Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Agama dan Sains dalam Persfektif Seyyed Hossein Nasr M, Amril; Elpasamani, Hasian Toyyiba
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seyyed Hossein Nasr, seorang filsuf dan cendekiawan Islam terkemuka, mengajukan pemikiran yang mendalam mengenai integrasi agama dan sains. Nasr berargumen bahwa sains modern, yang sering kali terjebak dalam pandangan dunia materialistik dan reduksionis, seharusnya dipadukan dengan pemahaman agama untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap dan holistik tentang alam semesta. Menurutnya, agama dan sains bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan dua jalan yang saling melengkapi dalam upaya memahami kebenaran yang lebih tinggi. Nasr mengkritik sains yang mengabaikan dimensi spiritual dan metafisik dari realitas, serta menekankan pentingnya menjadikan sains sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, dengan prinsip-prinsip etika yang berpijak pada ajaran agama. Ia mengajak umat manusia untuk kembali pada pandangan dunia yang melihat alam semesta sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki tujuan dan makna, yang hanya dapat dipahami secara menyeluruh melalui sintesis antara pengetahuan ilmiah dan spiritual. Dalam pemikirannya, Nasr melihat integrasi agama dan sains sebagai jalan untuk menyelesaikan krisis moral dan eksistensial yang dihadapi dunia modern.
Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif M. Amin Abdullah Masnur, Fitri Ali; M, Amril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi agama dan sains dalam perspektif M. Amin Abdullah menekankan pentingnya pendekatan interkonektif yang melibatkan dialog antara ilmu keislaman, ilmu sosial-humaniora, dan ilmu alam. Menurutnya, dikotomi antara agama dan sains harus diatasi melalui paradigma integratif-interkonektif yang menekankan harmoni antara wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang holistik terhadap realitas, di mana agama tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai inspirasi etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan integrasi ini, M. Amin Abdullah mengusulkan pembaharuan pendidikan tinggi Islam melalui rekonstruksi kurikulum yang menggabungkan nilai-nilai agama dengan pendekatan ilmiah untuk menjawab tantangan kontemporer secara komprehensif.
Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif Nidhal Goussoum Abdillah, Husnu; M, Amril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi agama dan sains dalam perspektif Nidhal Guessoum menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis antara sains modern dan nilai-nilai agama, terutama Islam. Guessoum mendorong umat Islam untuk mengadopsi pendekatan ilmiah yang berbasis rasionalitas, empirisme, dan keterbukaan terhadap kemajuan sains, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip spiritual dan moral dari ajaran agama. Ia memperkenalkan konsep "Islamisasi sains" dengan pendekatan moderat, yang berusaha menyelaraskan wahyu dengan temuan ilmiah melalui reinterpretasi teks-teks agama yang kontekstual dan berbasis ilmiah. Guessoum percaya bahwa integrasi ini dapat memperkuat kontribusi Islam dalam peradaban global, menciptakan masyarakat yang mengapresiasi ilmu pengetahuan sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai religius.
Hadarat Al-Nash, Hadharat Al-‘Ilm dan Hadharat Al-Falsafah Rahmat, Nur; M, Amril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadharat Al-Nash, Hadharat Al-‘Ilm, dan Hadharat Al-Falsafah adalah tiga pilar utama yang membentuk peradaban Islam. Hadharat Al-Nash berlandaskan wahyu ilahi, yaitu Al-Qur'an dan Hadis, sebagai panduan normatif untuk kehidupan spiritual, moral, dan sosial. Hadharat Al-‘Ilm menekankan pentingnya ilmu pengetahuan yang terintegrasi dengan nilai-nilai wahyu, melahirkan kontribusi besar dalam berbagai bidang ilmu seperti kedokteran, matematika, dan astronomi. Sementara itu, Hadharat Al-Falsafah mengedepankan pemikiran kritis dan refleksi rasional untuk memahami hakikat Tuhan, manusia, dan alam semesta, menghasilkan karya-karya penting dari para filsuf Muslim. Ketiga dimensi ini saling melengkapi dalam membangun peradaban Islam yang holistik, memadukan wahyu, akal, dan ilmu sebagai panduan kehidupan umat manusia.
NILAINISASI ILMU DALAM ERA GLOBALISASI (SEBUAH UPAYA INTEGRASI ILMU DAN PEMBELAJARAN) Hafizon, Ahmad; M, Amril
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2 No 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v2i2.129

Abstract

The purpose of this study is to determine the value of knowledge in the era of globalization (an effort to integrate knowledge and learning). This study uses qualitative research. The results showed that: 1) the impact of the development of science and technology due to globalization, namely positive and negative, 2) the importance of value and moral education for children, 3) Integration of Science in Learning
PENGUATAN BERFIKIR HOTS DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0 Hafizon, Ahmad; M, Amril
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2 No 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v2i2.130

Abstract

The era of society 5.0 has an impact on all aspects of human life, including education. This era is characterized by the increasingly central role of technology in human life. The world of education must be able to follow the acceleration of currents that can change in a moment to follow the era of society 5.0. Likewise, Islamic religious education plays an important role in developing a quality generation of nations. Of course, technology must be utilized in Islamic religious education, especially in PAI learning. Based on this fact, it is necessary to make changes and continue to evaluate its development, so that the learning objectives of Islamic Religious Education can be achieved optimally, through the development of critical thinking skills in Higher Order Thinking Skills (HOTS). The research objectives of this article are to explain the importance of understanding the concept of HOTS in Islamic education, to analyze the challenges of Islamic education in developing HOTS in the Society 5.0 era, and to provide solutions to strengthen the development of HOTS in Islamic education. The research method uses qualitative descriptive method.
Pendidikan sebagai Transformasi Budaya Serta Implikasinya dalam Pembelajaran PAI Muhammad, Ilham; M, Amril
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9170

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar para pembaca terutama para Umat Islam mendapatkan bahan bacaan dan referensi sehingga timbul motivasi untuk membahas dan meneliti serta memperdalam kembali tentang Pendidikan Sebagai Transformasi Budaya Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran PAI. Agar dengan demikian pembelajaran PAI dapat menanamkan nilai-nilai ajaran Islam didalam mentransformasi budaya. Jenis penelitian menggunakan Library Research yang berarti riset kepustakaan, yang mana teknik yang digunakan dalam mengumpulkan datanya berdasarkan dokumentasi melalui bukti-bukti peninggalan yang tertulis seperti tulisan yang bersumber dari buku , jurnal, dan lainnya yang mendukung penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa pendidikan sebagai transformasi budaya dapat dilakukan melalui proses enkulturasi dan akulturasi. Dalam proses tersebut agar terbentuk menjadi sebuah karakter dapat menggunakan pendapat dari Pierre Bourdieu mengenai teori Habitus/Pembiasaan. Pendidikan melalui lembaga sekolah berperan sebagai fasilitas atau media dalam proses pembudayaan. Pembiasaan yang telah mengakar akan menjadi pembudayaan yang harus dijaga dengan kontrol yang dilakukan oleh lembaga pendidikan. Adapun implikasinya dalam pembelajaran PAI adalah dapat menanamkan nilai-nilai ajaran Islam didalam proses transformasi budaya agar peserta didik dapat menjadi makhluk yang humanis dan religius
Sumber-Sumber Analisis Masyarakat Kurikulum Pendidikan Agama Islam Nirmala, Atika; M, Amril
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9176

Abstract

Artikel ini membahas tentang Sumber-sumber analisis masyarakat pada kurikulum pendidikan agama islam dan keterkaitannya. Pertanyaan penelitian ini berdasarkan landasan apa saja yang menjadi sumber-sumber analisis masyarakat dan bagaimana keterkaitan sumber analisis itu dengan kurikulum pembelajaran pai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Landasan dan keterkaitan antara sumber-sumber analisis masyarakat dengan kurikulum pendidikan agama islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber analisis masyarakat terdiri dari tiga landasan, yaitu Landasan religious, yuridis dan terakhir landasan sosiologis. sumber-sumber analisis masyarakat tersebut saling berhubungan dan tidak bisa di pisahkan dengan kurikulum pendidikan agama islam. Pendidik dan pengembang kurikulum harus sangat memperhatikan beberapa landasan yang terdapat dalam sumber-sumber analisis masyarakat, karena sejatinya kurikulum pendidikan sedang mempersiapkan peserta didik yang berasal dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat dan menciptakan masyarakat yang semakin membaik.
Makna Akhlak, Nilai (Values) Dan Karakter Dalam Pembelajaran Pai Jelita, Priti Ike; M, Amril
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9705

Abstract

Artikel ini memuat pembahasan mengenai makna akhlak, nilai (values) dan karakter dalam pembelajaran PAI. Artikel ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan menganalisis data-data dari berbagai sumber rujukan berupa buku, jurnal serta artikel-artikel terkait materi pembahasan. Catatan data yang dikumpulkan dianalisis dan diinterpretasikan dengan deskripsi teoritis. Analisis sehingga memperoleh pemahaman materi secara mendalam. Hasil kajian artikel ini menunjukan bahwa antara akhlak, nilai (values) dan karakter meskipun memiliki perbedaan secara pengertian dan makna akan tetapi memiliki keterikatan diantara ketiganya di dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam.
Desain Pengembangan Kurikulum: Elemen-Elemen Kurikulum Dan Pengembangan Elemen Ict (Information And Communication Of Tecknology) Dalam Kurikulum Kurniawan, Hafif; M, Amril
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12631

Abstract

Artikel ini membahas tentang hakikat desain pengembangan kurikulum serta elemen-elemen kurikulum dan pengembangan elemen ICT (Information and Communication of Tecknology) dalam kurikulum, Pertanyaan penelitian ini apa hakikat desain pengembangan elemen ICT (Information and Communication of Tecknology) dalam kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan solusi desain pengembangan kurikulum dengan pengembangan elemen ICT (Information and Communication of Tecknology) dalam kurikulum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka atau library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pengembangan kurikulum memiliki beberapa elemen yang ada dalam pengembangan kurikulum.. Kemudian pengembangan elemen ICT dalam pendidikan saat ini sebagai solusi yang diberikan karena penyesuain zaman sekarang yang lebih kepada penggunaan teknologi pada setiap dimensi kehidupan termasuk pendidikan.