Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penguatan Peran Kader Posyandu Dalam Penanganan Kasus Stunting Melalui Edukasi dan Pelatihan PMT Berbasis Sinbiotik Komalasari, Husnita; Yunita, Lina; Adinda Putri, Destiana; Komalasari, Zulkarnaen; Darasinta Arlina, Gehtin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5304

Abstract

Malnutrition is a category of disease that includes malnutrition, obesity or excess body weight and micronutrient deficiencies. Indonesia, especially Sintung village has a high percentage of malnutrition sufferers, especially malnutrition or stunting. In order to reduce the number of stunting sufferers and support the government's program, namely zero stunting, to realize an “Indonesia Emas 2045”, Community Service (PKM) activities are needed which aim to increase the role of posyandu cadres in dealing with stunting in Sintung village. The steps taken include conducting outreach and training regarding the knowledge of posyandu cadres and mothers of toddlers regarding stunting, probiotics and prebiotics as well as making synbiotic-based PMT, namely cookies and yoghurt, using lecture, discussion and work practice methods. To measure the success of the activity, pre and post-test questionnaires were filled out. The results showed that there was an increase in participants' knowledge regarding stunting, probiotics and prebiotics as well as how to make synbiotic-based PMT in the form of yoghurt and cookies according to the material presented by the resource person.
Pengaruh Pemberian Asi Terhadap Kejadian Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir 0-7 Hari Yunita, Lina; Pricilia Yunika, Regina
Journal of Fundus Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v5i1.464

Abstract

Latar belakang: Ikterus adalah perubahan warna kuning pada kulit atau organ lain yang disebabkan karena akumulasi bilirubin. Ikterus neonatorum, juga dikenal sebagai kondisi di mana kadar bilirubin lebih besar dari 10%, hal ini merupakan masalah yang sering menyerang bayi baru lahir. Untuk mengendalikan kadar bilirubin pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan pemberian ASI dengan jumlah cairan dan kalori yang mencukupi. Bayi yang mulai menyusu sendiri segera setelah lahir dianggap telah memulai menyusu dini sehingga dapat membantu mengurangi risiko ikterus fisiologis pada neonatus Tujuan penelitian: mengetahui Pengaruh Pemberian Asi Terhadap Kejadian Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir 0-7 Hari.. Metode penelitian: : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik Total Sampling yaitu sebanyak 51 orang responden yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tengggara Barat. Analisa data menggunakan uji chi-squere. Hasil penelitian: terdapat pengaruh pemberian ASI terhadap ikterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari dengan p-value 0,000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian ASI terhadap kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir 0-7 hari. Maka dari itu di anjurkan kepada ibu agar menyusui bayinya sesering mungkin atau secara on demend.
Penyuluhan Gizi melalui Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja SMA/MA di Wilayah Kerja Puskesmas Selong : The Effect of Nutrition Counseling through Video on Adolescents Senior High School Knowledge and Attitudes in Selong Health Center Working Area Utama, Lalu Juntra; Sundari, Wiwik; Khairul Abdi, Lalu; Ardesa, Yopi Harwinanda; Yunita, Lina
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.3.190-196

Abstract

Kurangnya pengetahuan gizi pada remaja merupakan salah satu penyebab kekurangan gizi secara tidak langsung. Upaya pencegahan hal ini dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan gizi dengan media yang dapat menarik minat remaja untuk mempelajarinya, seperti media video. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimental dengan rancangan non-equivalent control group pretest posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 1172 siswa dari 10 SMA di Wilaayah Kerja Puskesmas Selong. Sampel dihitung menggunakan rumus Notoatmodjo 2005 diperoleh hasil 322 siswa terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 163 siswa kelompok intervensi dan 159 siswa kelompok kontrol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan tes Wilcoxon. Hasil pengetahuan dan sikap meningkat setelah diberikan media video masing-masing sebesar 49% dan 28%. Hasil ini dibuktikan melalui penggunaan uji parametrik (Independent T-test) diperoleh nilai p-value=0,000 (p<0,05) artinya ada pengaruh yang signifikan. Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terkait gizi seimbang pada remaja setelah diberikan penyuluhan gizi dengan media video. Namun, tidak ada perbedaan antara konseling melalui video dan leaflet.
Edukasi Pemilihan Jajanan Sehat pada Anak Usia Sekolah di Sekolah Dasar Negeri 38 Ampenan Yunita, Lina; Ariani, Farida; Anisah, Anisah; Fajriani, Laksmi Nur
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i1.2192

Abstract

Masa sekolah dasar merupakan masa tumbuh kembang anak sehingga membutuhkan asupan atau makanan yang bergizi untuk mendukung proses pertumbuhannya. Jajanan merupakan salah satu sumber nutrisi bagi anak usia sekolah. Namun, makanan atau jajanan yang ada di lingkungan sekolah terkadang kurang higienis dan tidak mengandung gizi yang cukup. Anak-anak biasanya cenderung memilih makanan dari segi warna, bentuk, dan rasa yang menarik tanpa mempertimbangkan higienitas dan nilai gizinya. Oeh karena itu, perlu diadakan edukasi tentang jajanan sehat yang baik untuk dikonsumsi oleh anak usia sekolah dasar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang jajanan sehat, cara memilih dan ciri-ciri jajanan sehat yang mendukung tumbuh kembangnya. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang jajanan sehat, higienitas dan keterampilan dalam memilih jajanan sehat baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi dan Stunting Terhadap Pengetahuan Ibu dan Penentuan Status Gizi Murid Paud Az-Zahra Anisah, Anisah; Sukanty, Ni Made Wiasty; DarmaIsasih, Widani; Santika, I Gede Panji; Yunita, Lina
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2311

Abstract

Abstrak: : Stunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang paling umum terjadi. Stunting menyebabkan berat badan lahir rendah, perkembangan kognitif terhambat, dan prestasi akademik menurun. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengetahui status gizi 37 siswa PAUD Az-Zahra dan menganalisis pengaruh pemberian edukasi gizi dan stunting kepada 25 orang tua siswa. Metode yang digunakan adalah dengan mengukur tinggi badan dan berat badan siswa serta memberikan penyuluhan kepada orang tua siswa. Desain penelitian quasi eksperimen dengan one group pre-posttest design. Hasil pretest dan posttest diuji menggunakan uji Wilcoxon (α = 0,05). Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi baik. Terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretes (70 (50-90)) dan posttes (90 (50-90)) pada median (minimum-maksimum) dengan nilai p = 0,000. Kesimpulannya adalah siswa memiliki status gizi yang baik dan pendidikan gizi dapat meningkatkan pengetahuan orang tua.
Hubungan Aktivitas Fisik Dan Konsumsi Purin Terhadap Terjadinya Gout Artritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Selong Baiq laras yulia hidayani; Wiasty Sukanty, Ni Made; Anisah; Ardian, Junendri; Yunita, Lina
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 23 No. 2 (2025): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v23i2.343

Abstract

Penyakit asam urat artritis merupakan suatu jenis penyakit peradangan sendi yang terjadi karena keberadaan kristal asam urat. Penyakit gout arthritis ini biasanya terjadi pada beberapa bagian tubuh khusunya pada bagian sendi seperti jari kaki, pergelangan tangan kaki, lutut, dan ibu jari kaki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan konsumsi purin dengan kejadian gout artritis pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Selong. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan menggunakan metode desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita dan pria yang berusia 30 tahun keatas dengan jumlah 80 orang yang berada di wilayah kerja Puskesmas Selong. Uji yang digunakan pada penelitian ini Uji Korelasi Spearman. Teknik pengumpulan data konsumsi purin dan aktivitas fisik menggunakan kuesioner, dan melakukan pengecekan kadar asam urat. Hasil yang diperoleh yaitu (p-value <0,05) 0.313 yang berarti tidak ada hubungan asupan purin dengan kadar gout artritis, dan p-value 0.988 yang berarti tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar gout artritis pada Wilayah kerja Puskesmas Selong pada tahun 2025.
Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan PMT Berbasis Pangan Lokal Yunita, Lina; Komalasari, Husnita; Muhsinin, Muhammad; Meilina, Yeni; Venansius, Angeline Devon
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7159

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi serius di Indonesia, termasuk di Desa Bengkaung, Kabupaten Lombok Barat, dengan prevalensi balita stunting dan gizi kurang yang cukup tinggi. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat menghadapi keterbatasan pengetahuan tentang gizi, pencegahan stunting, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu melalui edukasi gizi dan pelatihan pembuatan PMT berbasis pangan lokal fungsional berupa cookies prebiotik dari tepung mocaf, tepung kacang hijau, dan tepung ubi jalar putih. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi menggunakan Focus Group Discussion dan pelatihan praktis. Mitra kegiatan adalah kader posyandu Desa Bengkaung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test, serta keterampilan dalam menghasilkan produk cookies prebiotik yang sehat, bergizi, dan disukai anak-anak. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan kader melalui pemanfaatan pangan lokal tidak hanya mampu mendukung pencegahan stunting, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha bersama berbasis pangan lokal. Hasil pengabdian ini penting sebagai strategi berkelanjutan dalam mendukung program zero stunting dan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Pemberdayaan Kader Remaja Melalui Komunitas Milenial Sadar Kesehatan dalam Upaya Implementasi Keluarga Sehat Bebas Stunting di Desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Utama, Lalu Juntra; Adiyasa, I Nyoman; Suhaema, Suhaema; Yunita, Lina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12627

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk dalam triple burden dengan masalah wasting dan obesitas. Pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk intervensi secara tidak langsung dapat meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku. Kecamatan Gunungsari merupakan daerah lokus untuk penanganan stunting di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Perlu berbagai upaya untuk mengatasi masalah stunting dengan edukasi gizi untuk pemberdayaan remaja untuk dapat menjadi kader milenial, sehingga dapat menjadi agen perubahan di lingkungan setempat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Jatisela Kabupaten Lombok Barat pada bulan Juli 2023. Kegiatan terdiri dari pelatihan antropometri dan pemberian edukasi gizi seimbang. Peserta kegiatan ini adalah remaja yang berusia 15-18 tahun yang mewakili semua dusun di wilayah Desa jatisela. Edukasi gizi Mengenai materi gizi remaja, ibu hamil dan gizi ibu menyusui dapat meningkatkan pengetahuan kader remaja dari 51% dan menjadi 79%. Hasil penilaian keterampilan Menggunakan alat ukur tinggi badan, panjang badan dan pengukuran berat badan menjadi terampil menggunakan alat untuk semua peserta. Rekomendasi kegiatan tindak lanjut adalah memberikan kesempatan kepada para peserta untuk ikut dalam proses pemberian edukasi dan pengukuran antropometri kepada para kader remaja milenial dengan tujuan untuk screening atau penapisan dini terhadap kejadian stunting. Kata Kunci: Antropometri, Edukasi Gizi, Remaja, Pemberdayaan  ABSTRACT Stunting is still a problem in Indonesia, including the triple burden of wasting and obesity. Community empowerment as a form of intervention can indirectly increase understanding and change behavior. Gunungsari District is the locus area for handling stunting in the West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Various efforts are needed to overcome the stunting problem with nutritional education to empower teenagers to become millennial cadres, so that they can become agents of change in the local environment. This community service activity was carried out in Jatisela Village, West Lombok Regency in July 2023. The activity consisted of anthropometry training and providing balanced nutrition education. Participants in this activity are teenagers aged 15-18 years who represent all hamlets in the Jatisela Village area. Nutrition education regarding adolescent nutrition, pregnant mothers and breastfeeding mothers' nutrition can increase knowledge of adolescent cadres from 51% to 79%. The results of the skill assessment using height, body length and weight measurement tools have become skilled in using tools for all participants. The recommendation for follow-up activities is to provide opportunities for participants to take part in the process of providing education and anthropometric measurements to millennial youth cadres with the aim of screening or early screening for stunting incidents.s. Keywords: Anthropometry, Nutrition Education, Teenager, Empowerment
Impact Of Fragrant Pandan Leaves Ethanol Extract (Fplee) On Alt And Ast Levels In High-Fat Diet-Induced Rat Sukanty, Ni Made Wiasty; Ariani, Farida; Yunita, Lina
Jurnal Riset Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v13i2.12112

Abstract

Energy-dense, low-nutrient, and ultra-processed diets rich in fat can be a risk factor for fatty liver disease. Fragrant pandan is a plant that grows widely in Indonesia and is widely used as a herbal plant. This study aimed to determine the potential of fragrant pandan leaf ethanol extract (FPLEE) to reduce ALT and AST levels. It is a posttest control group design experiment. A total of 24 Rattus norvegicus specimens. All groups were given high-fat food for two weeks, except for NC. In the next two weeks, S was induced by simvastatin and FPLEE; T1, T2, and T3 were induced by 8, 16, and 32 mg/200 g BW/day, respectively. The One-Way ANOVA test results showed α=0.000 for ALT and α=0.029 for AST. Post-hoc LSD showed that NC was significantly different from T1, T2, and T3 (p<0.05); therefore, FPLEE was unable to reduce ALT levels. For AST levels, NC was significantly different from C+, T1, and T2 (P<0.05). Thus, T3 (32 mg/200 g BW/day of FPLEE) yielded the best results in reducing AST levels (p>0.05). Based on these results, FPLEE has side effects on liver function, as seen in increased blood ALT levels, but it can reduce blood AST levels.
Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Posyandu Bunga Maja Kecamatan Gunung Sari Yunita, Lina
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v2i2.1581

Abstract

Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh status gizi, status kesehatan, dan perlakuan gerak yang sesuai dengan perkembangannya. Anak usia prasekolah adalah anak usia 3-6 tahun. Masa ini disebut sebagai masa golden age, dimana perkembangan anak meningkat secara cepat. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah status gizi dan perawatan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah diPosyandu Bunga Maja Kecamatan Gunung sari. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional,mengumpulkan data primer dengan kuesioner. Jumlah sampel 40 ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun di Posyandu Bunga Maja Kecamatan Gunung Saridengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Hasil analisis dengan chi square menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah (p=0,026). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah. Berdasarkan penelitian di atas diharapkan orang tuaterutamaibu agar memperhatikanstatus gizi anaknya.