Claim Missing Document
Check
Articles

Independent Women's Voices in 'Cut Nyak Dien': An Applied Linguistic and Contextual Analysis Suhardi, Suhardi; Harahap, Rosmawaty
Journal of Aceh Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Aceh Studies (JOAS)
Publisher : Winaya Inspirasi Nusantara Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63924/joas.v2i2.139

Abstract

Background of the problem: During the colonial period, the struggle for independence in Indonesia encompassed sacrifices, warfare, and diplomatic efforts. Despite the traditional and localized nature of early 18th-century women's resistance movements, this study scrutinizes the significant influence of individual pioneers on the wider struggle. Purpose: This research aims to elucidate the character values and fighting spirit embodied by Cut Nyak Dien, an iconic pioneer of women's resistance in Indonesia. Historically, regional fighters in the archipelago primarily resisted 18th-century colonialism to defend religion and state sovereignty. Method: Employing a historical research methodology with a library study approach, this study reveals that Cut Nyak Dien's fierce loyalty, indomitable spirit, and steadfast faith profoundly reflect the inherent kindness and courage of her people. Result: Her struggle exemplifies a relentless, unyielding resolve against colonial rule, inspiring subsequent generations of Acehnese and other Indonesian women to continue the resistance. Implication: The findings underscore Cut Nyak Dien's critical role in shaping the trajectory of women's involvement in the Indonesian independence movement, establishing a powerful legacy of resilience and leadership against colonial oppression.
Analisis Kesesuaian Modul Ajar Bahasa Indonesia terhadap Praktik Kurikulum Merdeka: Perspektif Guru SMP UPT 35 Medan Harahap, Rosmawaty; Sitepu, Dori Betsaida Br; Sitohang, Esmeralda; Sijabat, Jelice Twista; Situmorang, Putri Ayu Adelina; Saputri, Sophie Yuninda; Pinem, Valen Tina; Nadely, Violetta Olga
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6345

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah modul ajar Bahasa Indonesia sesuai dengan kurikulum merdeka dari sudut pandang guru di SMP UPT 35 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam sebagai teknik utama pengumpulan data. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia di kelas IX yang menerapkan Kurikulum Merdeka dalam kurikulumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pelajaran sebagian besar mengandung prinsip-prinsip dasar Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, dan profil siswa Pancasila untuk penguatan karakter. Namun, banyak masalah muncul saat melakukannya. Ini termasuk keterbatasan waktu, kurangnya kesiapan siswa untuk belajar secara mandiri, kurangnya fasilitas pendukung, dan kurangnya pelatihan intensif guru. Guru mengatakan bahwa modul harus disesuaikan dan dikembangkan ulang agar lebih kontekstual dan relevan dengan situasi di lapangan. Oleh karena itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun modul pendidikan secara teoritis telah selaras dengan kebijakan Kurikulum Merdeka, penerapan mereka di satuan pendidikan masih membutuhkan perbaikan dan bimbingan yang berkelanjutan.
Struktur dan Makna: Kajian Strukturalisme pada Legenda Goa Liang Namuap Harahap, Rosmawaty; Wulandari, Arum Citra; Habibi, Cut Salsabila Murki; Nabila, Marisa Astri; Saragih, Honey Syahida Br
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan makna dari legenda "Goa Liang Namuap" menggunakan pendekatan strukturalisme. Legenda ini, yang berasal dari Desa Parapat di Kabupaten Padang Lawas, tidak hanya menyajikan kisah yang menarik tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Melalui analisis elemen naratif seperti karakter, plot, dan setting, serta simbolisme yang terkandung dalam cerita, penelitian ini mengungkap bagaimana elemen-elemen tersebut saling berinteraksi untuk membentuk makna keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gua dalam legenda berfungsi sebagai simbol batas antara dunia nyata dan gaib, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan supernatural. Selain itu, legenda ini juga memperkuat identitas budaya lokal dan menyampaikan pesan moral tentang tanggung jawab serta konsekuensi dari tindakan individu. Dengan demikian, kajian ini menegaskan pentingnya memahami struktur naratif dalam menggali makna yang lebih dalam dari warisan budaya yang ada.
Linkages Between Brain Size and Language Capacity Simbolon, Sanris Lawanti; Harahap, Rosmawaty
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.952

Abstract

The organ in the human body that controls all movements and functions, including language, is the brain. The cerebrum, especially the left hemisphere, is crucial for language activities. The human left brain is a domain that functions as a place of concentration and as a regulator and controller of language abilities. The left hemisphere also appears to be involved in sign language processing, similar to how it is involved in non-signers. The right brain is also involved in complex ways but differently for sign language users. Studies on brain and language continue to develop and have shown significant progress. However, findings sometimes appear inconsistent, particularly regarding the involvement of the right brain in language. Many studies suggest that the second language can sometimes be located in the right brain, though this is not always the case. There may be variables that determine the brain's language localization, but these have not yet been fully identified. One factor may be the age at which the second language is learned, as well as the unique growth and development of each individual.
Neuropsycholinguistic Study: The Influence of Speech Production on Language Acquisition in Children M. Fakhrurrozy K.; Harahap, Rosmawaty
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.955

Abstract

This research aims to understand the influence of speech production on language acquisition in children. This research uses qualitative methods with documentation and interview techniques to collect data. The research results show that speech production has a significant influence on language acquisition in children. Children who have good speech production skills tend to have better language skills too. This research contributes to the understanding of how speech production influences language acquisition in children. This can help parents, teachers and therapists develop appropriate intervention programs to help children with language learning difficulties.
Analisis Psikoanalisis Perwatakan Tokoh Utama dalam Novel “Hujan” Karya Tere Liye Sibuea, Chintia; Harahap, Rosmawaty; Pinem, Kesya; Sinaga, Nisa; Tamba, Sania; Simamora, Soniara; Manik, Yohana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek psikoanalisis dalam novel “Hujan” karya Tere Liye, dengan fokus pada karakter utama dan dinamika psikologis yang melatarbelakangi tindakan serta keputusan yang diambil. Dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud, penelitian ini mengidentifikasi pengaruh pengalaman masa lalu dan trauma emosional terhadap perkembangan karakter. Melalui analisis mendalam terhadap dialog, simbol, dan interaksi antar karakter, ditemukan bahwa karakter utama, yang mengalami kehilangan dan penyesalan, mencerminkan konflik batin yang kompleks. Mekanisme pertahanan seperti penyaluran dan pengalihan emosi menjadi strategi yang digunakan untuk menghadapi kenyataan yang menyakitkan. Selain itu, elemen arketipe Jungian juga terlihat dalam hubungan antar karakter, yang menunjukkan pola-pola universal dalam pengalaman manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa “Hujan” tidak hanya berfungsi sebagai karya fiksi, tetapi juga sebagai refleksi mendalam tentang kondisi psikologis manusia, memberikan wawasan baru dalam pemahaman terhadap tema kehilangan, harapan, dan pencarian jati diri.
Analisis Akuisisi Bahasa Bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah) pada Anak Usia Dini di Indonesia: Tantangan dan Strategi Pelestarian Bahasa Lokal di Era Digital Panjaitan, Taufik Kusuma; Amalia, Dhea; Nasution, Azwa Khalisa; Husna, Husna; Rambe, Nailah Faizah S; Ripai, Muhammad; Anggini, Putri; Zafira, Putri Alicya; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7192

Abstract

Artikel ini mengkaji akuisisi bahasa bilingual (Bahasa Indonesia dan bahasa daerah) pada anak usia dini di Indonesia, dengan fokus pada tantangan pelestarian bahasa lokal di tengah pengaruh era digital dan strategi untuk mendukung keberlanjutan linguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka untuk mengeksplorasi dinamika proses akuisisi bahasa, mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan teknologi yang memengaruhi perkembangan bahasa anak. Analisis tematik diterapkan pada data dari jurnal akademik, laporan penelitian, dan artikel terkait multilingualisme untuk mengidentifikasi tantangan utama, seperti dominasi konten digital berbahasa asing, kurangnya sumber daya pendidikan berbasis bahasa daerah, dan risiko bilingualisme subtraktif yang melemahkan penguasaan bahasa lokal. Penelitian ini juga menganalisis strategi pelestarian, seperti pengembangan aplikasi edukasi berbahasa daerah, integrasi bahasa lokal dalam kurikulum digital, dan promosi konten media sosial yang mendukung transmisi antargenerasi. Tujuannya adalah memahami bagaimana faktor-faktor tersebut membentuk kemampuan bilingual anak serta memberikan rekomendasi praktis untuk kebijakan pendidikan dan inisiatif pelestarian bahasa. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang pentingnya menjaga keragaman linguistik di Indonesia, sekaligus menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan digitalisasi melalui pendekatan teknologi yang inklusif.
Peran Emosi dalam Pemerolehan Bahasa: Studi Keterhubungan antara Intonasi, dan Pembentukan Makna pada Anak Usia 4 Tahun Panggabean, Ester Enjelysa; Gultom, Miranda Maria Magdalena; Napitupulu, Prety Vania Akwila; Sirait, Puja Astrid; Purba, Sherly Anjelia; Fitri, Novita Eka; Chelsea, Selly; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7200

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran emosi dan intonasi dalam pemerolehan bahasa anak usia dini, khususnya pada usia 4 tahun ketika anak mulai aktif memahami makna ujaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran emosi melalui variasi intonasi (gembira, sedih, marah, dan netral) memengaruhi pemahaman makna Bahasa pada seorang anak usia 4 Tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, karena subjek penelitian hanya satu anak. Sumber data penelitian adalah respon verbal dan nonverbal anak ketika diberikan stimulus berupa cerita sederhana dengan intonasi berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung yaitu pada saat pemberian stimulus cerita lalu dilanjut dengan pertanyaan pemahaman mengenai cerita tersebut, rekaman suara untuk dapat dianalisis ulang, dan catatan lapangan mengenai respon anak tersebut. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengelompokkan respon anak dalam memahami makna berdasarkan jenis intonasi yang digunakan, dari sini peneliti dapat mengetahui kecenderungan respon anak yang muncul apakah di intonasi gembira, sedih, marah atau netral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, intonasi gembira mempermudah anak dalam memahami isi cerita dan menjawab pertanyaan dengan lebih lengkap. Kedua, intonasi sedih membuat anak cenderung menjawab singkat dan kurang antusias. Ketiga, intonasi marah membuat anak tertekan sehingga responnya menurun. Keempat, intonasi netral kurang menarik perhatian anak sehingga fokus dan pemahaman menurun. Intonasi emosional, khususnya yang bernuansa positif seperti intonasi gembira, berperan penting dalam membantu pembentukan makna dan memperkuat pemerolehan bahasa anak usia dini.
Teoritis: Peran Digital Storytelling Interaktif Kemampuan Narasi dan Pemerolehan Bahasa Anak Prasekolah Usia 4-6 Tahun Hutabarat, Mikael Pardomuan; Manullang, Bonita; Tamba, Anggreni Agustina; Sagala, Reni Wati Br; Suhardi, Suhardi; Banjarnahor, Fontifai; Sitohang, Jhon Roger; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7208

Abstract

Penelitian ini adalah kajian literatur yang mengevaluasi peran digital storytelling interaktif dalam meningkatkan kemampuan narasi dan pemerolehan bahasa anak prasekolah usia 4–6 tahun. Periode usia ini merupakan masa emas perkembangan bahasa, yang memerlukan stimulasi tepat sebagai dasar keterampilan literasi masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis, menganalisis artikel jurnal dan dokumen akademis yang relevan dari tahun 2019 hingga 2024.Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan digital storytelling interaktif memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan bahasa anak, baik aspek reseptif (menyimak, memahami instruksi) maupun ekspresif (berbicara, menuturkan kembali). Media ini efektif karena menggabungkan unsur audio, visual, dan interaktivitas, menciptakan pengalaman multisensorik yang mempercepat pemerolehan kosakata, pemahaman struktur kalimat, dan internalisasi bahasa secara kontekstual dan menyenangkan.Selain itu, interaktivitasnya sangat penting dalam mengembangkan kemampuan narasi. Anak didorong menjadi "co-creator" cerita dengan berpartisipasi menentukan alur atau tokoh, yang melatih mereka menyusun peristiwa secara logis dan memahami struktur naratif (awal, tengah, akhir). Proses ini memperkuat berpikir kronologis dan menjadi fondasi literasi awal. Keberhasilan metode ini ditentukan oleh peran guru sebagai fasilitator yang mengarahkan interaksi dan nilai edukatif. Dengan demikian, digital storytelling adalah alat yang efektif untuk mendukung perkembangan linguistik, kognitif, dan sosial-emosional anak.
Ketidaksesuaian Mean Length of Utterance: Analisis Hambatan Pemerolehan Morfologi dalam Bahasa Anak Usia 4 Tahun Hutabarat, Sani; Silitonga, Erika Cintya Pebrianti; Saragi, Tasya Amelia; Syahputri, Sri; Siburian, Mieke Angelika; Azura, Siti; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7218

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami pemerolehan bahasa anak sejak dini, khususnya anak pada usia 4 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hambatan pemerolehan morfologi anak usia 4 tahun melalui pengukuran MLU dan deskripsi struktur bahasa yang dihasilkan Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan analisis Mean Length of Utterance (MLU) dalam bentuk studi kasus pada satu anak. Sumber data penellitian ini adalah seorang anak yang berumur 4 tahun yang bernama Siti Naura. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia sekaligus menjadi bahasa pertama anak tersebut. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu pertama dengan mentranskrip data yang diperoleh dari subjek penelitian dalam bentuk rekaman yang berupa 100 ujaran. Selanjutnya menghitung MLU dengan cara menghitung jumlah morfem dari tuturan tersebut dan dibagi dengan jumlah tuturan yaitu 100. Setelah mendapatkan hasil MLU, kemudian dijelaskan interpretasi dari hasil MLU yang diperoleh normal atau tidak dalam hal perkembangan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang diteliti memiliki pemerolehan bahasa yang yang kurang sesuai dengan tingkat usia MLU. Faktor eksternal atau faktor lingkungan yang menjadi penyebab pemerolehan morfem anak tersebut kurang bervariasi.
Co-Authors Amalia, Dhea Amalia, Nila Dwi Amalliah, Aida Ambarita, Yanti Melina Amelia, Regita Anggini, Putri Anggita, Dina Ayu Syifa, Nadia Azura, Siti Banjarnahor, Fitri Elisabetbeth Banjarnahor, Fontifai Banjarnahor, Tiara A Br Karo Sekali, Gita Malem Br Muham, Amanda Liviani Chelsea, Selly Desiani, Khoirunnisa Mei Elly Prihasti W Febriani, Anggi Nur Feby, Salsabila Fitri, Novita Eka Gea, Wasta Riaman Girsang, Petra Wifara Girsang, Sheilla Valensia Grace, Anggita Zoito Gultom, Miranda Maria Magdalena Habibi, Cut Salsabila Murki Harahap, Syarafina Harianti, Inggit Hartati, Difa Hasibuan, Dita Hasibuan, Mutiara Sany Herman, Hidayat Hulu, Silfani Husna Husna Hutabarat, Mikael Pardomuan Hutabarat, Revalina Hutabarat, Sani Hutagalung, Naima Azmi Ismaidin, Safira Ayesha Juniar, Indi Lingga, Yesna Enika Br M. Fakhrurrozy K. Maharani, Tia Manik, Yohana Manullang, Bonita Manurung, Esa Peggy Nerida Manurung, Lidya Multhia, Muzkia Nababan, Riamauly Nabila, Marisa Astri Nadely, Violetta Olga Nanda, Sabrina Pramesuary Dwi Napitupulu, Prety Vania Akwila Nasution, Azwa Khalisa Nasution, Nova Natasya Naibaho, Clarasita Nazra, Yulisin Ningsih, Guslina Wahyu Nuri, Bulan Dwi Pakpahan, Heri Sinta Pane, Puan Annisa Panggabean, Dermina Panggabean, Ester Enjelysa Panjaitan, Taufik Kusuma Pasaribu, Kristina Natalia Br Pinem, Kesya Pinem, Valen Tina Pradyta, Septiana Pratama, Rama Yunita Pulungan, Hoirina Purba, Mega Kristina Purba, Sherly Anjelia Rahelsy, Mutia Ramadani, Naila Synta Rambe, Nailah Faizah S rembulan, rembulan Ripai, Muhammad Rodearni, Rizkita Safi'i, Muhammad Sagala, Reni Wati Br Sagala, Revayani Saputri, Sophie Yuninda Saragi, Tasya Amelia Saragih, Honey Syahida Br Siagian, Hatari Marwina Siagian, Kezia Nova Siagian, Mia Sanita Sibuea, Chintia Siburian, Mieke Angelika Sidabutar, Natalicha Bethelina Sihombing, Maretta Sihotang, Dora Sijabat, Jelice Twista Silaban, Desclaudia Silitonga, Erika Cintya Pebrianti Silva, Silva Simamora, Soniara Simbolon, Sanris Lawanti Sinaga, Nisa Sinaga, Sarah Sinuraya, Yosi Sirait, Grace Angel Sirait, Puja Astrid Siregar, Monggun Siregar, Tina Arsita Siregar, Wahyuni Sitepu, Ayu Wandira Br Sitepu, Dori Betsaida Br Sitinjak, Yolanda Sitohang, Esmeralda Sitohang, Jhon Roger Situmorang, Putri Ayu Adelina Soumena, Nur Frety Suhardi Suhardi Sulistyani, Shiwi Syahkila, Nurul Aisyah Syahputri, Sri Syairal Fahmy Dalimunthe Syalaisha, Nadhifa Tamba, Anggreni Agustina Tamba, Sania Tambunan, Khairunnisa Br Tampubolon, Fitri Aulina Tarigan, Widia Wulandari, Arum Citra Wulandary, Widya Zafira, Putri Alicya Zaharani, Suci Zai, Rani Citra Lestari