Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODUL AJAR AKOMODATIF BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI Ana Rafikayati; Lutfi Isni Badiah; Muhammad Nurrohman Jauhari; Sabrina Nur Fisabilillah; Lathifah Fuanindah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar akomodatif berbasis multimedia bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Program dilaksanakan melalui empat tahapan: analisis kebutuhan, pelatihan guru, pendampingan penyusunan modul, dan uji coba terbatas. Sebanyak 60 guru dari sekolah mitra terlibat dalam pelatihan dan menghasilkan 60 modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru mengenai pembelajaran akomodatif. Produk akhir berupa modul digital interaktif dinilai layak digunakan dan berpotensi memperkuat praktik pembelajaran inklusif di kelas.
Efektivitas Aplikasi BASIA dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Fonologis Anak Disleksia Arbi, Riski Prasetya; Herviani, Vivi Kurnia; Jauhari, Muhammad Nurrohman; Irvan, Muchamad; Pratama, Toni Yudha
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2393

Abstract

Dyslexia is a specific learning disorder characterized by phonological processing deficits that hinder children's ability to recognize letter sounds, blend, and decode words. This condition requires systematic and adaptive phonological intervention, particularly through the use of educational technology appropriate to the characteristics of dyslexic children. This study aims to test the effectiveness of using the BASIA application in improving the phonological reading skills of dyslexic children through a structured literacy and multisensory approach. The study used a mixed approach with a pretest–posttest design, involving ten dyslexic children as intervention participants. Quantitative data were obtained through phonological ability tests, while qualitative data were collected through observations and interviews to describe the participants' learning experiences while using the application. The results showed a significant increase in phonological reading skills after using the BASIA application, especially in aspects of phoneme accuracy, blending ability, and word decoding. In addition, participants showed increased motivation, focus, and learning engagement during the intervention process. These findings indicate that the BASIA application is effective as an adaptive and relevant digital-based phonological intervention medium to support reading learning in dyslexic children. This research provides a practical contribution to the development of inclusive learning media and strengthens the use of technology as a solution to support early literacy for dyslexic children in Indonesia.ABSTRAKDisleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang ditandai oleh defisit pemrosesan fonologis sehingga menghambat kemampuan anak dalam mengenali bunyi huruf, melakukan blending, dan decoding kata. Kondisi ini menuntut adanya intervensi fonologis yang sistematis dan adaptif, khususnya melalui pemanfaatan teknologi pendidikan yang sesuai dengan karakteristik anak disleksia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan Aplikasi BASIA dalam meningkatkan kemampuan membaca fonologis anak disleksia melalui pendekatan structured literacy dan multisensoris. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain pretest–posttest, melibatkan sepuluh anak disleksia sebagai peserta intervensi. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kemampuan fonologis, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk menggambarkan pengalaman belajar peserta selama menggunakan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca fonologis yang signifikan setelah penggunaan Aplikasi BASIA, terutama pada aspek akurasi fonem, kemampuan blending, dan decoding kata. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi, fokus, dan keterlibatan belajar selama proses intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa Aplikasi BASIA efektif sebagai media intervensi fonologis berbasis digital yang adaptif dan relevan untuk mendukung pembelajaran membaca anak disleksia. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan media pembelajaran inklusif serta memperkuat pemanfaatan teknologi sebagai solusi pendukung literasi awal anak disleksia di Indonesia.
Intervensi Pada Anak Dengan Multiple Disabilities di Sekolah Khusus Umi Safiul Ummah; Ahsan Romadlon Junaidi; Dimas Arif Dewantoro; Muhammad Nurrohman Jauhari; Toni Yudha Pratama; Karinda Devinta Putri
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v21i2.89307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji intervensi yang dilakukan pada anak-anak dengan multiple disabilities di Sekolah Khusus. Penelitian ini menghasilkan gambaran layanan intervensi yang menghadirkan strategi berbeda pada setiap individu, yang disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan peserta didik dengan multiple disabilities. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pelaksanaan intervensi di lingkungan sekolah khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi intervensi yang diterapkan bersifat individual, fleksibel, dan melibatkan kolaborasi antara guru, orang tua, serta siswa sebagai informan utama. Temuan empiris di lapangan memberikan gambaran konkret mengenai praktik asesmen, pelaksanaan program individual, serta evaluasi berkelanjutan dalam layanan pendidikan. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan kontribusi berupa informasi dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik intervensi pada anak dengan multiple disabilities, yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat umum, khususnya orang tua dan tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
METODE MATERNAL REFLEKTIF DALAM KEMAMPUAN STRUKTUR KALIMAT SISWA TUNARUNGU SDLB-B NEGERI TULUNGAGUNG Santoso, Budi; Muhammad Nurrohman Jauhari; Ana Rafikayati
Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi dan Inovasi Ilmiah Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi, dan Inovasi Ilmiah Pend
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/jpd.v12i1.1159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa tunarungu kelas III SDLB di SLB-B Negeri Tulungagung dalam menyusun struktur kalimat melalui penerapan Metode Maternal Reflektif (MMR). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyusun kalimat sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar, khususnya pada aspek morfologi dan sintaksis. Keterbatasan tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan gagasan secara jelas baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa tunarungu kelas III SDLB di SLB-B Negeri Tulungagung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan menyusun struktur kalimat, observasi terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi kegiatan belajar sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Maternal Reflektif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun struktur kalimat secara bertahap. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa mulai dari tahap pra-siklus, siklus I, hingga siklus II. Melalui kegiatan percakapan bermakna, refleksi bahasa, serta penggunaan bahasa secara kontekstual, siswa menjadi lebih aktif dalam memahami dan menyusun kalimat yang lebih terstruktur serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.