Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Scientific Morality in the Use of Technology as a Study of the Philosophy of Science on Ethics in the Digital Era Andi Dewi Riang Tati Dewi; Syamsu A Kamaruddin; Abdullah Sinring; Bahri Bahri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.6874

Abstract

The aim of this research is to study scientific morality in the use of technology in the digital era from the perspective of philosophy of science. In the philosophy of science, scientific morality seeks to ensure that technological and scientific developments are driven by ethical and logical considerations. Based on moral values, the use of scientific knowledge not only produces technical progress, but is also socially responsible, making better technology more beneficial to society. This research uses a qualitative approach with a literature study method. The main data source in this research is literature which includes books on the philosophy of science, scientific journals on digital ethics, articles related to scientific morality, as well as previous reports and research on technology in the digital era. Data collection was carried out through literature study, with data analysis using content analysis techniques. Artificial intelligence offers opportunities for progress, but also moral challenges, so developers, policymakers, and society need to collaborate to develop an ethical framework that ensures fair use of the technology and benefits society.
Talk to Each Other: Strategi Penanaman Nilai Multikultural Untuk Membentuk Karakter Profil Pancasila Melalui Mata Pelajaran Sejarah Andi Dewi Riang Tati; Ulul Azmi Mustari; Bahri Bahri
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3361

Abstract

Sebagai negara majemuk, Indonesia tentunya rentan terhadap konflik dan perpecahan. Munculnya multikulturalisme dalam masyarakat yang maju dapat menyebabkan konflik yang merugikan, yang dapat dipicu oleh masalah agama, ekonomi, politik, dan lainnya. Oleh karena itu, sebagai negara multikultural, masyarakatnya harus dididik tentang toleransi dan keragaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana menggunakan Talk to Each Other sebagai metode pendidikan multikultural dapat membentuk karakter profil pelajar pancasila. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbicara satu sama lain mungkin menjadi salah satu metode pendidikan multikultural yang dapat meningkatkan profil pelajar pancasila. Konsep kegiatan ini lebih mendorong peserta didik untuk belajar berkomunikasi dengan orang lain dari latar belakang yang berbeda. Mereka menunjukkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan teman-teman mereka terlepas dari perbedaan suku, agama, atau budaya.
Peningkatan Penguasaan Guru di Sulawesi Barat Pada Kompetensi Dasar Peran Tokoh Nasional Daerah Memperjuangkan Kemerdekaan Bahri Bahri; Andi Dewi Riang Tati; Asmunandar Asmunandar; Khaeruddin Khaeruddin; Ahmad Subair; Andi Dody May Putra Agustang; Ibrahim Arifin
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2: Mei 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i2.1644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab renndahnya penguasaan guru-guru sejarah di Propinsi Sulawesi Barat pada kompetensi dasar peran tokoh-tokoh nasional dan daerah dalam mempertahankan kemerdekaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut terjadi karena guru tidak mampu menjelaskan secara kronolis peristiwa yang terjadi dalam upaya mempertahankan kemerdekaan, termasuk peristiwa dalam tingkat lokal. Penyebab lainnya adalah guru belum mengintegrasikan sejarah lokal dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilaksanakannya perlakukan, guru yang menguasai kompetensi tersebut adalah 42%, sedangka setelah diadakannya perlakuan adalah 84,5%
Penerapan Model Green School Dalam Rangka Membentuk Gaya Hidup Berkelanjutan di SMA Negeri 12 Bone Muhammad Syukur; Jumadi Jumadi; Bahri Bahri; Nurlela Nurlela; Andi Dewi Riang Tati; St.Junaeda St.Junaeda; Rasyid Ridha
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2: Mei 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i2.1713

Abstract

Permasalahan program green school yang dilaksanakan disekolah belum diintegrasikan dalam kurikulum di sekolah. Rendahnya kesadaran peserta didik terhadap pentingnya gaya hidup berkelanjutan menjadi faktor mewujudkan go green di sekolah sangat sulit. Pengabdian ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut. Sosialisasi berbagai kegiatan yang dapat mendukung go green school di SMA Negeri 12 Bone diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik sehingga gaya hidup berkelanjutan dapat diwujudkan. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa karakter peserta didik dan guru di SMA Negeri 12 Bone dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan sudah nampak pada berbagai kegiatan, baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bone maupun kegiatan yang dilaksanakan dengan melibatkan semua unsur di SMA Negeri 12 Bone, orang tua peserta didik maupun masyarakat sekitar
Museum Kodam VI Mulawarman sebagai Sumber Belajar IPS Siswa Kelas VI Nurul Faizah Yusran; Najamuddin Najamuddin; Bahri Bahri; Rasyid Rasyid; Patahuddin Patahuddin
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 8 No. 1 (2025): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v8i1.14162

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the potential of the VI Mulawarman Military Command Museum as a source of Social Sciences (IPS) learning for grade VI students at SDIT Al-Auliya 2 Balikpapan. This research method uses a qualitative descriptive approach which is used to analyze the feasibility, utilization, and impact of this museum-based learning. The results of the study indicate that the museum provides a direct learning experience through a collection of historical artifacts such as weapons, documents, and dioramas, which can improve students' understanding of the history of the Indonesian people's struggle in Kalimantan. The use of this museum is also relevant to the Merdeka Curriculum, which emphasizes experiential learning and the relevance of the material to real life. Supporting factors for success include a rich collection, support from competent guides, and free access. However, obstacles such as limited guides and inadequate facilities need to be addressed immediately. The conclusion of this study is that the integration of museums in IPS learning can enrich students' understanding, strengthen their sense of nationalism, and support the formation of students' character in accordance with national values. Keywords: History, Kodam VI Mulawarman, Museum, Nationalism.
Enculturation in Formal Education: A Multi-Case Study of Local Cultural Preservation Practices in Gowa, South Sulawesi Sulmi Sulmi; Najamuddin Najamuddin; Bahri Bahri; Bakhtiar Bakhtiar
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i2.3113

Abstract

The sustainability of local cultural heritage in Indonesian secondary schools is increasingly threatened by globalization and the absence of systematic institutional frameworks for cultural preservation. Despite the strategic role of schools as agents of enculturation, empirical evidence on how different institutional contexts shape cultural preservation practices remains limited, particularly in culturally rich regions such as Gowa Regency, South Sulawesi. This study employed a qualitative multiple case study design across three secondary schools — SMA Negeri 1 Gowa, SMA Negeri 9 Gowa, and Pesantren Sultan Hasanuddin. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, and documentary analysis involving 27 purposively selected participants. Analysis followed the Miles et al. (2014) interactive model, with source and method triangulation applied to ensure trustworthiness. Three institutional preservation models were identified: the structural model (policy-embedded), the ceremonial model (initiative-dependent), and the holistic model (tradition-immersive). Sustainability was highest where programs were formally institutionalized or deeply embedded in boarding-school traditions. Findings confirm that effective enculturation operates through the convergence of transformational leadership, culturally responsive pedagogy, hidden curriculum, and school-community collaboration. An unexpected synergy between Islamic and Bugis-Makassar values at PSH revealed the underexplored potential of faith-based schools as sites of cultural resilience. Local cultural preservation in schools demands systemic institutionalization beyond ceremonial activities. The proposed typology offers a transferable conceptual framework for policy and further comparative research.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH Bahri Bahri; Asmunandar Asmunandar; Suriani Abbas; Andi Dewi Riang Tati; Fitra Widyawati
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v5i1.86444

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran sejarah yang inovatif dan interaktif di SMAN 13 Takalar. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran sejarah yang menyebabkan kurangnya minat dan kreativitas peserta didik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis dan partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop, pelatihan interaktif, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan platform AI untuk membuat media pembelajaran sejarah seperti presentasi interaktif, infografis, video pembelajaran, dan kuis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, keterampilan, dan kreativitas peserta dalam memanfaatkan teknologi AI dalam pembelajaran sejarah. Peserta menjadi lebih aktif dan antusias selama proses pelatihan berlangsung serta mampu menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan inovatif. Selain itu, hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan kemampuan literasi digital peserta serta pemahaman mengenai penggunaan Artificial Intelligence secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pemanfaatan AI terbukti mampu menjadi solusi inovatif dalam menciptakan pembelajaran sejarah yang lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan pendidikan abad ke-21.
OPTIMALISASI NILAI SIPAKATAU, SIPAKAINGE, DAN SIPAKALEBBI MELALUI PENDEKATAN PSIKOEDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING PADA SISWA SMAN 1 GOWA Bustan Bustan; Bahri Bahri; Hasni Hasni; Ahmad Syawaluddin
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.85308

Abstract

Bullying is a common social problem in schools and affects students' psychological well-being, emotions, and social interactions. This phenomenon also occurs at SMAN 1 Gowa, particularly in the form of verbal and relational bullying. This community service activity aims to enhance the values of Bugis-Makassar local wisdom, namely sipakatau, sipakainge, and sipakalebbi, as a way to prevent bullying through a psychoeducational approach. The implementation method includes several stages: observation and problem identification, program socialization, psychoeducational training, mentoring, and activity evaluation. The program is implemented using methods such as interactive lectures, group discussions, simulations, and role-playing involving both teachers and students. The results of these activities indicate that students increasingly understand the impacts of bullying and are increasingly aware of the importance of fostering social relationships based on mutual respect and appreciation. The internal application of the values of sipakatau, sipakainge, and sipakalebbi also encourages empathy, concern for others, and the courage to remind each other to prevent bullying. In addition, teachers also gained new insights into the importance of integrating local culture into character building within the school environment. This activity demonstrated that strengthening local wisdom through a psychoeducational approach can be an effective prevention strategy in creating a safe, inclusive, and bullying-free school environment.
LITERASI SEJARAH DALAM PRAKTIK PEMBELAJARAN: TINJAUAN LITERATUR UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Nur Hikma Safira; Bahri Bahri
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10711

Abstract

ABSTRACT The limited capacity of students to think historically in the digital age is an urgent problem that has not been systematically addressed in history learning practice. Historical literacy serves as a conceptual and practical framework to respond to this challenge. This article critically analyzes the concept, urgency, key components, and implementation strategies of historical literacy in history learning. The study employs a systematic literature review method with a descriptive analytical approach, examining 30 scholarly sources published between 2020 and 2025, including national and international journal articles, conference proceedings, and relevant educational policy documents. The synthesis of findings reveals that historical literacy is a multidimensional competency encompassing primary secondary source analysis, historical causal reasoning, multiple perspective-taking, awareness of history's interpretive nature, and ethical dimensions in understanding the past. Its implementation demands a transformation in the teacher's role-from information transmitter to facilitator of historical thinking through project-based approaches, critical discussion, and selective use of digital technology. Strengthening historical literacy has been shown to enhance students historical understanding and cultivate critical, responsible national consciousness amid the flood of digital information. ABSTRAK Rendahnya kemampuan berpikir historis peserta didik di era digital merupakan persoalan mendesak yang belum mendapat penanganan sistematis dalam praktik pembelajaran sejarah. Literasi sejarah hadir sebagai kerangka konseptual dan praktis yang menjawab tantangan tersebut. Artikel ini bertujuan menganalisis secara kritis konsep, urgensi, komponen-komponen utama, serta strategi implementasi literasi sejarah dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode kajian literatur sistematis dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap 30 sumber ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020–2025, mencakup artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Sintesis temuan menunjukkan bahwa literasi sejarah merupakan kompetensi multidimensi yang mencakup kemampuan analisis sumber primer-sekunder, penalaran sebab-akibat historis, perspektif multipel, kesadaran akan sifat interpretatif sejarah, serta dimensi etis dalam memahami masa lalu. Implementasinya dalam pembelajaran menuntut transformasi peran guru dari penyampai informasi menjadi fasilitator berpikir historis melalui pendekatan berbasis proyek, diskusi kritis, dan pemanfaatan teknologi digital secara selektif. Penguatan literasi sejarah terbukti mampu meningkatkan kualitas pemahaman historis peserta didik dan membentuk kesadaran kebangsaan yang kritis dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
Pembelajaran Sejarah Kontroversial Sebagai Penguat Berpikir Kritis Peserta Didik UPTD SMAN 1 Nosu Muhammad Hamka Halim; Bahri Bahri
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i1.8364

Abstract

Pembelajaran sejarah di sekolah menengah memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis Peserta Didik, namun praktiknya masih sering didominasi pendekatan hafalan yang membatasi penalaran historis. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah pembelajaran sejarah berbasis isu kontroversial yang menekankan analisis bukti dan multiperspektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan praktik pembelajaran sejarah kontroversial, menganalisis hubungannya dengan penguatan berpikir kritis Peserta Didik, serta merumuskan rekomendasi konseptual untuk konteks UPTD SMAN 1 Nosu. Penelitian menggunakan metode studi literatur sistematis dengan kerangka PRISMA dan analisis tematik terhadap berbagai sumber jurnal pendidikan sejarah terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran isu kontroversial mendorong Peserta Didik mengevaluasi sumber, membandingkan perspektif, dan menyusun argumentasi rasional sehingga memperkuat kemampuan berpikir kritis dan literasi historis. Namun efektivitasnya bergantung pada desain pembelajaran yang sistematis, kesiapan guru, dan iklim kelas yang dialogis. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran bertahap berbasis isu lokal dan nasional, penguatan kompetensi guru, serta penggunaan penilaian berbasis argumentasi sebagai strategi pedagogis yang kontekstual dan berkelanjutan.