Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PENDEKATAN EKONOMI SYARIAH DALAM PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN DAN PETERNAKAN DI DESA CIBODAS, KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT: TINJAUAN EKONOMI DAN SOSIAL Dadin Solihin; Bubun Bunyamin; Aditya M.R.; Irman Purnama; Ifa Rahmawati; Venny Setyowardani
Jurnal Istimā Vol 1 No 1 (2024): April - Istimā
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelita Nusa Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpkm.v1i1.94

Abstract

The research was conducted because it was motivated by a real work lecture program, knowing the socio-economic life, understanding, and literacy of the village community. The research examines how the economic order of villagers is viewed from the economic treasures and Islamic law. The purpose of the research is to find out more deeply about the agriculture, animal husbandry, and rural economic sectors. Research methods are carried out qualitatively descriptively, including observation and interviews, as well as comprehensive theoretical reference studies. The results found that local cultural phenomena in the application of the economic system are more obvious, especially in the concept of Ijon business from agricultural products of Cibodas-Lembang Village residents, the view of Sharia economy is similar to the contract of buying and selling greetings. The Ijon system is carried out only based on assistance and urgent conditions. In conclusion, from our findings, villagers do make Ijon transactions, but we provide solutions with the contract Bai' Salam or Istishna'.
EKSPLORASI HUKUM EKONOMI SYARIAH TERKAIT AKAD MUZARA’AH ANTARA PEMILIK LAHAN PERTANIAN DAN PENGGARAP DI DESA CIHAMPELAS Jurri Jamaliah; Imam Tunggara; Dadin Solihin
Jurnal Istimā Vol 1 No 2 (2024): Agustus - Istimā
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelita Nusa Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpkm.v1i2.102

Abstract

Mayoritas penduduk Desa Cihampelas bekerja sebagai petani, namun hampir 70% dari mereka tidak memiliki lahan sendiri. Oleh karena itu, pemilik lahan seringkali menyerahkan lahannya kepada penggarap dengan sistem bagi hasil. Meskipun demikian, konflik kerap muncul antara pemilik lahan dan penggarap, terutama mengenai pembayaran pupuk dan distribusi hasil panen yang tidak tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akad yang digunakan dalam sistem bagi hasil, mekanisme pembagian hasil, serta pandangan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) tentang sistem pembayaran di Desa Cihampelas pada saat panen. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan penelitian lapangan (field research). Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis dilakukan dengan merujuk pada literatur dan kondisi lapangan. Hasil penelitian mengungkap bahwa berbagai akad yang digunakan sering menyebabkan kebingungan dan konflik. Selain itu, kurangnya transparansi dalam pembagian hasil juga menjadi sumber perselisihan. Berdasarkan KHES, diperlukan penyesuaian dan penjelasan lebih lanjut terkait akad dan sistem pembayaran yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah. Kesimpulannya, untuk mengurangi konflik, diperlukan kesepakatan yang lebih jelas dan transparan mengenai akad, pembagian hasil, serta sistem pembayaran yang sesuai dengan aturan syariah.
KETAHANAN EKONOMI PADA MASA PANDEMI DI KAMPUNG CIKALAPA, DESA RAJAMANDALA KULON, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT Resti `Agustina Rahayu; Elmania Elmania Rahayu; Gita Nursafitri; Destriana Dwi Utari; Lisna Cahyati; Neng Sapitri; Nuraida Rahmawati; Elsa Elsa Novita Wardani; Retania Aulia; Siti Ummu Imaroh Nusaibah; Dadin Solihin
Jurnal Istimā Vol 1 No 2 (2024): Agustus - Istimā
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelita Nusa Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpkm.v1i2.151

Abstract

This research was initially motivated by a community service program aimed at understanding the economic resilience of village communities during the pandemic. The study examines the development of the village, the understanding of Islamic economics in economic activities, the community's awareness, and the role of the social institution "Karang Taruna" in the village. The purpose of this research is to gain a deeper understanding of the village's economic resilience. The research methodology employed is qualitative-descriptive, involving observations, interviews, and a comprehensive review of theoretical references. The findings reveal that many economic activities in the village have already adopted macroeconomic principles, with small and medium enterprises (SMEs) such as garment production and brick manufacturing. However, in terms of economic support, such as capital loans, the community still relies on conventional financial institutions. The conclusion drawn from the findings is that the village residents have not yet been able to contribute optimally to the community during the COVID-19 pandemic. Penelitian ini bermula dari motivasi program kuliah kerja nyata untuk memahami ketahanan perekonomian masyarakat desa selama pandemi. Riset ini mengkaji perkembangan desa, pemahaman ekonomi syariah dalam aktivitas ekonomi, tingkat pemahaman masyarakat, serta peran lembaga sosial “Karang taruna” di desa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam tentang ketahanan perekonomian desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui observasi, wawancara, dan kajian literatur komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak kegiatan ekonomi di desa telah menggunakan prinsip-prinsip ekonomi makro, seperti usaha kecil menengah (UMKM) di bidang konveksi dan produksi batu bata. Namun, untuk mendukung perekonomian, seperti dalam hal pinjaman modal, masyarakat masih bergantung pada lembaga keuangan konvensional. Kesimpulannya, kontribusi ekonomi masyarakat desa belum optimal dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PAKUHAJI MELALUI PROGRAM KKNT UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN BERKELANJUTAN Tubagus Akbar; Rana Alifa Haryanto; Dadin Solihin
Jurnal Istimā Vol 1 No 3 (2024): Desember - Istimā
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelita Nusa Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpkm.v1i3.157

Abstract

Village empowerment is a strategic step to increase independence, welfare, and community participation in utilizing local potential to achieve sustainable growth. Pakuhaji Village has potential in agriculture, tourism, and entrepreneurship, but is faced with the challenges of poverty, low education levels, access to health, unemployment, limited infrastructure, and lack of access to technology. This research aims to empower Pakuhaji Village through the Thematic Real Work Lecture (KKNT) program which covers seven main areas. The methods used include literature studies, observations, and interviews as the basis for designing the implemented program. The KKNT program includes activities in the fields of tourism, economy, food security, education, technology, religion, and socio-cultural. The activities carried out include posyandu, teaching at school, financial seminars, routine recitations, and competition events. The results of the program show an increase in social awareness and insight of students, as well as motivate the community to work hard, think critically, and develop with enthusiasm.
DINAMIKA SOSIAL PENGRAJIN IKAN ASIN DALAM INTERAKSI KEHIDUPAN MASYARAKAT DI KOMPLEK PASAR IKAN PANTAI TIMUR PANGANDARAN Dadin Solihin; Setiawati; Herani Oktavia; Vina Sri Astuti; Anggun Sintia Sari; Novita Dwi Puji L; Pujiawati Astuti; Maula Azkia Lutfiyatussani Al Rajab
Jurnal Istimā Vol 2 No 1 (2025): April - Istimā
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelita Nusa Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpkm.v2i1.239

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Komplek Pasar Ikan Pantai Timur Pangandaran dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas sosial dan ekonomi para pengrajin ikan asin melalui pendekatan partisipatif. Fenomena yang ditemukan menunjukkan bahwa pengrajin menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan teknologi, manajemen usaha yang belum tertata, serta melemahnya semangat gotong royong akibat persaingan ekonomi modern. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pengrajin, tokoh masyarakat, dan mahasiswa dalam kegiatan pelatihan manajemen usaha, edukasi pemasaran digital, serta penerapan teknologi pengeringan berbasis energi surya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi produksi, kualitas produk, dan kemampuan pengrajin dalam mengelola usaha secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini berhasil membangun kembali solidaritas sosial dan kerja sama antarwarga melalui pembentukan kelompok usaha bersama. Kesimpulannya, pelaksanaan PkM berbasis partisipasi dan kearifan lokal tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai sosial dan budaya masyarakat pesisir sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Pangandaran.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI PENGUATAN KOPERASI SYARIAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DESA MANDALASARI Anggi Fitrianingsih; Ardian Hanapi; Herani Oktavia; Maula Azkia L.A.R; Zahra Naila P; Dadin Solihin; Maryati; Nina Ismiyanti; Nida Hidayatul Ummah
Jurnal Istimā Vol 2 No 3 (2025): Desember - Istimā
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelita Nusa Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpkm.v2i3.277

Abstract

Community economic empowerment based on Islamic values is an essential strategy for enhancing independence and improving the welfare of rural communities. This Community Service Program (CSP/PkM) was implemented in Mandalasari Village, Cikalong Wetan District, West Bandung Regency, an agrarian village with strong economic potential but limited business management capacity, access to capital, and institutional support. The program aims to strengthen the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the development of a sharia-based cooperative as a collective economic institution. Using the Participatory Action Research (PAR) approach, community members were actively involved in problem identification, sharia cooperative socialization, business management training, financial literacy activities, and the facilitation of the establishment of the “Koperasi Merah Putih Syariah.” The results show significant improvements in the community’s understanding of Islamic economic principles, basic financial record-keeping skills, and collective commitment to building a sharia-based cooperative. Beyond economic benefits, the program also strengthened social values such as honesty, trustworthiness, and cooperation. This Community Service Program demonstrates that strengthening sharia cooperatives is an effective method for fostering equitable and sustainable socio-economic transformation in rural communities and can be replicated in other regions by adapting to local potentials.
TEORI DAN FILOSOFI AKAD JASA DALAM HUKUM EKONOMI SYARIAH Setiadi; Yadi Janwari; Dadin Solihin
Jurnal Pelita Nusa Vol 3 No 1 (2023): Juni-Jurnal Pelita Nusa
Publisher : Pelita Nusa Jurnal, published by the Institute for Research and Community Service (LP2M) of the Pelita Nusa Islamic Religious College West Bandung (STAI PENUS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpn.v3i1.19

Abstract

Dasar yang melatar belakangi penulis perihal teori dan filosofi akad jasa dalam hukum ekonomi syariah adalah masih adanya kekeliruan dalam konsep akad qardh, rahn, dan ijārah yang diterapkan di Pegadaian Syariah. Metode yang digunakan deskriptif-analitis dengan melakukan analisis terhadap literatur dan dokumen-dokumen yang terkait. Tujuannya, melalui akad qardh, masyarakat dapat memperoleh dana dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, tanpa adanya beban bunga. Pembahasan ditemukan bahwa, akad rahn memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan aset mereka secara produktif, sementara akad ijārah memfasilitasi penggunaan barang atau jasa dengan prinsip adil dan saling menguntungkan. Hasilnya, implikasi dari penelitian ini dapat memberikan panduan bagi lembaga keuangan syariah dalam merancang produk-produk, dan layanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengadopsi praktik keuangan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. The basis behind the author regarding the theory and philosophy of service contracts in Sharia economic law is that there are still errors in the concepts of qardh, rahn, and ijārah contracts applied in Sharia Pawnshops. The method used is descriptive-analytical by analyzing the literature and related documents. The goal, through the Qardh contract, the community can obtain funds in a way that is under Sharia principles, without any interest burden. The discussion found that the Rahn contract allows the community to utilize their assets productively, while the ijārah contract facilitates the use of goods or services with the principle of fair and mutual benefit. As a result, the implications of this study can guide Islamic financial institutions in designing products and services that follow Islamic economic principles, as well as increase public awareness about the importance of adopting financial practices based on Islamic values.
Co-Authors , Maryati Abin Suarsa Aditya M.R. Aep Saefuddin Agung Wildan Azizi Akbar, Tubagus Al Hakim, Sofyan Amung Ma’mur Anggi Fitrianingsih Anggun Sintia Sari Anton Athoilah, Mohamad Apriani, Triana Ardian Hanapi Aris Junaedi Ariyanto Asri Sundari Athoillah, M. Anton Badriya Hisniati, Sally Bainon, Masalan Bubun Bunyamin Bubun Bunyamin Burhanudin, Ujang Cahyati, Lisna Dara Fauzia Destriana Dwi Utari Devi Eri Sandi Diah Fauziah Diana Farid Diana Farid Elmania Elmania Rahayu Elsa Elsa Novita Wardani Ema Sulastri Erly Sherlita Farah, Rinah Farid, Diana Fauziah, Diah Gastriani, Ovi Prina Gita Nursafitri Hendri Khuan Herani Oktavia Herlan Sudrajat, Uep Hidayatul Ummah, Nida I. Tunggara, Imam Idris, Haziq Idzam Fautanu Ifa Rahmawati Imam Tunggara Irfan Saefuloh Irman Purnama Judijanto, Loso Jurri Jamaliah Kamaludin Yusup , Deni Kamaludin Yusup, Deni Khosyi’ah, Siah Lasaksi, Pardin Lestari, Linda Lisna Cahyati Loso Judijanto Ma'mun, Saepul Mamun, Saepul Marsel Dwi Yulianto Marwan Fauzi Maryanto - Maryati Maryati Maryati Maryati Maula Azkia L.A.R Maula Azkia Lutfiyatussani Al Rajab Ma’mun, Saepul Meyer Tendean Mohammad Taufik Muhammad Hasanuddin, Muhammad Muhammad Zaky Nani Nema Widiantini Neng Sapitri Nida Hidayatul Ummah Nina Ismiyanti Novaldi Arobiansyah Novita Dwi Puji L Nur Damayanti, Santi Nuraida Rahmawati Nurnaningsih, Rita Nurul Huda Nuryakin, Rahmat Aji Pardin Lasaksi Pujiawati Astuti Rana Alifa Haryanto Resti `Agustina Rahayu Retania Aulia Ridwan, Ahmad Hasan Rusman Hadi, Rusman Saepul Ma’mun Saepul Ma’mun Salsa Rahmadini Senki Nurachmadi Setiadi Setiadi Setiadi Setiadi Setiadi, Kusmara Setiawati Siti Hasanah Siti Ummu Imaroh Nusaibah Sumarno, Ardawi Sundari, Asri Sutira, Andri Syifa Nirmalawati Teguh Hariyanto, Teguh Tubagus Akbar Venny Setyowardani Venny Setyowardani Vina Sri Astuti Widiantini, Nema Yadi Janwari Yadi Janwari Yusniar, Yusniar Yusup Ansori Zahra Naila P