Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

STABILITAS PIGMEN WARNA ALAMI DARI EKSTRAK DAUN JATI MUDA (Tectona grandis L., f.) DAN BUNGA MAWAR (Rosa hybrida Hort) PADA SEDIAAN LIP BALM Sari, Dessy Erliani Mugita; Rizqia, Nisfi Aulia; Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i2.370

Abstract

Kulit sering mengalami kekeringan akibat paparan sinar matahari. Salah satu bagian yang sering mengalami kekeringan adalah bibir. Oleh sebab itu, diperlukan sediaan yang dapat menjaga kelembapan bibir. Lip balm dengan bahan alami mengutamakan kesehatan kulit bibir tanpa efek samping dimana bahan alam yang bisa berfungsi sebagai antioksidan maupun pemberi warna (pigmen). Mawar merupakan tanaman yang mempunyai senyawa glikosida, antosianin, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik ini memiliki antioksidan dan di dalam flavonoid mawar terdapat zat pewarna antosianin. Tanaman jati memiliki kandungan beberapa zat pewarna alami seperti antosianin, pheophitin, karotenoid dan klorofil. Pigmen warna dari alam bisa dipertahankan dengan penambahan senyawa kopigmen, dimana senyawa tersebut akan meningkatkan stabilitas warna antosianin dengan reaksi kopimentasi. Kopigmen yang dapat digunakan untuk penstabil ikatan antar pigmen antosianin daun jati muda dan bunga mawar adalah Rosmarinic acid. Penelitian ini bertujuan menstabilkan zat warna alami dari ekstrak daun jati muda dan bunga mawar dengan penambahan kopigmen (Rosmarinic acid). Metode : Pengeringan dilakukan dengan oven suhu 40°C. Ekstraksi menggunakan metode maserasi. Daun jati muda yang dikombinasikan dengan bunga mawar diformulasikan dalam bentuk sediaan lipbalm dengan variasi perbedaan konsentrasi rosmarinic acid dalam berbagai perbandingan. Sediaan lip balm dievaluasi sifat fisik uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji titik lebur, dan uji stabilitas. Uji kuantitatif antosianin menggunakan metode pH differensial. Hasil : Peningkatan konsentrasi rosmarinic acid  hanya mempengaruhi sifat fisik menurunkan nilai pH. Rosmarinic acid  tidak juga dapat menstabilkan warna dalam jangka waktu yang lama dikarenakan reaksi kopigmentasi dipengaruhi oleh suhu.
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI UPT. PUSKESMAS X KUDUS Setyoningsih, Heni; Ningsih, Dian Wahyu; Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.403

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia merupakan peradangan yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak menunjukkan adanya tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering menyerang anak – anak khususnya usia balita umur 1 – 5 tahun. Pengobatan ISPA non pneumonia yang rasional apabila penggunaan obat telah tepat dan sesuai dengan pedoman yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan Obat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia pada pada pasien balita di UPT. Puskesmas X Kudus Periode Januari – Desember 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian non-eksperimental dengan metode observasional yang dilakukan dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi rekam medik pasien yang jelas dan lengkap dengan diagnosa ISPA non pneumonia yang berusia 1 – 5 tahun di UPT. Puskesmas X Kudus periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan sampel 160 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa evaluasi rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia yang dilihat berdasarkan tepat pasien didapatkan 100%, tepat indikasi didapatkan 100%, tepat obat didapatkan 100%, dan tepat dosis didapatkan 88,1% dari 160 pasien. Hasil analisis bivariat dengan uji kendall’s tau-b menunjukkan bahwa ada korelasi antara jumlah obat per lembar resep dengan rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia dengan nilai p-significancy 0,012 (0,05).
FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MINYAK BIJI KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI EMOLIEN DAN SARI KUNYIT (Curcuma longa L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Sari, Dessy Erliani Mugita; Muthoharoh, Wachidatul; Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i2.394

Abstract

Kemajuan teknologi semakin berkembang, seperti sediaan farmasi pada bidang kecantikan yaitu lipstik sebagai pelembab dan pewarna bibir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minyak biji kelor sebagai emolien dan sari kunyit sebagai pewarna alami dapat digunakan dalam pembuatan sediaan lipstik, dan formulasi manakah yang terbaik dilihat dari hasil uji sifat fisik. Bahan yang digunakan sebagai emolien yaitu minyak biji kelor dengan kandungan asam oleat tinggi lebih yaitu 68-76%. Bahan yang digunakan sebagai pewarna alami yaitu kunyit dengan kandungan 2,5-6% pigmen kurkumin berwarna kuning orange. Minyak biji kelor dan sari kunyit diformulasikan dalam bentuk sediaan lipstik dengan variasi perbedaan konsentrasi F1 basis, F2 5% dan 5%, F3 10% dan 10%, F4 15% dan 15%. Sediaan lipstik dievaluasi sifat fisik seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji keseragaman bobot, uji daya oles, uji titik lebur dan uji cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak biji kelor dan sari kunyit menyebabkan penurunan pada uji titik lebur dari F1, F2, F3 dan F4 berturut- turut yaitu 58,3oC; 57,3oC; 56,3oC dan 55,3oC dan uji kekuatan dari F1, F2, F3 dan F4 berturut- turut 123,3gr; 113,3gr; 103,3gr dan 93,3gr pada siklus 0 sediaan lipstik. Pada uji cycling test menunjukkan bahwa dari F1, F2, F3 dan F4 formula sediaan lipstik yang stabil adalah F2. Formulasi minyak biji kelor sebagai emolien dan sari kunyit sebagai pewarna alami dapat digunakan dalam pembuatan sediaan lipstik dan formulasi yang terbaik dilihat dari hasil uji sifat fisiknya yaitu F2.
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 3 Tahun 2025 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.405

Abstract

Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 9 No. 2 Tahun 2025 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i2.400

Abstract

Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 9 No. 3 Tahun 2025 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.406

Abstract

Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 2 Tahun 2025 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i2.401

Abstract

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK FISIK DAN STABILITAS SEDIAAN FACE MIST EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BINAHONG MERAH (Anredera cordifolia ( Ten.) Steenis) Sukarno, Sukarno; Fitrianingsih, Sri; Hidayati, Rakhmi; Puspitasari, Hesti Pipit
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i2.263

Abstract

Facei mist was a beiauity carei produict in thei form of a spray or mist which fuinctions to increiasei thei moistuirei of thei ouiteir layeir of thei skin. Thei binahong plant (Anreideira cordifolia (Tein.)Steieinis) has many activei compouinds, incluiding alkaloids, flavonoids and saponins. Thei flavonoid conteint in binahong leiaveis (Anreideira cordifolia (Tein.) Steieinis) plays a rolei in facial cleiansing produicts, facial masks and freisheineirs. Thei high conteint of flavonoids and vitamin Ei makeis it eiffeictivei in fighting freiei radicals. This stuidy aims to eixaminei thei physical characteiristics and stability of a facei mist preiparation from 96% eithanol eixtract of binahong leiaveis (Anreideira cordifolia (Tein) Steieinis ). This reiseiarch was a typei of quiantitativei reiseiarch carrieid ouit eixpeirimeintally by making a facei mist preiparation by comparing thei physical characteiristics and stability of thei facei mist preiparation with 96% eithanol eixtract of reid binahong leiaveis and carrying ouit organoleiptic teists, pH teists, homogeineiity teists, moistuirei teists, dry timei teists and stability teist. Thei reisuilts of this stuidy show that in thei stability teist of facei mist preiparations, theirei is no significant diffeireincei in thei Ph teist, and theirei is no significant diffeireincei in thei moistuirei teist, P > 0.05 in thei pH teist. dry P > 0.05. Concluision: 96% eithanol eixtract of reid binahong leiaveis contains thei seicondary meitabolitei Flavoid saponin, Tannin. Comparison of thei physical characteiristics of facei mist preiparations from 196% eithano eixtract of binahong leiaveis at conceintrations of 6% and 10%, theirei arei diffeireinceis in thei oragoleiptic teist.