Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN PETUGAS REKAM MEDIS DALAM PENYAJIAN DATA SIM KLINIK DI KLINIK MODERN, PONCOKUSUMO, KABUPATEN MALANG Nanta sigit, Nanta sigit; Maulana, Moh
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 4 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klinik Modern merupakan satu diantara klinik rawat inap pratama yang terdapat di Kabupatenmalang yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara perorangan, dimana rata-rata kunjungan pasien di klinik moderna berkisar 50 pasien per hari. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan termasuk klinik wajib menyelenggarakan rekam medis. Salah satu sistem yang dilaksanakan dalam unit rekam medis adalah Rekam medis elektronik merupakan rekam medis yang penyelenggaraannya dilakukan dengan sistem elektronik. Tujuan dari rekam medis adalah untuk meningkatkan mutu sebuah pelayanan kesehatan, memberikan kepastian hukum, kerahasiaan, keamanan, keutuhan serta ketersediaan data rekam medis pasien, dan mewujudkan sebuah penyelenggaraan berbasis digital yang terintegrasi. Rekam medis elektronik paling sedikit dilakukan kegiatan registrasi pasien, ditribusi data rekam medis elektronik, pengisisan informasi klinis, pengolahan informasi rekam medis elektronik, pengimputan data, penyimpanan data rekam medis elektronik, menjamin mutu , transfer isi rekam medis. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan metode sosialisasi dan diskusi interaktifmengenai pelaksanaan sistem penyimpanan rekam medis yang dilakukan kepada petugas kesehatan. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa pengetahuan petugas kesehatan antara sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi meningkat sebesar 70%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata nilai pretest sebesar 56.00 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai postest menjadi 95.00. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam melakukan sistem perancangan aplikasi SIMKLINIK.
Implementasi yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan: Stress Kerja, Behan Kerja dan Lingkungan Kerja (Literature Review MSDM) Sedya, Devan Hans; Sigit, Nanta
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i4.74

Abstract

Studi sebelumnya dan terkait sangat penting untuk suatu riset dan artikel ilmiah.Studi sebelumnya atau terkait memperkuat teori dan fenomena hubungan atau pengaruh antar variabel. Dalam pekerjaan ini, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan seperti stres kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja, diperiksa dalam literatur kinerja karyawan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membuat hipotesis tentang pengaruh antar variabel yang akan digunakan dalam penelitian selanjutnya. Berikut adalah basil dari artikel tinjauan pustaka ini:l) Stres kerja mempengaruhi kinerja karyawan. 2) Beban kerja mempengaruhi kinerja karyawan. 3) Lingkungan kerja mempengaruhi kinerja karyawan.
Implementasi dalam Pengukuran Kinerja Supply Chain dengan Pendekatan Supply Chain Operation References (SCOR) Kurniawan, Novi; Sigit, Nanta
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i4.75

Abstract

PT. Brodo Ganesha Indonesia adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang manufaktur dengan produksi sepatu kulit. Perusahaan memiliki banyak stakeholder dan sulit mengatur rantai pasokannya, sehingga mempengaruhi efektifitas dan efesiensi rantai pasok perusahaan. Penelitian dilakukan untuk mengukur kinerja rantai pasok perusahaan dengan menggunakan pendekatan Supply Chain Operation References (SCOR). Model hierarki awal pengukuran kinerja tersebut disesuaikan dengan kondisi perusahaan untuk mengukur kinerja rantai pasoknya, sedangkan normalisasi Snorm De Boer berfungsi untuk menyamakan nilai matriks yang digunakan sebagai indikator pengukuran. Tingkat kepentingan atribut kinerja diukur berdasar pembobotan dengan kuesioner subjektif. Nilai atribut kinerja diperoleh reliability 19,74, responsiveness 16,91, agility 11,00; dan asset management 12,26. Nilai total kinerja sebesar 59,90. Nilai ini menunjukan bahwa kinerja rantai pasok perusahaan berada pada posisi rata-rata.
Implementasi dalam Pemilihan Supplier Menggunakan Metode Analytic Network Process Hakim, Ghani; Sigit, Nanta
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i4.76

Abstract

Sebuah prusahaan pembuatan dan penyedia jasa attachment alat berat mengalami masalah dalam peningkatan produksi. Salah satu produk Tipper Vessel (TV) 24m3mengalami kendala dalam hal pemenuhan kebutuhan komponen oleh supplier. Untuk itu,perusahaan perlu menambah supplier barudan membagi pembelian komponen ke beberapa supplier dengan menggunakan metode yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) yang efektif dan efisien dalam penentuan supplier.Penentuan supplier perusahaan mempunyai empat kriteria yaitu tingkat reject, transaksi pembayaran, pengiriman dan harga. Pengolahan data pada proses pembagian supplier ini menggunakan kuesioner dengan perbandingan berpasangan serta data historis mengenai performa ketiga supplier yang akan digunakan oleh perusahaan. Dibantu dengan menggunakan software Super Decision Plus 1.6.0 untuk perhitungan ANP maka dihasilkan suatu rekomendasi supplier yang sesuai untuk komponen-komponen tertentu.
Implementasi Perancangan Peralatan Secara Ergonomi untuk Meminimalkan Kelelahan di Pabrik Kerupuk Rozikin, Rozikin; Sigit, Nanta
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i4.77

Abstract

Perancangan yang baik dapat dihasilkan dengan mengenal sifat-sifat, keterbatasan, serta kemampuan yang dimiliki manusia. Manusia berperan sentral dalam aktivitasnya yaitu sebagai perencana, perancang, pelaksana, dan pengevaluasian dalam setiap aktivitas (kerja), dan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam menjalankan proses produksi terutama kegiatan yang bersifat manual. Penelitian dilakukan pada pabrik kerupuk yang berada di Medan. Penelitian bertujuan mengadakan publikasi ilmiah berupa jurnal atau seminar nasional, juga bertujuan untuk mendapatkan stasiun kerja yang ergonomis melalui perancangan peralatan meja dan kursi. Perancangan dilakukan untuk mendapatkan waktu kerja yang optimal dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian menggambarkan adanya stasiun kerja yang tidak ergonomis sehingga operator bekerja dengan gerakan-gerakan tidak efektif dan postur kerja yang tidak ergonomis. Beberapa hal yang akan dijadikan dasar dalam melakukan perancangan peralatan adalah antropometri dan persentil sebagai dasar perancangan, metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment) sebagai dasar menganalisa postur kerja operator, waktu siklus untuk menentukan waktu baku dan output standar, simulasi untuk membandingkan postur kerja yang aktual dengan postur kerja yang ergonomis. Hasil penelitian aktual terdapat lima gerakan therblig yakni mencari, menjangkau, memegang, membawa dan melepaskan. Waktu standar yang diperlukan sebesar 4,89 menit, sementara postur kerja yang didapat dengan level 7 dan 6 dengan kategori tindakan dalam waktu dekat. Hasil penelitian setelah dilakukan perancangan peralatan dengan waktu standart sebesar 0,98 menit dan postur kerja yang didapat kebanyakan pada level 1 dengan kategori aman. Kesimpulan dari penelitian bahwa perlu adanya perancangan peralatan secara ergonomis.
Implementasi Latihan Peregangan Dinamis dan Istirahat Aktif untuk Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal Pekerja Industri Garmen Munandar, Mochammad Aris; Sigit, Nanta
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i4.78

Abstract

Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan di industri garmen, yang disebabkan oleh pekerjaan repetitif, postur statis, dan waktu kerja lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi latihan peregangan dinamis dan istirahat aktif dalam menurunkan keluhan muskuloskeletal pada pekerja. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain treatment by subject. Sampel terdiri dari 13 pekerja di industri garmen Adhi Fashion yang terbagi dalam bagian pengendalian mutu produk dan sablon. Data keluhan muskuloskeletal dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map pada Periode 1 (tanpa intervensi) dan Periode 2 (dengan intervensi latihan peregangan dinamis dan istirahat aktif). Analisis data menggunakan uji Paired-Sample T Test dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan keluhan muskuloskeletal yang signifikan sebesar 7,72% setelah intervensi (p<0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi latihan peregangan dinamis dan istirahat aktif efektif menurunkan keluhan muskuloskeletal pada pekerja industri garmen. Oleh karena itu, intervensi ini direkomendasikan untuk diadopsi sebagai bagian dari program K3 di industri serupa.
IMPLEMENTASI KAIZEN METHODS DALAM PELATIHAN SCREEN PRINTING BERBASIS PRODUKSI SEBAGAI PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMK DI DUNIA INDUSTRI Wirawan Balol; Nanta Sigit; Praygo Midi Mitra Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Komputer Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmik.v2i3.3191

Abstract

Pelatihan Sablon Berbasis Produksi untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK di Industri merupakan program penting yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan vokasional siswa di industri. Signifikansi pelatihan sablon terletak pada kemampuannya untuk membekali siswa dengan pengetahuan praktis dan pengalaman langsung dalam menghasilkan cetakan berkualitas tinggi. Melalui pelatihan berbasis produksi, siswa dihadapkan pada skenario kehidupan nyata yang mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan industri. Jenis pelatihan ini juga membantu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kritis mereka. Lebih lanjut, mengintegrasikan sablon ke dalam industri sangatlah penting karena menyediakan metode yang hemat biaya untuk menghasilkan cetakan berkualitas tinggi. Hal ini juga membuka peluang bagi siswa untuk berkarir di berbagai industri seperti fesyen, periklanan, dan desain grafis. Secara keseluruhan, Pelatihan Sablon Berbasis Produksi untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK di Industri merupakan inisiatif yang sangat baik yang bermanfaat bagi siswa dan industri. Pelatihan ini membekali siswa dengan keterampilan vokasional yang esensial sekaligus menyediakan tenaga kerja terampil yang mampu memenuhi tuntutan industri.
Sosialisasi tenaga kesehatan terkait pengenalan sistem aplikasi perancangan SIMKLINIK di Klinik Modern Sigit, Nanta; Ariyanti, Rea
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21158

Abstract

AbstrakKlinik Modern merupakan satu diantara klinik rawat inap pratama yang terdapat di Kabupaten  malang yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara perorangan, dimana rata-rata  kunjungan pasien di klinik moderna berkisar 50 pasien per hari. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan  termasuk klinik wajib menyelenggarakan rekam medis. Salah satu sistem yang dilaksanakan dalam  unit rekam medis adalah Rekam medis elektronik merupakan rekam medis yang penyelenggaraannya dilakukan dengan sistem elektronik. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dalam perancangan sotware SIMKLINIK di klinik modern. Rekam medis elektronik paling sedikit dilakukan kegiatan registrasi pasien, ditribusi data rekam medis elektronik, pengisisan informasi klinis, pengolahan informasi rekam medis elektronik, pengimputan data, penyimpanan data rekam medis elektronik, menjamin mutu , transfer isi rekam medis. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan metode sosialisasi dan diskusi interaktif mengenai pelaksanaan  sistem penyimpanan rekam medis yang dilakukan kepada petugas kesehatan. Dari hasil evaluasi,  diketahui bahwa pengetahuan petugas kesehatan antara sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi  meningkat sebesar 70%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata nilai pretest sebesar 56.00 dan  setelah diberikan edukasi rerata nilai postest menjadi 95.00. Kegiatan ini perlu dilakukan secara rutin sebagai  upaya meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam melakukan sistem perancangan aplikasi SIMKLINIK di klinik modern. Kata kunci: klinik modern; rekam medis; sistem perancangan SIMKLINIK AbstractThe Modern Clinic is one of the primary inpatient clinics in Malang Regency which provides individual health services, where the average number of patient visits at the Moderna clinic is around 50 patients per day. Every health service facility, including clinics, is required to maintain medical records. One of the systems implemented in the medical records unit is the electronic medical record, which is a medical record that is maintained using an electronic system. The aim of this activity is to increase knowledge in designing SIMKLINIK software in modern clinics. Electronic medical records include at least patient registration activities, distribution of electronic medical record data, filling in clinical information, processing electronic medical record information, data entry, storing electronic medical record data, ensuring quality, transferring the contents of medical records. This activity was carried out 3 times using socialization methods and interactive discussions regarding the implementation of the medical record storage system for health workers. From the evaluation results, it is known that health workers' knowledge between before and after being given socialization increased by 70%, where before being given education, the average pretest score was 56.00 and after being given education the average posttest score was 95.00. This activity needs to be carried out regularly as an effort to improve the ability of health workers in designing the SIMKLINIK application system in modern clinics. Keywords: modern clinic; medical records; SIMKLINIK design system
Desain Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 sesuai Regulasi PP 22 Tahun 2021 Dan PerMen LHK No. 6 Tahun 2021 bagi Industri Rokok Khumaidah, Imroatul; Anisa, Nurfa; Sigit, Nanta
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.328

Abstract

The tobacco industry is one of the manufacturing sectors that generates hazardous and toxic waste (B3) from various production, maintenance, and utility support activities. This waste exhibits hazardous and toxic characteristics. In practice, some tobacco industries have established Temporary Storage Facilities (TPS) for B3 waste; however, not all comply with the technical requirements stipulated by current regulations. This study aims to design a TPS for B3 waste that aligns with Government Regulation No. 22 of 2021 and Ministry of Environment and Forestry Regulation No. 6 of 2021. The research methods include literature review, direct observation of two existing TPS, and the design of a new TPS for an industry that does not yet have such a facility. The results show that the hazardous waste generated in the tobacco industry includes flammable liquids, flammable solids, corrosive substances, environmentally hazardous materials, and toxic substances. Based on the analysis, the proposed TPS has an area of 18.55 m² with a capacity of 55.65 m³, and is equipped with packaging facilities consisting of three iron drums (100 liters), two HDPE plastic containers (100 liters), and one jumbo bag (200 liters). Additional design elements include 7.09 m² of ventilation area, a spill channel measuring 0.2 m × 0.25 m, and a storage tank of 0.4 m × 0.4 m × 0.4 m. Supporting facilities comprise one unit of a 6 kg fire extinguisher, one unit of sink/eyewash station, Personal Protective Equipment (PPE), and one first aid kit.
PENGUKURAN WAKTU STANDAR PROSES KERJA MESIN BANDSAW DAN CROSS CUT UNTUK PERENCANAAN DAN EVALUASI PEMENUHAN Nanta Sigit; Fahrur Rozi; Ardinda, Larasati Purna; Rahmat Afandi
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 2 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBER)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/3shyd005

Abstract

Standard time measurement of bandsaw and cross-cut machine work processes for planning and evaluating order fulfillment] The furniture industry is continuously innovating to produce the best products, with buyers' preferences related to function, quality, and design. To increase productivity, companies need to optimize machine cycle times and reformulate production time durations. Lead time needs to be optimized to ensure order fulfillment until the transaction is completed on time. In measuring productivity, standard time is critical to setting production targets, budgets, product cost estimates, and machine requirements, and determining standard operator wages to measure. Companies in the garden furniture sector need to calculate standard time in their production processes, particularly in the RST (Raw Sawn Timber) processing stage, in order to achieve on time production targets and avoid potential losses. Productivity analysis of the RST processing stage is carried out by calculating the standard time of the bandsaw and cross-cut or radial arm saw machines. The research was conducted through the motion study measurement, uniformity and sufficiency testing of data, and normal and standard time calculations to determine the required duration for each production stage. The time study measurement results and standard time calculations for 18 work elements show that the standard time in the RST processing stage is 4.92 minutes or equivalent to 12 units/hour, which means the company can ideally produce 88 unit of products per day