Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Formulation and Test of Antibacterial Activity Gel Mask Peel Off Stem and Suruhan Leaves (Peperomia Pellucida L.) Extract Against Propionibacterium Acne Farid, Nurfiddin; Dwi Rantisari Thayeb, Andi Meinar; Sulfiani, Sulfiani; Saleh, Adriandy
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.849 KB)

Abstract

Stems and leaves of suruhan (Peperomia Pellucida L.) contain compounds belonging to the class of flavonoids, alkaloids, tannins, phenols, terpenes and essential oils which have potential as antibacterials. This study aimed to find out whether the stem and leaf extracts of suruhan (Peperomia pellucida L.) can be formulated into a gel peel-off mask preparation that is physically and chemically stable, and can inhibit the acne-causing bacteria Propionibacterium acne. This study used a laboratory experimental method, namely the formulation of Peel off gel mask preparations of stem and leaf extracts with different base concentration variations. Testing the characteristics of the preparation which includes organoleptic test, homogeneity, spreadability test, pH test, drying time test, viscosity test using the cycling test method and for antibacterial activity test using the well diffusion method. The results showed that the gel peel-off mask preparation of suruhan stem and leaf extract (Peperomia pellucida L.) fulfilled the requirements for the characteristics of the preparation both physically and chemically, and could inhibit the growth of acne-causing bacteria (Propionibacterium acne) at a concentration of 2% (15.1 mm), 3%, (17.8 mm) and 4% (19.4 mm) in the zone of strong inhibition. It can be concluded that formulation gel mask preparations Peel off stems and leaves of suruhan (Peperomia pellucida L.) can provide antibacterial activity against Propionibacterium acne with respective inhibition zones of 15.1 mm, 17.8 mm and 19.4 mm which are equally strong in inhibiting Propionibacterium acne bacteria
Formulasi Sediaan Gel Basis HPMC Ekstrak Etanol Daun Jarak Cina (Jatropha multifida) Sebagai Penembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Farid, Nurfiddin; Kalsum, Ummu; Yustisi, Juaella; Wahyuli, Resky
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.369 KB) | DOI: 10.29303/sjp.v1i2.25

Abstract

Saat ini banyak penelitian yang mengembangkan tanaman berkhasiat untuk pengobatan tradisional. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman Jarak cina (Jatropha multifida L). Berdasarkan pengalaman empiris secara turun temurun banyak digunakan oleh masyarakat khususnya Jeneponto, Desa Bulusibatang untuk menyembuhkan luka baru. Di Desa Bulusibatang lebih dikenal dengan tanaman ampicillin (Daun Jarak cina). Pemanfaatan tanaman obat masih perlu terus digali dan dikembangkan berdasarkan penelitian dan pengkajian secara mendalam seiring dengan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, peneliti ingin melanjutkan penelitian dengan membuat sediaan farmasi untuk mempermudah penggunaannya secara topikal yaitu sediaan Gel ekstrak etanol Daun Jarak cina (Jatropha multifida L) untuk mengobati luka sayat pada tikus putih (Rattus novergecus). Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental Laboratorium yaitu Uji Efektivitas sediaan Gel ekstrak daun Jarak cina (Jatropha  multifida L) terhadap penyembuhan luka sayat pada Tikus putih (Rattus norvegicus). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistic yaitu analysis of variance (ANOVA) untuk mengetahui rata-rata kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, kontrol positif Bioplacenton lebih efektif dibandingkan kontrol negatif. Dan konsentrasi sediaan gel Ekstrak daun Jarak cina (Jatropha multifida) pada konsetrasi 15% yg paling efektif dalam penyembuhan luka sayat dibandingkan dengan konsetrasi 5% dan 10%.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) dalam Sediaan Gel Antibakteri terhadap Aktivitas Staphylococcus aureus Muzayyidah Muzayyidah; Muhammad Yusuf; Nurfiddin Farid; Jangga Jangga; Wira Anugrah
Journal of Pharmascience Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i2.15341

Abstract

Daun labu siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) telah diidentifikasi mengandung flavonoid, tannin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri formula sediaan gel ekstrak etanol daun labu siam dan pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap aktivitas tersebut pada Staphylococcus aureus. Formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun labu siam dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak 10% (F1), 15% (F2), dan 20% (F3) dengan kontrol positif sediaan gel Klindamisin. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode sumuran dan pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat. Hasil pengujian menunjukkan F1 memiliki rata-rata diameter zona hambat sebesar 13,2 mm, F2 memiliki diameter zona hambat 15,4 mm, dan F3 memiliki diameter zona hambat 18,6 mm. Analisis data dengan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya peningkatan diameter zona hambat yang signifikan setiap penambahan konsentrasi ekstrak daun labu siam dalam sediaan gel (p<0.05). Kata Kunci: Labu Siam, Gel Antibakteri, Metode Sumuran, Staphylococcus aureus, Zona Hambat Siamase Pumpkin Leaves (Sechium edule (Jacq.) Swartz) have been identified as containing flavonoids, tannins, and saponin potential as antibacterial agents. This study aims to determine the antibacterial activity of the etanol extract gel formulation of siamase pumpkin leaves and the effect of varying concentrations of the extract in Staphylococcus aureus activity. The formulation of siamase pumpkin leaves ethanol extract gel prepared using various extract concentration of 10% (F1), 15% (F2), and 20% (F3) with a positive control of clindamycin gel. Antibacterial activity against Staphylococcus aureus was tested using the well method and observations by measuring the inhibition zone. The results showed that F1 had an average inhibition zone of 13,2 mm, F2 had an inhibition zone of 15,4 mm, and F3 had an inhibition zone of 18,6 mm. Data analysis using the Oneway ANOVA test showed that there was an effect of the concentration of the ethanol extract of siamase pumpkin leaves in the gel preparation on antibacterial activity (p<0,05). In addition, of the three gel formulations, F3 showed the best antibacterial activity against Staphylococcus aureus with a strong category of inhibition zone.