Claim Missing Document
Check
Articles

HARMONI ANTARA AGAMA DAN SAINS: REFLEKSI ATAS GAGASAN NIDHAL GUESSOUM TENTANG DIALOG AGAMA DAN SAINS Mastura, Nadhila; M, Amril; Dewi, Eva; Agustina, Anggi Maharani
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 20 No. 1 (2025): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/alihda.v20i1.210

Abstract

Artikel ini membahas mengenai integrasi agama dan sain dalam perspektif Nidhal Guessoum. Urgensi kajian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana integrasi agama dan sains dalam perspektif Nidhal Guessoum. Hasil kajian menyimpulkan bahwa Nidhal Guessoum memberikan pandangan terhadap I’jaz al-qur’an Zahlul al-Najjar, menurut Nidhal pedoman tersebut agak trivial dan tidak fundamental, terlalu kaku secara metodologis. Selanjutnya Nidhal juga memberikan kritik terhadap integrasi agama dan sains Al-Faruqi menurut nidhal, proyek al-Faruqi yang mencari kesesuaian khazanah Islam kepada sains modern dinilai sebagai pengarahan Islam kepangkuan Barat, sehingga Islam hanya bersifat pasif, proyek Islamisasi ini dikhawatirkan akan menyebabkan penghapusan dan penyaringan pengetahuan yang dianggap tidak islami, serta proyek Islamisasi dinilai tidak sesuai dengan kenyataan sejarah paradaban Islam. Melalui teori Quantum Nidhal mengajukan suatu pendekatan untuk melakukan integrasi antara agama dan sains, yaitu tidak bertentangan, penafsiran berlapis dan falsifikasi teistik.
PENGUATAN KECERDASAN AKHLAK AKTUAL-PRODUKTIF ( Filsafat Etika dan Psikologi Moral) Arfan, Surya; M, Amril; Dewi, Eva
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 9 No. 1 (2025): Penguatan Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Transformasi UMKM di Era Ber
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v9i1.2174

Abstract

Actual-productive moral intelligence is a form of moral intelligence that not only understands the values of goodness but is also capable of consistently and responsibly translating them into concrete actions in social life. In the context of education and character development, strengthening this intelligence is crucial to addressing the challenges of the modern era, marked by moral crises and the degradation of ethical values. An integrative approach combining ethical philosophy and moral psychology is considered effective for fostering moral character that is not only theoretically ideal but also productive in action. Moral intelligence must be developed through an approach that balances rational and emotional aspects to produce a whole and integrity-driven individual. The strengthening of students' morality must be carried out through contextual, reflective, and transformative learning strategies. Additionally, the importance of social and cultural support from the school environment in shaping productive morality that is internalized into daily habits cannot be overlooked. This study aims to examine the concepts, approaches, and strategies for strengthening actual-productive moral intelligence by analyzing the philosophical foundations of ethics and moral psychology theory, as well as proposing an integrative implementation model in the context of character education. The method used is a qualitative study with a descriptive-analytical approach through literature review. The results of the study indicate that the synergy between ethical philosophy (teleological and deontological) and moral psychology theory (such as the theory of moral development stages) provides a strong framework for fostering actual and productive moral intelligence in real life.
Philosophical Thought Of Islamic Education (Challenges and Opportunities) "Essentialism And Reconstructionism Husin, Malik; M, Amril; Dewi , Eva
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 6 No. 1 (2025): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v6i1.3748

Abstract

This study aims to analyze the philosophical thought of Islamic education from the perspectives of essentialism and reconstructionism as an effort to address the challenges of modern education. This research employs a qualitative method with a library research approach, where the subjects are the concepts of essentialism and reconstructionism, and the object is their implementation in Islamic education. Data were collected through literature review from books, journals, and relevant scientific sources, then analyzed descriptively using content analysis techniques. The results show that essentialism in Islamic education emphasizes strengthening core values such as morality and spirituality to shape individuals with strong religious awareness, yet it faces challenges in integrating classical values with the rapid development of science and global culture. Meanwhile, reconstructionism focuses on renewing the understanding and application of Islamic values to make them more contextual and relevant amid complex social changes. The combination of both approaches creates an Islamic education paradigm that is not only strong in religious doctrine but also adaptive in responding to the demands of the times and encourages positive contributions to global society
Integrasi Agama dan Sains Dalam Perspektif Seyyed Hossein Nasr M, Amril; Fitri, Anisa; Dewi, Eva; Hidayati, Okfrida
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this article is to discuss the integration of religion and science in the perspective of Seyyed Hossein Nasr. The urgency of this study is to know and understand how the integration of religion and science in the perspective of Seyyed Hossein Nasr. The results of the study concluded that Sayyed Hossein Nasr, a Muslim intellectual, provided an alternative view of the relationship between religion and science. He criticized the secular approach in modern science that ignores the spiritual dimension of man. Instead, Nasr proposed the concept of scientia sacra that integrates science with spirituality. This concept is supported by the principle of unitas (the unity of all things) and cosmic hierarchy (the relationship between god, man, and nature). By studying the history of science in Islam, Nasr shows that the integration of religion and science is not new. However, he also criticized the secularization of modern science that has eliminated the spiritual dimension. Nasr's thinking has far-reaching implications, especially in education and in dealing with contemporary challenges such as environmental and ethical issues.
Pendidikan Keagamaan Islam Pada Masa Pemerintahan Orde Baru Ritonga, Khotib Raja; M, Amril
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.435

Abstract

Penelitian Pendidikan Islam pada masa Orde Baru (1966–1998) mengalami dinamika yang kompleks seiring dengan karakteristik pemerintahan yang sentralistik dan otoriter. Sistem pendidikan diarahkan untuk mendukung stabilitas politik, namun dalam praktiknya, pemerintah tetap memberikan ruang bagi berkembangnya pendidikan Islam, baik melalui pengakuan terhadap lembaga madrasah maupun integrasi kurikulum agama dalam pendidikan formal. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan-kebijakan pendidikan Islam yang diberlakukan pada masa Orde Baru, termasuk transformasi pesantren menjadi madrasah formal, penetapan kurikulum terpadu antara pendidikan agama dan umum, serta pencapaian-pencapaian yang berhasil diraih selama periode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi analitis yang mencakup analisis historis dan analisis kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun di bawah kontrol politik yang kuat, pendidikan Islam tetap menunjukkan perkembangan signifikan sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.
Kebijakan Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Nasrullah, Muhammad; M, Amril
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.454

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah merupakan instrumen strategis yang dirancang oleh pemerintah, khususnya Kementerian Agama, untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam pendidikan dasar. Kebijakan ini meliputi pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan pembinaan karakter siswa secara holistik. Melalui implementasi kebijakan seperti Kurikulum Merdeka dan program moderasi beragama, MI diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga membentuk generasi yang religius, toleran, dan berakhlak mulia. Namun, dalam pelaksanaannya, kebijakan tersebut menghadapi sejumlah tantangan, seperti ketimpangan fasilitas, rendahnya kapasitas guru, serta kurangnya dukungan anggaran dan partisipasi masyarakat. Meskipun demikian, kebijakan ini telah memberikan dampak positif terhadap pembelajaran dan karakter siswa, terutama di MI yang mampu menerapkannya secara optimal. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat, kebijakan pendidikan Islam di MI berpotensi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muslim yang berkualitas.
Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif M. Naquib Al-Attas Wati, Linda; M, Amril; Dewi, Eva
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29421

Abstract

Penelitian ini membahas konsep integrasi antara agama dan sains menurut pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas, seorang tokoh terkemuka dalam dunia pendidikan Islam. Dalam konteks modern yang cenderung memisahkan antara keilmuan empiris dan keimanan, al-Attas mengajukan pendekatan Islamisasi ilmu sebagai solusi terhadap krisis epistemologis yang ditimbulkan oleh dominasi paradigma barat. Penelitian ini mengungkap bagaimana al-Attas menolak dikotomi antara agama dan sains dengan menekankan pentingnya penyelarasan ilmu pengetahuan dengan pandangan hidup Islam (Islamic worldview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi yang ditawarkan al-Attas bertumpu pada landasan tauhid, penggunaan epistemologi Islam, serta proses verifikasi terhadap elemen-elemen asing dari ilmu pengetahuan modern yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Kebijakan Pendidikan Islam di Madrasah (MTs dan MA) Fadillah, Muhammad; M, Amril
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2763

Abstract

Artikel ini menganalisis kebijakan pendidikan Islam di madrasah (MTs dan MA) dalam konteks sistem pendidikan nasional Indonesia. Fokus penelitian mencakup perbandingan karakteristik pesantren, sekolah umum, dan madrasah, khususnya dalam porsi kurikulum agama dan umum sebelum dan setelah keluarnya SKB 3 Menteri tahun 1975. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah awalnya didominasi 70% materi agama, namun bergeser menjadi 70% materi umum pasca-1975. Dua faktor utama pendirian madrasah adalah kebutuhan pragmatis masyarakat dan kekhawatiran terhadap sekularisasi dari sekolah Belanda. Artikel ini juga membahas tantangan madrasah seperti manajemen, kurikulum, dan kesenjangan sumber daya, serta upaya pemerintah melalui kebijakan seperti UU Sisdiknas No. 20/2003 untuk menyetarakan madrasah dengan sekolah umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan kebijakan. Kesimpulannya, madrasah memainkan peran strategis dalam pendidikan Islam, namun memerlukan penguatan infrastruktur dan kurikulum untuk bersaing secara global.
Kebijakan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Wati, Maini; M, Amril
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2910

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan agama Islam (PAI) di perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan menelaah undang-undang, peraturan pemerintah, dan kebijakan terkait, seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Agama yang mengatur penyelenggaraan pendidikan agama di perguruan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam memiliki dasar hukum yang kuat dalam sistem pendidikan nasional dan wajib diintegrasikan ke dalam kurikulum perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini bertujuan membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki moralitas sesuai nilai-nilai keagamaan. Namun, implementasi kebijakan menghadapi tantangan seperti pengembangan kurikulum, kompetensi dosen, relevansi materi, serta rendahnya minat dan pemahaman mahasiswa terhadap PAI. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan agar pendidikan agama Islam tetap relevan dan efektif dalam membangun karakter mahasiswa yang moderat, toleran, dan siap menghadapi tantangan global.
Penguatan Kecerdasan Sosial-Institusional melalui Pendekatan Sosiologis-Juridis: Sinergi Sosial dan Hukum dalam Membangun Masyarakat Inklusif M, Amril; Dewi, Eva; Syahrizul, Syahrizul
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.36507

Abstract

Penguatan kecerdasan sosial-institusional merupakan strategi penting dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologis-juridis untuk mengeksplorasi hubungan antara struktur sosial dan sistem hukum dalam membentuk perilaku kolektif yang mendukung penguatan institusi sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi pustaka, artikel ini menganalisis peran norma sosial dan instrumen hukum dalam membangun sinergi antara individu, masyarakat, dan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara dimensi sosial dan legal dapat meningkatkan pemahaman bersama, memperkuat kohesi sosial, dan menciptakan ruang dialog yang inklusif. Oleh karena itu, integrasi pendekatan sosiologis dan yuridis menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas, berkeadilan, dan tangguh terhadap perubahan sosial.