Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penerapan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Di Sekolah UPT. SD Negeri Sei Muka Cecep Maulana; Irianto; Amalia
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): GJPM - Juli s/d Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v2i2.693

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan aplikasi Carva sebagai media pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sei Muka. Pendekatan pengabdian yang digunakan adalah partisipatif, melibatkan guru-guru SDN Sei Muka dalam pengembangan dan implementasi aplikasi Carva. Proses pengabdian dimulai dengan penyuluhan dan pelatihan kepada guru-guru mengenai potensi dan manfaat aplikasi Carva dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Selanjutnya, aplikasi Carva diterapkan dalam pembelajaran di SDN Sei Muka dengan dukungan penuh dari tim pengabdian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Carva memberikan dampak positif dalam pembelajaran di SDN Sei Muka. Guru dan siswa merasakan peningkatan dalam keterlibatan, pemahaman materi, dan minat belajar siswa. Selain itu, aplikasi Carva juga membantu guru dalam menyusun dan menyajikan materi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Kegiatan pengabdian ini juga memunculkan beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses teknologi dan kebutuhan akan pelatihan lanjutan bagi guru. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan untuk terus mendukung penggunaan aplikasi Carva dalam pembelajaran, baik melalui penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai maupun pelatihan bagi para pendidik. Dengan demikian, penerapan aplikasi Carva sebagai media pembelajaran dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi proses pembelajaran di SDN Sei Muka dan masyarakat sekitarnya.
Diagnosis dan Tata Laksana Diabetes Insipidus: Tinjauan Pustaka Irianto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 10 (2024): Infeksi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i10.1234

Abstract

Diabetes insipidus is a part of the polyuria-polydipsia syndrome, defined as urine output greater than 50 mL/kgBW accompanied by high fluid intake. This disease is classified into 4 types: central, nephrogenic, dipsogenic, and gestational. This disease is extremely rare and can easily go unnoticed. Different types of diabetes insipidus have different therapies.
Nefritis Lupus: Klasifikasi dan Tata Laksana Terkini: Tinjauan Pustaka Irianto; Sunjaya, Willy; Koswara, Jonathan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 5 (2025): Mei 2025
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i5.1346

Abstract

Lupus nephritis (LN) is one of the most common complications in systemic lupus erythematosus. If not detected quickly, LN will often cause reduced kidney function in five years necessitating kidney replacement. Diagnosis and classification of LN are made with a kidney biopsy. The drug of choice is based on the histopathology classification and needs to be tailored case by case. If complete remission is not achieved or if it relapses, the causes need to be investigated. More nephron cells can be saved in earlier therapy to prevent end stage kidney disease complications.
EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU HAMIL PENDERITA KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DALAM PEMBUATAN MAKANAN GIZI SEIMBANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURIPAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Laraeni, Yuli; Abdi, Lalu Khairul; Irianto; Cahyaningrum, Aladhiana; Andini, Dilla
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 3: Oktober 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang energi kronis (KEK) merupakan suatu keadaan atau kondisi dimana ibu hamil mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama atau menahun ( kronis) yang dimana dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu selama masa kehamilan,dimana kebutuhan zat gizi untuk ibu hamil pada masa kehamilan akan terus meningkat selama masa kehamilannya. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018 prevalensi KEK pada wanita hamil di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih tinggi dibandingkan prevalensi Indonesia yaitu sebesar 21,5% (Indonesia: 17,3%). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2012, yaitu sekitar 19,98%. Jenis penelitian adalah penelitian Pra Eksperiment dengan rancangan one groupe test and post test design.Lokasi penelitian yaitu di wilayah kerja Puskemsas Kuripan Kabupaten Lombok Bara. Penelitian dilakukan pada bulan januari tahun 2022 dengan sampel yang berjumlah 10 orang ibu hamil KEK. Karakteristik umur ibu hamil yang paling banyak berusia 20-35 tahun sebanyak 9 orang ( 90%), pendidikan mayoritas ibu berpendidikan sekolah menengah sebanyak 6 orang (60%) , pekerjaan sebagian besar ibu tidak bekerja (ibu rumah tangga) sebanyak 9 orang (90%) parparitas ibu hamil mayoritas paling banyak yaitu paritas ke-1 sebanyak 7 orang (70%) usia kehamilan ibu paling banyak pada trimeter 2 sebanyak 5 orang (50%) Rata-rata skor sebelum dilakukan edukasi gizi dalam pembuatan makanan gizi seimbang tingkat pengetahuan ibu hamil tergolong kedalam kategori sedang dan kategori keterampilan ibu hamil tegolong dalam kategori kurang terampil dan setelah dilakukan edukais gizi tingkat pengetahuan ibu meningkat menjadi kategori baik dan untuk keterampilan tergolong dalam kategori terampil dengan p value =004.
HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN DENGAN KELINCAHAN PADA PEMAIN FUTSAL KELOMPOK UMUR 15 – 17 TAHUN DI KOTA MAKASSAR: The Relationship Between Balance And Agility In Futsal Players Aged 15 – 17 Years In Makassar City Wajdi, Hanief Naufal; Irianto
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 2 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i2.1512

Abstract

Olahraga futsal sejauh ini telah berkembang pesat di Kota Makassar. Terdapat ada 28 sekolah menengah keatas/sederajat yang turut serta dalam turnamen futsal Liga Celebes 2024. Kualitas fisik yang diperlukan untuk pemain sepak bola dan futsal tidak terpaut jauh, Selain pada tingkat kemampuan teknik yang baik, seperti kecepatan (speed), daya ledak (explosive power), daya tahan (endurance), kelentukan (flexibility), kelincahan (agility), dan keseimbangan (balancing) menjadi komponen yang harus dimiliki pemain futsal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi koreasi antara variabel keseimbangan dan kelincahan pada pemain futsal. Penelitian ini bisa menjadi data awal tenaga fisioterapis untuk menjalankan peran promotif dan preventif terhadap edukasi peningkatan kapasitas fisik dan pencegahan cedera kepada pemain futsal terutama pada pemain remaja. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dan menggunakan desain penelitian cross sectional study. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 53 sampel. Pengambilan data kedua variabel menggunakan dua alat ukur seperti Y-Balance Test untuk keseimbangan dan Illinois Agility Test untuk keliincahan. Pada pengolahan data menggunakan aplikasi pengolahan data SPSS (Statistical Pack Social Package) untuk mengetahui nilai korelasi dari data yang telah dhimpun. Hasil data menunjukkan bahwa nilai siginifikansi antara kedua variabel dengan menggunakan Uji Spearmann Rho nilai keseimbangan kaki kanan dengan kelincahan sebesar 0,856 (>0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan antara kedua variabel. Hasil uji korelasi juga ditemukan koefisien korelasi (R) sebesar 0,856 yang berarti tidak ada korelasi antara variabel yang diuji. Pada keseimbangan kaki kiri dengan kelincahan nilai siginifikansi antara kedua variabel yakni nilai keseimbangan kaki kiri dengan kelincahan sebesar 0,915 (>0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan antara kedua variabel. Hasil uji korelasi ditemukan koefisien korelasi (R) sebesar 0,015 yang berarti hubungan antara variabel bersifat negatif dan tidak ada korelasi antara variabel yang diuji. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara keseimbangan dengan kelincahan pada pemain futsal kelompok umur 15 – 17 tahun di Kota Makassar. Kata kunci : Illinois agility test, kelincahan, keseimbangan, remaja, dan y-balance test   Futsal sport has been growing rapidly in Makassar City. There are 28 high schools that participated in the 2024 Liga Celebes futsal tournament. Physical qualities required for soccer and futsal players are not far adrift, apart from a good level of technical ability, such as speed, explosive power, endurance, flexibility, agility, and balance are components that futsal players must have. This study aims to identify the choreography between balance and agility variables in futsal players. This research can be the initial data for physiotherapists to carry out a promotive and preventive role towards education on increasing physical capacity and preventing injuries to futsal players, especially teenage players. This research method is a correlational quantitative study and uses a cross sectional study design. The sample in this study was taken using purposive sampling as many as 53 samples. Data collection for both variables uses two measuring instruments such as the Y-Balance Test for balance and the Illinois Agility Test for agility. In data processing using the SPSS (Statistical Pack Social Package) data processing application to determine the correlation value of the data that has been collected. The data results show that the significance value between the two variables using the Spearmann Rho Test of the right foot balance value with agility is 0.856 (>0.05) which means there is no relationship between the two variables. The correlation test results also found a correlation coefficient (R) of 0.856 which means there is no correlation between the variables tested. In the balance of the left foot with agility, significance value between the two variables, namely the value of the balance of the left foot with agility, is 0.915 (>0.05), which means that there is no relationship between the two variables. Correlation test results found a correlation coefficient (R) of 0.015 which means the relationship between the variables is negative and there is no correlation between the variables tested. The conclusion of this study is that there is no relationship between balance and agility in futsal players aged 15-17 years in Makassar City. Keywords : Agility, balance, illinois agility test, teenagers, and y-balance test
MANAJEMEN FISIOTERAPI OLAHRAGA DAN KEBUGARAN PADA PRE-OP MENISCUS REPAIR DALAM MENANGANI GANGGUAN AKTIVITAS FUNGSIONAL DAN OLAHRAGA LARI MARATHON: Sports And Fitness Physiotherapy Management In Pre-Op Meniscus Repair In Handling Functional Activity Disorders And Marathon Arita, Aurelia; Irianto; Maulang, Immanuel
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 2 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i2.1570

Abstract

Cabang olahraga marathon menuntut pelari menempuh jarak jauh dengan intensitas tinggi, sehingga risiko cedera pada knee joint sangat tinggi. Studi menunjukkan prevalensi lesi meniscus mencapai 72,4% pada pelari marathon amatir. Cedera meniscus berupa horizontal tear dan bucket handle tear dapat menyebabkan gangguan fungsi knee yang signifikan dan memerlukan manajemen fisioterapi komprehensif. Tujuan dari jurnal ini untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar tentang teori fisiologi olahraga dan peran fisioterapi pada kasus meniscus tear, serta merancang program intervensi fisioterapi yang tepat. Studi kasus dilakukan pada pasien laki-laki usia 25 tahun, PNS, dengan hobi lari marathon yang mengalami horizontal meniscus tear medial lateral dan bucket handle meniscus tear lateral knee joint sinistra. Asesmen meliputi pemeriksaan fisik, MMT, NRS, MRI, dan tes spesifik. Program fisioterapi pre-operasi dirancang dengan pendekatan exercise therapy, strengthening, dan balancing exercise. Evaluasi menunjukkan penurunan nyeri tekan dari NRS 6 menjadi 4, penurunan tingkat kecemasan dari HARS 25 menjadi 20, namun nilai MMT tetap sama dengan pengurangan nyeri selama aktivitas. Program fisioterapi berhasil mengurangi gejala dan mempersiapkan pasien untuk tindakan operatif selanjutnya. Manajemen fisioterapi pre-operasi pada kasus meniscus tear terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, kecemasan, dan mempersiapkan kondisi optimal untuk prosedur pembedahan meniscus repair. Kata kunci: fisioterapi, kelemahan otot, marathon, pre-operasi, robekan meniscus   Marathon running requires runners to cover long distances at high intensity, resulting in a high risk of knee joint injuries. Studies show that the prevalence of meniscus lesions reaches 72.4% in amateur marathon runners. Meniscus injuries such as horizontal tears and bucket handle tears can cause significant knee dysfunction and require comprehensive physical therapy management. The purpose of this journal is to provide basic knowledge and skills regarding sports physiology theory and the role of physical therapy in meniscus tear cases, as well as to design an appropriate physical therapy intervention program. A case study was conducted on a 25-year-old male patient, a male civil servant (MCS), with a hobby of marathon running, who experienced a medial-lateral horizontal meniscus tear and a lateral bucket handle meniscus tear in the left knee joint. The assessment included physical examination, MMT, NRS, MRI, and specific tests. The pre-operative physical therapy program was designed using an exercise therapy, strengthening, and balancing exercise approach. The evaluation showed a decrease in pressure pain from NRS 6 to 4, a decrease in anxiety levels from HARS 25 to 20, but the MMT score remained the same with a reduction in pain during activities. The physical therapy program successfully reduced symptoms and prepared the patient for the subsequent surgical procedure. Pre-operative physical therapy management in cases of meniscus tears has proven effective in reducing pain, anxiety, and preparing optimal conditions for meniscus repair surgery. Keywords: marathon, meniscus tear, muscle weakness, physiotherapy, pre-operative  
MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA INVERSION SPRAIN ANKLE: LAPORAN KASUS Fadhila, Faiqah Nur; Irianto; Andayani, Firqih Regif
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v4i2.8846

Abstract

Sprain ankle terjadi akibat ketegangan berlebihan atau robeknya ligamen di pergelangan kaki, terutama anterior talofibular ligament (ATFL). Cedera ini sering disebabkan oleh gerakan inversi dan plantar fleksi saat berolahraga atau berjalan di permukaan yang tidak rata sehingga mengakibatkan nyeri, edema, dan keterbatasan rentang gerak. Manajemen fisioterapi sangat penting untuk memulihkan kembali kemampuan gerak dan fungsi gerak pada pasien meliputi terapi dingin (cryotherapy), interferensi, ultrasound, dan exercise therapy. Studi kasus ini dilakukan di Klinik Emphysio Kota Makassar pada Desember 2024, dengan pasien Tn. IR, seorang laki-laki berusia 26 tahun yang cedera Sprain ankle setelah mengikuti event lari. Pasien datang dengan keluhan nyeri pada ankle kanan yang dirasakan sejak dua hari setelah event, terutama saat bangun tidur dan berjalan, serta memiliki riwayat tightness pada hamstring kiri. Tes spesifik yang secara umum digunakan untuk diagnosis awal Sprain ankle adalah talar tilt test, squeeze test dan anterior Drawer Test Ankle. Latihan yang diberikan berupa ankle active range of motion (AROM) exercise, isometric exercise ankle, Feet on ball, bridging on ball, single leg bridge, dan standing calf raise. Latihan-latihan tersebut bertujuan meningkatkan mobilitas, kekuatan, stabilitas, dan keseimbangan, serta mempercepat pemulihan cedera. Evaluasi nyeri menggunakan visual analogue scale (VAS) menunjukkan penurunan signifikan dalam intensitas nyeri setelah intervensi.
GAMBARAN KAPASITAS ANAEROBIK PEMAIN TERLATIH DAN TIDAK TERLATIH PADA ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA FUTSAL DI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR Fajriah, Nurul; Irianto
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v4i2.8848

Abstract

Modal utama setiap pemain futsal yang wajib dimiliki adalah kemampuan daya tahan aerobik serta anaerobik yang baik. Daya tahan yang dominan digunakan dalam olahraga ini adalah daya tahan anaerobik karena sangat memanfaatkan glikogen agar menjadi sumber energi tanpa dukungan oksigen dari luar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu diketahuinya gambaran daya tahan anaerobik pemain terlatih dan tidak terlatih pada anggota unit kegiatan mahasiswa (UKM) futsal di Universitas Hasanuddin. Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan penentuan jumlah sampel dilakukan dengan perhitungan statistika dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 68 orang. Pengukuran daya tahan anerobik yang digunakan adalah Running-based Anaerobic Sprint Test (RAST). Pemain dengan kapasitas anaerobik baik (indeks kelelahan rendah) didominasi oleh pemain berusia 21 tahun dengan posisi bermain paling banyak yakni pivot. Mayoritas pemain futsal memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal, dengan frekuensi latihan paling banyak yakni 2 kali seminggu. Selain itu, mayoritas pemain futsal memiliki tingkat aktivitas berat. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas anaerobik anggota UKM futsal terbilang masih kurang, dengan 37 orang dari total 68 orang responden memiliki kapasitas anaerobik baik.
EFFECT OF SHADOWING ON INFORMATION SYSTEMS STUDENTS SPEAKING FLUENCY AT ROYAL UNIVERSITY Cecep Maulana; Irianto
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6171

Abstract

This study aimed to investigate the effectiveness of the shadowing method in improving speaking fluency among Class SI 1D students in the Information Systems Department at Royal University. A quasi-experimental design was applied involving 27 students divided into an experimental and a control group. The experimental group received structured shadowing activities through guided audio repetition and pronunciation modeling, while the control group was taught using conventional speaking exercises. The findings showed a significant improvement in the experimental group, with a mean post-test score of 86 and a normalized gain of 0.65 (moderate–high), compared to the control group’s mean score of 70 and gain of 0.23 (low). An independent samples t-test confirmed a statistically significant difference between both groups (t = 10.12, p < 0.05). Classroom observations indicated increased confidence, reduced hesitation, and better speech continuity among students exposed to shadowing. The study concludes that the shadowing method is an effective and practical strategy for enhancing speaking fluency among university-level Information Systems students.