Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kandungan Proksimat Dan Serat Pangan Tepung Daun Kelor dari Kabupaten Kupang Sebagai Pangan Fungsional Yunita, Lina; Rahmiati, Baiq Fitria; Naktiany, Wayan Canny; Lastyana, Wiwin; Jauhari, M. Thonthowi
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v3i2.2454

Abstract

Kelor merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat sebagai bahan makanan dan obat – obatan. Kelor berkhasiat sebagai stimulan jantung dan perdaran darah, antitumor, antihipertensi, antihiperlipidemia, antioksidan, anti diabetik antibakteri, dan ant jamur. Komponen proksimat meliputi kadar air, kadar abu, karbohidrat, protein dan lemak. Serat pangan meliputi bagian bahan makanan yang tidak dapat di hidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan. Komponen proksimat dan serat pangan merupakan dasar dari pengembangan suatu pangan fungsional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar komponen proksimat dan serat pangan yang terdapat pada tepung daun kelor yang berasal dari kabupaten kupang-NTT. Metode pembuatan tepung daun kelor dengan cara daun kelor di blansing kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari lalu di blander dan di ayak. Analisis kandungan proksimat di lakukan di Laboratorium SIG, Bogor. Hasil analisis kandungan proksimat diperoleh hasil kadar air 6,96%, kadar abu 10,59%, kadar lemak 7,28%, kadar protein 27,27%, kadar karbohidrat 47,96%. Hasil analisis kandungan serat pangan diperoleh hasil 35,34%.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita Naktiany, Wayan Canny; Yunita, Lina; Rahmiati, Baiq Fitria; Lastyana, Wiwin; Jauhari, M. Thonthowi
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v3i2.2468

Abstract

The description of the nutritional status of children under five represents the degree of public health. Indonesia is experiencing multiple nutritional problems, namely the problem of undernutrition has not been completely resolved, the problem of overnutrition (obesity) appears. Nutritional status is influenced by unbalanced energy intake and infectious diseases. This is due to the level of education, knowledge, parenting patterns that are inappropriate and bad environmental sanitation. The biggest problem faced by the community is the low level of knowledge and skills of mothers about nutrition. This study aims to determine the relationship between mother's level of knowledge about nutrition and the nutritional status of children under five in Lembah Sari Village, West Lombok. This type of research is an observational study with a cross sectional approach. The sample in this study were mothers who have toddlers (aged 6-60 months) and their babies, totaling 55 people. Sampling technique with cluster random sampling. The results obtained based on the chi square test showed that there was a significant relationship between the mother's level of knowledge about nutrition and the nutritional status of children under five in Lembah Sari Village, West Lombok Regency with a p-value of 0.015. The results of the analysis of the relationship between the level of knowledge related to nutrition and the nutritional status of children under five, that was found that 7 respondents with less knowledge had poor nutritional status (46.67%). Two respondents with good knowledge had poor nutritional status (5%), while 8 respondents with poor knowledge had good nutritional status (53.33%) and 38 respondents with good knowledge had good nutritional status (95%). Conclusion: there is a relationship between the mother's level of knowledge about nutrition and the nutritional status of children under five in Lembah Sari Village, West Lombok Regency. Suggestion: it is necessary to add other variables that can affect the level of knowledge of mothers and caregivers regarding the nutritional status of children under five years.
Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Coklat (Phaeophyceae) dan Pemanfaatannya Sebagai Pengemulsi (Emulsifier) pada Produk Pangan Ariani, Farida; Yunita, Lina; Dewi, Novianti Tysmala; Sukanty, Ni Made Wiasty; Isasih, Widani Darma
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v4i1.2859

Abstract

Alginate is used as an emulsifier in food production. Its non-toxic, biocompatible, biodegradable, and hydrophilic properties are very promising for industrial use. Alginate can be obtained from brown seaweed because the alginate content in brown seaweed reaches 40% of its dry weight. The alginate extraction process can be carried out in 5 main stages, 1) extraction process using mineral acids, 2) filtering or centrifugation process, 3) re-soaking of the residue using an alkaline solution, 4) precipitation process, and 5) purification. Emulsifiers are molecules that adsorb on the surface of the droplets formed during the homogenization process and form a protective membrane that keeps the droplets from agglomerating. The use of alginate as an emulsifier in food has been carried out by several researchers. The results indicate that alginate substitution in food products has a significant effect on emulsion stability, where the stability of emulsions using alginate is higher than that of emulsions without alginate substitution. In addition, there was a positive interaction between alginate-substituted food products and food products without alginate substitution (control) on storage time. This research aims to provide an overview of the method or process of extracting alginate from brown seaweed (Phaeophyceae) and utilizing alginate as an emulsifier for food.
Pengaruh Penyuluhan dengan Media Poster terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Hygiene Perorangan Penjamah Makanan Ilhami, Fitriah; Zuriatun Solehah, Novia; Anisah; Yunita, Lina; Adrian, Junendri
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 23 No. 2 (2025): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v23i2.347

Abstract

Penjamah makanan merupakan orang yang bersentuhan langsung dengan makanan dan peralatan pengolahannya. Penjamah makanan harus menjaga kebersihan agar terhindar dari bahaya yang ditimbulkan akibat penularan dari proses penyelenggaraan makanan. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap kebersihan individu penjamah makanan melalui penyuluhan melalui media poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan media poster terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap higiene individu penjamah makanan. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design dan subjek penelitian sebanyak 35 penjamah makanan. Analisis data menggunakan Wilcoxon. Pengetahuan dan sikap penjamah makanan setelah diberikan penyuluhan melalui media poster berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan dengan media poster terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap higiene individu penjamah makanan (p-value < 0,05).
Cahaya dari Sinar Wangi: Menghidupkan Kembali Masjid Sebagai Pusat Ilmu dan Ukhuwah Akrama, Fikri Zikra; Yunita, Lina; Kurniawati, Meitha; Arinata, Parma Sita Dwi; Arifah, Siti Nur; Moliza, Valethe; Ande, Diin Fitri
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program PKM “Cahaya dari Sinar Wangi” merupakan bentuk aksi nyata untuk menjadi solusi bagikondisi stagnasi fungsi sosial-keagamaan Masjid Fatimah Syarif di Desa Sinar Wangi, KecamatanTenjolaya, Kabupaten Bogor, yang telah tidak aktif selama lebih dari 12 tahun. Survei awalmenunjukkan bahwa lebih dari 90% masyarakat desa, terutama perempuan dewasa dan anakanak,mengalami buta huruf Al-Qur’an dan minim pemahaman ibadah dasar. Program inidirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan Community-BasedDevelopment (CBD). Kegiatan bertujuan untuk menghidupkan kembali peran masjid sebagaipusat literasi agama, sosial, dan karakter masyarakat, dengan melibatkan DKM, tokoh masyarakat,dan para mitra donatur. Melalui analisis SWOT, program ini mengidentifikasi kekuatan berupaantusiasme warga dan dukungan DKM, serta peluang kolaborasi eksternal. Namun, jugadihadapkan pada tantangan keberlanjutan pendanaan dan sarana belajar yang terbatas. Oleh karenaitu, strategi keberlanjutan berbasis kaderisasi lokal dan diversifikasi dukungan menjadi fokusjangka panjang program ini. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakatdan pemulihan fungsi masjid telah berhasil dicapai secara bertahap dan terukur.
Peningkatan Kualitas Layanan Posyandu Desa Sintung Melalui Perbaikan Alat Ukur Perkembangan Balita dan Bayi: Improving the Quality of Posyandu Services in Sintung Village Through the Improvement of Toddler and Infant Growth Measurement Tools Putri, Destiana Adinda; Komalasari, Husnita; Yunita, Lina; Abdilla, Anna
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9612

Abstract

Posyandu merupakan salah satu layanan kesehatan berbasis masyarakat yang dituntut mampu menyediakan data tumbuh kembang yang akurat. Hanya saja ketersediaan alat ukur yang terstandarisasi masih menjadi kendala di beberapa daerah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu di Desa Sintung melalui penyediaan alat ukur antropometri yang memadai dan sesuai kebutuhan. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah asesmen kondisi alat, yaitu identifikasi kelayakan timbangan, alat ukur panjang atau tinggi badan, pengukur lingkar kepala, serta perangkat antropometri lain yang tersedia di setiap pos. Tahap kedua adalah pengadaan dan perbaikan alat ukur digital yang sesuai standar. Tahap ketiga mencakup pelatihan dan pendampingan teknis, mulai dari demonstrasi penggunaan alat, praktik pengukuran secara langsung, hingga simulasi pencatatan data perkembangan anak. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada mutu layanan posyandu. Alat ukur yang tersedia kini sesuai jumlah pos sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan tidak menimbulkan antrean panjang. Kepuasan masyarakat meningkat seiring tersedianya sarana yang akurat, bersih, dan mudah digunakan. Selain itu, kualitas data pertumbuhan balita menjadi lebih konsisten dan valid sehingga mendukung pengambilan keputusan kesehatan di tingkat desa. Program ini membuktikan bahwa kombinasi antara penyediaan alat yang tepat dan peningkatan kapasitas kader mampu memperkuat layanan kesehatan dasar berbasis masyarakat.