Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Coklat (Phaeophyceae) dan Pemanfaatannya Sebagai Pengemulsi (Emulsifier) pada Produk Pangan Ariani, Farida; Yunita, Lina; Dewi, Novianti Tysmala; Sukanty, Ni Made Wiasty; Isasih, Widani Darma
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v4i1.2859

Abstract

Alginate is used as an emulsifier in food production. Its non-toxic, biocompatible, biodegradable, and hydrophilic properties are very promising for industrial use. Alginate can be obtained from brown seaweed because the alginate content in brown seaweed reaches 40% of its dry weight. The alginate extraction process can be carried out in 5 main stages, 1) extraction process using mineral acids, 2) filtering or centrifugation process, 3) re-soaking of the residue using an alkaline solution, 4) precipitation process, and 5) purification. Emulsifiers are molecules that adsorb on the surface of the droplets formed during the homogenization process and form a protective membrane that keeps the droplets from agglomerating. The use of alginate as an emulsifier in food has been carried out by several researchers. The results indicate that alginate substitution in food products has a significant effect on emulsion stability, where the stability of emulsions using alginate is higher than that of emulsions without alginate substitution. In addition, there was a positive interaction between alginate-substituted food products and food products without alginate substitution (control) on storage time. This research aims to provide an overview of the method or process of extracting alginate from brown seaweed (Phaeophyceae) and utilizing alginate as an emulsifier for food.
Pengaruh Penyuluhan dengan Media Poster terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Hygiene Perorangan Penjamah Makanan Ilhami, Fitriah; Zuriatun Solehah, Novia; Anisah; Yunita, Lina; Adrian, Junendri
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 23 No. 2 (2025): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v23i2.347

Abstract

Penjamah makanan merupakan orang yang bersentuhan langsung dengan makanan dan peralatan pengolahannya. Penjamah makanan harus menjaga kebersihan agar terhindar dari bahaya yang ditimbulkan akibat penularan dari proses penyelenggaraan makanan. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap kebersihan individu penjamah makanan melalui penyuluhan melalui media poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan media poster terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap higiene individu penjamah makanan. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design dan subjek penelitian sebanyak 35 penjamah makanan. Analisis data menggunakan Wilcoxon. Pengetahuan dan sikap penjamah makanan setelah diberikan penyuluhan melalui media poster berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan dengan media poster terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap higiene individu penjamah makanan (p-value < 0,05).
Cahaya dari Sinar Wangi: Menghidupkan Kembali Masjid Sebagai Pusat Ilmu dan Ukhuwah Akrama, Fikri Zikra; Yunita, Lina; Kurniawati, Meitha; Arinata, Parma Sita Dwi; Arifah, Siti Nur; Moliza, Valethe; Ande, Diin Fitri
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program PKM “Cahaya dari Sinar Wangi” merupakan bentuk aksi nyata untuk menjadi solusi bagikondisi stagnasi fungsi sosial-keagamaan Masjid Fatimah Syarif di Desa Sinar Wangi, KecamatanTenjolaya, Kabupaten Bogor, yang telah tidak aktif selama lebih dari 12 tahun. Survei awalmenunjukkan bahwa lebih dari 90% masyarakat desa, terutama perempuan dewasa dan anakanak,mengalami buta huruf Al-Qur’an dan minim pemahaman ibadah dasar. Program inidirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan Community-BasedDevelopment (CBD). Kegiatan bertujuan untuk menghidupkan kembali peran masjid sebagaipusat literasi agama, sosial, dan karakter masyarakat, dengan melibatkan DKM, tokoh masyarakat,dan para mitra donatur. Melalui analisis SWOT, program ini mengidentifikasi kekuatan berupaantusiasme warga dan dukungan DKM, serta peluang kolaborasi eksternal. Namun, jugadihadapkan pada tantangan keberlanjutan pendanaan dan sarana belajar yang terbatas. Oleh karenaitu, strategi keberlanjutan berbasis kaderisasi lokal dan diversifikasi dukungan menjadi fokusjangka panjang program ini. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakatdan pemulihan fungsi masjid telah berhasil dicapai secara bertahap dan terukur.
Peningkatan Kualitas Layanan Posyandu Desa Sintung Melalui Perbaikan Alat Ukur Perkembangan Balita dan Bayi: Improving the Quality of Posyandu Services in Sintung Village Through the Improvement of Toddler and Infant Growth Measurement Tools Putri, Destiana Adinda; Komalasari, Husnita; Yunita, Lina; Abdilla, Anna
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9612

Abstract

Posyandu merupakan salah satu layanan kesehatan berbasis masyarakat yang dituntut mampu menyediakan data tumbuh kembang yang akurat. Hanya saja ketersediaan alat ukur yang terstandarisasi masih menjadi kendala di beberapa daerah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu di Desa Sintung melalui penyediaan alat ukur antropometri yang memadai dan sesuai kebutuhan. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah asesmen kondisi alat, yaitu identifikasi kelayakan timbangan, alat ukur panjang atau tinggi badan, pengukur lingkar kepala, serta perangkat antropometri lain yang tersedia di setiap pos. Tahap kedua adalah pengadaan dan perbaikan alat ukur digital yang sesuai standar. Tahap ketiga mencakup pelatihan dan pendampingan teknis, mulai dari demonstrasi penggunaan alat, praktik pengukuran secara langsung, hingga simulasi pencatatan data perkembangan anak. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada mutu layanan posyandu. Alat ukur yang tersedia kini sesuai jumlah pos sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan tidak menimbulkan antrean panjang. Kepuasan masyarakat meningkat seiring tersedianya sarana yang akurat, bersih, dan mudah digunakan. Selain itu, kualitas data pertumbuhan balita menjadi lebih konsisten dan valid sehingga mendukung pengambilan keputusan kesehatan di tingkat desa. Program ini membuktikan bahwa kombinasi antara penyediaan alat yang tepat dan peningkatan kapasitas kader mampu memperkuat layanan kesehatan dasar berbasis masyarakat.
Pengaruh Edukasi PHBS Terhadap Tingkat Pengetahuan pada Yayasan Jage Kestare Yunika, Regina Pricilia; Al Fariqi, M. Zulfikar; Cahyadi, Irwan; Yunita, Lina; Rahmiati, Baiq Fitria
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i1.735

Abstract

Anak usia sekolah baik tingkat Pra Sekolah dan Sekolah Dasar merupakan suatu masa usia anak yang sangat berbeda dengan usia dewasa. Pada periode usia ini, didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak dikemudian hari. Masalah kesehatan tersebut meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan,gangguan perilaku dan gangguan belajar. Permasalahan kesehatan tersebut pada umumnya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik disekolah. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi PHBS terhadap tingkat pengetahuan pada anak usia sekolah di Yayasan Jage Kestare, Desa Ungga, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttes design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 responden yang ditarik menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji paired t-test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata (mean) pengetahuan responden tentang PHBS pada saat pre-test adalah 11,72 dan pada post-test meningkat menjadi 20,22. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 (p 0,05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan. Ada pengaruh edukasi PHBS terhadap tingkat pengetahuan pada anak usia sekolah di Yayasan Jage Kestare. Disarankan kepada pemerintah untuk tetap melakukan edukasi PHBS dengan memanfaatkan media sosial yang bersifat rutin dan berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang PHBS.