Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Dalihan na Tolu Dalam Budaya Batak pada Konteks Pendekatan Sosiologi Sastra Siregar, Tina Arsita; Syalaisha, Nadhifa; Silva, Silva; Hulu, Silfani; Silaban, Desclaudia; Sitepu, Ayu Wandira Br; Zai, Rani Citra Lestari; Harahap, Rosmawaty
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4599

Abstract

Dalihan na Tolu dalam budaya Batak pada konteks pendekatan sosiologi sastra menyoroti pentingnya sistem kekerabatan yang diwakili oleh tiga elemen: mora, kahanggi, dan anak boru. Konsep ini berfungsi sebagai filosofi hidup yang mengatur interaksi sosial dan nilai-nilai budaya, seperti saling menghormati dan menolong. Dalam karya sastra, Dalihan Na Tolu mencerminkan dinamika hubungan antar anggota masyarakat Batak, serta konflik yang muncul dari perbedaan nilai dan norma. Salah satu konflik yang kerap kali muncul dalam karya sastra yang berhubungan dengan budaya adalah sistem kekerabatan masyarakat. Inilah yang dipilih leluhur suku Batak sebagai falsafah hidup dalam tatanan kekerabatan antara sesama yang bersaudara, dengan mora dan anak boru. Penelitian ini mengungkap bagaimana Dalihan Na Tolu membentuk identitas sosial kekerabatn dan budaya masyarakat Batak. Makna yang terkandung dalam Dalihan na Tolu dalam sosiologi sastra mencerminkan struktur sosial dan nilai-nilai budaya masyarakat Batak.
Menganalisis Pendekatan Feminisme dalam Legenda Putri Hijau Zaharani, Suci; Nuri, Bulan Dwi; Girsang, Petra Wifara; Nababan, Riamauly; Harahap, Rosmawaty; Wulandary, Widya
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4714

Abstract

Artikel ini menganalisis pendekatan feminisme dalam cerita rakyat "Putri Hijau" dengan menyoroti peran, kekuatan, dan tantangan yang dialami oleh tokoh perempuan utama dalam narasi tersebut. Melalui perspektif feminis, karakter Putri Hijau ditampilkan sebagai simbol perempuan tangguh dan berani yang menentang dominasi patriarkal serta mempertahankan otonomi atas hidupnya. Cerita ini merepresentasikan tema pemberdayaan perempuan dan ketimpangan gender, menekankan bagaimana Putri Hijau berupaya melawan bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender, ketidakadilan sosial, dan pembatasan perempuan dalam pengambilan keputusan. Di samping itu, warna hijau yang melekat pada dirinya memiliki makna simbolis yang melambangkan kekuatan, kesuburan, dan kehidupan, menjadikan Putri Hijau sebagai figur yang menentang stereotip gender. Artikel ini juga menggarisbawahi relevansi kontemporer dari kisah "Putri Hijau" terhadap isu-isu yang dihadapi perempuan saat ini, seperti kekerasan berbasis gender dan upaya mencapai kesetaraan. Oleh karena itu, artikel ini menyimpulkan bahwa "Putri Hijau" bukan hanya sekadar cerita tradisional, tetapi juga narasi yang mencerminkan perjuangan perempuan dalam memperoleh hak-hak mereka di tengah dominasi patriarki, yang terus memberikan inspirasi hingga masa kini.
Bunian People: Myths, Perceptions and Impressions of Behavior and Culture in Minangkabau Sirait, Grace Angel; Lingga, Yesna Enika Br; Harahap, Rosmawaty
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2024): July 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v3i2.2854

Abstract

Minangkabau has a unique and diverse culture, starting from art, culture, songs, fairy tales, poetry, beliefs, characterizations and visual characters. One of the unique things about Minangkabau is that it is a belief that is widely known by the public and has been discussed from time to time until now. One of the interesting beliefs in Minangkabau is about the Urang Bunian mythology, however, the lack of understanding of the target audience and the lack of optimal media in conveying information about Urang Bunian visualizations are the main factors for the author to design the Urang Bunian character design in Minangkabau culture through the Art Book media. Urang Bunian was made in the form of an Art Book media which contains about creating character designs from the information obtained. Apart from the Art Book media, the delivery of this information is also supported by several other media which help the main media to introduce the subject to the target audience, namely posters, stickers, t-shirts, tote bags, holograms, x-banners, mini x-banners. The design method used is the 5w+1h approach, namely what, who, when, where, why and how. By using the 5w+1h theory, all aspects summarized in the character design design process can be created through Art Book media
Struktur dan Makna: Kajian Strukturalisme pada Legenda Goa Liang Namuap Harahap, Rosmawaty; Wulandari, Arum Citra; Habibi, Cut Salsabila Murki; Nabila, Marisa Astri; Saragih, Honey Syahida Br
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan makna dari legenda "Goa Liang Namuap" menggunakan pendekatan strukturalisme. Legenda ini, yang berasal dari Desa Parapat di Kabupaten Padang Lawas, tidak hanya menyajikan kisah yang menarik tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Melalui analisis elemen naratif seperti karakter, plot, dan setting, serta simbolisme yang terkandung dalam cerita, penelitian ini mengungkap bagaimana elemen-elemen tersebut saling berinteraksi untuk membentuk makna keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gua dalam legenda berfungsi sebagai simbol batas antara dunia nyata dan gaib, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan supernatural. Selain itu, legenda ini juga memperkuat identitas budaya lokal dan menyampaikan pesan moral tentang tanggung jawab serta konsekuensi dari tindakan individu. Dengan demikian, kajian ini menegaskan pentingnya memahami struktur naratif dalam menggali makna yang lebih dalam dari warisan budaya yang ada.
Analisis Kesesuaian Modul Ajar Bahasa Indonesia terhadap Praktik Kurikulum Merdeka: Perspektif Guru SMP UPT 35 Medan Harahap, Rosmawaty; Sitepu, Dori Betsaida Br; Sitohang, Esmeralda; Sijabat, Jelice Twista; Situmorang, Putri Ayu Adelina; Saputri, Sophie Yuninda; Pinem, Valen Tina; Nadely, Violetta Olga
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6345

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah modul ajar Bahasa Indonesia sesuai dengan kurikulum merdeka dari sudut pandang guru di SMP UPT 35 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam sebagai teknik utama pengumpulan data. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia di kelas IX yang menerapkan Kurikulum Merdeka dalam kurikulumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pelajaran sebagian besar mengandung prinsip-prinsip dasar Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, dan profil siswa Pancasila untuk penguatan karakter. Namun, banyak masalah muncul saat melakukannya. Ini termasuk keterbatasan waktu, kurangnya kesiapan siswa untuk belajar secara mandiri, kurangnya fasilitas pendukung, dan kurangnya pelatihan intensif guru. Guru mengatakan bahwa modul harus disesuaikan dan dikembangkan ulang agar lebih kontekstual dan relevan dengan situasi di lapangan. Oleh karena itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun modul pendidikan secara teoritis telah selaras dengan kebijakan Kurikulum Merdeka, penerapan mereka di satuan pendidikan masih membutuhkan perbaikan dan bimbingan yang berkelanjutan.
Analisis Nilai Budaya pada Larangan Perkawinan Semarga dalam Adat Batak Mandailing di Kabupaten Asahan Siagian, Hatari Marwina; Harahap, Rosmawaty; Wuriyani, Elly Prihasti; Siagian, Mia Sanita; Siregar, Wahyuni
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 7 No 1 (2022): Volume 7, Nomor 1 - Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai budaya pada larangan pernikahan semarga dalam adat Batak Mandailing sehingga masyarakat luas lebih paham dan mengerti terkait dengan hukum adat Batak Mandailing. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu hasil berupa kata yang tertulis atau lisan dari perilaku orang yang diamati di lapangan. Pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, perekaman suara dan pencatatan serta menganalisis data yang telah didapatkan. Teknik analisis data yang digunakan dalam analisis kualitatif memiliki empat tahap yaitu; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, para tokoh agama dan para tokoh masyarakat di Desa Alang Bonbon Kabupaten Asahan masih konsisten menjaga nilai-nilai budaya sesuai dengan adat yang masih berlaku. Hasil penelitian ditemukan bahwa nilai budaya yang terkandung dalam larangan semarga adalah menjaga hubungan persaudaraan yang baik yaitu hubungan dengan keluarga besar, hubungan kekerabatan dan hubungan baik antar perkumpulan marga parna serta menghindari perpecahan kelompok marga yang ada.
Analisis Kesesuaian Modul Ajar Bahasa Indonesia terhadap Praktik Kurikulum Merdeka: Perspektif Guru SMP UPT 35 Medan Harahap, Rosmawaty; Sitepu, Dori Betsaida Br; Sitohang, Esmeralda; Sijabat, Jelice Twista; Situmorang, Putri Ayu Adelina; Saputri, Sophie Yuninda; Pinem, Valen Tina; Nadely, Violetta Olga
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6345

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah modul ajar Bahasa Indonesia sesuai dengan kurikulum merdeka dari sudut pandang guru di SMP UPT 35 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam sebagai teknik utama pengumpulan data. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia di kelas IX yang menerapkan Kurikulum Merdeka dalam kurikulumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pelajaran sebagian besar mengandung prinsip-prinsip dasar Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, dan profil siswa Pancasila untuk penguatan karakter. Namun, banyak masalah muncul saat melakukannya. Ini termasuk keterbatasan waktu, kurangnya kesiapan siswa untuk belajar secara mandiri, kurangnya fasilitas pendukung, dan kurangnya pelatihan intensif guru. Guru mengatakan bahwa modul harus disesuaikan dan dikembangkan ulang agar lebih kontekstual dan relevan dengan situasi di lapangan. Oleh karena itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun modul pendidikan secara teoritis telah selaras dengan kebijakan Kurikulum Merdeka, penerapan mereka di satuan pendidikan masih membutuhkan perbaikan dan bimbingan yang berkelanjutan.
Struktur dan Makna: Kajian Strukturalisme pada Legenda Goa Liang Namuap Harahap, Rosmawaty; Wulandari, Arum Citra; Habibi, Cut Salsabila Murki; Nabila, Marisa Astri; Saragih, Honey Syahida Br
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan makna dari legenda "Goa Liang Namuap" menggunakan pendekatan strukturalisme. Legenda ini, yang berasal dari Desa Parapat di Kabupaten Padang Lawas, tidak hanya menyajikan kisah yang menarik tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Melalui analisis elemen naratif seperti karakter, plot, dan setting, serta simbolisme yang terkandung dalam cerita, penelitian ini mengungkap bagaimana elemen-elemen tersebut saling berinteraksi untuk membentuk makna keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gua dalam legenda berfungsi sebagai simbol batas antara dunia nyata dan gaib, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan supernatural. Selain itu, legenda ini juga memperkuat identitas budaya lokal dan menyampaikan pesan moral tentang tanggung jawab serta konsekuensi dari tindakan individu. Dengan demikian, kajian ini menegaskan pentingnya memahami struktur naratif dalam menggali makna yang lebih dalam dari warisan budaya yang ada.
Analisis Psikoanalisis Perwatakan Tokoh Utama dalam Novel “Hujan” Karya Tere Liye Sibuea, Chintia; Harahap, Rosmawaty; Pinem, Kesya; Sinaga, Nisa; Tamba, Sania; Simamora, Soniara; Manik, Yohana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek psikoanalisis dalam novel “Hujan” karya Tere Liye, dengan fokus pada karakter utama dan dinamika psikologis yang melatarbelakangi tindakan serta keputusan yang diambil. Dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud, penelitian ini mengidentifikasi pengaruh pengalaman masa lalu dan trauma emosional terhadap perkembangan karakter. Melalui analisis mendalam terhadap dialog, simbol, dan interaksi antar karakter, ditemukan bahwa karakter utama, yang mengalami kehilangan dan penyesalan, mencerminkan konflik batin yang kompleks. Mekanisme pertahanan seperti penyaluran dan pengalihan emosi menjadi strategi yang digunakan untuk menghadapi kenyataan yang menyakitkan. Selain itu, elemen arketipe Jungian juga terlihat dalam hubungan antar karakter, yang menunjukkan pola-pola universal dalam pengalaman manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa “Hujan” tidak hanya berfungsi sebagai karya fiksi, tetapi juga sebagai refleksi mendalam tentang kondisi psikologis manusia, memberikan wawasan baru dalam pemahaman terhadap tema kehilangan, harapan, dan pencarian jati diri.
Analisis Akuisisi Bahasa Bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah) pada Anak Usia Dini di Indonesia: Tantangan dan Strategi Pelestarian Bahasa Lokal di Era Digital Panjaitan, Taufik Kusuma; Amalia, Dhea; Nasution, Azwa Khalisa; Husna, Husna; Rambe, Nailah Faizah S; Ripai, Muhammad; Anggini, Putri; Zafira, Putri Alicya; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7192

Abstract

Artikel ini mengkaji akuisisi bahasa bilingual (Bahasa Indonesia dan bahasa daerah) pada anak usia dini di Indonesia, dengan fokus pada tantangan pelestarian bahasa lokal di tengah pengaruh era digital dan strategi untuk mendukung keberlanjutan linguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka untuk mengeksplorasi dinamika proses akuisisi bahasa, mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan teknologi yang memengaruhi perkembangan bahasa anak. Analisis tematik diterapkan pada data dari jurnal akademik, laporan penelitian, dan artikel terkait multilingualisme untuk mengidentifikasi tantangan utama, seperti dominasi konten digital berbahasa asing, kurangnya sumber daya pendidikan berbasis bahasa daerah, dan risiko bilingualisme subtraktif yang melemahkan penguasaan bahasa lokal. Penelitian ini juga menganalisis strategi pelestarian, seperti pengembangan aplikasi edukasi berbahasa daerah, integrasi bahasa lokal dalam kurikulum digital, dan promosi konten media sosial yang mendukung transmisi antargenerasi. Tujuannya adalah memahami bagaimana faktor-faktor tersebut membentuk kemampuan bilingual anak serta memberikan rekomendasi praktis untuk kebijakan pendidikan dan inisiatif pelestarian bahasa. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang pentingnya menjaga keragaman linguistik di Indonesia, sekaligus menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan digitalisasi melalui pendekatan teknologi yang inklusif.
Co-Authors Amalia, Dhea Amalliah, Aida Amelia, Regita Anggini, Putri Anggita, Dina Aritonang, Kheisa Metania Azura, Siti Banjarnahor, Fontifai Banjarnahor, Tiara A Br. Nainggolan, Intan Chelsea, Selly Desiani, Khoirunnisa Mei Elly Prihasti W Febriani, Anggi Nur Feby, Salsabila Fitri, Novita Eka Gea, Wasta Riaman Girsang, Petra Wifara Girsang, Sheilla Valensia Grace, Anggita Zoito Gultom, Miranda Maria Magdalena Habibi, Cut Salsabila Murki Harahap, Elvi Maulida Harianti, Inggit Hasibuan, Dita Hasibuan, Mutiara Sany Herman, Hidayat Hijrah, Nurul Hulu, Silfani Husna Husna Hutabarat, Mikael Pardomuan Hutabarat, Revalina Hutabarat, Sani Indriani, Febby Ismaidin, Safira Ayesha Juniar, Indi Lingga, Yesna Enika Br Lubis, Nur Annisa M. Fakhrurrozy K. Maharani, Tia Manik, Yohana Manullang, Bonita Manurung, Lidya MUHARRINA HARAHAP, MUHARRINA Multhia, Muzkia Nababan, Riamauly Nabila, Marisa Astri Nadely, Violetta Olga Napitupulu, Prety Vania Akwila Nasution, Azwa Khalisa Nasution, Nova Nasution, Widya Faura Nuri, Bulan Dwi Panggabean, Ester Enjelysa Panjaitan, Taufik Kusuma Pasaribu, Kristina Natalia Br Pinem, Kesya Pinem, Valen Tina Pradyta, Septiana Pratama, Rama Yunita Pulungan, Hoirina Purba, Sherly Anjelia Rahelsy, Mutia Rambe, Nailah Faizah S rembulan, rembulan Ripai, Muhammad Safi'i, Muhammad Sagala, Reni Wati Br Saputri, Sophie Yuninda Saragi, Tasya Amelia Saragih, Dede Rohayati Saragih, Honey Syahida Br Siagian, Hatari Marwina Siagian, Kezia Nova Siagian, Mia Sanita Sibuea, Chintia Siburian, Mieke Angelika Sidabutar, Natalicha Bethelina Sihaloho, Bonifa Imelda Sihombing, Maretta Sihotang, Dora Sijabat, Jelice Twista Silaban, Desclaudia Silitonga, Erika Cintya Pebrianti Silva, Silva Simamora, Soniara Sinaga, Nisa Sinuraya, Yosi Sirait, Grace Angel Sirait, Puja Astrid Siregar, Monggun Siregar, Tina Arsita Siregar, Wahyuni Sitepu, Ayu Wandira Br Sitepu, Dori Betsaida Br Sitinjak, Yolanda Sitohang, Esmeralda Sitohang, Jhon Roger Sitompul, Dwi Anggita Situmorang, Putri Ayu Adelina Suhardi Suhardi Sulistyani, Shiwi Syahkila, Nurul Aisyah Syahputri, Sri Syairal Fahmy Dalimunthe Syalaisha, Nadhifa T C Aritonang, Maria Christin Tamba, Anggreni Agustina Tamba, Sania Tambunan, Khairunnisa Br Tanjung, Julailanajmi Hasiholanda Wulandari, Arum Citra WULANDARI, WIDYA Wulandary, Widya Zafira, Putri Alicya Zaharani, Suci Zai, Rani Citra Lestari