Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang Nanta Sigit; Ida Ayu P K
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.198 KB) | DOI: 10.37413/jmakia.v11i1.143

Abstract

ABSTRAK Kota Malang adalah salah satu kota yang dinyatakan sebagai daerah endemis demam berdarah. Pada tahun 2015, jumlah penderita demam berdarah sebanyak 1629 kasus dengan jumlah kematian 13 orang. Ada banyak faktor yang berkontribusi menyebabkan penyakit, begitu juga dengan penyakit demam berdarah. Faktor-faktor tersebut berasal dari individu sendiri maupun dari lingkungan. Beberapa faktor yang terkait dalam penularan demam berdarah antara lain kepadatan penduduk, mobilitas penduduk, kualitas perumahan dan sikap hidup. Sedangkan faktor yang dapat memicu terjadinya demam berdarah adalah faktor lingkungan yang termasuk di dalamnya perubahan suhu, kelembaban udara, dan curah hujan yang mengakibatkan nyamuk lebih sering bertelur dan virus dengue berkembang biak dengan cepat. Parasit dan pembawa penyakit (nyamuk) sangat peka terhadap faktor iklim, khususnya suhu, curah hujan, kelembaban, permukaan air, dan angin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model yang sesuai untuk peramalan demam berdarah dikota malang berdasarkan Transfer Function dan ANN. Data yang digunakan adalah Data demam berdarah tahun 2014 sampai 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RMSE, MAPE, dan SMAPE yang terkecil dari kedua model tersebut adalah model Artificial Neural Network. Kata Kunci : Artificial Neural Network (ANN), Transfer Function, dan Demam Berdarah
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TERKAIT SKRINING PENEMUAN KASUS BARU PENDERITA TUBERKULOSIS Romaden Marbun; Rea Ariyanti; Nanta Sigit
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12897

Abstract

ABSTRAKPengkajian awal didapatkan permasalahan bahwa masih kurangnya pengetahuan kader terkait terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan melakukan sosialisasi kepada kader kesehatan terkait terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB. Bentuk kegiatan berupa edukasi kepada kader kesehatan terkait terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB dengan menggunakan media pembelajaran berupa ppt dan formulir mengenai terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB. Sebelum dan sesudah kegiatan, peserta diberikan tes guna menilai kemampuan kognitif sebagai salah satu alat untuk evaluasi pengetahuan tentang penggunaan formulir terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali melalui pemberian materi dan diskusi interaktif kepada 25 orang kader kesehatan. dari hasil evaluasi yang dilakukan pada nilai pretest dan posttest, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait edukasi kepada kader kesehatan di Dusun Sukosari, Desa Pandansari, Poncokusumo Malang terkait pentingnya skreening penemuan baru kasus TB di Masyarakat, rata nilai pretest sebesar 60, dan setelah diberikan edukasi, rerata nilai posttest menjadi 80 dan terjadi peningkatan 30%. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran, dan mendorong masyarakat khususnya kader kesehatan dalam memberikan informasi yang sesuai kepada tenaga Kesehatan. Kata kunci: skrining TB; kasus baru; kader kesehatan ABSTRACTThe initial study found the problem that there was still a lack of knowledge of related cadres regarding the Screening for New Case Discovery of TB Patients. This community service activity begins with outreach to related health cadres regarding the Screening for New Case Discovery of TB Sufferers. The form of activity is in the form of education to related health cadres regarding the Screening for New Case Discovery of TB Sufferers by using learning media in the form of ppt and forms regarding the Screening for New Case Discovery of TB Sufferers. Before and after the activity, participants were given a test to assess cognitive ability as a tool for evaluating knowledge about the use of forms related to Screening for New Case Findings of TB Patients. This activity was carried out 3 times through the provision of materials and interactive discussions to 25 health cadres. from the results of evaluations carried out on pretest and posttest values, it is known that there has been an increase in understanding related to education for health cadres in Sukosari Hamlet, Pandansari Village, Poncokusumo Malang regarding the importance of screening for new TB cases in the community, the average pretest score is 60, and after being given education , the average posttest score was 80 and there was an increase of 30%. This activity needs to be carried out as an effort to increase awareness, and encourage the community, especially health cadres, to provide appropriate information to health workers. Keywords: TB screening; new cases; health cadres
PENGGUNAAN MEDIA APLIKASI POJOK KAMPUNG GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER DALAM MENURUNKAN KEJADIAN HIPERTENSI Nanta Sigit; Rea Ariyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12456

Abstract

ABSTRAKPenggunaan teknologi informasi di organisasi atau lembaga kesehatan perlu menjadi prioritas guna meringankan beban kerja tenaga medis atau staf medis. Sehingga semakin banyak pengembangan teknologi dan perangkat lunak untuk mendukung tugas tenaga medis dalam melakukan diagnosis pasien serta penyediaan layanan kesehatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, di Dusun Sukosari masih tingginya tingkat prevalensi penyakit hipertensi. Aplikasi tersebut dirancang dengan tujuan agar masyarakat mudah dalam mengakses informasi terkait trend penyakit yang terjadi saat ini dengan disertai informasi penyakit. Dengan adanya aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan warga terkait trend penyakit yang ada di Kabupaten Malang agar dapat dilakukan pencegahan dini untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit. Dengan dilakukan pemberdayaan kader kesehatan ini diharapkan masyarakat dapat memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan jelas sesuai yang dibutuhkan oleh tenaga Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali melalui pemberian materi dan diskusi interaktif kepada 25 orang kader kesehatan. dari hasil evaluasi yang dilakukan pada nilai pretest dan posttest, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait pentingnya pemanfaatan aplikasi berbasis android “pojok kampung” untuk meningkatkan taraf kesehatan di dusun sukosari desa pandansari, poncokusumo, kabupaten malang, rata nilai pretest sebesar 60, dan setelah diberikan edukasi, rerata nilai posttest menjadi 80, hal ini terjadi peningkatan signifikan sebesar 30%. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran, dan mendorong masyarakat khususnya kader kesehatan dalam memberikan informasi yang sesuai kepada tenaga Kesehatan. Kata kunci: Kader kesehatan; pendidikan kesehatan; aplikasi pojok kampung ABSTRACTThe use of information technology in health organizations or institutions needs to be a priority in order to ease the workload of medical personnel or medical staff. So that more and more development of technology and software to support the duties of medical personnel in diagnosing patients and providing health services. Based on the information obtained, in Sukosari Hamlet there is still a high prevalence of hypertension. The application was designed with the aim of making it easy for the public to access information related to current disease trends accompanied by disease information. With this application, it is hoped that it will be able to increase residents' knowledge regarding disease trends in Malang Regency so that early prevention can be carried out to reduce the risk of disease. By empowering health cadres, it is hoped that the community will be able to provide honest, complete and clear information as needed by health workers. This activity was carried out 3 times through the provision of materials and interactive discussions to 25 health cadres. From the results of the evaluation carried out on the pretest and posttest values, it is known that there has been an increase in understanding regarding the importance of using the Android-based application "corner village" to improve health standards in Sukosari Hamlet, Pandansari Village, Poncokusumo, Malang Regency, the average pretest score is 60, and after being given education, the mean posttest score was 80, this was a significant increase of 30%. This activity needs to be carried out as an effort to increase awareness, and encourage the community, especially health cadres, to provide appropriate information to health workers. Keywords: health cadres; health education; pojok kampung app.
PENGELOLAAN DATA SCREENING RISIKO JATUH PADA LANSIA Rea Ariyanti; Nanta Sigit; Romaden Marbun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13019

Abstract

ABSTRAKSistem Informasi Kesehatan merupakan suatu sistem pengelolan data dan informasi kesehatan di semua tingkat pemerintah secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ketersediaan data yang cepat, akurat, dan informatif merupakan salah satu elemen penting dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan tanpa terkecuali permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia. Memasuki usia tua, seseorang akan mengalami kondisi kemunduran fisik yang ditandai salah satunya adalah penurunan kekuatan otot yang mengakibatkan gerakan tubuh menjadi tidak proporsional sehingga berisiko terjadinya jatuh pada lansia. Dusun Sukosari merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Malang. Kurangnya pengetahuan kader kesehatan di Dusun Sukosari dalam melakukan pengelolaan risiko jatuh pada lansia menyebabkan kurangnya identifikasi atau penilaian risiko jatuh pada lansia sebagai bentuk upaya pencegahan sedari dini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kader kesehatan di dusun Sukosari dapat memiliki pengetahuan terkait pentingnya melakukan pengelolaan data screening risiko jatuh pada lansia. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan metode sosialisasi dan diskusi interaktif mengenai pengelolaan data risiko jatuh pada lansia yang dilakukan kepada 25 orang kader kesehatan. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa pengetahuan kader kesehatan antara sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi meningkat sebesar 72%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata nilai pretest sebesar 52,00 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai postest menjadi 89,00. Kesimpulan kegiatan ini adalah kegiatan ini berjalan denan lancar dan kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam melakukan identifikasi risiko jatuh pada lansia. Kata kunci: lansia; pengelolaan data screening; risiko jatuh. ABSTRACTThe Health Information System is a system for managing health data and information at all levels of government in a systematic and integrated manner to support health management in order to improve health services to the community. The availability of fast, accurate, and informative data is an important element in overcoming various health problems, including those that occur in the elderly. Entering old age, a person will experience a condition of physical decline that is marked by a decrease in muscle strength, which results in body movements becoming disproportionate so that the risk of falling occurs. Sukosari Hamlet is one of the areas in Malang Regency. The lack of knowledge of health cadres in Sukosari Hamlet in managing fall risk in the elderly causes a lack of identification or assessment of fall risk in the elderly as a form of early prevention. It is hoped that through this activity, health cadres in Sukosari hamlet will gain knowledge about the importance of managing fall risk screening data in the elderly. This activity was repeated three times with the socialization and interactive discussion method regarding the management of data on the risk of falling in the elderly, which was carried out to 25 health cadres. From the evaluation results, it is known that the knowledge of health cadres before and after being given socialization increased by 72%; before being given education, the average pretest score was 52.00, and after being given education, the average posttest score was 89.00. The conclusion of this activity is that it runs smoothly, and this activity needs to be carried out in an effort to improve the ability of health cadres to identify the risk of falling in the elderly. keywords: elderly; screening data management; fall risk
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENGGUNAAN APLIKASI “STIKez PEDULI” UNTUK MENINGKATKAN TARAF KESEHATAN Nanta Sigit; Romaden Marbun; Raswati Prapti Rahayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15819

Abstract

ABSTRAKSTIKez Peduli adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu masyarakat poncokusumo kabupaten malang terkait dalam melakukan pelacakan untuk menurunkan prevalensi penyakit hipertensi. Cara kerja dari aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya agar penelusuran riwayat kesehatan dapat dilakukan. Dengan mengunduh aplikasi STIKez Peduli, masyarakat dapat mengakses berbagai fitur. Serta, sejumlah manfaat lainnya yaitu aplikasi ini juga dapat menampilkan statistik prevalensi kasus sepuluh penyakit terbesar di Kabupaten malang dan di lokasi sekitar penggunanya dan mampu meningkatkan pengetahuan warga terkait trend penyakit yang ada di Kabupaten Malang agar dapat dilakukan pencegahan dini untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit. Program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para kader dan juga masyarakat terkait pentingnya pentingnya pendampingan kader kesehatan dalam pemanfaatan penggunaan aplikasi berbasis android STIKez Peduli untuk meningkatkan taraf kesehatan di dusun Sukosari desa Pandansari, Poncokusumo, Kabupaten Malang. kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali melalui pemberian materi dan diskusi interaktif kepada 25 orang kader kesehatan. Dari hasil evaluasi yang dilakukan pada nilai pre-test dan post-test, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait pentingnya pemanfaatan aplikasi berbasis android STIKez Peduli untuk meningkatkan taraf kesehatan di dusun Sukosari desa Pandansari, Poncokusumo, Kabupaten Malang, rata nilai pre-test sebesar 60, dan setelah diberikan edukasi, rerata nilai post-test menjadi 80. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran, dan mendorong masyarakat khususnya kader kesehatan dalam memberikan informasi yang sesuai kepada tenaga Kesehatan. Kata kunci: aplikasi STIKez peduli; kader kesehatan; pendidikan kesehatan; ABSTRACTSTIKez Peduli is an application developed to help the Poncokusumo community in Malang Regency in tracking to reduce the prevalence of hypertension. The workings of this application rely on community participation to share location data with each other so that medical history tracing can be carried out. By downloading the STIKez Cares application, people can access various features. As well as, a number of other benefits, namely this application can also display statistics on the prevalence of cases of the ten largest diseases in Malang Regency and in locations around its users and is able to increase residents' knowledge regarding disease trends in Malang Regency so that early prevention can be carried out to reduce the risk of disease. This partnership program aims to increase the understanding of cadres and also the community regarding the importance of assisting health cadres in utilizing the STIKez Cares android-based application to improve health standards in Sukosari hamlet, Pandansari village, Poncokusumo, Malang Regency. This activity was carried out 3 times through the provision of materials and interactive discussions to 25 health cadres. From the results of the evaluation carried out on the pre-test and post-test values, it is known that there has been an increase in understanding regarding the importance of using the STIKez Cares android-based application to improve health standards in Sukosari Hamlet, Pandansari Village, Poncokusumo, Malang Regency, with an average pre-test score of 60 , and after being given education, the average post-test score is 80. This activity needs to be carried out as an effort to increase awareness, and encourage the community, especially health cadres, to provide appropriate information to health workers. Keywords: STIKez peduli app; health cadres; health education.
PEMBERDAYAAN PETUGAS REKAM MEDIS DALAM ANALISIS DESAIN FORMULIR REKAM MEDIS RAWAT JALAN Romaden Marbun; Nanta Sigit; Moh. Maulana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16349

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan hasil identifikasi Tim pengabdi bahwasanya pengisiannya formulir rekam medis rawat jalan tidak sesuai dengan pedoman. ketidaksesuaian tersebut meliputi ketidak lengkapan pengisian data sosial pasien, penulisan nomor rekam medis diluar dari balok box yang telah disediakan, serta kurangnya elemen data yang diperlukan dalam pengisian formulir pemeriksaan umum rawat jalan. Adapun tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat di Klinik Modern Poncokusumo Malang untuk memberikan edukasi terkait desain formulir rawat jalan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan peserta yang terlibat adalah petugas pendaftaran dan direktur Klinik Modern dengan jumlah 4 orang dengan metode sosialisasi dan diskusi interaktif. Pengabdian masyarakat diawali dengan memberikan edukasi terkait pentingnya formulir rawat jalan, selanjutnya memberikan sosialisasi terkait menganalisis formulir rawat jalan dan edukasi yang terakhir yaitu membuat desain formulir berdasarkan keilmuan yang sudah di berikan sebelumnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang menunjukkan peningkatan sebesar 45% dari nilai pretest yaitu 50.00 dan nilai postest yaitu 95.00. Adanya peningkatan pengetahuan dan peserta dalam kegiatan ini dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan petugas pendaftaran dalam membuat desain formulir yang sesuai dengan pedoman keilmuan rekam medis. Kata Kunci: desain formulir; formulir rawat jalan; petugas rekam medis. ABSTRACTBased on the identification results of the service team, filling out the outpatient medical record form was not in accordance with the guidelines. These discrepancies include incomplete filling of the patient's social data, writing the medical record number outside of the box provided, and the lack of data elements needed in filling out the outpatient general examination form. The purpose of doing community service at the Modern Poncokusumo Clinic in Malang is to provide education regarding the design of outpatient forms. This activity was carried out for 3 days with participants involved being registration officers and the director of the Modern Clinic with a total of 4 people using interactive socialization and discussion methods. Community service begins with providing education regarding the importance of outpatient forms, then providing socialization related to analyzing outpatient forms and education, the last is making a form design based on the knowledge that has been given before. The results of the activity showed an increase in the participants' knowledge which showed an increase of 45% from the pretest score, which was 50.00 and the posttest score, which was 95.00. An increase in knowledge and participants in this activity can help improve the ability of registration officers to design forms that are in accordance with medical record scientific guidelines Keywords: form design; medical record officer; outpatient forms.
Pemberdayaan petugas rekam medis tentang perencanaan kebutuhan tenaga perekam medis dan informasi kesehatan di puskesmas Jabung kabupaten Malang Wisoedhanie Widi Anugrahanti; Nanta Sigit; Agnes Carolina Kristin; Lala Gayanti Zulkarnaen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21639

Abstract

AbstrakPuskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu secara komprehensif harus didukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang bermutu, mencukupi kebutuhan, terdistribusi secara adil dan merata serta termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna mutlak diperlukan secara berkesinambungan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Puskesmas Jabung bertujuan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman petugas rekam medis di puskesmas Jabung Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang tentang Perencanaan Kebutuhan Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) dengan menggunakan metode Analisis Beban Kerja (ABK Kes) sekaligus menyediakan data perencanaan kebutuhan sumber daya manusia perekam medis dan informasi kesehatan di Puskesmas Jabung. Kegiatan ini memberikan implikasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas rekam medis dalam penyediaan data kebutuhan sumber daya manusia perekam medis dan informasi kesehatan di Puskesma Jabung. Metode yang digunakan adalah ceramah untuk peningkatan pengetahuan dan demonstrasi untuk peningkatan keterampilan dalam penyusunan perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan tenaga perekam medis dan informasi kesehatan di puskesmas Jabung, yang dilaksanakan selama 3 (tiga) kali pertemuan yaitu pada tanggal 4, 11 dan 25 November 2023. Evaluasi pencapaian kegiatan dilakukan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan kepada petugas rekam medis di puskesmas Jabung sejumlah 2 (dua) orang yang terlibat dalam kegiatan pengabdiaan masyarakat. Hasil evaluasi diperoleh peningkatan nilai pengetahuan sejumlah 50% dalam kategori baik dan peningkatan keterampilan dengan pencapaian 100% dalam kategori terampil dalam penyusunan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan PMIK di Puskesmas Jabung. Kata kunci: ABK kes; kebutuhan SDMK; perencanaan Abstract Primary Health as a health service facility, in providing comprehensive quality health services, must be supported by quality health human resources, sufficient for needs, distributed fairly and evenly and utilized effectively and efiiciently, which is absolutely necessary on an ongoing basis. Community service activites at the Jabung Community Health Center aim to broaden horizons and increase understanding of medical record officers at the Jabung Community Health Center, Tumpang District, malang Regency regarding planning the need for Medical Recordes and Health Information (PMIK) using the Workload Analysis (ABK Kes) method as well as providing needs planning data human resources for medical recorders and health information at The Jabung Community Health Center. This activity has implication for increasing the knowledge and skills for medical record officers in providing data on human resources needs for medical recorders and health information at The Jabung Community Health Center. The methods used were lectures to increasing knowledge and demontrations to increasing skills in preparing health human resources needs planning for medical recorders and health information at The Jabung Community Health  Center, which were held over three meetings namely on the 4th, 11th, and 25th November 2023. Evaluation of activity achievements was carried out through questionnaires given berfor and after the activities were carried out to medical records officers at The Jabung Community Health Center. A total two people involved in community services activities. The evaluation results showed an increase in knowledge scores of 50% in the good category and increase in skill with 100% achievement in the skilled category in preparing PMIK Health worker needs planning at The Jabung Community Health Center. Keywords: ABK kes; human resources need; planning
EVALUASI PENGGUNA APLIKASI BERBASIS ANDROID POJOK KAMPUNG UNTUK MENINGKATKAN TARAF KESEHATAN Aini, Nita Dwi Nur; Sigit, Nanta
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v3i1.457

Abstract

Making an android-based health information system application called "Pojok Kampung". The application contains information on the most disease trends in Malang Regency along with disease information including understanding, symptoms, prevention and treatment. The implementation of a new system is always related to user acceptance, the extent to which users can accept and understand a technology is important to accept the success rate of the implementation of the system. This research was conducted to test the acceptance of the Pojok Kampung Application using the Technology Acceptance Model (TAM) method by taking 4 variables, namely the variables Perception of Usefulness, Perception of User Convenience, Behavioral Intention of Use and Application Acceptance. Data collection using Questionnaires distributed through Social Media. With a sample of 30 respondents. From the hypothesis test conducted, it is known that there is a positive influence on each TAM variable used, namely Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Behavioral Intention of Use and Acceptance of IT with a significant value at pvalue 0.01.ABSTRAKPembuatan aplikasi sistem informasi kesehatan berbasis android yang dinamakan “Pojok Kampung”. Aplikasi tersebut berisi tentang informasi trend penyakit terbanyak yang ada di Kabupaten Malang beserta informasi penyakit meliputi pengertian, gejala, pencegahan dan pengobatannya. Implementasi sistem yang baru selalu berhubungan dengan penerimaan pengguna, sejauh mana pengguna dapat menerima dan memahami suatu teknologi merupakan hal yang penting untuk menerima tingkat keberhasilan dari implementasi sistem tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan pengujian terhadap penerimaan Aplikasi Pojok Kampung dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM) dengan mengambil 4 variabel yaitu variabel Persepsi Kebermanfaatan, Persepsi Kemudahan Pengguna, Behavioral Intention of Use dan Penerimaan Aplikasi. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner yang disebarkan melalui Media Sosial. Dengan sampel yang diperoleh sebanyak 30 responden. Dari uji hipotesis yang dilakukan diketahui bahwa terdapat pengaruh positif pada setiap variabel TAM yang digunakan yaitu Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Behavioral Intention of Use and Acceptance of IT dengan nilai signifikan pada pvalue 0,01.
Evaluasi sistem informasi manajemen klinik (SIMKLINIK) di bagian rawat jalan dengan metode hot-fit Sigit, Nanta; Maulana, Moh
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i02.1181

Abstract

Latar Belakang: Sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 bahwa semua Klinik wajib menyelenggarakan SIMKLINIK. Di klinik Panti Rahayu Sejak SIMKLINIK diimplementasikan, belum pernah dilakukan evaluasi SIMKLINIK. Oleh karena itu peneliti akan melakukan penelitian dengan mengevaluasi SIMKLINIK di Klinik Panti Rahayu menggunakan metode HOT-FIT.Metode: Kuantitatif dengan desain cross sectional untuk mengukur variabel human, organization, dan technology terhadap net benefit SIMRS di Klinik Panti Rahayu. Karena jumlah populasi kurang dari 100 maka sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SEM PLS dan nama aplikasi yang dipakai adalah SmartPLS versi 3.0.Hasil: Ada tiga faktor yang mempengaruhi net benefit kualitas layanan, kepuasan pengguna, dan lingkungan organisasi. Sedangkan faktor yang tidak memiliki pengaruh terhadap net benefit SIMKLINIK di Klinik Panti Rahayu adalah: penggunaan sistem, struktur organisasi, kualitas sistem, dan kualitas informasi.Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh dalam keberhasilan net benefit Sistem Informasi Manajemen Klinik di Klinik Panti Rahayu adalah kualitas layanan, kepuasan pengguna, dan lingkungan organisasi.
PEMBERDAYAAN PETUGAS REKAM MEDIS TERKAIT ANALISIS KEBUTUHAN SIM-KLINIK BAGIAN KODEFIKASI KLINIS Nita Dwi Nur Aini; Nanta Sigit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Komputer Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmik.v1i3.971

Abstract

Pencatatan data rekam medis di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan suatu komponen yang penting dalam mewujudkan pelayanan yang optimal. Salah satu dari isi rekam medis yang wajib diisi yaitu kode penyakit dan tindakan. Pengkodean merupakan kegiatan memberikan kode diagnosis primer dan diagnosis sekunder sesuai dengan ICD-10 serta kode tindakan di ICD 9 CM. Permasalahan di Klinik X belum diberlakukan rekam medis elektronik sesuai dengan kebijakan Permenkes No 24 Tahun 2022 terutama dalam hal kodefikasi klinis. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi terkait identifikasi kebutuhan pada kodefikasi klinis dilanjutkan dengan analisis kebutuhan kodefikasi klinis. Adapun metode kegiatan dilakukan dengan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dengan peserta yang terlibat adalah petugas rekam medis di klinik X berjumlah 3 orang dengan sosialisasi dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan dengan diberikan tes sebanyak 10 pertanyaan kepada peserta untuk menilai kemampuan kognitif para peserta. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata nilai pretest 55.00 dan setelah diberikan edukasi rata-rata nilai postest menjadi 85.00 dengan peningkatan sebesar 54%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sudah berjalan lancar dan perlu terus dilakukan agar dapat meningkatkan kemampuan petugas rekam medis dalam merancang SIM-Klinik untuk menambah pemahaman petugas supaya dapat mengidentifikasi kebutuhan sistem secara tepat untuk meningkatkan mutu pelayanan klinik.