Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa di SMP Negeri 3 Selemadeg Timur Kadek Sri Ariyanti; Made Dewi Sariyani; Lakitha Ning Utami
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 1 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.923 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.312

Abstract

Periode remaja merupakan masa yang sangat kritis, dimana pada masa ini remaja sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi. Problematika kaum remaja dapat terjadi sehubungan dengan adanya perbedaan kebutuhan (motif) dan aktualisasi dari kemampuan penyesuaian diri (adaptasi) remaja terhadap lingkungan tempat hidupnya. Pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi sering berpengaruh terhadap masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja. Metode penyuluhan dipercaya mampu meningkatkan pengetahuan remaja serta mengubah perilaku remaja untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara mandiri. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui teknik praktik belajar atau instruksi dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok, maupun masyarakat agar dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat. Peran pemberi materi dalam penyuluhan ini adalah menyampaikan materi yang terkait dengan kesehatan reproduksi remaja serta praktik pencegahan keluhan-keluhan pre menstruasi. Luaran yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah (1) Peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi (2) Mendapatkan remaja putri yang disiplin dan bertanggungjawab terhadap kesehatan reproduksinya sendiri.
Pemeriksaan Kesehatan, Pemberian Bahan Makanan Bernutrisi pada Lansia dan ODGJ di Wanasara Tabanan Kadek Sri Ariyanti; Cokorda Istri Mita Pemayun; Made Dewi Sariyani; Ni Made Indra Peratiwi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2309

Abstract

Elderly and Mental illness who live in the UPTD Social Services and Protection of Women and Children Wanasara Tabanan are under the auspices of the Tabanan District Social Service. The need for nutritious food for Mental illness and the elderly is quite high, so they need contributions in the form of nutritious food ingredients to meet their nutritional needs. They also do not get regular health checks. This activity was carried out with the aim of conducting health screening and helping to meet the nutritional needs of the elderly and Mental illness. Activities carried out as an effort to solve the problem include checking blood pressure, blood sugar, cholesterol, uric acid and providing nutritious food ingredients to meet the nutritional needs of the elderly and people with mental illness. The targets in this activity are the elderly and Mental illness. There are 8 (eight) elderly people and 16 (sixteen) people with ODGJ. The results of the medical examination showed that blood pressure, blood sugar, uric acid and cholesterol were within normal limits. There are 2 (two) elderly people who have hypertension and have undergone routine treatment. This community service activity has good potential to improve the nutritional status and health status of the elderly and Mental illness. Routine health checks for Mental illness and the elderly are carried out as an effort to detect early chronic diseases that can be suffered by the elderly and Mental illness. Fulfillment of nutrition in the elderly and Mental illness can improve their nutritional status and health status ABSTRAK                  Lansia dan ODGJ yang tinggal di UPTD Pelayanan Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak Wanasara Tabanan berada di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Tabanan. Kebutuhan makanan bernutrisi ODGJ dan Lansia cukup tinggi, sehingga memerlukan sumbangsih berupa bahan makanan bernutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Mereka juga tidak mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan skrining kesehatan dan membantu memenuhi kebutuhan gizi Lansia dan ODGJ.  Kegiatan yang dilakukan sebagai upaya pemecahan masalah antara lain pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat dan pemberian bahan makanan bernutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi lansia dan ODGJ. Sasaran dalam kegiatan ini adalah Lansia dan ODGJ. Jumlah Lansia ada 8 (delapan) orang dan ODGJ sebanyak 16 (enam belas) orang.  Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol dalam batas normal. Terdapat 2 (dua) orang lansia yang mengalami hipertensi dan sudah menjalani pengobatan rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan status gizi dan derajat kesehatan Lansia dan ODGJ. Pemeriksaan kesehatan secara rutin pada ODGJ dan Lansia dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyakit kronis yang dapat diderita oleh Lansia dan ODGJ.  Pemenuhan nutrisi pada Lansia dan ODGJ dapat meningkatkan status gizi dan derajat kesehatannya.
MANFAAT MEDITASI MINDFULLNESS UNTUK MENINGKATKAN PERHATIAN DAN FOKUS ANAK DISEKOLAH MINGGU BUDDHA made dewi sariyani; Putu Arik Herliawati; Rini Winangsih
Bahasa Indonesia Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/keb.v12i1.467

Abstract

Sebagian besar anak usia sekolah kesulitan untuk focus dalam belajar pada era digital saat ini. Peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam membentuk pribadi anak dalam meningkatkan perhatian dan fokus agar tidak terjadinya masalah untuk perkembangan anak. Meditasi merupakan praktik relaksasi untuk melatih fokus pikiran dan ketenangan pikiran. Salah satu pilihan meditasi yaitu mindfulness dalam terjemahan bahasa inggris yaitu anapanasati bagian dari praktik meditasi Buddha (Vipasana).Di laksanakan Sekolah Minggu Buddha di vihara setiap hari Minggu. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis manfaat meditasi mindfulness untuk meningkatkan perhatian dan fokus anak di Sekolah Minggu Buddha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian pada penelitian ini ditentukan menggunakan purposive sampling.Hasil dari penelitian ini adalah manfaat meditasi mindfulness yang disampaikan oleh responden yaitu siswa lebih bisa perhatian terhadap teman yang memerlukan bantuan, siswa lebih focus saat mengikuti pelajaran di sekolah formal, emosi menjadi stabil, siswa lebih patuh pada nasehat orangtua, siswa lebih sering membantu pekerjaan orangtua di rumah, dan siswa lebih sopan dalam berucap. Kesimpulan dalam ini adalah perubahan yang terjadi dikarenakan melalui meditasi mindfulness, seseorang akan membuka pikirannya menjadi lebih sadar, menerima segala sesuatu yang terjadi sehingga meningkatkan konsentrasi seseorang, serta mampu melatih meregulasi emosi sehingga emosi seseorang menjadi lebih stabil.
TERAPI NON FARMAKOLOGIS BERBASIS KEARIFAN LOKAL YANG DIGUNAKAN REMAJA UNTUK MENGURANGI NYERI HAID DI TABANAN BALI Kadek Sri Ariyanti; Made Dewi Sariyani; Cokorda Istri Mita Pemayun; Ni Putu Yuni Asih
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.513 KB)

Abstract

Abstrak: Terapi non farmakologis dipercaya mampu mengurangi rasa nyeri yang timbul pada saat wanita mengalami haid. Hasil survey di Tabanan menunjukkan 96% remaja pernah mengalami nyeri haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terapi non farmakologis berbasis kearifan lokal yang digunakan remaja untuk mengurangi nyeri haid. Desain penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan adalah 10 orang remaja putri yang mengalami nyeri haid. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Validasi data dilakukan dengan informan kunci yaitu 5 orang ibu remaja. Terapi non farmakologis berbasis kearifan lokal yang digunakan remaja untuk mengurangi nyeri haid meliputi: air bungkak, gula merah, loloh kunyit asam, kompres hangat dan minuman jahe hangat.
PELAKSANAAN TRIAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR Ngurah Mahendra Dinatha; Made Dewi Sariyani; Gervarsia Virjinlia Anita Dhena; Maria Stefania Wae
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SD Kabupaten Ngada yang meliputi pengelolaan UKS dan program Trias UKS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling untuk menentukan jumlah sampel yang diteliti di SD se-Kabupaten Ngada. Dari hasil undian didapatkanlah 16 sekolah yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif presentase. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah di Sekolah Dasar Se-Kabupaten Ngada berkategori cukup, secara keseluruhan terdapat 0 sekolah (0,00%) dalam kategori sangat tinggi, 3 sekolah (18,75%) dalam kategori tinggi, 7 sekolah (43,75%) dalam kategori cukup, 5 sekolah (31,25%) dalam kategori rendah, 1 sekolah (6,25%) dalam kategori sangat rendah.
Terapi Non Farmakologis untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja di Tabanan Ariyanti, Kadek Sri; Sariyani, Made Dewi; Winangsih, Rini
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 3 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v3i2.612

Abstract

Numerous physical and psychological changes occur during adolescence. Adolescent girls' bodies undergo physiological changes as their reproductive systems grow and menstruation begins. Women who have menstruation may experience worry because it frequently results in discomfort. Menstrual discomfort could be reduced by non-pharmacological therapy, according to some experts. Approximately 96% of teenagers in Tabanan who participated in a study of various youths revealed that they had had dysmenorrhea or menstrual pain. The study attempts to characterize the non-pharmacological therapy utilized by teenagers in Bali's Tabanan Regency to lessen menstrual pain. Using random sampling, we acquired a sample of 121 young women in Tabanan Regency, aged 11 to 21. The findings revealed that using eucalyptus oil and drinking herbal teas are the most popular non-pharmacological treatments used by teenagers to lessen period pain for about 55% and 42%. Heated ginger (22%), sour turmeric (42%), and coconut water (14%) are herbal beverages that are said to have pain-relieving properties. There is a need to strengthen adolescent females' understanding of menstrual discomfort, anticipation, and management.
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SISWA SMP Laudasarni, Yohana; Dinatha, Ngurah Mahendra; Teang , Lidia Langley; Dedo , Bernardus Ardi; Made Dewi Sariyani
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v4i1.3471

Abstract

Derajat kesehatan anak saat ini belum bisa dikategorikan dengan baik, dikarenakan banyak terdapat masalah kesehatan khususnya siswa SMP. Pentingnya mengetahui pengetahuan hidup bersih dan sehat pada siswa dapat menunjang perilaku untuk hidup lebih baik, disamping untuk menjaga dari ancaman berbagai penyakit, mengerti tentang perilaku hidup bersih dan sehat merupakan cara agar senantiasa sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa SMP. Desain penelitian ini adalah literature review yaitu penelitian yang menemukan teori dan menganalisanya. Hasil penelitian literature review ini yaitu ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa SMP. Pendidikan kesehatan dapat mengubahan perilaku individu, terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan dapat merubah perilaku seseorang dan kelompok dalam bidang kesehatan.
Edukasi Dampak Penggunaan Gadget bagi Kesehatan Anak di LKSA Widhya Asih Badung I Wayan Widi Karsana; Rai Riska Resty Wasita; Agus Donny Susanto; Nyoman Ngurah Adi Sanjaya; Bambang Hadi Kartiko; I Gusti Ngurah Manik Nugraha; Ni Wayan Deswiniyanti; Wayan Nurata; Putu Okta Wijayanti; Made Dewi Sariyani
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Mei : ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v2i3.671

Abstract

In the current digital era, gadget use has become an inseparable part of everyday life, including among children. However, excessive use of gadgets can have a significant impact on children's health. This service activity aims to provide education regarding the negative impact of gadget use on children's health. Excessive use of gadgets can cause mental health and physical health problems, including disturbances in body posture and vision problems due to exposure to blue light which can affect their growth and development. Results The pre-test carried out before the educational activity resulted in only 27.5% understanding the impact of using gadgets on health, while the test carried out after the education resulted in 77.5% understanding the impact of gadgets on health. This shows an increase in understanding of 50% after it was carried out. education regarding the impact of gadget use on children's health.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tabanan Tahun 2020 Sariyani, Made Dewi; Ariyanti, Kadek Sri; Winangsih, Rini; Pemayun, Cokorda Istri Mita
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.707 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.754

Abstract

Reproductive health is a problem that needs special attention, especially among adolescents. Every teenager should have excellent reproductive health, so that they can produce a healthy and quality generation. Adolescence is a period of rapid development in the journey of human life. Adolescent problems can occur in connection with different needs and self-actualization of the environment in which they live. In order to foster healthy adolescent living behavior, it is necessary to care in the form of services and provision of information as well as mutual understanding of the importance of adolescent reproductive health. In the Covid-19 Pandemic situation, education is carried out online. Increasing adolescent knowledge about reproductive health. The knowledge of adolescents increases to form healthy adolescents who are responsible for their reproductive health independently. Conducting pre and post tests to determine changes in adolescent knowledge after education. The educational participants were 205 high school students in Tabanan Regency. The percentage of adolescents who knew about reproductive health before education was 91% and after education was 98%. There is a change in the percentage of adolescent knowledge before and after being given education. Educational methods are effective in increasing adolescent knowledge about reproductive health. It is necessary to increase adolescent reproductive health education activities to form adolescents who are disciplined and responsible for their reproductive health independently.ABSTRAKKesehatan reproduksi merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus terutama di kalangan remaja. Setiap remaja hendaknya memiliki kesehatan reproduksi yang prima, sehingga dapat menghasilkan generasi yang sehat dan berkualitas. Masa remaja merupakan masa terjadinya perkembangan pesat dalam perjalanan hidup manusia. Problematika remaja dapat terjadi sehubungan dengan perbedaan kebutuhan dan aktualisasi diri terhadap lingkungan tempat hidupnya. Dalam rangka menumbuhkembangkan perilaku hidup sehat remaja, maka perlu kepedulian dalam bentuk pelayanan dan penyediaan informasi serta kesepahaman bersama akan pentingnya kesehatan reproduksi remaja. Dalam situasi Pandemi Covid-19, maka edukasi dilakukan secara daring. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Pengetahuan remaja meningkat untuk membentuk remaja yang sehat dan bertanggungjawab atas kesehatan reproduksinya secara mandiri. Melakukan pre dan post test guna mengetahui perubahan pengetahuan remaja setelah dilakukan edukasi. Peserta edukasi adalah remaja siswa SMA di Kabupaten Tabanan yang berjumlah 205 orang. Persentase remaja yang tahu tentang kesehatan reproduksi sebelum dilakukan edukasi sebesar 91% dan setelah edukasi sebesar 98%. Terdapat perubahan persentase pengetahuan remaja sebelum dan setelah diberikan edukasi. Metode edukasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Perlu ditingkatkan kegiatan-kegiatan edukasi kesehatan reproduksi remaja untuk membentuk remaja yang disiplin dan bertanggungjawab terhadap kesehatan reproduksinya secara mandiri.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita Melalui Pelatihan Pijat Bayi di Desa Dajan Peken Tabanan Bali Ariyanti, Kadek Sri; Sariyani, Made Dewi; Utami, Lakitha Ning; Santi Ady, Ni Kadek Pebriana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.289 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1127

Abstract

Baby massage is a touch therapy that can help optimize baby's growth and development. Baby massage should be done by the mother or the closest person, because the touch given by the mother during the massage will be responded to by the baby as a form of protection, affection, attention and a sincere expression of love. Toddler posyandu cadres are extensions of health workers to provide education and skills about infant massage to mothers of toddlers. This activity was carried out with the aim of increasing the knowledge and skills of Posyandu cadres for toddlers to perform baby massage. the pre-test post-test used in this activity to determine the increase in knowledge of posyandu cadres before and after being given education and training about baby massage. Participants in this activity were cadres of the Posyandu for toddlers in Dajan Peken Tabanan Village, totaling 41 people. The activity was carried out for two days, considering the health protocols during the Covid-19 pandemic, so that the room was used only at 50% of capacity. there was an increase in knowledge and skills of posyandu cadres before and after baby massage training with an average pre-test score of 4,66 and post-test of 5,22. Posyandu cadres to train mothers of toddlers to do baby massage independently to optimize the growth and development of toddlers.ABSTRAKPijat bayi merupakan terapi sentuhan yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pijat bayi sebaiknya dilakukan oleh ibu atau orang terdekat, karena sentuhan yang diberikan oleh ibu selama pemijatan akan direspon oleh bayi sebagai bentuk perlindungan, kasih sayang, perhatian dan ungkapan cinta yang tulus. Kader posyandu balita adalah perpanjangan tangan nakes untuk memberikan pendidikan dan keterampilan tentang pijat bayi kepada ibu balita. kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu balita untuk melakukan pijat bayi. yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pre-test post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kader posyandu sebelum dan setelah diberikan pendidikan dan pelatihan tentang pijat bayi. Peserta dalam kegiatan ini yaitu kader posyandu balita di Desa Dajan Peken Tabanan yang berjumlah 41 orang. Kegiatan dilakukan selama dua hari, mengingat protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, sehingga ruangan digunakan hanaya 50% dari kapasitas. terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pijat bayi dengan rata-rata skor pre test sebesar 4,66 dan post test sebesar 5,22. kader posyandu agar melatih ibu balita melakukan pijat bayi secara mandiri untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita.