Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemenuhan Gizi Anak Usia 36-72 Bulan selama Pandemi Covid-19 di KB Kuncup Melati dan TK Pamardi Putra Apriliani; Kurniawati, Erna Yovi
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 2 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i2.18

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk kesehatan dan gizi anak usia dini. Pembatasan sosial dan penutupan layanan kesehatan menyebabkan terganggunya pemantauan pertumbuhan, keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, serta meningkatnya risiko malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan gizi anak usia 36–72 bulan selama masa pandemi di KB Kuncup Melati dan TK Pamardi Putra, Bantul. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 19 anak yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi normal (70%), dengan mayoritas orang tua memiliki pengetahuan gizi dalam kategori baik dan cukup (42,1%), serta pola pemenuhan gizi anak yang tergolong baik (52,6%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi anak tetap harus menjadi prioritas meskipun dalam situasi krisis. Edukasi gizi berkelanjutan serta penguatan layanan kesehatan berbasis digital perlu dioptimalkan untuk mendukung ketahanan gizi anak usia prasekolah selama masa pandemi.
Peningkatan Pengetahuan Calon Pengantin melalui Buku Saku HIV/AIDS di Wilayah Bantul, Yogyakarta Margiyati; Kurniawati, Erna Yovi
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 3 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i3.21

Abstract

Pengetahuan tentang HIV/AIDS masih terbatas di banyak komunitas, pendidikan yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman terkait pencegahan dan penanganannya. Buku saku sebagai media edukasi diyakini dapat meningkatkan pengetahuan dengan cara yang praktis dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas buku saku dalam meningkatkan pengetahuan calon pengantin mengenai HIV/AIDS di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan desain kuasi eksperimen one group pretest-posttest penelitian ini melibatkan 38 responden yang terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) Bantul. Responden diberikan intervensi berupa buku saku HIV/AIDS dan mengisi kuesioner pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan responden, dengan rata-rata skor pretest 62,3 dan posttest 81,6 (selisih rata-rata 19,3 poin, p < 0,001). Buku saku terbukti efektif sebagai media edukasi yang praktis dan mudah dipahami. Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam sampel yang terbatas pada satu komunitas, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi. Penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang buku saku dalam edukasi HIV/AIDS
In Silico of AMHRII Receptor Binding and Toxicity Prediction of Clitoria ternatea Kurniawati, Erna Yovi; Mahati, Endang; Zaw Myo Hein
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 4 (October 2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v7i4.1166

Abstract

Clitoria ternatea compounds show significant potential as herbal drug candidates for polycystic ovary syndrome (PCOS) through improving anti-Müllerian hormone (AMH) parameters. This study aims to evaluate the potential of these compounds in binding to AMHRII receptors using an in silico approach. Several compounds, baicalein, isorhamnetin, and malvidin, showed high binding affinity towards AMHRII receptors, approaching or even surpassing some control drugs. These compounds have favorable toxicity profiles, with high LD50s, suggesting low toxicity and high safety potential for therapeutic use. Some compounds, such as isorhamnetin, termination, petunidin, malvidin, cyanidin, luteolin, and protocatechuic acid, have an unfavorable number of hydrogen donors, as does gallic acid, which has an unfavorable number of hydrogen acceptors. The development of technologies that improve bioavailability and pharmacokinetics can overcome these challenges. Further studies in vivo are needed to confirm the effectiveness and safety of these compounds in potential clinical therapies and develop innovative herbal therapies for Clitoria ternatea-based PCOS.
Experimental animal models for polycystic ovarian syndrome (methods, effects, and implications) Erna Yovi Kurniawati; Noor Pramono; Syarief Thaufik Hidayat; Endang Mahati
Livestock and Animal Research Vol 22, No 1 (2024): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/lar.v22i1.79197

Abstract

Many studies have replicated the clinical and genetic features of polycystic ovarian syndrome (PCOS) using a range of experimental animal models to improve treatment outcomes. This article aims to present an overview of the various experimental animal models that have been used in PCOS research. In this study, we conducted a systematic review of relevant research articles on the induced animal model PCOS. We searched research articles in Indonesian and English published over the last five years through three databases: PubMed, ScienceDirect, Google Scholar. We use established inclusion and exclusion criteria to select suitable articles. Out of 19 research articles included in our systematic review, we found the animal model PCOS based Rotterdam criteria, PCOS-IR model, PCOS-Inflammation model, PCOS-Gut microbiota model and PCOS-syndrome metabolic model. Androgen agents such as testosterone propionate, free testosterone, DHEA, and letrozole, as well as sodium valproate, are effective in the induction of PCOS phenotypes based on the Rotterdam criteria (oligo/amenorrhea, hyperandrogenic, and polycystic ovaries).