Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Kapasitas dan Daktilitas Dinding Rangka Bidang Baja Hollow Diisi Mortar (Studi Kasus:Dinding dengan Perkuatan Batang Diagonal Baja Hollow Diisi Mortar dengan Variasi Jenis Bukaan terhadap Pembebanan Pushover) Fauran, Abrar; Huzaim, Huzaim; Mahlil, Mahlil; Humayra, Siti
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.29962

Abstract

Baja hollow sebagai bahan bangunan alternatif dapat digunakan, dikarenakan baja hollow dapat menghemat biaya serta memiliki beberapa keunggulan yang menguntungkan. Pada penelitian ini digunakan baja hollow yang diisi mortar sebagai rangka bidang untuk perkuatan dinding. Penambahan batang diagonal pada rangka bidang bertujuan untuk meningkatkan kekakuan serta kekuatan benda uji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis bukaan terhadap kapasitas dan daktilitas dinding rangka bidang baja hollow yang diisi mortar dalam menahan beban pushover serta untuk mengetahui rasio perbandingan nilai kapasitas dari dinding rangka bidang baja hollow yang diisi mortar dalam menahan beban pushover dengan variasi jenis bukaan terhadap nilai hasil penelitian yang dilakukan oleh Nabila (2022) yaitu rangka bidang tanpa pasangan dinding beton pracetak. Terdapat 3 benda uji pada penelitian ini,yaitu dinding tanpa bukaan (DTB), dinding bukaan pintu (DBP), dinding bukaan jendela (DBJ). Sedangkan pada penelitian yang dilakukan Nabila (2022) terdapat 3 jenis benda uji yaitu rangka bidang tanpa bukaan (RBTB), rangka bidang bukaan pintu (RBBP), dan rangka bidang bukaan jendela (RBBJ) dengan hasil kapasitas berturut-turut sebesar 3,488 tf, 1,360 tf, dan 1,360 tf. Hasil penelitian ini adalah, dari pengujian pushover didapatkan kapasitas DTB, DBP, DBJ berturut-turut sebesar 5,8 tf, 2,19 tf, dan 1,07 tf. Daktilitas yang didapatkan DTB, DBP, dan DBJ berturut-turut sebesar 1,562, 2,286, dan 4,414. Serta rasio perbandingan antara rangka bidang dengan dinding dan tanpa dinding, pada tinjauan tanpa bukaan, bukaan pintu, dan bukaan jendela berturut- turut sebesar 1,663, 1,596,dan0,787.
Assessment Awal Struktur Bangunan Perkantoran di Kota Banda Aceh Pasca 19 Tahun Tsunami Haris, Muhammad; Muttaqin, Muttaqin; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.30819

Abstract

Bangunan perkantoran di Kota Banda Aceh adalah salah satu yang terkena dampak bencana gempa bumi dan tsunami tahun 2004 silam. Pasca 19 tahun tsunami, masih terdapat sejumlah gedung mengalami kerusakan berupa retak dan korosi pada elemen struktur bangunan perkantoran yang terkena air tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat kerusakan pada elemen struktur bangunan perkantoran di Kota Banda Aceh pasca 19 tahun tsunami 2004 berdasarkan radius dari bibir pantai. Tahapan awal adalah inspeksi terhadap beberapa bangunan perkantoran, selanjutnya ditentukan dua bangunan perkantoran dengan radius 2 km dari bibir pantai dan tiga bangunan dengan radius 2 km dari bibir pantai. Tahapan berikutnya dilakukan assessment dengan metode visual assessment menggunakan formulir pemeriksaan kerusakan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa terdapat 2 bangunan perkantoran dengan kategori rusak ringan pada radius 2 km dari bibir pantai, dan 3 bangunan pada radius 2 km dari bibir pantai. Hasil yang didapatkan seluruh bangunan masuk kepada kategori rusak ringan, namun nilai kerusakan yang didapat lebih besar pada bangunan dengan radius lebih dekat dari bibir pantai.
Assessment Awal Struktur Bangunan Pertokoan di Kota Banda Aceh Akibat Tsunami 2004 Siddiq, Ilham; Muttaqin, Muttaqin; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.27142

Abstract

Korosi atau yang lebih umum disebut pengkaratan merupakan suatu proses degradasi material logam yang diakibatkan oleh reaksi elektrokimia dengan senyawa lain dan lingkungannya. Korosi baja tulangan menyebabkan pengembangan volume baja tulangan sehingga selimut beton yaitu bagian beton yang melindungi baja tulangan dapat mengalami keretakan atau terkelupas. Hal ini sangat membahayakan bagi pengguna suatu struktur tersebut karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan dan hancurnya suatu struktur beton bertulang. Bencana tsunami 2004 di Provinsi Aceh telah mengakibatkan banyak kerugian material dan non-material salah-satunya kerusakan bangunan pertokoan di Kota Banda Aceh. Dampak yang masih berlangsung hingga saat ini berupa kerusakan pada elemen struktur bangunan pertokoan yang terkena air tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerusakan bangunan pertokoan yang terkena dampak tsunami 2004 di Kota Banda Aceh. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan inspeksi awal terhadap beberapa bangunan pertokoan, selanjutnya ditentukan tiga bangunan pertokoan dengan radius 2 km dari bibir pantai, dan tiga bangunan pertokoan dengan radius 2,5 km dari bibir pantai untuk dilakukan assessment terhadap kerusakan pada elemen struktur bangunan pertokoan tersebut dengan metode visual assessment menggunakan Formulir Pemeriksaan Kerusakan Bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 bangunan pertokoan dengan kategori rusak sedang dan 1 bangunan dengan kategori rusak ringan pada radius 2 km, sedangkan 1 bangunan dengan kategori rusak sedang dan 2 bangunan dengan kategori rusak ringan pada radius 2.5 km dari bibir pantai. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bangunan dengan radius 2 km dari bibir pantai mempunyai tingkat kerusakan yang lebih tinggi.
Rancang Bangun Internet Server dan Implementasi Sistem E-Learning Sekolah Pada SMAN 1 Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara Safriadi, Safriadi; Anwar, Anwar; Mahlil, Mahlil; Salahuddin, Salahuddin
Jurnal Vokasi Vol 9, No 2 (2025): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i2.7399

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMAN 1 Syamtalira Aron,Kabupaten Aceh Utara, untuk mengatasi permasalahan mitra berupa keterbatasaninfrastruktur jaringan, tidak optimalnya pengelolaan server, dan belum tersedianyasistem e-learning sebagai media pembelajaran daring. Tujuan kegiatan ini adalahmembangun infrastruktur server yang andal dan mengimplementasikan sistem e-learning berbasis open source guna mendukung proses belajar mengajar yang fleksibeldan modern. Metode pelaksanaan meliputi pembekalan teori, demonstrasi teknis, praktiklangsung oleh peserta, dan evaluasi sistem yang telah dibangun. Kegiatan iniberlangsung di sekolah mitra dengan pendekatan pelatihan intensif kepada guru dan stafteknis sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa server internet berbasis UbuntuServer 22.04.2 LTS berhasil dibangun dan sistem e-learning dapat dioperasikan secaramandiri oleh sekolah. Implementasi ini meningkatkan aksesibilitas pembelajaran sertaketerampilan teknis staf dalam pengelolaan server. Meskipun terdapat tantangan sepertiketerbatasan bandwidth dan pengetahuan teknis, langkah strategis seperti pelatihanberkelanjutan dan peningkatan infrastruktur telah direncanakan untuk mendukungkeberlanjutan program.
PENANGANAN JEMBATAN PELAT GIRDER YANG MENGALAMI DEFLEKSI YANG BESAR DAN TEGANGAN BERLEBIH SETELAH PENGECORAN PELAT LANTAI Hasan, Muttaqin; Mahlil, Mahlil; Jamil, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v9i2.17348

Abstract

Jembatan Gigieng Kabupaten Pidie dengan panjang bentang 35,76 m dan lebar 6,5 m dibangun dari struktur baja pelat girder dengan lantai dari beton bertulang. Sesaat setelah dilakukan pengecoran pelat lantai, struktur pelat girder mengalami defleksi sampai 30 cm di tengah bentangnya dan kelihatan bagian bawah pelat girder mengalami tarik yang besar, sehingga jembatan tersebut tidak bisa digunakan. Untuk mengetahui penyebabnya, maka dilakukan asesmen lapangan meliputi pengukuran penampang pelat girder, jarak sokongan lateral, sistem sambungan dan jumlah baut yang digunakan pada sambungan, kekencangan baut dan pemasangan pengaku pada pelat girder. Disamping itu juga dilakukan asesmen pada dokumen perencanaan. Selanjutnya dilakukan analisis struktur dan diperoleh penyebab pelat girder mengalami defleksi yang besar dan tegangan berlebih (over stress) adalah karena kurangnya tinggi total penampang pelat girder. Rendahnya tinggi total penampang pelat girder disebabkan kesalahan asumsi dalam desain, dimana perencana mengasumsikan penampang pelat girder sebagai penampang komposit baja beton dalam menahan beban mati dari pelat lantai dan berat girder sendiri. Upaya penanganan jembatan yang diusulkan dalam studi ini adalah dengan cara menghilangkan tegangan pada pelat girder dengan cara membongkar lantai jembatan sehingga kondisi pelat girder kembali ke keadaan semula, melakukan perkuatan struktur pelat girder dengan menambah profil I pada bagian bawah pelat sayap bawah girder dengan ukuran pelat badan 12,65 mm x 800 mm dan pelat sayap 260 mm x 20 mm di sepanjang 30 m panjang jembatan di bagian tengahnya dari baja mutu SM490 (Fy = 363 MPa), mengencangkan kembali baut-bautnya dan melakukan pengecoran kembali pelat lantainya.
DESAIN PERKUATAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI DAN UMUR BANGUNAN MENGGUNAKAN CFRP SHEET Hasan, Muttaqin; Mahlil, Mahlil; Mubarak, Azzaki
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v9i1.15945

Abstract

: Gedung Kantor Ikatan Guru Aceh pada Kantor Badan Kepegawaian Aceh ingin dirubah fungsinya menjadi Ge-dung Arsip, sehingga beban hidup yang akan bekerja menjadi lebih besar dari beban hidup desain. Disamping itu, gedung tersebut telah berumur 30 tahun, sehingga sudah terjadi degradasi kekuatan sebagian material pemben-tuk strukturnya. Berubahnya standar perencanaan struktur bangunan tahan gempa dari SNI 03-1726-1989 (standar pada saat desain) menjadi SNI 1726:2012 menyebabkan beban gempa yang bekerja pada struktur bangunan tersebut menjadi lebih besar. Oleh karena itu, struktur gedung tersebut perlu diperkuat sehingga mam-pu melayani beban yang bekerja pada saat ini. Untuk maksud ini, maka telah dilakukan pengukuran dimensi ele-men struktur dan pengujian kuat tekan beton pada elemen struktur kolom lantai satu, kolom lantai dua, balok lan-tai, pelat lantai dan ring balok menggunakan hammer test. Jumlah tulangan, arrangement tulangan serta diameter tulangan pada elemen struktur tersebut diukur menggunakan alat profometer. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengujian tersebut dilakukan analisis untuk mendapatkan kekuatan tersedia dari balok lantai, pelat lantai, ring balok dan kolom. Berdasarkan beban yang bekerja pada saat ini, juga dilakukan analisis struktur untuk mendapatkan kekuatan perlu dari elemen struktur tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur bangunan tersebut tidak mampu melayani beban yang bekerja saat ini, sehingga dilakukan perkuatan struktur. Perkuatan struktur didesain dengan cara menggunakan externally wrapping system menggunakan material Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) sheet setebal 1,2 mm sebanyak satu lapis. Setelah dilakukan perkuatan struktur, ele-men struktur tersebut sudah cukup kuat melayani beban yang bekerja.
PEMAHAMAN PETANI GARAM TENTANG KEHALALAN PRODUK DI GAMPONG CEBREK KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Mahlil, Mahlil; Akram, Nailul
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v5i1.5136

Abstract

This study raised the issue of understanding salt farmers about the halal products starting from pre-production, production processes, and post-production in Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie District. The purpose of this research is to find out the understanding of salt farmers about the halal nature of the product and what are the constraints of salt farmers related to efforts to manage product halal guarantee. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, and uses a sample selection technique with the provisions of the characteristics and characteristics of objects in a purposive sampling study, the data collection technique is done in three ways, namely observation, interviews, and documentation. The informants were four salt farmers and keuchik Gampong (village head) Cebrek. The results showed that the understanding of salt farmers in terms of pre-production was good, the production process was quite good and post-production was good. The obstacle factor of salt farmers related to product halal guarantee is that the income and expenditure of salt farmers are not comparable or still low so it is not enough to carry out the halal label management process, and is also constrained in the fencing of salt fields. Here there needs to be attention and role from the government, LPPOM (Institute of Studies, Food, Medicine and Cosmetics)-MPU (Ulama Consultative Assembly) Aceh to guide salt farmers to immediately fence off their salt fields so that the salt production process is better so that it meets the standards halal products.Keywords: Understanding of salt farmers, halal products.
FILM BERNUANSA BUDAYA ACEH SEBAGAI MEDIA DAKWAH (ANALISIS SEMIOTIKA PADA FILM DOKUMENTER DALAE DAN FILM DOKUMENTER BEUT BA’DA MEUGREB) Mahlil, Mahlil
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v6i1.6715

Abstract

The present, film is not only limited to the delivery of information, but also as a medium of entertainment, education, criticism, and so on, including as a dakwah media. The culture of Aceh has close links with Islamic elements and is a reflection of the lifestyle of the Acehnese people, because the culture of Aceh is inseparable from the scient system that is related to society. Culture is a legacy in the form of behavior, attitudes, habits, and norms in the form of verbal symbols and non-verbal messages that are practiced by humans in their daily lives. This study uses qualitative research with a semiotic analysis approach and interpretative methods. The purpose of this study was to analyze the signs and meanings associated with the values of da'wah in the documentary film dalae and beut ba'da meugreb. The results showed that the message of da'wah seen in the film dalae and beut ba'da meugreb contained many positive values because it contained an Islamic culture. The dakwah values contained in the film dalae can be seen in the dalail khairat (dalae) activities, also when the main subject invites meunasah priest to revive dalae activity, and the participants take seriously do it. Whith the shalawat to the Prophet, advice and prayers. In the villages, activities are carried out seriously, but in urban areas dalae activities have weakened and faded. Because many young men are negligent. Whereas the values of dakwah seen in the film Beut Ba'da Meugreb are when a young man search the cause of Beut Ba'da Meugreb is no more in his village. In general, the two films tell about the phenomenon of shifting religious values in Aceh. The aim of the two films is that the activities in dalae and beut ba'da meugreb are more advanced, more vibrant, and sustainable. In closing, the film dalae and beut ba'da meugreb contain the values of dakwah that need to be preserved in the future and it is hoped that their activities will be sustainable and better in dakwah Islam in Aceh.Keywords: Film, Acehnese Culture, Dalae, and Beut Ba’da Meugreb.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI (STUDI DI GAMPONG NUSA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR) Mahlil, Mahlil; Mustaqim, Mirja; Fatimah, Fatimah; Furqan, Muhammad
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9473

Abstract

Abstract: Community-based waste management is a large program that focuses on reducing plastic waste by turning it into goods of economic value. Within the program, there are several sub-programs that have produced derivative activities that have been shown to have a real impact on people's lives. Community-based waste management in Gampong (Desa) Nusa has also been around since 2006, the initial objective was to eliminate the existing waste during the tsunami disaster, but over time the waste management in Gampong Nusa made the community feel good impacts that had economic value, so that the products -products created by the people of Gampong Nusa have been sold to various groups. The purpose of this study was to determine the environmental conditions of Gampong Nusa, and waste management with economic value in Gampong Nusa. This type of research is field research (field research) with a qualitative approach. The data collection techniques used were observation, interview and documentation, then the research results were analyzed descriptively. The results showed that community-based waste management into an economic value product is to turn Gampong Nusa into an environmentally friendly village, making the results of waste management into products of economic value. Community-based waste management strategies become products of economic value, namely by providing understanding and practice directly with the community, so that the results are clear and the processed waste products can be used directly by the community.Keywords: Waste Management; Society; Economy.Abstrak: Pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah program besar yang berfokus pada upaya pengurangan timbunan sampah plastik dengan mengubahnya menjadi barang bernilai ekonomis. Di dalam program tersebut terdapat beberapa subprogram yang telah menghasilkan aktivitas turunan yang terbukti mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Gampong (Desa) Nusa juga sudah ada sejak tahun 2006, tujuan awalnya untuk menghilangkan sampah-sampah yang ada ketika bencana tsunami, namun seiring berjalannya waktu pengelolaan sampah di Gampong Nusa membuat masyarakat merasakan dampak baik yang bernilai ekonomi, sehingga produk-produk yang dikreasikan oleh masyarakat Gampong Nusa sudah terjual ke berbagai kalangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keadaan lingkungan Gampong Nusa, dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi di Gampong Nusa. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, selanjutnya hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi produk bernilai ekonomi adalah menjadikan Gampong Nusa menjadi gampong yang ramah lingkungan, menjadikan hasil pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi produk bernilai ekonomi yaitu dengan cara memberikan pemahaman dan mempraktikkan secara langsung bersama masyarakat, sehingga hasilnya terlihat jelas dan produk olahan sampah tersebut dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Faktor hambatan dalam melakukan pengelolaan sampah di Gampong Nusa yaitu ketika pemerintah tidak turun tangan dalam membantu mensejahterakan masyarakat dalam hal bimbingan maupun bantuan fisik sehingga masyarakat bergerak sendiri untuk mensejahterakan gampong.Kata Kunci: Pengelolaan Sampah; Masyarakat; Ekonomi.
MASYARAKAT DAN UPAYA PENGEMBANGAN WISATA DANAU LAOT TADU DI KECAMATAN TADU RAYA KABUPATEN NAGAN RAYA Wahyuni, Tika Agus; Rasyidah, Rasyidah; Mahlil, Mahlil; Rusnawati, Rusnawati
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.13331

Abstract

Abstract: The existence of Lake Laot Tadu Gampong Krueng Itam is a potential tourist location because of its beautiful landscape. It is also realized by the community so that various efforts are made to develop it. However, the development of community-based tourism is not an easy work. Some obstacles have reduced the spirit of the community, and have implications for the weakening of Laot Tadu’s tourism development efforts. This is the background of this research with the aim to study community efforts, as well as analyze opportunities and challenges for further development. The research approach is qualitative. Data collection techniques are interviews and observations. The results showed that the community started their efforts with a planning meeting on the development of lake tourism, then collaborated to clean the lake, and prepare road access to the lake, then prepare a business place. The opportunity is the view of Lake Laot Tadu from the side of Gampong Krueng Itam which is still very natural and beautiful compared to other gampong sides. However, other gampong is a challenge because of the diverse tourism diversification strategies. Part of the threat of this village tourism development strategy is the existence of a market in krueng itam gampong hall, which is actually a competitor to the tourist market in the lake.Keywords: Lake Laot Tadu; Tourism; Community.Abstrak: Keberadaan Danau Laot Tadu Gampong Krueng Itam merupakan lokasi wisata yang potensial karena keindahan alamnya. Hal ini juga disadari masyarakat sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkannya. Namun, upaya pengembangan wisata gampong berbasis masyarakat ini bukanlah hal yang mudah. Beberapa  kendala membuat semangat masyarakat menjadi redup, dan berdampak pada melemahnya upaya pengembangan wisata Laot Tadu ini. Hal inilah yang menjadi latar belakang penelitian ini dengan tujuan untuk mengkaji upaya-upaya yang telah dilakukan masyarakat, serta menganalisis peluang dan tantangan untuk pengembangan selanjutnya. Pendekatan penelitian adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengawali upayanya dengan musyawarah perencanaan pengembangan wisata danau, lalu melakukan gotong royong pembersihan danau, dan membuka akses jalan, selanjutnya pengembangan tempat usaha usaha. Peluang yang dimiliki adalah pemandangan Danau Laot Tadu dari sisi Gampong Krueng Itam masih sangat alami dan terjaga dibandingkan dari sisi gampong lainnya. Akan tetapi gampong yang lainnya tetap menjadi tantangan karena strategi diversifikasi wisata yang beragam. Bagian dari kelemahan strategi pengembangan wisata desa ini adalah keberadaan pasar di balai gampong Krueng Itam, yang justru menjadi pesaing bagi pasar wisata di danau.Kata Kunci: Danau Laot Tadu; Wisata; Masyarakat.