Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemanfaatan Minyak Atsiri Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima) Sebagai Alternatif Antibakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus Pada Deodoran spray Octaviani, Dilha; Farid, Nurfiddin; Syarifuddin, Surya
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p1-6

Abstract

Cleanliness and body odor are major and important factors of personal hygiene and appearance. If a person's body smells good, their self-confidence will be higher. Using soap and water as a body wash when bathing is relatively ineffective in preventing body odor. So several other alternative actions can be taken, such as using anti-body odor cosmetic preparations (deodorant). This research aims to determine whether grapefruit peel (Citrus maxima) essential oil can be formulated as a spray deodorant that meets physical quality requirements and to determine its antibacterial effectiveness on Staphylococcus epidermidis and Staphylococcus aureus. The method used in this research is experimental with a formula design divided into four formulas, F0 without essential oil, F1 with the addition of 0.5% essential oil, F2 with the addition of 1% essential oil, and F3 with the addition of 1.5% essential oil. The finished doedorant preparation was then subjected to organoleptic testing, homogeneity, pH, dry time, spraying pattern, cycling test for 6 cycles, and antibacterial activity test. The results of this research show that grapefruit peel (Citrus maxima) essential oil can be made into a spray deodorant that meets physical quality requirements. The results of the research show that the formulation has antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria, with an F1 inhibition zone of 0.5% 3.8 mm (weak), F2 1% 4.5 mm (weak), F3 1.5% 15.2mm (strong). In Staphylococcus epidermidis bacteria, the inhibition zone is F1 0.5% 3.5 mm (weak), F2 1% 4.6 mm (weak), and F3 1.5% 14.8 mm (strong).
Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri dari Bakteri Endofit Daun Matoa (Pometia pinnata J.R. & G. Forst.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Rusli, Nurul Azmi; Wahyuningsih, Sri; Irwan, Irwan; Farid, Nurfiddin
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.590

Abstract

Daun matoa mengandung metabolit sekunder yang memberikan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tanaman tingkat tinggi mengandung bakteri endofit yang mampu menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri endofit dari Daun Matoa (Pometia pinnata J.R. & G. Forst.) dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta jenis isolat bakteri endofit tersebut. Metode penelitian merupakan eksperimental laboratorium, isolasi bakteri endofit Daun Matoa dilakukan dengan metode penanaman langsung. Isolat yang dihasilkan diuji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode difusi agar dengan paper disk. Identifikasi bakteri endofit dilakukan secara makroskopik, mikroskopik, media selektif dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daun Matoa menghasilkan 4 isolat bakteri endofit yaitu BE 1, BE 2, BE 3, dan BE 4. Keempat isolat bakteri endofit memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dimana rata-rata diameter zona hambat terhadap Staphylococcus aureus pada isolat BE 1, BE 2, BE 3 dan BE 4 berturut-turut yaitu 23,6 mm, 25,3 mm, 28,3 mm dan 30,3 mm yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Sedangkan terhadap Escherichia coli pada isolat BE 1, BE 2, BE 3, dan BE 4 berturut-turut sebesar 19,6 mm, 20 mm, 23 mm dan 24,6 mm yang masuk kedalam kategori kuat hingga sangat kuat. Jadi, Daun Matoa mengandung bakteri endofit yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Isolat BE 1 merupakan Escherichia sp., BE 2 yaitu Staphylococcus sp., sedangkan BE 3 dan BE 4 merupakan Pseudomonas sp.
Formulation and Test of Antibacterial Activity Gel Mask Peel Off Stem and Suruhan Leaves (Peperomia Pellucida L.) Extract Against Propionibacterium Acne Farid, Nurfiddin; Dwi Rantisari Thayeb, Andi Meinar; Sulfiani, Sulfiani; Saleh, Adriandy
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.849 KB)

Abstract

Stems and leaves of suruhan (Peperomia Pellucida L.) contain compounds belonging to the class of flavonoids, alkaloids, tannins, phenols, terpenes and essential oils which have potential as antibacterials. This study aimed to find out whether the stem and leaf extracts of suruhan (Peperomia pellucida L.) can be formulated into a gel peel-off mask preparation that is physically and chemically stable, and can inhibit the acne-causing bacteria Propionibacterium acne. This study used a laboratory experimental method, namely the formulation of Peel off gel mask preparations of stem and leaf extracts with different base concentration variations. Testing the characteristics of the preparation which includes organoleptic test, homogeneity, spreadability test, pH test, drying time test, viscosity test using the cycling test method and for antibacterial activity test using the well diffusion method. The results showed that the gel peel-off mask preparation of suruhan stem and leaf extract (Peperomia pellucida L.) fulfilled the requirements for the characteristics of the preparation both physically and chemically, and could inhibit the growth of acne-causing bacteria (Propionibacterium acne) at a concentration of 2% (15.1 mm), 3%, (17.8 mm) and 4% (19.4 mm) in the zone of strong inhibition. It can be concluded that formulation gel mask preparations Peel off stems and leaves of suruhan (Peperomia pellucida L.) can provide antibacterial activity against Propionibacterium acne with respective inhibition zones of 15.1 mm, 17.8 mm and 19.4 mm which are equally strong in inhibiting Propionibacterium acne bacteria
Formulasi Sediaan Gel Basis HPMC Ekstrak Etanol Daun Jarak Cina (Jatropha multifida) Sebagai Penembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Farid, Nurfiddin; Kalsum, Ummu; Yustisi, Juaella; Wahyuli, Resky
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.369 KB) | DOI: 10.29303/sjp.v1i2.25

Abstract

Saat ini banyak penelitian yang mengembangkan tanaman berkhasiat untuk pengobatan tradisional. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman Jarak cina (Jatropha multifida L). Berdasarkan pengalaman empiris secara turun temurun banyak digunakan oleh masyarakat khususnya Jeneponto, Desa Bulusibatang untuk menyembuhkan luka baru. Di Desa Bulusibatang lebih dikenal dengan tanaman ampicillin (Daun Jarak cina). Pemanfaatan tanaman obat masih perlu terus digali dan dikembangkan berdasarkan penelitian dan pengkajian secara mendalam seiring dengan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, peneliti ingin melanjutkan penelitian dengan membuat sediaan farmasi untuk mempermudah penggunaannya secara topikal yaitu sediaan Gel ekstrak etanol Daun Jarak cina (Jatropha multifida L) untuk mengobati luka sayat pada tikus putih (Rattus novergecus). Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental Laboratorium yaitu Uji Efektivitas sediaan Gel ekstrak daun Jarak cina (Jatropha  multifida L) terhadap penyembuhan luka sayat pada Tikus putih (Rattus norvegicus). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistic yaitu analysis of variance (ANOVA) untuk mengetahui rata-rata kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, kontrol positif Bioplacenton lebih efektif dibandingkan kontrol negatif. Dan konsentrasi sediaan gel Ekstrak daun Jarak cina (Jatropha multifida) pada konsetrasi 15% yg paling efektif dalam penyembuhan luka sayat dibandingkan dengan konsetrasi 5% dan 10%.