Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Digital dalam Pemanfaatan Eco Enzyme untuk Mendukung Program Pendidikan Berkelanjutan di Kabupaten Lahat Safitri, Erna Retna; Raharjo, Makmum; Rachman, Fuad Abd.; Safitri, Mazda Leva Okta
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16142

Abstract

Pendahuluan: Program pembangunan berkelanjutan dalam bidang pendidikan menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata. Integrasi teknologi pada penerapan P5 diharapkan akan meningkatkan efektifitas pembelajaran sekaligus mendukung program SDGs. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasis teknologi sekaligus mendukung program SDGs. Metode: Pemaparan materi, diskusi, dan praktik. Hasil: Terdapat peningkatan pemahaman peserta mengenai urgensi media pembelajaran inovatif, model pembelajaran berkelanjutan, aplikasi untuk mengembangkan media pembelajaran dan kemampuan mengembangkan media. Kesimpulan: Diharapkan guru berkomitmen untuk meningkatkan kompetensinya agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Membangkitkan Potensi Berpikir Kritis Menuju Kreativitas dengan Soal HOTS dan Inovasi Pembelajaran AI di Sekolah Islam Terpadu Raudhatul Ulum Sakatiga Meryansumayeka, Meryansumayeka; Safitri, Erna Retna; Nuraeni, Zuli
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17447

Abstract

Background: Higher Order Thinking Skills (HOTS) is one of the abilities that needs to be mastered by teachers and owned by students in dealing with daily life problems. In addition, research results show that the use of Artificial Intelligence (AI) can make a positive contribution to learning. However, in reality, students' HOTS in the partner school, SMPIT Raudhatul Ulum Sakatiga, is still low. This is because teachers have not fully understood and mastered the skills in designing learning and HOTS questions. This community service aims to improve teachers' knowledge and skills in developing HOTS questions and innovative learning with AI. Method: The method used includes several stages, namely location review, preparation, socialization, training, technology application, mentoring, evaluation, and follow-up. Results: The results showed that there was an increase of about 35% in the number of participants who understood HOTS and AI and an 85% increase in the number of participants who were able to use AI in developing HOTS lessons and questions. Conclusions: The success of this program is not only seen from the increase in students' critical thinking skills and creativity, but also from changes in learning methods that are more innovative and technology-based at SMPITRU Sakatiga.
Pembelajaran Sosiologi Berbasis Wahyu bagi Guru dan Siswa SMA di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim Taqwa, Ridhah; Eko, Dyah Hapsari; Safitri, Erna Retna; Mahriani, Retna; Yulasteriyani, Yulasteriyani
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20715

Abstract

Pendahuluan: Pembelajaran sosiologi tidak hanya membahas hubungan sosial antarindividu dan kelompok, tetapi juga mengaitkan manusia dengan Tuhannya sesuai ajaran Al-Qur’an. Integrasi nilai wahyu penting untuk memperkuat pemahaman sosial yang bermoral. PKM berjudul “Pembelajaran Sosiologi Berbasis Wahyu kepada Guru dan Siswa SMA di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim” dilaksanakan untuk mengenalkan konsep sosiologi berbasis wahyu dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode: PKM dilakukan melalui tiga tahap: Pembukaan dan pretest untuk mengukur pemahaman awal, penyampaian materi melalui kuliah desa yang menghubungkan teori sosiologi dengan nilai Al-Qur’an, dan postest untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasil: Kegiatan berjalan lancar dengan respons positif. Nilai peserta meningkat dari 64% pada pretest menjadi 87% pada postest. Kesimpulan: PKM ini efektif meningkatkan pemahaman peserta mengenai pembelajaran sosiologi berbasis wahyu dan layak dijadikan model pengembangan pembelajaran yang berkarakter dan bernilai Islami.