Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN PENURUNAN KANDUNG FE (BESI) DI SUMUR GALI MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BIJI KAPUK (CEIBA PENTANDRA) SEBAGAI ADSORBEN ADEKO, RIANG; MARWANTO, ANDRIANA
Journal of Nursing and Public Health Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v8i2.1196

Abstract

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Salah satu pencemar kimia yang paling banyak ditemukan dalam air adalah Fe. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar Fe adalah dengan proses adsorbsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketebalan arang aktif biji kapuk (ceiba pentandra) paling efektif dalam menurunkan Fe pada air sumur gali. Jenis penelitian yang dilakukan adalah quasi experiment, subjek penelitian ini adalah air sumur gali dan biji kapuk, dan objek adalah kadar Fe. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan uji Benferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar Fe pada Air Sumur Gali setelah dilakukan adsorbsi, yaitu sebesar 44,54% - 74,09% pada setiap ketebalan. Dari hasil analisis data maka didapatkan ketebalan arang aktif biji kapuk paling efektif untuk menurunkan kadar Fe adalah 50 cm. Diharapkan peneliti lain juga memeriksa dan memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses adsorbsi.
VARIASI KOMBINASI KETEBALAN CANGKANG  BINTARO DAN BIJI KAPUK DALAM PENURUNAN TINGKAT BESI (FE) DI SUMUR GALI WARGA RAWA MAKMUR, KOTA BENGKULU ADEKO, RIANG; JUBAIDI, JUBAIDI
Journal of Nursing and Public Health Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya serta fungsinya dalam kehidupan tidak akan dapat digantikan oleh senyawa lainnya. Hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air. Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi permukiman menjadi salah satu persyaratan. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada tanggal 13 Februari 2020 kondisi air sumur gali warga RT 13 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh hasil kekeruhan 113 NTU, Ph 6,50 ; Besi (Fe) 4.830 mg/l; Mangan (Mn) 1.824 mg/l dan kesadahan 1,02 mg/L. Dari hasil pengukuran pada survey awal diketahui bahwa air sumur gali warga RT 13 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih melebihi ambang batas yag dipersyaratkan oleh Permenkes RI No.32 tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi ketebalan kombinasi cangkang bintaro dan biji kapuk 20 cm, 30 cm, dan 50 cm serta untuk mengetahui variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar besi (Fe). Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post test only control group design, yaitu penelitian dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Kemudian dicari perbedaan antara pengukuran dari keduanya dan perbedaan ini dianggap sebagai akibat perlakuan. Hasil penelitian diperoleh variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar besi (Fe) adalah dengan ketebalan 50 cm yang dapat menurunkan kadar besi (Fe) hingga 67,74 % .Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tebal adsorben maka semakin efektif penurunannya.
TINGKAT KESADARAN PEDAGANG MENGGUNAKAN MASKER PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PASAR MINGGU KOTA BENGKULU ADEKO, RIANG; SAPUTRA, ARIE IKHWAN; SILVIA, ANDINI ARGU
Journal of Nursing and Public Health Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan situasi global pandemi dan menjadi perhatian international. World Health Organization (WHO) menjelaskan secara resmi bahwa Covid-19 adalah penyakit saluran pernafasan darurat Informasi yang ada saat ini mengindikasikan bahwa dua cara utama transmisi Covid-19 adalah percikan (droplet) saluran pernafasan dan kontak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Seberapa Besar Tingkat Kesadaran Pedagang Menggunakan Masker Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Pasar Minggu Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan studi Observasional. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang mengamati suatu data pada titik waktu tertentu atau pengumpulannya satu kali saja yang dilakukan dalam waktu bersamaan. Data-data yang dikumpulkan yaitu menggunakan kuisioner. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu Distribusi frekuensi responden sebagian kecil 14,7 % memiliki tingkat kesadaran yang kurang baik (rendah). Distribusi frekuensi responden sebagian besar 85,3 % tidak memenuhi syarat penggunaan masker. Berdasarkan hasil uji chi square di dapatkan nilai p=0,315 (p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kesadaran dengan penggunaan masker pada pedagang di Pasar Minggu Kota Bengkulu. Saran pada penelitian ini untuk menambah pengetahuan masyarakat dan mendapatkan informasi serta mampu lebih meningkatkan kesadaran dalam penggunaan masker agar jumlah Covid-19 tidak semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Dan untuk penelitian yang lebih lanjut agar menambahkan variabel berbeda untuk mengetahui faktor lain yang berhubungan dengan tingkat kesadaran pedagang terhadap penggunaan masker.
Faktor yang berhubungan dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) pada Pekerja Perajin Batu Bata di Kabupaten Seluma Andriana Marwanto; Agus Widada; Riang Adeko; Prasetyawati Prasetyawati
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) November 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v12i2.156

Abstract

Occupational health absolutely must be implemented in work, both informal and formal industries. Activities that can cause health problems are improper work attitudes such as sitting, standing, bending, squatting, walking, and others. Health problems related to work attitudes are complaints of low back pain (LBP). This type of research is a descriptive-analytic study with a cross-sectional approach. Research respondents are brick workers in Babatan Seluma Village with 60 workers. Data were obtained by interviewing the respondents' characteristics, years of service, work attitudes, and complaints of LBP. Data analysis was carried out using the Chi-Square test to determine the relationship between variables and the logistic regression test to determine the factors most at risk for the occurrence of complaints. The results showed that 51.70% of the respondents were less than 40 years old, the respondent's working period of more than 10 years was 51.80%, and most of the respondents (56.70%) had non-ergonomic work attitudes. This study shows a relationship between age, tenure, and work attitude towards LBP complaints with a p-value (0.040; 0.050; 0.016). Workers are expected to work according to an ergonomic work attitude to avoid LBP complaints.
EFEKTIFITAS KONTAINER DENGAN ATRAKTA PAKAN IKAN LELE (PIL) SEBAGAI PENGENDALI LARVA DALAM MENURUNKAN POPULASI NYAMUKAEDES AEGYPTI DI KOTA BENGKULU DAN KOTA BANDAR LAMPUNG JUBAIDI JUBAIDI; RIANG ADEKO; AHMAD FIKRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2371

Abstract

Kontainer (ember)/kontainer eksperimen dengan atraktan pakan ikan lele (PIL) merupakan tempat untuk nyamuk aedes aegypti bertelur/berkembang biak yang berfungsi sebagai alat pengendali larva aedes aegypti guna menurunkan populasi nyamuk aedes aegypti, bila PIL dimasukan kedalam air yang terdapat pada kontainer kira-kira dua hari akan mengeluarkan bau/aroma yang dapat menarik nyamuk aedes aegypti untuk bertelur. Nyamuk aedes aegypti merupakan vektor penyakit DBD yang meresahkan masyarakat, pengendaliannya dapat dilakukan pada nyamuk dewasa dan larvanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata kontainer eksperimen dan kontainer kontrol dalam mengendalikan larva untuk menurunkan populasi nyamukaedes aegypt. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment, rancangan yang digunakan posttest only with control design dengan 6 perlakuan, bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini kontainer (ember), air bersih dan Atraktan pakan ikan lele (PIL), dengan sampel sebanyak 2.400 sampel, data penelitian tidak berdistribusi normal maka untuk uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan jumlah larva aedes aegypti sebanyak 27.770, container yang menjadi tempat berkembangbiak sebanak 882 dan hasil uji Wilcoxon nilai Sig. 0.000 < 0.05, hipotesa diterima artinya ada perbedaan rata-rata kontainer eksperimen dengan kontainer kontrol sebagai pengendali larva dalam menurunkan populasi nyamuk aedes aegypti di Kota Bengkulu dan Kota Bandar Lampung. Selanjutnya penelitian ini perlu dilanjutkan dengan model perangkap nyamuk yang lain.
KOMBINASI TRAY AERATOR DAN FILTRASI DALAM MENURUNKAN KONSENTRASI FE PADA AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN RAWA MAKMUR PERMAI RIANG ADEKO; RUSTAM AJIE
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2377

Abstract

Air bersih merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dalam upaya peningkatan derajat kesehatan. Kebutuhan air bersih tersebut perlu dipenuhi dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada tanggal 07 Januari 2021 kondisi air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh kadar besi (Fe) 3,972 mg/L. Dari hasil pengukuran pada survey awal diketahui bahwa air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih melebihi ambang batas yag dipersyaratkan oleh Permenkes RI No.32 tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi 3 Tray Aerator, 5 Tray Aerator, 7 Tray Aerator menggunakan kombinasi filtrasi dengan lama kontak 40 menit dalam menurunkan konsentrasi Fe pada air sumur gali serta untuk mengetahui variasi Tray Aerator dan filtrasi yang paling efektif untuk menurunkan kadar Fe. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post test only control group design, dimana subyek dibagi menjadi 2 perlakuan. Pengukuran kandungan Fe air sampel dilakukan masing- masing sebanyak 3 kali pada kelompok perlakuan dengan 3 variasi tray yaitu 3 tingkatan, 5 tingkatan dan 7 tingkatan dengan lama kontak 40 menit. Hasil penelitian diperoleh variasi perlakuan paling efektif untuk menurunkan kadar Fe dengan menggunakan kombinasi 7 Tray Aerator dan Filtrasi dapat menurunkan kadar Besi (Fe) hingga 94,53 %. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin banyak tingkatan Tray Aerator maka semakin efektif penurunannya.
PENURUNAN KADAR MANGAN (Mn) AIR SUMUR GALI WARGA RAWA MAKMUR MENGGUNAKAN VARIASI KETEBALAN CANGKANG BUAH BINTARO DAN BIJI KAPUK RIANG ADEKO; REFLIS REFLIS; SATRIA PUTRA UTAMA; MUSTOPA RAMDHON; ALFIRMANSYAH ALFIRMANSYAH; HAIDINA ALI; SISWAHYONO SISWAHYONO; UMMI JAYANTI; ZAINAL ARIFIN
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi air dalam kelangsungan hidup manusia maupun makhluk hidup lainnya tidak dapat tergantikan oleh senyawa lainnya dikarenakan semua makhluk hidup membutuhkan air. Oleh sebab itu, kelestarian air menjadi indikator penting dlaam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi pemukiman. Survey awal yang dilaksankaan mengindikasikan bahwa kondisi air sumur gali warga RT 13 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh hasil kekeruhan 113 NTU, Ph 6,50; Mangan (Mn) 1.824 mg/l dan kesadahan 1,02 mg/L. Hasil tersebut mengindikasikan air sumur gali warga tersebut telah melebihi ambang batas yang telah diatur dalam Permenkes RI No.32 tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan Mangan (Mn) sebelum dan sesudah perlakuan dengan ketebalan variasi kombinasi cangkang buah bintaro dan biji kapuk 20 cm, 30 cm, dan 50 cm serta variasi ketebalan yang paling efektif dalam penurunan kadar Mangan (Mn). Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post test with only control group design. Hasil penelitian diperoleh variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar Mangan (Mn) adalah dengan ketebalan 50 cm yang dapat menurunkan kadar Mangan (Mn) hingga 84,92%. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tebal adsorben maka semakin efektif penurunannya.
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR SUMUR GALI DI KECAMATAN MUARA BANGKAHULU MELALUI ANALISIS DATA DAYA HANTAR LISTRIK, TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS), pH, dan SUHU Riang Adeko; Defi Ermayendri; Andriana Andriana Marwanto
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v14i2.152

Abstract

Latar Belakang : Pemenuhan kebutuhan air baku domestik masyarakat di Indonesia semakin lama semakin meningkat dengan dibarengi laju pertumbuhan penduduk yang begitu besar. Eksploitasi secara besar-besaran air tanah dangkal dalam hal ini sumur gali berdampak pada menurunnya kualitas air baku tersebut yang ditandai dengan adanya penurunan muka air tanah dan intrusi air laut. Penelitian ini menitikberatkan pada sebaran karakteristik kualitas air sumur gali di Kecamatan Muara Bangkahulu Kota BengkuluMetode : Penelitian ini membagi 2 metode yaitu metode systematic random sampling (penentuan sampel secara acak sistematik) dan metode cluster sampling atau area sampling. Metode ini digunakan untuk menentukan sampel yang akan diukur daya hantar listrik air tanahnya,TDS, Ph,dan suhu dengan lokasi sampel ditentukan secara acak berdasarkan area kelas kedalaman muka air tanah daerah penelitian.Hasil : Suhu air sumur gali Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk kategori aman dengan suhu 27° C – 29 °C, Total Disolved Solid (TDS) air sumur gali Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk kategori aman dengan rata-rata TDS 26,58 ppm, Daya Hantar Listrik (DHL) air sumur gali Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk kategori aman dengan rata-rata DHL 27,71 μmhos/cm, Derajat Keasaman (pH) air sumur gali Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk kategori aman dengan rata-rata pH 6,63.Simpulan : Kualitas air bersih sumur gali warga Kecamatan Muara Bangkahulu termasuk dalam kategori aman sesuai hasil pengamatan dilapangan ditandai dengan nilai rata-rata hasil yang masih dibawah standar baku mutu kesehatan dan layak digunakan.
ANALISIS KUALITAS DAN PERUMUSAN STRATEGI PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR SUNGAI RAWAS KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Alfirmasnyah Alfirmasnyah; Reflis Reflis; Satria Putra Utama; Mustopa Ramdhon; Riang Adeko; Zainal Arifin; Haidina Ali; Siswahyono Siswahyono; Ummi Jayanti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Rawas merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Musi Rawas yang termasuk DAS Musi. Sungai Rawas telah diindikasikan mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas pembuangan limbah cair domestik,industri dan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air sungai berdasarkan Kriteria Mutu Air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, dan merumuskan strategi pengendalian pencemaran air sungai Rawas yang perlu dilaksanakan. Parameter yang dianalisis adalah pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, Fecal Coliform. Kualitas air sungai yang dianalisis di 6 titik pengambilan sampel 2001 dengan metode penelitian deskriptif. Analisis Status mutu air sungai mengunakan metode indek pencemaran. Hasil yang diperoleh Status mutu air sungai Rawas tingkat indeks cemaran yaitu termasuk kategori cemaran ringan dengan nilai kisaran 0,808 - 1,860 dan bisa dijadikan sebagai sumber air baku untuk pengolahan air bersih. Parameter pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, Fecal Coliform semuanya dibawah baku mutu sungai kelas I, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 82 Tahun 2001. Strategi pengendalian pencemaran sungai Rawas diperlukan adanya pemeriksaan kualitas air sungai secara berkala, sosialisasi dan penegakan hukum bagi yang melanggar peraturan dan perundangan lingkungan hidup walaupun masih masuk dalam standar kualitas mutu air sungai.
PEMBUATAN ALAT PENJERNIHAN AIR DENGAN METODE CATRIDGE FILTERISASI Riang Adeko; Jubaidi Jubaidi; Mualim Mualim
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siklus hidrologi merupakan proses berkelanjutan dimana air bergerak dari bumi ke atmosfer dan kemudian kembali ke bumi. Kelurahan Penurunan Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu berada di pesisir pantai dimana tingkat kekeruhan dan tingkat salinitas air sangat tinggi yang berpengaruh pada kualitas air bersihnya. Metode pelaksanaan kegiatan adalah kerja lapangan atau pembuatan alat penjernihan air metode filtrasi dengan rangkaian Cartridge dan karbon aktif. Hasil pemeriksaan kualitas sampel air bersih secara fisik telah memenuhi syarat kesehatan Permenkes RI. No. 32 Tahun 2017. Hasil dari uji prototype alat penyaring diperoleh bahwa air sampel dari sumur warga setempat yang digunakan yang pada awalnya keruh dimasukkan kedalam penyaringan dengan menggunakan mesin air setelah masuk ke alat penyaringan dihasilkan air yang jernih serta tidak berbau yang awalnya memiliki kandungan kekeruhan yang besar terlihat dari kekeruhan secara kasat mata berubah menjadi lebih bening. Penjernihan air secara filtrasi terbukti dapat meningkatkan kualitas air sumur, sehingga air berada pada ambang batas yang layak digunakan untuk keperluan sehari-hari bahkan untuk konsumsi dan memasak