Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PELATIHAN PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN APLIKASI MS PROJECK DI BIDANG PENGAIRAN DINAS PUPR PROVINSI PAPUA SELATAN Irianto; Mabui, Didik S.S.; Lapian, Franky E.P.; Wibowo, Razky A; Sitorus, Pangeran H
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/pakem_amata.v4i2.344

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada mahasiswa khusunya pengawai dilingkungan Dinas PUPR bidang Pengairan dalam penyusunan dan penjadwalan proyek konstruksi menggunakan Microsoft Project. Metode kegiatan meliputi: 1) survei awal melalui observasi dan wawancara, 2) koordinasi tim untuk menentukan tempat dan jadwal pelaksanaan, 3) penyusunan materi dan modul pelatihan, 4) pelaksanaan pelatihan dengan pendampingan, 5) evaluasi sebagai bentuk umpan balik dari peserta, dan 6) monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berlangsung dengan baik, tertib, dan lancar. Peserta merasa senang dan antusias, serta mendapatkan tambahan wawasan dan keterampilan dalam penyusunan jadwal proyek dan perhitungan rencana anggaran biaya menggunakan Microsoft Project. Sebanyak 87% peserta menyatakan puas dengan pelatihan dan pendampingan dan 53% mengingkan adanya pelatihan lanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan terlaksana dengan baik, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan
Penerapan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Di Sekolah UPT. SD Negeri Sei Muka Cecep Maulana; Irianto; Amalia
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): GJPM - Juli s/d Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v2i2.693

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan aplikasi Carva sebagai media pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sei Muka. Pendekatan pengabdian yang digunakan adalah partisipatif, melibatkan guru-guru SDN Sei Muka dalam pengembangan dan implementasi aplikasi Carva. Proses pengabdian dimulai dengan penyuluhan dan pelatihan kepada guru-guru mengenai potensi dan manfaat aplikasi Carva dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Selanjutnya, aplikasi Carva diterapkan dalam pembelajaran di SDN Sei Muka dengan dukungan penuh dari tim pengabdian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Carva memberikan dampak positif dalam pembelajaran di SDN Sei Muka. Guru dan siswa merasakan peningkatan dalam keterlibatan, pemahaman materi, dan minat belajar siswa. Selain itu, aplikasi Carva juga membantu guru dalam menyusun dan menyajikan materi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Kegiatan pengabdian ini juga memunculkan beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses teknologi dan kebutuhan akan pelatihan lanjutan bagi guru. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan untuk terus mendukung penggunaan aplikasi Carva dalam pembelajaran, baik melalui penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai maupun pelatihan bagi para pendidik. Dengan demikian, penerapan aplikasi Carva sebagai media pembelajaran dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi proses pembelajaran di SDN Sei Muka dan masyarakat sekitarnya.
Diagnosis dan Tata Laksana Diabetes Insipidus: Tinjauan Pustaka Irianto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 10 (2024): Infeksi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i10.1234

Abstract

Diabetes insipidus is a part of the polyuria-polydipsia syndrome, defined as urine output greater than 50 mL/kgBW accompanied by high fluid intake. This disease is classified into 4 types: central, nephrogenic, dipsogenic, and gestational. This disease is extremely rare and can easily go unnoticed. Different types of diabetes insipidus have different therapies.
Nefritis Lupus: Klasifikasi dan Tata Laksana Terkini: Tinjauan Pustaka Irianto; Sunjaya, Willy; Koswara, Jonathan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 5 (2025): Kardiologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i5.1346

Abstract

Lupus nephritis (LN) is one of the most common complications in systemic lupus erythematosus. If not detected quickly, LN will often cause reduced kidney function in five years necessitating kidney replacement. Diagnosis and classification of LN are made with a kidney biopsy. The drug of choice is based on the histopathology classification and needs to be tailored case by case. If complete remission is not achieved or if it relapses, the causes need to be investigated. More nephron cells can be saved in earlier therapy to prevent end stage kidney disease complications.
EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU HAMIL PENDERITA KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DALAM PEMBUATAN MAKANAN GIZI SEIMBANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURIPAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Laraeni, Yuli; Abdi, Lalu Khairul; Irianto; Cahyaningrum, Aladhiana; Andini, Dilla
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 3: Oktober 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang energi kronis (KEK) merupakan suatu keadaan atau kondisi dimana ibu hamil mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama atau menahun ( kronis) yang dimana dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu selama masa kehamilan,dimana kebutuhan zat gizi untuk ibu hamil pada masa kehamilan akan terus meningkat selama masa kehamilannya. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018 prevalensi KEK pada wanita hamil di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih tinggi dibandingkan prevalensi Indonesia yaitu sebesar 21,5% (Indonesia: 17,3%). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2012, yaitu sekitar 19,98%. Jenis penelitian adalah penelitian Pra Eksperiment dengan rancangan one groupe test and post test design.Lokasi penelitian yaitu di wilayah kerja Puskemsas Kuripan Kabupaten Lombok Bara. Penelitian dilakukan pada bulan januari tahun 2022 dengan sampel yang berjumlah 10 orang ibu hamil KEK. Karakteristik umur ibu hamil yang paling banyak berusia 20-35 tahun sebanyak 9 orang ( 90%), pendidikan mayoritas ibu berpendidikan sekolah menengah sebanyak 6 orang (60%) , pekerjaan sebagian besar ibu tidak bekerja (ibu rumah tangga) sebanyak 9 orang (90%) parparitas ibu hamil mayoritas paling banyak yaitu paritas ke-1 sebanyak 7 orang (70%) usia kehamilan ibu paling banyak pada trimeter 2 sebanyak 5 orang (50%) Rata-rata skor sebelum dilakukan edukasi gizi dalam pembuatan makanan gizi seimbang tingkat pengetahuan ibu hamil tergolong kedalam kategori sedang dan kategori keterampilan ibu hamil tegolong dalam kategori kurang terampil dan setelah dilakukan edukais gizi tingkat pengetahuan ibu meningkat menjadi kategori baik dan untuk keterampilan tergolong dalam kategori terampil dengan p value =004.
Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Sengon (Albizia chinensis) pada Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Irianto; Zahar , Wahyudi; Tampubolon, Gindo; Nurdiansyah, Fuad; Yulanda, Yudi Arista
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/fnspvk88

Abstract

Proses penambangan batubara yang dilakukan secara terbuka dapat menimbulkan dampak negatif yaitu rusaknya lingkungan hidup pasca penambangan. Karakteristik lahan bekas tambang batubara sangat tandus dan terbuka, maka perlu adanya upaya untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut yaitu dengan melaksanakan reklamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan reklamasi khususnya mengenai revegetasi lahan bekas tambang batubara. Oleh karena itu dilakukan identifikasi dan evaluasi penerapan teknologinya berdasarkan indikator pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Lokasi penelitian berada di kabupaten Sarolangun dan kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Area penelitian dilakukan pada lahan disposal tidak aktif yang telah dilakukan reklamasi dan revegetasi berupa tanaman Sengon. Tegakan tanaman sengon hasil revegetasi terdiri dari berbagai tingkatan umur tanaman, yaitu 1 tahun hingga 4 tahun setelah reklamasi. Pengambilan sampel tanaman Sengon berbagai tingkat umur menggunakan sistem purposive sampling. Hasil pengukuran terhadap tinggi tanaman dan diamater batang ditabulasikan dan dibuat kurva pertumbuhan. Selanjutnya pada setiap tingkatan umur tanaman dibuat klaster yang ditentukan berdasarkan persentase kualitas tanaman yaitu excelent, good, maderate dan poor. Berdasarkan hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Rata-rata persentase hidup tanaman Sengon untuk semua tingkatan umur di lokasi kabupaten Sarolangun yaitu sebanyak 74,99% (sedang), dan di lokasi kabupaten Batanghari sebanyak 82,71% (baik). (2) Performa tanaman Sengon berdasarkan tinggi tanaman di lokasi kabupaten Sarolangun lebih tinggi dibanding di lokasi kabupaten Batanghari. (3) Tingkat pertumbuhan tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun maupun lokasi kabupaten Batanghari menunjukkan pola yang menurun mulai tahun ke-2 setelah tanam. (4) Tinggi tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun lebih didominansi oleh klaster C (good) dan berdasarkan diamater batang didominansi oleh klaster B (medium). Sedangkan di lokasi kabupaten Batanghari berdasarkan tinggi tanaman maupun diamater batang lebih didominansi oleh klaster B (medium).
HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN DENGAN KELINCAHAN PADA PEMAIN FUTSAL KELOMPOK UMUR 15 – 17 TAHUN DI KOTA MAKASSAR: The Relationship Between Balance And Agility In Futsal Players Aged 15 – 17 Years In Makassar City Wajdi, Hanief Naufal; Irianto
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 2 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i2.1512

Abstract

Olahraga futsal sejauh ini telah berkembang pesat di Kota Makassar. Terdapat ada 28 sekolah menengah keatas/sederajat yang turut serta dalam turnamen futsal Liga Celebes 2024. Kualitas fisik yang diperlukan untuk pemain sepak bola dan futsal tidak terpaut jauh, Selain pada tingkat kemampuan teknik yang baik, seperti kecepatan (speed), daya ledak (explosive power), daya tahan (endurance), kelentukan (flexibility), kelincahan (agility), dan keseimbangan (balancing) menjadi komponen yang harus dimiliki pemain futsal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi koreasi antara variabel keseimbangan dan kelincahan pada pemain futsal. Penelitian ini bisa menjadi data awal tenaga fisioterapis untuk menjalankan peran promotif dan preventif terhadap edukasi peningkatan kapasitas fisik dan pencegahan cedera kepada pemain futsal terutama pada pemain remaja. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dan menggunakan desain penelitian cross sectional study. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 53 sampel. Pengambilan data kedua variabel menggunakan dua alat ukur seperti Y-Balance Test untuk keseimbangan dan Illinois Agility Test untuk keliincahan. Pada pengolahan data menggunakan aplikasi pengolahan data SPSS (Statistical Pack Social Package) untuk mengetahui nilai korelasi dari data yang telah dhimpun. Hasil data menunjukkan bahwa nilai siginifikansi antara kedua variabel dengan menggunakan Uji Spearmann Rho nilai keseimbangan kaki kanan dengan kelincahan sebesar 0,856 (>0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan antara kedua variabel. Hasil uji korelasi juga ditemukan koefisien korelasi (R) sebesar 0,856 yang berarti tidak ada korelasi antara variabel yang diuji. Pada keseimbangan kaki kiri dengan kelincahan nilai siginifikansi antara kedua variabel yakni nilai keseimbangan kaki kiri dengan kelincahan sebesar 0,915 (>0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan antara kedua variabel. Hasil uji korelasi ditemukan koefisien korelasi (R) sebesar 0,015 yang berarti hubungan antara variabel bersifat negatif dan tidak ada korelasi antara variabel yang diuji. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara keseimbangan dengan kelincahan pada pemain futsal kelompok umur 15 – 17 tahun di Kota Makassar. Kata kunci : Illinois agility test, kelincahan, keseimbangan, remaja, dan y-balance test   Futsal sport has been growing rapidly in Makassar City. There are 28 high schools that participated in the 2024 Liga Celebes futsal tournament. Physical qualities required for soccer and futsal players are not far adrift, apart from a good level of technical ability, such as speed, explosive power, endurance, flexibility, agility, and balance are components that futsal players must have. This study aims to identify the choreography between balance and agility variables in futsal players. This research can be the initial data for physiotherapists to carry out a promotive and preventive role towards education on increasing physical capacity and preventing injuries to futsal players, especially teenage players. This research method is a correlational quantitative study and uses a cross sectional study design. The sample in this study was taken using purposive sampling as many as 53 samples. Data collection for both variables uses two measuring instruments such as the Y-Balance Test for balance and the Illinois Agility Test for agility. In data processing using the SPSS (Statistical Pack Social Package) data processing application to determine the correlation value of the data that has been collected. The data results show that the significance value between the two variables using the Spearmann Rho Test of the right foot balance value with agility is 0.856 (>0.05) which means there is no relationship between the two variables. The correlation test results also found a correlation coefficient (R) of 0.856 which means there is no correlation between the variables tested. In the balance of the left foot with agility, significance value between the two variables, namely the value of the balance of the left foot with agility, is 0.915 (>0.05), which means that there is no relationship between the two variables. Correlation test results found a correlation coefficient (R) of 0.015 which means the relationship between the variables is negative and there is no correlation between the variables tested. The conclusion of this study is that there is no relationship between balance and agility in futsal players aged 15-17 years in Makassar City. Keywords : Agility, balance, illinois agility test, teenagers, and y-balance test
MANAJEMEN FISIOTERAPI OLAHRAGA DAN KEBUGARAN PADA PRE-OP MENISCUS REPAIR DALAM MENANGANI GANGGUAN AKTIVITAS FUNGSIONAL DAN OLAHRAGA LARI MARATHON: Sports And Fitness Physiotherapy Management In Pre-Op Meniscus Repair In Handling Functional Activity Disorders And Marathon Arita, Aurelia; Irianto; Maulang, Immanuel
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 2 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i2.1570

Abstract

Cabang olahraga marathon menuntut pelari menempuh jarak jauh dengan intensitas tinggi, sehingga risiko cedera pada knee joint sangat tinggi. Studi menunjukkan prevalensi lesi meniscus mencapai 72,4% pada pelari marathon amatir. Cedera meniscus berupa horizontal tear dan bucket handle tear dapat menyebabkan gangguan fungsi knee yang signifikan dan memerlukan manajemen fisioterapi komprehensif. Tujuan dari jurnal ini untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar tentang teori fisiologi olahraga dan peran fisioterapi pada kasus meniscus tear, serta merancang program intervensi fisioterapi yang tepat. Studi kasus dilakukan pada pasien laki-laki usia 25 tahun, PNS, dengan hobi lari marathon yang mengalami horizontal meniscus tear medial lateral dan bucket handle meniscus tear lateral knee joint sinistra. Asesmen meliputi pemeriksaan fisik, MMT, NRS, MRI, dan tes spesifik. Program fisioterapi pre-operasi dirancang dengan pendekatan exercise therapy, strengthening, dan balancing exercise. Evaluasi menunjukkan penurunan nyeri tekan dari NRS 6 menjadi 4, penurunan tingkat kecemasan dari HARS 25 menjadi 20, namun nilai MMT tetap sama dengan pengurangan nyeri selama aktivitas. Program fisioterapi berhasil mengurangi gejala dan mempersiapkan pasien untuk tindakan operatif selanjutnya. Manajemen fisioterapi pre-operasi pada kasus meniscus tear terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, kecemasan, dan mempersiapkan kondisi optimal untuk prosedur pembedahan meniscus repair. Kata kunci: fisioterapi, kelemahan otot, marathon, pre-operasi, robekan meniscus   Marathon running requires runners to cover long distances at high intensity, resulting in a high risk of knee joint injuries. Studies show that the prevalence of meniscus lesions reaches 72.4% in amateur marathon runners. Meniscus injuries such as horizontal tears and bucket handle tears can cause significant knee dysfunction and require comprehensive physical therapy management. The purpose of this journal is to provide basic knowledge and skills regarding sports physiology theory and the role of physical therapy in meniscus tear cases, as well as to design an appropriate physical therapy intervention program. A case study was conducted on a 25-year-old male patient, a male civil servant (MCS), with a hobby of marathon running, who experienced a medial-lateral horizontal meniscus tear and a lateral bucket handle meniscus tear in the left knee joint. The assessment included physical examination, MMT, NRS, MRI, and specific tests. The pre-operative physical therapy program was designed using an exercise therapy, strengthening, and balancing exercise approach. The evaluation showed a decrease in pressure pain from NRS 6 to 4, a decrease in anxiety levels from HARS 25 to 20, but the MMT score remained the same with a reduction in pain during activities. The physical therapy program successfully reduced symptoms and prepared the patient for the subsequent surgical procedure. Pre-operative physical therapy management in cases of meniscus tears has proven effective in reducing pain, anxiety, and preparing optimal conditions for meniscus repair surgery. Keywords: marathon, meniscus tear, muscle weakness, physiotherapy, pre-operative