Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : STRATEGI PERANG SEMESTA

Strategi Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut Dalam Meningkatkan Kesadaran Bela Negara di Kabupaten Tangerang, Banten (Studi di Lantamal III/JKT) Achmad Bastari; TSL Toruan; Suhirwan Suhirwan
Strategi Perang Semesta Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.468 KB)

Abstract

Abstrak -- Berdasarkan UU RI  No.34 tahun 2004 Tentang TNI Tugas TNI AL, pada pasal 9 ayat (e); Melaksanakan Dawilhanla. Implementasi dari Dawilhanla adalah pemberdayaan masyarakat pesisir melalui Binpotmar, yang dilaksanakan Lantamal III/JKT di Kabupaten Tangerang, Banten dalam hal ini di wilayah pesisir yang diwakili oleh Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teliknaga dan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk.Tujuan dari Penyelenggaraan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut adalah: Dalam perspektif kepentingan Hanneg bertujuan untuk menyiapkan wilayah pertahanan laut dan kekuatan pendukungnya secara dini dalam rangka memenangkan peperangan. Dalam perspektif kepentingan masyarakat bertujuan untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat maritim. Dalam perspektif kepentingan TNI bertujuan untuk tercapainya tugas pokok TNI Angkatan Laut, dalam meningkatkan kesadaran bela negara. Tujuan umum dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut oleh Lantamal III/JKT Dalam Meningkatkan Kesadaran Bela Negara Di Kabupaten Tangerang, Banten. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari para informan yang ditetapkan dan selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesadaran bela negara di wilayah pesisir  masih rendah dikarenakan dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat pesisir belum sesuai dengan teori strategi pemberdayaan yang disampaikan oleh Suharto dalam strategi pemberdayaan dengan 5P, selain itu juga pelaksanaan sinergitas tidak dilaksanakan secara berkesinambungan, hal tersebut belum sesuai dengan teori sinergitas menurut Hampdan-Turner dan menurut F.M. Hartanto. Kesimpulan pelaksanaan strategi pemberdayaan masyarakat pesisir dalam meningkatkan kesadaran bela negara di wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang, belum berhasil.Kata kunci: Lantamal III/JKT, Kesadaran Bela Negara, Strategi Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut Abstract -- Based on the Republic of Indonesia Law No.34 of 2004 concerning TNI, the task of the Navy, in Article 9 paragraph (e); Carry out Dawilhanla. The implementation of Dawilhanla was empowerment of coastal communities through Binpotmar, which was carried out by Lantamal III / JKT in Tangerang Regency, Banten in this case in the coastal area represented by Tanjung Pasir Village, Teliknaga District and Tanjung Anom Village, Mauk District. The purpose of Organizing Empowerment of Marine Defense Areas is: In the perspective of Hanneg's interests, it aims to prepare the area of marine defense and its supporting forces early in order to win the war. In the perspective of public interest aims to help overcome community difficulties and improve the welfare of the maritime community. In the perspective of the interests of the TNI, it aims to achieve the main task of the Navy, in increasing awareness of defense of the state The general purpose of this study was to analyze the Empowerment Strategy of the Sea Defense Region by Lantamal III / JKT in Increasing the National Defense Awareness in Tangerang Regency, Banten. Research uses qualitative methods. Data obtained from the informants determined and then analyzed by qualitative analysis techniques. The results showed that awareness of defending the country in coastal areas was still low because in carrying out the empowerment of coastal communities not in accordance with the theory of empowerment strategies delivered by Suharto in empowerment strategies with 5P, besides that the implementation of synergy was not carried out continuously, it was not in accordance with the theory synergy according to Hampdan-Turner and according to FM Hartanto. The conclusion of the implementation of the strategy of empowering coastal communities in increasing awareness of defense of the country in coastal areas in Tangerang Regency has not been successful.Key Words: Lantamal III / JKT, National Defense Awareness, Marine Defense Area Empowerment Strategy
STRATEGI SISTEM DISTRIBUSI PADA PENGIRIMAN LOGISTIK BEKAL KELAS V TNI ANGKATAN LAUT KE WILAYAH KERJA KOMANDO ARMADA I Hery Sudaryanto; Suhirwan Suhirwan
Strategi Perang Semesta Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.55 KB)

Abstract

Amunisi merupakan salah satu bagian dari bekal kelas V sistem persenjataan TNI Angkatan Laut, sehingga perlu dipersiapkan seoptimal mungkin guna pencapaian tingkat kecepatan yang tepat waktu dalam penyediaan bekal  kelas V dan efektifitas operasional. Kendala yang  dihadapi  dalam  pengelolaan bekal  kelas V antara lain adalah pelaksanaan penyediaan dan dukungan bekal  kelas V kepada unsur atau satuan-satuan pemakai TNI Angkatan laut, dihadapkan pada  menyebarnya dislokasi satuan-satuan pemakai TNI Angkatan Laut di  seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah kerja Koarmada I. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berbentuk informasi dari narasumber yang didapat dari wawancara atau telaahan dokumen dengan pertimbangan bahwa metode ini dapat menjelaskan fenomena dengan lebih mendalam. Analisis data penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pendistribusian logistik Bekal  Kelas V untuk pemenuhan bekal  ulang bekal  kelas V di wilayah kerja Koarmada I, diakibatkan tidak adanya kapal/KRI dan terlalu jauhnya jarak gudang pusat Arsenal batuporon Madura di Surabaya dengan gudang satuan pemakai yang ada di wilayah kerja Koarmada I. Untuk mengatasi kendala tersebut perlu dilaksanakan strategi dan upaya-upaya untuk memenangkan atau kejayaan sebuah perang (winning atau victory of war), yaitu terdiri dari tujuan (ends), sarana atau sumber daya (means), dan cara untuk mencapainya (ways).