Claim Missing Document
Check
Articles

Optimization of Cream Formula Extract Sargassum Crassifolium Using Varied Concentrations of Glyceryl Monostearate and Triethanolamine Emulgators With The Simplex Lattice Design Method Utari, Weny Syafitri; Pratiwi, Eskarani Tri; Subaidah, Windah Anugrah; Ridwan, Sucilawaty
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9970

Abstract

Sargassum sp. contains bioactive compounds in the form of phenols that have the potential as sunscreen agents in the ultra category, namely 33.2 ± 3.11. The most commonly used formulation for sunscreen products is cream. The purpose of this study was to determine the optimal concentration of glyceryl monostearate and triethanolamine as emulsifiers for Sargassum sp. extract cream, as well as to investigate the physical properties of the optimal Sargassum sp. extract cream formulation. Optimization of the cream formulation was carried out using the Simplex Lattice Design method with Design Expert 13 software, resulting in 8 formulations. The optimal formula obtained was then subjected to physical evaluation, including organoleptic evaluation, homogeneity, and emulsion type. Data analysis used the one-sample t-test method in SPSS version 25. The yield of Sargassum sp. extract was 7.37%. The optimization results showed that the optimal concentration was 7.6% glyceryl monostearate and 0.5% triethanolamine. The optimal cream formulation has good physical properties, namely a soft semi-solid texture, light green color, homogeneity, oil-in-water cream type, pH value of 7.64±0.03, viscosity of 7.626±261.02 cP, adhesive power of 4.37±0.06 seconds, and spreadability of 6.3±0.11 cm. The results of the one-sample t-test statistical analysis of the physical properties of the optimal formulation showed no significant difference from the predicted results, with a confidence level (p>0.05).
Uji Kestabilan Fisik Krim Tabir Surya Ekstrak Etanol Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Subaidah, Windah Anugrah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2363

Abstract

Jintan hitam (Nigella sativa L.) diketahui memiliki kandungan flavanoid yang dapat menangkal radikal bebas karena adanya gugus kromofor (ikatan rangkap terkonjugasi). Gugus kromofor pada falavonoid dalam jintan hitam (Nigella sativa L.) mampu menyerap radiasi sinar UVA dan UVB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan fisik krim tabir surya ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa L) dengan variasi emulgator polisorbat 60 dan sorbitan 60 setelah penyimpanan dipercepat. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) yang diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas tabir surya ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) ditentukan dengan mengukur nilai persen transmisi eritema (%Te) dan nilai persen transmisi pigmentasi (%Tp) menggunakan spektrofotometer UV. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) diformulasikan kedalam sediaan krim kemudian di evaluasi sifat fisik sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat. Hasil penelitian menunjukkan Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L.) masuk kedalam kategori sunblock dengan nilai transmisi eritema sebesar 0,5707% dan nilai transmisi pigmentasi sebesar 0,7074%. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L.) yang diformulasikan kedalam sediaan krim dengan variasi emulgator polisorbat 60 dan sorbitan 60 setelah penyimpanan dipercepat tidak mengalami perubahan organoleptis, homogenitas dan tipe emulsi. Perubahan terjadi pada viskositas dan pH sediaan krim.
Formulasi Pasta Gigi Ekstrak Etanolik Herba Ashitaba (Angelica keiskei) Juliantoni, Yohanes; Subaidah, Windah Anugrah; Wirasisya, Dyke Gita
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2365

Abstract

Ashitaba (Angelica keiskei) memiliki khasiat sebagai antibakteri Streptococcus aureus mutans yang merupakan penyebab karies gigi. Pasta gigi merupakan salah satu bentuk sediaan untuk pembersih gigi. Penelitian ini dilakukan untuk membuat formulasi ekstrak herba ashitaba dalam bentuk pasta gigi. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi ashitaba dengan larutan penyari etanol 96%. Pasta gigi dibuat dengan tiga variasi konsentrasi dari karbopol 940 secara berurutan yaitu 1% (formulasi I), 2% (formulasi II), dan 3% (formulasi III). Parameter uji formula pasta gigi meliputi pH, homogenitas, tinggi busa, dan uji hedonik. Rendemen ekstrak etanol ashitaba diperoleh sebesar 18,13%. Hasil uji sifat fisik tiga sediaan pasta gigi menunjukkan bahwa ketiga formula homogen, memenuhi syarat pH, dan Formula II memiliki nilai respon kesukaan yang paling baik.
Uji Antiinflamasi Ekstrak Etanol Ashitaba (Angelica keiskei) Secara In Vitro Fitriana, Mariama; Hajrin, Wahida; Subaidah, Windah Anugrah; Ridwan, Sucilawaty; Pratiwi, Eskarani Tri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2b (2024): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2b.8105

Abstract

Angelica keiskei has potential as an anti-inflammatory agent because it contains chalcone which has been proven to be able to suppress inflammation through inhibiting nitric oxide production and inhibiting the expression of the iNOS and COX-2. The anti-inflammatory potential of Angelica keiskei needs to be tested. This study aimed to determine the anti-inflammatory activity of Angelica keiskei ethanol extract using the protein denaturation inhibition method. Angelica keiskei was extracted using the sonication method with 96% ethanol. The extract was tested for anti-inflammatory activity using the protein denaturation inhibition method with diclofenac sodium as a positive control. The percent of inflammatory inhibition is used to assess sample activity. The results showed that the percent of inflammatory inhibition of Angelica keiskei ethanol extract increased as the test concentration increased. The maximum percent inhibition was obtained at a concentration of 1.5% with the percent of inflammatory inhibition value of 23.14% ± 0.05. Angelica keiskei ethanol extract has anti-inflammatory activity based on in vitro testing using the protein denaturation inhibition method.
Optimasi dan Uji Aktivitas Gel Ekstrak Metanol Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana L.) terhadap Staphylococcus Aureus dengan Kombinasi Gelling Agent Hidayatul Ma'wah; Subaidah, Windah Anugrah; Sunarwidhi, Anggit Listiyacahyani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15313

Abstract

Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) adalah penyakit karena peradangan mulut berupa bercak putih kekuningan. SAR diperburuk infeksi Staphylococcus aureus dan penggunaan obat sintetik. Daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) efektif sebagai antibakteri. Penggunaan daun bidara dalam sediaan gel lebih efisien dengan kombinasi gelling agent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak metanol daun bidara (EMDB) terhadap pertumbuhan S.aureus, mengetahui sifat fisik gel dengan kombinasi gelling agent carbopol 940 dan HPMC, serta mengetahui aktivitas gel EMDB terhadap S.aureus. Uji antibakteri EMDB menggunakan metode cakram, optimasi formula dengan metode Simplex Lattice Design, dan uji antibakteri sediaan gel dengan metode difusi sumuran. Hasil antibakteri EMDB menunjukkan zona hambat 4,5 mm. Formula optimum gel diperoleh kombinasi carbopol 940 0,875% dan HPMC 3,125%. Parameter gel meliputi pH 5,70, viskositas 20.156 Pa.s, daya sebar 6,1 cm, dan daya lekat 87,95 menit. Gel coklat kehijauan dengan aroma ekstrak daun bidara ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.aureus dengan zona hambat 4,58 mm. Gel EMDB menunjukkan sifat fisik baik dan aktivitas antibakteri efektif.
LITERATURE REVIEW : PEMANFAATAN MINYAK ZAITUN (OLEA EUROPAEA) SEBAGAI EMOLIEN Fitriani, Risma; Febrianingsih, Karlina Dwi; Wandila, Welsi; Putrii, Dewi Angelita; Febriyanti, Syahrani; Almira, Nisrina Dea; Subaidah, Windah Anugrah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55522

Abstract

Kulit kering (xerosis) merupakan kondisi kulit ketika mengalami penurunan kelembaban stratum korneum. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah penggunaan emolien. Minyak zaitun (Olea europaea) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai emolien. Minyak zaitun mengandung asam lemak, seperti asam oleat, linoleat, dan palmitat, serta vitamin A, D, dan E, yang berperan penting dalam menjaga kelembaban kulit, melindungi dari radikal bebas, dan mengurangi inflamasi. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas minyak zaitun sebagai emolien melalui studi literatur yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti PubMed dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa minyak zaitun berfungsi sebagai emolien dalam berbagai bentuk sediaan, baik sebagai minyak topikal maupun kosmetik dengan sifat non-iritan, mampu meningkatkan hidrasi kulit, dan memperbaiki integritas kulit. 
Co-Authors Afrah Baitunnisyah Agus Dwi Ananto, Agus Ali Al-Mokaram Almira Amini Almira, Nisrina Dea Amini, Almira Azizah, Hidayatul Bayani, Faizul Candra Dwipayana Hamdin Dewa Ayu Puspaning Kumaradewi Dewa Ayu Puspaning Kumaradewi Diva Almira Dyke Gita Wirasisya Dyke Gita Wirasisya Eskarani Tri Pratiwi Febrianingsih, Karlina Dwi Febriyanti, Syahrani Fitriana, Mariama Fitriani, Risma Hajrin, Wahida Hamdin, Candra Dwipayana Handa Muliasari Handa Muliasari Hardiyanti Dewi Azmi Hidayati, Agriana Rosmalina Hidayatul Ma'wah I Komang Ary Werdhi Widnyana Indra Purnomo Kumaradewi, Dewa Ayu Puspaning Lalu Mukhlis Maqbul Sani M. Elyadi Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul Muliasari, Handa Muliasari, Handa Murniyati Murniyati Murniyati, Murniyati Nana Mardiana Nisa Isneni Hanifa Novita Eliya Wardani Novita Eliya Wardani Nur Amalina Sabdarrifa Pratiwi, Eskarani Tri Putri Nuryana Putrii, Dewi Angelita Ramadhani, Aliza Salsabila Regita Pramesti Ridwan, Sucilawaty Risa Dwi Sosalia Rizqa Fersiyana Deccati Rohmayani, Febriana Putri Sosalia, Risa Dwi Sucilawaty Ridwan Sunarwidhi, Anggit Listiyacahyani Syahputri, Acyuta Pramesthi Asmara Sayidina Utari, Weny Syafitri Wahida Hajrin Wahida Hajrin Wahida Hajrin Wahida Hajrin Wahida Hajrin Wahida Hajrin Wahida Hajrin Wandila, Welsi Wayan Cintya Ganes Budastra Wirasisya, Dyke Gita Wirasisya, Dyke Gita Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yohanes Juliantoni Yohanes Juliantoni Yohanes Juliantoni Yohanes Juliantoni Yohanes Juliantoni Yohanes Juliantoni Yohanes Juliantoni, Yohanes