Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Pada Dokter Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2021 Brahmana, Romeika Sembiring; Nababan, Donal; Sirait, Asima; Hakim, Lukman; Sipayung, Rosetty
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1706

Abstract

ABSTRAKStres dapat digambarkan sebagai perasaan yang berlebihan, tegang, khawatir. Sebagian besar orang pernah mengalami stres, terkadang untuk memotivasi menyelesaikan pekerjaan dan melakukannya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi tingkat stres dokter di RS Santa Elisabeth Medan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokter berjumlah  85 orang. Sampel penelitian mnggunakan Formula Slovin sehingga jumlah sampel yaitu 46 orang. Pengumpulan data diperoleh dari melalui kuesioner. Proses pengolahan data dimulai dari editing, coding, dan tabulasi. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Analisis multivariat dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ada hubungan beban kerja dengan tingkat stres pada dokter berdasarkan hasil analisis uji statistik chi-square diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05. Ada hubungan kelelahan kerja dengan tingkat stres pada dokter berdasarkan hasil analisis uji statistik chi-square diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05. Ada hubungan interaksi dengan atasan dengan tingkat stres pada dokter berdasarkan hasil analisis uji statistik chi-square diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05. Ada hubungan interaksi dengan rekan kerja dengan tingkat stres pada dokter berdasarkan hasil analisis uji statistik chi-square diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05. Ada hubungan keamanan kerja dengan tingkat stres pada dokter berdasarkan hasil analisis uji statistik chi-square diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05. Faktor  yang paling dominan mempengaruhi  tingkat stres pada dokter adalah interaksi dengan rekan kerja dan interaksi dengan atasan.  Saran agar dokter ikut melakukan kegiatan diluar dari kegiatan pelayanan di rumah sakit sehingga menjadi penyebab tidak terjalin hubungan yang baik antara rekan kerja dan banyak rekan kerja dengan wajah baru (karyawan baru atau dokter baru) sehingga tidak begitu saling mengenal. Kata Kunci : Beban Kerja, Kelelahan Kerja, Interaksi dengan Atasan, Interksi dengan Rekan Kerja, Keamanan Kerja, Tingkat Stres
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN IBU BERSALIN DALAM MEMILIH TEMPAT BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HUTAGALUNG KABUPATEN HUMBANG HASUDUTAN TAHUN 2021 Rismauli Situmorang, Tumour Rumondang; Nababan, Donal; Sipayung, Rosetty; Martalena Silitonga, Evawani; Brahmana, Netti Etalina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1771

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu yaitu dengan  mendorong agar setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan. Cakupan Persalinan di Puskesmas Hutagalung sebesar 56,1 % belum mencapai target Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 4 Tahun 2019 yaitu sebesar 100% Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  faktor-faktor yang berhubungan dengan ibu bersalin dalam memilih tempat bersalin di wilayah kerja Puskesmas Hutagalung Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah survey analitik  melalui pendekatan crossectional yang bertujuan mengetahui  hubungan  Pendidikan, Pendapatan, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Akses ke Fasilitas Kesehatan, Peran Kader Kesehatan, dan Terpapar Media Informasi terhadap pemilihan tempat bersalin di wilayah kerja Puskesmas Hutagalung. Yang menjadi populasi  adalah seluruh ibu yang melahirkan bulan Januari sampai Juni 2021 di wilayah kerja Puskesmas Hutagalung Kecamatan Parlilitan sebanyak 44 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dalam memilih tempat bersalin adalah pendidikan (pv=0,025), pengetahuan (pv=  0,00), dukungan keluarga (pv=0,019) dan peran kader kesehatan (pv=  0,023). Variabel yang tidak berhubungan dalam memilih tempat bersalin adalah Akses ke Fasilitas Kesehatan (pv=  0,675 , pendapatan (pv= 0,531).  Variabel yang paling dominan adalah pengetahuan (pv= 0.001) dengan nilai OR 9,743 . Disarankan kepada kader kesehatan supaya lebih aktif dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada ibu hamil dan keluarganya untuk meningkatkan pengetahuannya. Kata Kunci : Pendidikan, Pendapatan, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Akses ke Fasilitas Kesehatan, Peran Kader Kesehatan, Terpapar Media Informasi dan Pemilihan Tempat Persalinan
ANALISIS MANAJEMEN PROGRAM IMUNISASI DASAR DALAM PENCAPAIAN CAKUPAN UNIVERSAL CHILD IMUNIZATION (UCI) DI PUSKESMAS TANJUNG REJO KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Lumbantoruan, Mestika; Sidabukke, Ida Ria R; Sipayung, Rosetty
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universal child immunization (UCI) adalah suatu keadaan tercapaianya imunisasi dasar secara lengkap pada semua bayi di bawah umur satu tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (wawancara mendalam).Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen program imunisasi dalam pencapainan UCI di Puskesmas Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan.Hasil penelitian menunjukkan Proses imunisasi dilakukan dengan menentukan perencanaan, penentuan sasaran, penentuan kebutuhan vaksin, pelayanan imunisasi, pencatatan dan pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari program sudah mencapai target capaian sebesar 96%. Kendala dalam program imunisasi dasar adalah jarak tempuh petugas kesehatan yang jauh pada saat pengambilan vaksin di puskesmas, kurangnya pengetahuan ibu, serta data penentuan sasaran tidak langsung dari puskesmas melaikan datanya dikirim langsung oleh dinas kesehatan sehingga data sasaran berbeda dari data yang ada di lapangan. Disarankan kepada puskesmas Tanjung Rejo agar mengadakan sosialisasi atau penyuluhan tentang imunisasi kepada ibu bayi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Dengan Sikap Dalam Mengatasi Emesis Gravidarum Di Klinik Lena Barus Binjai Sipayung, Rosetty Rita; Sinurat, Lasma Rina Efrina; Silitonga, Erwin
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang menyertai kehamilan yang disebabkan oleh hormone estrogen dan progesteroe yang meningkat ketika masa kehamilan, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan, jika berlebihan dapat menjadi hiperemesis yang akan berdampak buruk pada ibu maupun janin. Tujuan penelian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil trimester I dengan sikap dalam mengatasi emesis gravidarum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan dalam sikap mengatasi emesis gravidarum pada masa kehamilan Trimester pertama di Klinik Lena Barus Binjai. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I sebanyak 50 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis digunakan dalam penelitian ini adalah uji Spearman’s rho. Hasil dalam penelitian didapatkan pengetahuan ibu hamil trimester I mayoritas kurang 44 persen dan sikap mengatasi emesis gravidarum mayoritas negatif 60 persen. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil trimester I dengan sikap dalam mengatasi emesis gravidarum, dengan p-value 0,01 lebih kecil dari alpa 0,05 dengan nilai r 0,360 yang artinya terdapat hubungan yang lemah anatara pengetahuan dengan sikap mengatasi emesis gravidarum. Oleh karena itu ibu hamil mengikuti penyuluhan kesehatan terkait kehamilan.
Korelasi Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Dalam Penatalaksaan Perawatan Pasien Paliatif Di Rumah Sakit Kota Medan Bevy Gulo, Adventy Riang; Rosetty Sipayung; Nurhandayani Ndruru
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan paliatif adalah suatu pendekatan untuk mencapai kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang mengancam jiwa dengan mencegah dan mengurangi penderitaan melalui identifikasi dini, penilaian yang seksama dan pengobatan nyeri dan masalah-masalah lain, baik masalah fisik, psikososial dan spritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap perawat dalam penatalaksanaan perawatan pasien paliatif di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitianini ini adalah menggunakan survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 45 perawat. Dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dimana semua perawat yang bertugas di ruangan icu, iccu dan unit stroke. Hasil penelitian membuktikan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 36 responden (80%), tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 9 responden (20%), dan tidak ada responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Mayoritas responden juga memiliki sikap yang sedang sebanyak 26 responden (57,8%), sikap yang baik sebanyak 17 responden (37,8%), dan sikap yang buruk sebanyak 2 responden (4,4%). Hasil analisa data dengan uji Chi Square diperoleh dengan nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05. Dengan demikian terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap perawat dalam penatalaksanaan perawatan pasien paliatif di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Saran: Memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga dari penyakit yang dapat mengancam jiwa, dengan pengetahuan yang baik di harapkan sikap perawat dalam memberikan perawatan paliatif kepada pasien dan keluarga menjadi lebih baik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN POSYANDU IBU HAMIL DAN BALITA DI PUSKESMAS HELVETIA MEDAN Purba, Agnes; Rani Kawati Damanik; Rosetty Sipayung; Monika Saragih; Goklas Royani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6758

Abstract

Latar belakang : Posyandu merupakan upaya kesehatan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam pemantauan tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil, dan pemberian imunisasi. Posyandu di Wilayah Puskesmas Helvetia mayoritas dikunjungi oleh ibu yang membawa balita untuk penimbangan berat badan dan imunisasi. Tujuan : Pemanfaatan posyandu oleh ibu hamil belum terbukti maksimal disebabkan oleh ibu hamil lebih banyak berkunjung ke klinik mandiri bidan dan ANC di posyandu tidak menjadi kebutuhan penting. Metode : Untuk itu PkM ini dilakukan dengan tujuan memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan balita dalam pemeriksaan kesehatan. Hasil : Kegiatan PkM berjalan lancar di Posyandu Puskesmas Helvetia dengan jumlah peserta yang terdata sebanyak 12 orang ibu hamil, 22 orang balita dan 2 orang kader kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari advokasi ke Puskesmas Helvetia, menjalin komunikasi dengan kader dan masyarakat. Kesimpulan : PkM ini memberikan kesimpulan bahwa peran posyandu sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita dan perlu untuk dilakukan inovasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat penting melalui pendampingan pada kader posyandu dari puskesmas.
Evaluation of Spiritual Management Approach on Stress in Palliative Patients Gulo, Adventy Riang Bevy; Sipayung, Rosetty Rita; Ningsih, Siska Dwi; Lase, Yesta Ricam Fedrik; Wiwik, Wiwik
JKG (JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL) (JKG) Jurnal Keperawatan Global Volume 10 Number 2 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v10i2.1290

Abstract

Background: A palliative condition refers to a progressive and incurable state, where the focus of healthcare transitions from curative measures to comprehensive support addressing physical, psychological, social, and spiritual aspects, aiming to enhance the quality of life for both patients and their families. The objectives of this study were to evaluate the effect of a Groups ‘Peer Support’ (GPS)-based spiritual management approach on reducing stress among palliative patients in a hospital setting. Method: This study employed a quantitative quasi-experimental design with a pre- and post-test approach without a control group, involving 50 respondents selected through simple random sampling. The research instruments consisted of observation sheets, the Spiritual Care Competence Scale (SCCS), and the Depression Anxiety and Stress Scales (DASS). Data were analyzed using descriptive statistics to determine respondent characteristics, the Wilcoxon Signed Rank Test to assess pre and post intervention differences, and Spearman Rank and simple linear regression tests to identify influencing factors. Results: Most respondents were male (60.0%), aged 41–50 years (34.0%), with elementary education (28.0%), and commonly diagnosed with heart disease (26.0%). The mean stress score decreased from 3.06 to 2.74 after the intervention, with the Wilcoxon test confirming a significant reduction (Z = -2.889; p = 0.004). However, spiritual management (r = 0.062; p = 0.670) and nurse competence (p = 0.601) were not significantly associated with stress levels. Conclusion: The intervention effectively reduced stress in palliative patients, although spiritual management and nurse competence were not significant predictors, suggesting that other factors contributed to stress reduction.
Spiritual Approach as Nursing Management Strategy to Improve the Quality of Life of Palliative Patients Gulo, Adventy Riang Bevy; Sipayung, Rosetty Rita; Lase, Yesta Ricam Fredrik
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 8 No. 6 (2025): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v8i6.897

Abstract

Background: Spiritual support in nursing management plays a vital role in palliative care by improving patients’ quality of life, reducing anxiety, and enhancing emotional resilience in those with progressive, incurable conditions requiring holistic care. Objective: To assess the effectiveness of the Spiritual Management Approach in improving the quality of life of palliative patients in hospitals. Method: A quasi-experimental pre-test–post-test study was conducted on 50 respondents from two hospitals in North Sumatra, Indonesia, using simple random sampling. Data were collected through the SCCS and SF-36 questionnaires and analyzed statistically. Result: The Spiritual Management Approach significantly improved patients’ quality of life, with mean scores increasing from 1.24 to 1.44 and a significant correlation (r = 0.381; p = 0.006). Conclusion: Spiritual management effectively enhances nurses’ competence and patients’ well-being in palliative care. Recommendation: Integration of spiritual management into nursing practice and further studies with larger samples and longer durations are recommended.
Co-Authors Agnes Silvina Marbun Anisa Amanda Sutrisna Anita, Surya Asima Sirait Bernadet Sarni Bevy Gulo, Adventy Riang Br Brahmana, Nettietalia Brahmana, Netti Etalina Brahmana, Romeika Sembiring Daeli, Iriani Damanik, Rani Kawati Daniel Ginting Darwita Juniwati Barus Dharma, Sonya donal nababan Efrina Sinurat, Lasma Rina Erwin Silitonga Erwin Silitongga Ester, Mido Evawani Silitonga Frida Lina Tarigan Goklas Royani Goklas Royani Sitanggang Gultom, Rumondang Gultom, Rumondang Harianja, Ester Saripati Hasibuan, Eva Kartika Hutabarat, Andrian Hutajulu, Johansen Janno Sinaga Jek Amidos Pardede Lase, Yesta Ricam Fedrik Lase, Yesta Ricam Fredrik Lasma Rina Efrina Sinurat Lasma Rina Efrina Sinurat Lasma Rina Sinurat Lukman Hakim Lukman Hakim Lumbantoruan, Mestika Manurung, Hotman Manurung, Kesaktian Marbun, Agnes Silvina Martalena Silitonga, Evawani Marthalena Simamora Masdalina Pane Meidar Wati Buulolo Mestika Lumbantoruan Monika Saragih Nababan, Donal Nainggolan, Christina Roos Etty Ningsih, Siska Dwi Normi Parida Sipayung Nurhandayani Ndruru Pardosi, Lenny Christina Parhusip, Hamonangan Pasaribu, Dormaulina Pasaribu, Fatimah Azhari S Purba, Agnes Purba, Nova Junfitri Purba, Sri Dearmaita Rahmat Alyakin Dakhi Rani Kawati Damanik Rani Kristina Siadari Rex, Dean Rhoma, Tien Nelly Riduan Simbolon Rika Rejeki, Rika Rini Andayani Rismauli Situmorang, Tumour Rumondang Rita Juniarni Gultom Rivany, Hany Athaya Syifa Saragih, Masri Siagian, Mindo Tua Sidabukke, Ida Ria R Sidomuncul, Lamhot Simamora, Marthalena Simanjuntak, Yunida Turisna Sinaga, Caca Rohali Sinurat, Lasma Rina Efrina Sipayung, Normi Parida Sitorus, Mido Ester Syapitri, Henny Taruli Rohana Sinaga Tinambunan, Sarma Utama, Indra Utikasari, Rizkia Wiwik, Wiwik Yunida Turisma Oktavia Simanjuntak