Aktivitas Staphylococcus aureus Muzayyidah Muzayyidah; Muhammad Yusuf; Nurfiddin Farid; Jangga Jangga; Wira Anugrah
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i2.15341

Abstract

Daun labu siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) telah diidentifikasi mengandung flavonoid, tannin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri formula sediaan gel ekstrak etanol daun labu siam dan pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap aktivitas tersebut pada Staphylococcus aureus. Formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun labu siam dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak 10% (F1), 15% (F2), dan 20% (F3) dengan kontrol positif sediaan gel Klindamisin. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode sumuran dan pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat. Hasil pengujian menunjukkan F1 memiliki rata-rata diameter zona hambat sebesar 13,2 mm, F2 memiliki diameter zona hambat 15,4 mm, dan F3 memiliki diameter zona hambat 18,6 mm. Analisis data dengan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya peningkatan diameter zona hambat yang signifikan setiap penambahan konsentrasi ekstrak daun labu siam dalam sediaan gel (p<0.05). Kata Kunci: Labu Siam, Gel Antibakteri, Metode Sumuran, Staphylococcus aureus, Zona Hambat Siamase Pumpkin Leaves (Sechium edule (Jacq.) Swartz) have been identified as containing flavonoids, tannins, and saponin potential as antibacterial agents. This study aims to determine the antibacterial activity of the etanol extract gel formulation of siamase pumpkin leaves and the effect of varying concentrations of the extract in Staphylococcus aureus activity. The formulation of siamase pumpkin leaves ethanol extract gel prepared using various extract concentration of 10% (F1), 15% (F2), and 20% (F3) with a positive control of clindamycin gel. Antibacterial activity against Staphylococcus aureus was tested using the well method and observations by measuring the inhibition zone. The results showed that F1 had an average inhibition zone of 13,2 mm, F2 had an inhibition zone of 15,4 mm, and F3 had an inhibition zone of 18,6 mm. Data analysis using the Oneway ANOVA test showed that there was an effect of the concentration of the ethanol extract of siamase pumpkin leaves in the gel preparation on antibacterial activity (p<0,05). In addition, of the three gel formulations, F3 showed the best antibacterial activity against Staphylococcus aureus with a strong category of inhibition zone.
AKTIVITAS SEDIAAN SHAMPO ANTIKETOMBE DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS Muhammad Akmal A Sukara; Nurfiddin Farid; Muh. Yusuf Wahyuni Hasniar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.15649

Abstract

Ketombe merupakan masalah yang sering dialami di kulit kepala yang disebabkan oleh kelenjar minyak yang berlebih danmikroorganisme seperti jamur Candida albicans merupakan salah satu jamur yang menimbulkan masalah ketombe pada rambut.Tumbuhan Alam seperti Daun papaya salah satunya merupakan tanaman yang mengandung flavonoid yang bersifat sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dapat diformulasikan dalam sediaan shampo antiketombe dan apakah formulasi sediaan shampo ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas antiketombe terhadap pertumbuhan Candida albicans, serta mengetahui berapakah konsentrasi optimum formulasi sediaan shampo ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pengujian aktivitas antijamur menggunakan metode sumuran dengan cara melihat zona bening disekitar sumuran terhadap konsentrasi 5%, 10%, 15%, kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil penelitian sediaan shampo antiketombe ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) yaitu pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, memenuhi syarat secara fisika dan kimia serta uji aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans dengan zona hambat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 15% yang dikategorikan dalam kategori sangat kuat. Dapat disimpulkan bahwa daun pepaya dapat di formulasikan sebagai shampo antiketombe yang memiliki aktivitas dalam menghambat jamur Candida albican penyebab ketombe pada konsentrasi optimum sebesar 15%.
Uji Stabilitas Sedian Lotion Antinyamuk dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Bunga Sukun (Artocarpus altilis) Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti Setiawan, Prayitno; Farid, Nurfiddin; Yusuf, Muhammad; Latelay, Rio Markasi
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): August, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.242

Abstract

Bunga sukun diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antinyamuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui basis formula sediaan lotion dari ekstrak bunga sukun (Artocarpus altilis)yang stabil secara fisik sebagai antinyamuk dan untuk mengetahui efektivitas variasi konsentrasi ekstrak dari formulasi lotion ekstrak bunga sukun sebagai antinyamuk. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Lotion antinyamuk ekstrak dibuat dalam 4 kelompok formula yaitu kelompok formula 1 konsentrasi konsentrasi 20%, kelompok formula 2 dengan konsentrasi 30%, kelompok formula 3 konsentrasi 40%, kelompok kontrol negativ tanpa menggunakan ekstrak dan kontrol positif dengan menggunakan lotion merek (Autan). Hasil Evaluasi kestabilan fisik sediaan lotion antinyamuk pada pengujian organoleptik, pH, homogenitas tidak terjadi perubahan kestabilan selama proses sebelum dan sesudah cycling test. Uji efek lotion menggunakan 100 ekor nyamuk (Aedes aegypti) yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari 20 ekor nyamuk, pengujian dilakukan tiga kali pengulangan dengan selang waktu 5 menit. Hasil penelitian menunjukan lotion antinyamuk ekstrak kosentrasi 20% dapat memberikan efek daya tolak nyamuk dilihat dari uji SPSS versi 24 menunjukan p>0,05 sehingga tidak ada perbedaan secara bermakna dengan kontrol positif. Hal tersebut dapat disimpulkan ekstrak bunga sukun memilik efek sebagai antinyamuk pada konsentrasi 20% terhadap nyamuk uji.Breadfruit flowers are known to contain flavonoid compounds which can be used as a mosquito repellent. The purpose of this research is to knowing the basics of the lotion preparation formula from breadfruit flower extract (Artocarpus altilis) which is physically stable as a mosquito repellent and for determine the effectiveness of various extract concentrations from lotion formulations Breadfruit flower extract as a mosquito repellent. This research method is an experimental study. Extract mosquito-repellent lotion made in 4 groups of formulas, group formula 1  (20%) , group formula 2 (30%), group formula 3 (40%), negative control group without using extract and positive control by using brand lotion (Autan®). The results of the evaluation of the physical stability of the mosquito repellent lotion on the test organoleptic, pH, and homogeneity did not change the stability during the process before and after the cycling test. Test lotion effect using 100 mosquito (Aedes aegypti) which were divided into 5 treatment groups consisting of 20 mosquitoes, the test was carried out three times repetitions at 5-minute intervals. The results of the study showed Mosquito repellent lotion with 20% concentration extract can provide a powerful effect on mosquito repellent seen from the SPSS version 24 test shows p> 0.05 so there was no significant difference with the positive control. That matter can be concluded that breadfruit flower extract has an effect as an anti-mosquito at a concentration of 20% against test mosquitoes.
Uji Efektivitas Nyeri Ekstrak Etanol Biji Mahoni (Swietenia mahagoni) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus) Yang di Induksi Asam Asetat 1% Farid, Nurfiddin; Wahid, Hilmiati; Aliah, Ahmad Irsyad
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 1, No 2 (2021): August, 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v1i2.214

Abstract

Nyeri adalah perasaan sensorik dan emosional yang tidak nyaman, berkaitan dengan adanya kerusakan jaringan. Biji mahoni (Swietenia mahagoni), mengandung senyawa flavanoid yang mampu memberikan efek analgetik dengan menghambat biosintesis prostaglandin sehingga mengurangi rasa nyeri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analalgetik ekstrak etanol biji mahoni pada mencit jantan (Mus musculus) yang di induksi asam asetat 1%. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Hewan uji dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing perlakuan terdiri dari lima ekor mencit jantan (Mus musculus) dengan pemberian kontrol yang berbeda-beda, Mencit 1 (Na CMC 0,5% kontrol negatif), mencit 2 (Ekstrak etanol biji mahoni dosis 100 mg), mencit 3 (Ekstrak etanol biji mahoni dosis 200 mg), mencit 4 (Ekstrak etanol biji mahoni dosis 400 mg) dan mencit 5 (Ibuprofen 400mg kontrol positif). Hasil penelitian yang diperoleh ekstrak biji mahoni memiliki khasiat sebagai analgetik pada dosis 100 mg 37,79%, dosis 200 mg 57,40% dan ekstrak etanol biji mahoni dosis 400 mg 70,80%. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi 400 mg yaitu 70,80%, semakin tinggi dosis ekstrak biji mahoni (Swietenia mahagoni) semakin besar pula daya analgetiknya.Pain is an uncomfortable sensory and emotional feeling, associated with tissue damage. Mahogany seeds (Swietenia mahagoni), contains flavonoid compounds that can provide analgesic effect by inhibiting prostaglandin biosynthesis reduce pain, this study aims to determine the activity of analgesia of mahogany seed ethanol extract in male mice (Mus musculus) induced by 1% acetic acid. The research conducted is experimental research with Posttest Only Control research design Group Design. The test animals were divided into three groups, each treatment consisted of five male mice (Mus musculus) with administration of different controls, Mice 1 (Na CMC 0.5% control negative), mice 2 (ethanol extract of 100 mg mahogany seeds), mice 3 (Mahogany seed ethanol extract dose of 200 mg), mice 4 (Ethanol extract of seeds mahogany dose 400 mg) and mice 5 (ibuprofen 400 mg positive control). The results of the study obtained that mahogany seed extract has an efficacy as an analgesic at a dose of 100 mg 37.79%, a dose of 200 mg 57.40% and mahogany seed ethanol extract dose of 400 mg 70.80%. Best results obtained at a concentration of 400 mg which is 70.80%, the higher the dose of seed extract mahogany (Swietenia mahagoni) the greater the analgesic power.
Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Lip cream dari Ekstrak Etanol Biji Buah Merah (Pandanus conoideus L) sebagai Pewarna Alami dengan Menggunakan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrihidrazil) Primadani, Nur Baetty; Alyidrus, Rugayyah; Farid, Nurfiddin; Auliah, Nielma
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 7 No 1 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v7i1.4173

Abstract

Formulation and Effectiveness Test of Lip Cream Preparations from Ethanol Extract of Red Fruit Seeds (Pandanus conoideus L) as A Natural Dye Using The DPPH (1,1-Diphenyl-2-Pikrihidrazil) Method. Red fruit seeds are botanical specimens that possess keratenoid chemicals, specifically b-carotene and a-carotene, which exhibit antioxidant properties. The objective of this study is to develop a stable Lipcream formulation and measure the IC50 value of the lipcream prepared from the ethanol extract of red fruit seeds (Pandanus conoideus L), which has antioxidant properties. An experimental research approach utilizing a solvent maceration technique with a solvent concentration of 96%. The obtained concentrated extract was subjected to rotation, followed by the fabrication of solutions with concentrations of 2%, 4%, and 6%, utilizing beeswax as a thickening agent. Kaolin is used as a texturizer. The emollients used are castor oil, cetyl alcohol, and dimethicon. Methyl paraben and propyl paraben are utilized as preservatives. Titanium dioxide serves as a pigment. The scent of vanilla. The preparation was evaluated by a cycling test consisting of 6 cycles over a period of 12 days. Organoleptic observations revealed a semi-solid texture, cream-like form, and a vanilla scent. The homogeneity test yielded consistent results, with pH measurements exceeding 0.05p, spreadability test results surpassing 0.05p, and adhesiveness test results meeting the specified standards. In addition to doing antioxidant testing, the DPPH method is employed using a UV-Vis spectrophotometer. The research findings indicate that the ethanol extract derived from red fruit seeds (Pandanus conoideus L) can be effectively made into a stable lip cream formulation, both in terms of its physical and chemical properties. The IC50 values obtained from the lip cream formulation including the ethanol extract of red fruit seeds (Pandanus conoideus L) were 59,496 ppm, 52,817 ppm, and 5,581 ppm, respectively. Formula 3 contains the most potent antioxidant value among all lip cream preparations.
Penyuluhan dan Pemberian Obat Cacing Sebagai Upaya Pencegahan Kecacingan Bagi Siswa Kelas IV/A di UPT SPF SD Negeri Pannara Tamzil Azizi Musdar; Nurfiddin Farid; Hilmiati Wahid
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 2 No. 1 (2024): February : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v2i1.449

Abstract

Intestinal diseases caused by transmission from worms as a source of helminthiasis generally occur in areas with subtropical and tropical climate conditions which have a wet climate and lack of awareness among the public regarding maintaining health and sanitation of the surrounding environment. Around 60 percent of Indonesians experience worm infections. The largest age group is 5-14 years old. The prevalence figure is 60 percent, 21 percent of which attack elementary school age children. This disease can be spread by eggs in human waste found in soil and water, therefore awareness of clean and sanitary living is very influential, the process or pattern of feces disposal is also very influential in the spread of this worm. The high rate of soil contamination by Ascaris, which reaches >70%, can also be caused by feces that are thrown anywhere, such as in bushes or around houses close to where you live. Preventing recurrent infections is very important by practicing clean and healthy living habits such as avoiding contact with soil that may be contaminated with human feces, washing hands with soap and water before handling food, protecting food from soil and washing or heating food that falls on the floor. Several researchers have shown that school age is a group that is often affected by worm infections because they are often in contact with soil. Apart from the government, the role of teachers and parents is very important in providing understanding or knowledge about worms so that they are more disciplined. The aim of community service is to provide knowledge and understanding to class IV/A students at SD N Pannara regarding the dangers of worms and how to prevent them and administer worm medicine.
Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Aromaterapi Minyak Atsiri Bunga Melati (Jasminum sambac) Sebagai Antidepresan pada Mencit Jantan Putih (Mus Musculus) Alifah, Dwi Yulianti; Siradjuddin, Mutmainnah; Idris, Zulfiah; Farid, Nurfiddin; Setiawan, Prayitno; Suhenro, Suhenro; Azima, Annisa
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i2.633

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang pada kondisi tertentu dapat menjadi kronis hingga berulang dan mampu mengganngu aktivitas seseorang dan paling parahnya dapat menyebabkan bunuh diri. PDSKJI pada tahun 2020 menyebutkan bahwa dari 2.364 responden di 34 provinsi yang ada di Indonesia, terdapat 67% mengalami depresi, 77% mengalami trauma psikologis serta sejumlah 49% responden mengalami depresi berat (berpikir tentang kematian). Bunga Melati merupakan bagian dari melati yang memiliki banyak manfaat selain sebagai antibakteri juga antidepresan karna mengandung banyak metabolit sekunder seperti flavonoid dan benzil asetat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi aromaterapi dari minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) dan untuk mengetahui apakah aromaterapi minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) memiliki efek sebagai antidepresan pada mencit jantan putih (Mus musculus) serta konsentrasi paling efektif sebagai antidepresan pada mencit jantan putih (Mus musculus). metode destilasi digunakan untuk mengambil minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac). Formula aromaterapi yang telah dibuat dievaluasi terhadap sediaan, dan diuji efektivitas antidepresannya dengan metode force swimming test. Hasil penelitian pada pengujian evaluasi sediaan, uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji kejernihan dan uji iritasi sesuai dengan parameter sediaan aromaterapi dan memiliki efek sebagai antidepresan serta memiliki konsentrasi paling efektif pada konsentrasi 6%.
Uji Efektivitas Anthelmintik Formula Suspensi Biji Mentimun (Cucumissativus L.) Terhadap Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides) : The effectiveness Test of Cucumber Seeds Suspension Formula (Cucumissativus L.) Towards Roundworms (Ascaris Lumbricoides) as Anthelmintic Farid, Nurfiddin; Syamsu, Andi Suparlan Isya; Aliah, Ahmad Irsyad; Murdi, Anna Muthmainna
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2020): (March 2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.057 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2020.v6.i1.14307

Abstract

The Effectiveness Test of Cucumber Seeds Suspension Formula (Cucumis sativus L) towards Roundworms (Ascaris lumbricoides) as in Vitro Anthelmintic, It has been conducted research to know cucumber seeds powder (Cucumis sativus L) can be made into form of suspension stock and to know stock of cucumber seeds suspension (Cucumis sativus L) can give effect of anthelmintic toward roundwoms Ascaris lumbricoides. The research was conducted by using experimental method. Powder of cucumber seeds (Cucumis sativus L) were made into suspension stock with 3 concentratios such as 5%, 10%, 15% concetrations and suspension without powder of cucumber seeds (Cucumis sativus L) with different addition subtance concentration. Test animal used was roundworm (Ascaris lumbricoides) that was taken by pig’s intestine. Treatment group consisted into five categories such as 125 mg positive control of pamoat pirantel (Combantrin®), negative control of suspension without powder of cucumber seeds (Cucumis sativus L), and category of cucumber seeds suspension (Cucumis sativus.L) as 5%, 10%, and 15%. Each group was soaked with 40 ml test ingredient into petri dish. Then it was observed and writte the number of died worms in every minute. 100% observation of died worm was group of positive control at 405 minutes, negative control at 1710 minutes, 5% concetration of cucumber seeds suspension stock at 540 minutes, 10%concentration at 465 minutes and 15% concentration at 420 minutes. The result of research showed that cucumber seeds (Cucumis sativus L) can be made into suspension stock and effective as anhelmintic toward roundworms Ascaris lumbricoides.
Evaluasi Kesesuaian Penyimpanan High Alert Medication di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Kontesa, Emiliana Ansika; Farid, Nurfiddin; Ahmad, Fitriani Fajri
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6718

Abstract

Kesalahan dalam pemberian obat di rumah sakit masih menjadi masalah serius yang berdampak pada keselamatan pasien, terutama ketika menyangkut obat-obatan yang tergolong high alert medication (HAM). Obat-obatan ini memiliki risiko tinggi menyebabkan cedera serius jika terjadi kesalahan dalam penyimpanan atau penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan HAM di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan standar dari Permenkes No. 72 Tahun 2016 dan Peraturan BPOM No. 4 Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada tiga unit instalasi farmasi, yaitu Apotek, Gudang, dan Depo OK. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian penyimpanan HAM sebesar 90% di Apotek, 83,33% di Gudang, dan 85% di Depo OK. Beberapa ketidaksesuaian ditemukan, seperti ketiadaan jarak antar obat, belum adanya daftar HAM yang ditempel, dan pelabelan yang belum menjangkau satuan terkecil. Hasil ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam infrastruktur penyimpanan dan peningkatan kompetensi tenaga farmasi melalui pelatihan berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya peningkatan keselamatan pasien melalui pengelolaan penyimpanan obat berisiko tinggi yang lebih aman dan sesuai standar.