Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Evaluasi aktivitas analgesik dan antidiare ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea Linn.) Ananda, RA Dewinta Sukma; Kusumawardani , Nurul; Fauzi , Rizal; Estiningsih , Daru; Emelda, Emelda; Solikah , Wahyu Yuliana; Nurinda , Eva; Gunawan , Adhi; Ramandani , Wulan; Stiawati , Rika
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 3 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i3.558

Abstract

The analgesic and antidiarrheal effects of Clitoria ternatea Linn. flower extract were tested in mice. A significant analgesic response (p<0.05) was observed in acetic acid-induced pain models in a dose-dependent manner. The percent protection of analgesic properties was calculated from the reduction of writhing by butterfly pea ethanol extract. The Butterfly pea extract doses at 100, 200, and 400 mg/ kg showed analgesic protection by 76.6% (9.4  ± 3.65), 93.9% (2.4 ± 1.95), and 97.5% (1.0 ± 0.71), respectively. The antidiarrheal properties of Clitoria ternatea Linn. flower extract were assessed using the castor oil-induced diarrhea method. Clitoria ternatea Linn. flower extract delayed the onset of castor oil-induced diarrhea in a dose-dependent manner and reduced the frequency of defecation. There was no significant difference (p>0.05) between the effects of 400 mg/kg of Clitoria ternatea Linn. flower extract and loperamide in protecting mice against castor oil-induced diarrhea. Based on the study results, it is suggested that the Clitoria ternatea Linn. flower extract has strong analgesic and antidiarrheal properties. 
The Causes of Students Bullying Ramadhani, Sunainatul; Lestari, Putri Ayu; Emelda, Emelda; Norhayatun, Norhayatun
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 2 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i2.8404

Abstract

This research aims to open up the public's view that perpetrators of bullying also need to receive special attention, not just be judged and considered completely wrong. One of the main factors in bullying occurs due to a lack of concern from the surrounding environment. By using a qualitative approach through source triangulation method towards students who bully at MTS Nurul Ummah, and those closest to them. The research results show that internal and external factors are the biggest causes of bullying. This lack of concern extends to perpetrators who want to be seen and be the center of attention. This research recommends handling bullying perpetrators by not judging the perpetrators, providing a form of concern for the perpetrators, and providing a sense of responsibility to the perpetrators so that the perpetrators can learn from healthy experiences.
EDUKASI GEMAR MENABUNG GUNA MELEK LITERASI KEUANGAN SEBAGAI MOTIVASI MENUJU KEMANDIRIAN FINANSIAL Mindari, Ellisyah; Septariani, Jumania; Emelda, Emelda; Calista, Avissa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22581

Abstract

Pengelolaan keuangan yang bijak menjadi hal yang krusial dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.  Regulasi mendorong upaya membangun pendidikan karakter budaya menabung guna membantu siswa tumbuh menjadi perencana keuangan yang lebih baik. Masih rendahnya literasi keuangan dan tingkat kegemaran menabung siswa mendorong perlunya menggarap program pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan mengedukasi siswa agar gemar menabung guna melek literasi keuangan sebagai motivasi siswa menuju kemandirian finansial. Rektor dan Kepala LPPM Institut Rahmaniyah Sekayu serta Kepala SMP Negeri 6 Sekayu merupakan mitra dalam kegiatan ini.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Materi disampaikan dalam bentuk modul cetak, slide presentasi dan video edukasi. Selain itu, terdapat juga praktek dan tugas mandiri yang harus dilakukan peserta. Dalam kegiatan ini, dilakukan presentasi dan dialog didasarkan pada materi yang telah disajikan (gerakan nasional menabung; pengenalan sektor perbankan; beragam produk perbankan; pentingnya menabung untuk memberikan motivasi kepada siswa dalam mencapai kemandirian finansial).  Hasil kegiatan ini berhasil berkat hadirnya peserta, peningkatan nilai evaluasi akhir yang lebih tinggi dari nilai evaluasi awal, antusiasme dalam menerima materi dan terjadinya interaksi yang positif dalam diskusi.
EFEK EKSTRAK ETANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack.) TERHADAP EKSPRESI Caspase-3 PADA ORGAN HATI TIKUS GALUR SD YANG DIBERIKAN DOXORUBICIN Emelda, Emelda
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v1i1.494

Abstract

AbstrakDoxorubicin sebagai agen kemoterapi tidak hanya menimbulkan efek toksik pada sel kanker, tetapi juga menimbulkan efek toksik pada sel-sel normal terutama pada organ hati dan jantung. Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu agen imunostimulator dalam menurunkan toksisitas doxorubicin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ada atau tidaknya penurunan ekspresi caspase-3 pada organ hati tikus normal yang diberikan doxorubicin setelah pemberian ekstrak etanol akar pasak bumi.Metode yang digunakan untuk mendapatkan ekstrak etanol akar pasak bumi adalah dengan metode maserasi. Hewan uji dibagi menjadi dalam beberapa kelompok. Kelompok kontrol (Kontrol negatif, kontrol pelarut dan kontrol sehat), kelompok ekstrak akar pasak bumi 200 mg/kgBB,dan kelompok perlakuan. Untuk memastikan adanya ekspresi caspase-3 dilakukan pengecatan imunohistokimia dan dihitung jumlah sel yang terekpresi dalam persen yang kemudian diuji dengan SPSS. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara kontrol negatif (15,17 ± 5,17) dengan kelompok perlakuan yang diberikan doxorubicin dan ekstrak etanol akar pasak bumi 200 mg/kgbb ( 23,59 ± 9,28). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol akar pasak bumi dengan dosis 200 mg/kgBB meningkatkan ekspresi caspase-3 pada tikus normal yang diberikan doxorubicin. Kata kunci : Eurycoma longifolia Jack, Doxorubicin, ekspresi caspase-3.  AbstractDoxorubicin is a chemotherapeutic agent not only cause toxic effect on cancer cells, but also cause toxic effects on normal cells, especially in the liver and heart. Pasak bumi Roots (Eurycoma longifolia Jack.) has the potential to be developed into one of the immunostimulatory agent in reducing the toxicity of doxorubicin. This study aims to determine whether there is any effect of decreassed expression of caspase-3 in the liver of normal rats given doxorubicin after administration on the ethanol extract of the pasak bumi roots. The method used to obtain the ethanol extract of the pasak bumi roots is by maceration method. Test animals were divided into several groups. Control Group(Negative Control, solvent control group and healthy control group), the group of pasak bumi roots 200 mg/kg bodyweight, and The treatment group. To ensure the expression of caspase-3 was performed immunohistochemical staining and calculated the number of cells that expressed in percent. Percent of expression then performed statistical test using SPSS. The result of statistical test show that there were significant increase between the negative control (15,17 ± 5,17) with the treatment group were given by doxorubicin and ethanol extract of the pasak bumi roots 200 mg/kg bodyweight (23,59 ± 9,28). The concluded that in fact the ethanol extract of pasak bumi roots at dose 200 mg/kg bodyweight increased the expression of caspase-3 in normal rats was given by doxorubicin. Keywords : Eurycoma longifolia Jack, Doxorubicin, expression of caspase-3 
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN GEL TUNGGAL DAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOLIK DAUN SIRIH MERAH (Pipper crocatum) dan MINYAK KAYU MANIS (Cinnamon oil) Emelda, Emelda
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i2.1405

Abstract

AbstrakSirih merah memiliki kandungan senyawa aktif seperti minyak atsiri, alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid. Minyak atsiri yang terkandung di dalamnya memiliki aktivitas sebagai antiseptik. Tanaman lain yang juga memiliki banyak manfaat adalah kayu manis. Minyak kayu manis diketahui memiliki aktivitas sebagai anti inflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat formulasi sediaan gel kombinasi ekstrak etanol daun sirih merah dan minyak kayu manis dan mengetahui sifat fisik sediaan tersebut.Penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan. Daun sirih merah diekstraksi dengan pelarut etanol kemudian diformulasikan dalam bentuk gel dan dikombinasikan dengan minyak kayu manis. Uji sifat fisik sediaan krim dan salep, meliputi organoleptik, uji homogenitas, pH dengan indikator pH universal, uji daya lekat, daya sebar dan uji konsistensi.Hasil penelitian menunjukkan sediaan gel kombinasi ekstrak etanol daun sirih merah dan minyak kayu manis memiliki warna hijau kecoklatan, dan kayu manis tunggal berwarna putih, memiliki bau khas, berbentuk semipadat, homogen, daya lekat lebih dari 1 detik, daya sebar masih berada dalam rentang 5-7 cm dan  uji konsistensi menunjukkan tidak terjadi pemisahan.Sediaan gel kombinasi ekstrak etanol daun sirih merah dan minyak kayu manis memenuhi persyaratan uji fisik, meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat daya sebar dan uji konsistensi. Kata Kunci: Daun sirih merah, minyak kayu manis, gel, uji sifat fisik AbstractRed betel contains active compounds such as essential oils, alkaloids, saponins, tannins, and flavonoids. The essential oil contained in it has antiseptic activity. Another plant that also has many benefits is cinnamon. Cinnamon oil is known to have anti-inflammatory activity. The purpose of this study was to formulate a gel preparation for a combination of ethanol extract of red betel leaf and cinnamon oil and to determine the physical properties of these preparations.This research is an experimental laboratory. Red betel was Extracted with an ethanol solvent, red betel leaves are then formulated in the form of a gel and combined with cinnamon oil. The physical properties test for cream and ointment preparations included organoleptic, homogeneity test, pH with a universal pH indicator, adhesion test, spreadability, and consistency test.The results showed that the combination gel preparation of the ethanol extract of red betel leaf and cinnamon oil had a brownish-green color and white for only cinnamon oil, had a distinctive odor, was semisolid, homogeneous, adhered more than 1 second, the spreadability was still within the range of 5-7 cm and consistency test showed there is no separation.The combination gel preparation for the ethanol extract of red betel leaf and cinnamon oil met the physical test requirements, including the organoleptic test, homogeneity, pH, adhesiveness, spreadability, and consistency test. Keyword: Red Betel leaf, Cinnamon oil, physical properties test 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) DAN GANGGANG HIJAU (Ulva lactuca L.) Septiawan, Azizah Nada; Emelda, Emelda; Husein, Saddam
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i1.1601

Abstract

Penelitian yang dilakukan Rahman menyatakan bahwa ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan adanya perubahan warnaungu pekat menjadi kuning. Sedangkan Penelitian yang dilakukan oleh Emelda menjelaskan bahwa kemampuan menangkap radikal bebas ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) lebih baik dibandingkan Vitamin C dilihat dari nilai IC 50 dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol ganggang hijau maka semakin tinggi kemampuan menangkap radikal bebas. Kombinasi dari dua jenis atau lebih tumbuhan yang memiliki kandungan antioksidan diharapkan dapat menghasilkan daya antioksidan yang lebih tinggi karena sifatnya sinergis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada kombinasi ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera L.) dan ganggang hijau (Ulva lactuca L.) melalui nilai IC 50 pada kombinasi ekstrak etanol lidah buaya (Aloe veraL.) dan ganggang hijau (Ulva lactuca L.). Jenis penelitian ini adalah eksperimental untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak tunggal dan kombinasi ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) dan ganggang hijau (Ulva lactuca L.) dengan perbandingan 1:1; 1:2 dan 2:1 dengan menggunakan metode DPPH. Hasil Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan bahwa kontrol positif, ekstrak etanol lidah buaya tunggal, ganggang hijau tunggal berserta kombinasi dengan perbandingan 1:1; 1:2 dan 2:1 memiliki aktivitas antioksidan kuat sampai sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak etanol lidah buaya dan ganggang hijau 1:2 memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC 50 sebesar 16,51 µg/ml.
FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Ulva lactuca L.) DAN UJI IN VITRONILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) Pratiwi, Dinda Ayu; Emelda, Emelda; Husein, Saddam
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i1.1602

Abstract

Radiasi sinar ultraviolet atau sinar UV secara berlebih akan mengakibatkan jaringan epidermis pada kulit tidak cukup mampu melawan efek berbahaya. Tabir surya merupakan bahan kosmetik yang secara fisik maupun kimia berfungsi sebagai penghambat penetrasi sinar UV ke dalam kulit. Tanaman yang dapat berfungsi sebagai tabir surya karena memiliki senyawa fenolik salah satunya adalah ganggang hijau (Ulva lactucaL). Jenis Penelitian ini adalah eksperimental menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan kemampuan krim tabir surya dalam menghambat radiasi sinar UV ke kulit. Tujuan penelitian ini yaitu membuat formulasi sediaan krim tabir surya dari ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) dan mengetahui nilai SPF(Sun Protecting Factor) yang paling baik dari berbagai konsentrasi krim tabir surya ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.). Hasil dari penelitian yaitu nilai SPF dari formula 1 (basis krim) sebesar 1,5077 yang berarti formula 1 tidak memiliki aktivitas sebagai tabir surya, formula 2 (ekstrak ganggang hijau 3%) memiliki formula 2 (konsentrasi ekstrak 3%) memiliki nilai SPF sebesar 7,311 yang tergolong dalam kategori proteksi ekstra, formula 3 (konsentrasi ekstrak 4%) memiliki nilai SPF sebesar 13,427 yang termasuk dalam kategori proteksi maksimal dan formula 4 memiliki nilai SPF sebesar 19,282 yang tergolong dalam kategori perlindungan ultra. Formulasi krim dengan nilai SPF yang paling tinggi adalah formula 4. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka makin semakin meningkat nilai SPF.
UJI MUTU FISIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FORMULA KRIM KOMBINASI EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Ulva latuca L.) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI PERAWATAN KULIT WAJAH Hanifah, Wening; Emelda, Emelda; Fatmawati, Annisa; Aprilia, Veriani
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i1.1670

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang dapat memperlambat atau mencegah proses terjadinya oksidasi. Oksidasi merupakan reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas. Paparan radikal bebas seperti sinar matahari, polusi udara, obat-obatan, asap rokok secara terus menerus akan menyebabkan kulit tampak kering, kusam, lesi kulit, dan juga penuaan dini. Ganggang hijau (Ulva Lactuca L.) dan lidah buaya (Aloe Vera) telah diteliti memiliki aktivitas antioksidan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula terbaik berdasarkan mutu fisik dan aktivitas antioksidan krim kombinasi ekstrak etanol ganggang hijau (EEGH) dan lidah buaya (EELB) dengan metode DPPH. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium terhadap 5 formula sediaan krim dengan perbedaan jumlah ekstrak serta dilakukan uji mutu fisik dan aktivitas antioksidan sediaan krim pada hari ke-0 menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Krim formula 1 memiliki daya sebar, daya lekat dan aktivitas antioksidan sebesar 4,5 cm, 10,456 detik, IC50 802,038 µg/mL. Formula 2 sebesar 3,1 cm, 4,59 detik, IC50 1.643,955 µg/mL. Formula 3 sebesar 4,833 cm, 13,993 detik, IC50 304,41 µg/mL. Formula 4 sebesar 3,766 cm, 9,806 detik, IC50 559,453 µg/mL. Formula 5 sebesar 3,833 cm, 9,116 detik, IC50 2.227 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 3 merupakan formula terbaik berdasarkan uji mutu fisiknya dengan nilai daya sebar sebesar 4,833 cm, daya lekat 13,993 detik, dan aktivitas antioksian ditunjukkan dengan nilai IC50 sebesar 304,411 µg/mL.
OPTIMASI FORMULA PADA GRANUL PARACETAMOL DENGAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN PENGISI LAKTOSA DAN AVICEL PH 101 SERTA EVALUASI PARAMETER KADAR LEMBAB MOISTURE CONTENT DAN LOSS ON DRYING Fatmawati, Annisa; Emelda, Emelda; Elvana, Azza
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i1.1806

Abstract

Industri Farmasi selalu melakukan penelitian dan pengembangan formula obat, dimana untuk mendapatkan sediaan farmasetis yang berkualitas. Paracetamol merupakan obat yang berkhasiat sebagai analgetik dan antipiretik, dalam sediaan padat berupa sediaan tablet yang diformulasikan dengan metode granulasi basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan lembab berupa parameter MC (Moisture Content) dan LOD (Loss On Drying) pada granul paracetamol dengan variasi bahan pengisi laktosa dan avicel PH 101. Metode penelitian ini menggunakan metode gravimetri dengan membuat granul paracetamol dan menguji kandungan lembab pada menit ke- 15, 30, 60, 120 dan 180 pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula 1 (100% Laktosa) dan Formula 3 (50% Laktosa : 50% avicel PH101) memiliki kandungan lembab < 3% pada menit ke 120, sedangkan Formula 2 (100% avicel PH101) memiliki kandungan lembab < 3% dinyatakan dengan LOD (2,52%) dan MC (2,58%) pada menit ke-60. Formula 2 merupakan formula yang paling baik untuk digunakan dalam formulasi sediaan tablet paracetamol dengan metode granulasi basah berdasarkan kandungan lembab MC dan LOD.
Pengaruh Kolaborasi Gizi Dan Farmasi terhadap Tingkat Pengetahuan Diabetes Mellitus Lansia Wijayatri, Ratna; Kurniasari, Yulinda; Ulya, Lulu Fathnatul; Emelda, Emelda
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i2.1924

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit menahun dan kronis yang pengobatannya memerlukan waktu yang lama. Penyakit DM memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan karena adanya komplikasi yang serius baik mikrovaskuler maupun makrovaskuler.  Hampir 50% kasus DM dialami oleh pasien dengan usia 65 tahun keatas. DM pada usia lanjut berbeda secara metabolik dengan DM pada usia lainnya sehingga dibutuhkan pendekatan terapi yang berbeda pada kelompok ini. Hal ini dikarenakan pada usia lanjut telah mengalami kemunduran fisik dan mental yang berakibat pada penurunan kualitas hidup dan penurunan pemahaman dalam memahami perintah menggunakan obat. Metode CBIA (Community Based Intensive Aproach) yang bersinergi antara Gizi dan Farmasi diterapkan dalam peningkatan pengetahuan terhadap kadar gula darah dan pengontrolannya pada pasien usia lanjut yang menderita DM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre post test design, dengan kontrol design. Responden diambil dari 2 puskesmas di Bantul dengan metode purposive sampling, dan diperoleh 60 responden lansia yang masuk ke dalam kriteria inklusi.Hasil pengukuran tingkat pengetahuan setelah dilakukan intervensi berupa asuhan farmasi dan gizi yang bersama-sama dengan metode CBIA mengalami peningkatan dibandingkan kelompok kontrol. Tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi terdapat 4 responden dengan pengetahuan rendah, 26 responden dengan pengetahuan sedang, 30 responden dengan pengetahuan tinggi. Mengalami peningkatan pengetahuan menjadi terdapat 58 dengan pengetahuan tinggi, dan 2 rendah. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian intervensi CBIA yang bersinergi antara gizi dan farmasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien lansia terhadap DM.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ahsanah, Dhania Rizki Aisyah, Faizah Nesya Ali Nur Ajat, Ajat Aprilia, Veriani Azizah, Abibatul Banafsaj, Zakia Irbah Calista, Avisa Calista, Avissa Dewi, Alvina Fitriya Didik Yuni Prasetya Dilla, Triani Utami Dwinta, Eliza Eliyanah, Eliyanah Elvana, Azza Estiningsih , Daru Estiningsih, Daru Fatmawati, Annisa Fauzi , Rizal Fitri, Nurwijaya Gentari, Katri Gunawan , Adhi Hafid, Pera Yulia Hafid, Perawati Hanifah, Wening Haryanggita, Bariqna'im Katon Heriyana Heriyana Heriyani, Yeni Ichwan Ridwan Rais Indra Irawan Juliana, Intan Kartika Damayanti, Kartika Karunia, Eva Kristianto Kristianto Kurniasari, Yulinda Kusumawardani , Nurul Kusumawardani, Nurul Lestari, Yessi Lubis, Abdul Rahman Mardia, Niam Mardianna, Nova Mindari, Ellisyah Muhammad Abdurrahman Munir Nabila , Lathifa Nita Priyanti Nofrianto, Robby Norhayatun, Norhayatun Nugraeni, Ratih Nurhidayanti, Nurhidayanti Nurinda , Eva Nuryanti, Sundari Desi Octaviani, Ani Pothitirat, Werayut Pothitirat, Werayut Pratiwi, Dinda Ayu Pratiwi, Sindi Pratiwi, Sindi Putri Ayu Lestari Putri, Ade Lia Rahmawati, Feti Rahmi, Lisa Amelia Rakhmalina, Ika Ramadani, Fitriah Ramadhani, Sunainatul Ramandani , Wulan Rizal Fauzi Robby, Robby Saddam Husein, Saddam Safitri, Eka Asriani Saputri, Arfinda Hanung Saroya, Nadia Tus Sarwadhamana, Raden Jaka Septariani, Jumania Septiawan, Azizah Nada Setyaningrum, Yuliani Seyawati, Dheka Ristana Solikah , Wahyu Yuliana Solikah, Wahyu Yuliana Sondak, Ferdinan Khan Sri Agustina, Sri Sri Watini Stiawati , Rika Sucianingsih, Depita Sukawati, Jelita Sukma Ananda , RA Dewinta Sukma, Diajeng Mahai Tandawali, Hajiria Trianingsih, Febby Ulya, Lulu Fathnatul Widyaningrum, Yulia Mita Wijayatri, Ratna Wulandari, Metha Yeni Haryani, Yeni Yeni Heryani Yuliana, Dewi Arnani Yunitasari, Septiyani Endang