Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA MANDIRI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Moh. Gazali; Riang Adeko; Yusmidiarti Yusmidiarti; Defi Ermayendri
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poltekkes Kemenkes Bengkulu ada 6 (enam) jurusan salah satunya jurusan kesehatan lingkungan prodi sanitasi. Didirikan sejak tahun 2009 dan sampai saat ini telah meluluskan 615 alumni. Untuk mengembangkan kemampuan keterampilan diperlukan adanya pengembangan wirausaha bagi alumni. Wirausaha yang dilakukan saat ini berupa pembuatan kompos orangik. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahap, yaitu pemberian materi pembuatan pupuk organik, cara penggunaan mesin pencacah sayuran, dan pendampingan pembuatan pupuk organik. Kegiatan Pengabmas ini memberikan dampak positif bagi alumni sanitasi untuk mengembangkan wirausaha sanitasi. Alumni sudah mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dikembangkan menjadi wirausaha mandiri.
KARAKTER AIR TANAH DALAM (DEEP WELL) BERDASARKAN SIFAT FISIK DAN KIMIA UNTUK PENDUGAAN SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI KECAMATAN MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU DEFI ERMAYENDRI; RIANG ADEKO; YUSMIDIARTI YUSMIDIARTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4076

Abstract

Pendahuluan: Sebahagian wilayah pesisir barat (pantai) Kota Bengkulu sebagian terdiri dari lahan rawa yang bergambut dan kondisi airnya berwarna, berbau, berasa dan sebahagian payau. Air payau tersebut tidak memenuhi syarat kualitas digunakan sebagai air bersih untuk kebutuhan sehari – hari maupun industri. Sehingga, pengamatan kondisi hidrogeologi perlu dilakukan untuk mengendalikan penggunaan air tanah untuk mencegah intrusi air laut dan kelayakan penggunaan deep well (air tanah dalam). Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain studi crossectional. Penelitian dengan pengamatan konduktifitas, pH dan Total Dissolved Solid air tanah dalam menggunakan instrumen untuk menduga intrusi air laut dan zat organik di permukiman Kecamatan Muara Bangkahulu. Sampel air tanah dalam yang diambil sebagai penunjang data intrusi air laut menggunakan air sumur bor milik warga di wilayah penelitian. Hasil dan Pembahasan: Air tanah dalam di lokasi penelitian mengandung nilai pH tertinggi 6.82 dan terendah 5,8 (asam). Nilai TDS tertinggi 650 mg/L dan terendah 277 mg/L. TDS tinggi dan pH. TDS air tanah dalam di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu adalah 506 ppm, melewati standar baku mutu yang diperbolehkan Konduktifitas rata – rata air tanah dalam di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu adalah 136 µmhos/cm. Kesimpulan: Rata – rata pH untuk seluruh wilayah adalah 6.11. TDS rata – rata air tanah dalam di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu adalah 506 ppm dan Konduktifitas rata – rata air tanah dalam di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu adalah 136 µmhos/cm. Hampir semua wilayah layak menjadi lokasi sumur bor, tetapi air yang dihasilkan harus diolah terlebih dahulu untuk menetralkan pH dan menurunkan Total Disolved Solid agar layak dikonsumsi.
ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN, PERILAKU TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA) DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN BENTIRING BENGKULU MOH GAZALI; RIANG ADEKO
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4088

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan terbesar bagi masyarakat Indonesia. Menurut Blum, 1969 bahwa faktor yang mempengaruhi status kesehatan yaitu faktor pembawaan, faktor pelayanan kesehatan, faktor perilaku dan faktor lingkungan. Faktor tersebut akan berdampak langsung terhadap kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Faktor lingkungan memiliki pengaruh dan peran terbesar terhadap kejadian penyakit berbasis lingkungan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya derajat kesehatan para narapidana adalah keadaan lingkungan fisik (suhu, kelembaban, pencahayaan, ventilasi) dan perilaku kesehatan. Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Hasil penelitian didapatkan bahwa: ada hubungan suhu kamar dengan kejadian penyakit ISPA, ada hubungan kelembaban kamar dengan kejadian penyakit ISPA, ada hubungan Pencahayaan dengan kejadian penyakit ISPA, Ventilasi kamar di LAPAS Kelas II Bentiring Bengkulu semuannya tidak memenuhi syarat kurang 10% dari luas lantai kamar, dan ada hubungan perilaku pencegahan dengan kejadian penyakit ISPA di LAPAS kelas II Bentiring Bengkulu.Hasil penelitian ini sebagai masukan bagi pejabat di LAPAS, dan narapidana untuk mempertahankan derajat kesehatan selama di dalam LAPAS. Serta untuk memberikan informasi bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian sejenis dengan menambahkan variabel jumlah hunian dan angka kuman dalam ruangan.
ANALISIS JARAK MONITOR KOMPUTER, PENCAHAYAAN RUANG KELELAHAN KERJA DAN MATA PADA PEKERJA DESAIN PENCETAKAN GRAFIS DI WILAYAH KECAMATAN RATU AGUNG KOTA BENGKULU REFLIS REFLIS; HAIDINA ALI; MUSTOPA RAMDHON; SATRIA UTAMA; RIANG ADEKO; UMMI JAYANTI; AFIRMANSYAH AFIRMANSYAH; ZAINAL ARIFIN; HAYATULAH RAMADAN FITRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4135

Abstract

Kantong plastik telah menjadi bagian hidup manusia dan sulit di pisahkan. Penggunaan kantong plastik yang terus-menerus akan berdampak terhadap pencemaran lingkungan karena kantong plastik membutuhkan waktu kurang lebih 80-200 tahun agar terdegradasi secara sempurna. Kurangnya pengetahuan terhadap penggunaan kantong plastik ini memengaruhi sikap ibu rumah tangga dalam menggunakan kantong plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan, sikap dan Tindakan Masyarakat dengan Penggunaan Kembali (Reuse) Kantong Plastik di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 100 ibu rumah tangga. Hasil distribusi frekuensi dari 100 responden tingkat pengetahuan sebagian kecil responden (17,0%) memiliki pengetahuan kurang, tingkat sikap sebagian kecil responden (24,0) memiliki sikap unfavorable, dan tingkat tindakan hampir sebagian kecil responden (27,0%) memiliki tindakan tidak baik. Ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan ρ value 0,037, 0,015, dan 0,038. Diharapkan untuk ibu rumah tangga lebih meningkatkan penggunaan kembali kantong plastik agar jumlah sampah kantong plastik tidak semakin meningkat.
ANALISIS PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. PALMA MAS SEJATI KABUPATEN BENGKULU TENGAH UMMI JAYANTI; HAIDINA ALI; REFLIS REFLIS; MUSTOPA RAMDHON; SATRIA UTAMA; RIANG ADEKO; AFIRMANSYAH AFIRMANSYAH; ZAINAL ARIFIN; SISWAHYONO SISWAHYONO
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4138

Abstract

Kecelakaan kerja di PT.Palma Mas Sejati pada Tahun 2013-2014 terdapat 63 pekerja dengan 1,6% pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Pada tahun 2015 terdapat 4 kasus meningkat menjadi 6,3%, kemudian di tahun 2016 terdapat 11 kasus kecelakaan kerja yang terus meningkat hingga mencapai 17,4%. Tujuan penelitian diketahuinya penggunaan Alat Pelindung Diri dan kecelakaan kerja pada pekerja pabrik kelapa sawit di PT.Palma Mas Sejati Kabupaten Bengkulu Tengah. Jenis penelitian adalah penelitian survey dengan pendekatan deskiprif. Populasi adalah seluruh pekerja pabrik yang di bagian produksi dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 63 pekerja. Hasil penelitian hampir seluruh (92.07%) pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri secara tidak lengkap dan sebagian kecil (7,93%) pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri secara lengkap, hampir seluruh (90.48%) pekerja tidak sering mengalami kecelakaan kerja dan sebagian kecil (9,52%) pekerja sering mengalami kecelakaan kerja. Diharapkan perusahaan dapat menyadari dan lebih menekankan pentingnya mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri dan untuk keamanan dan keselamatan kerja terutama penggunaan Alat Pelindung Diri saat bekerja.
PENURUNAN KADAR MANGAN (MN) PADA AIR SUMUR GALI DENGAN KOMBINASI TRAY AERATOR DAN FILTRASI RIANG ADEKO; MUALIM MUALIM
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4140

Abstract

Air bersih merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dalam upaya peningkatan derajat kesehatan. Kebutuhan air bersih tersebut perlu dipenuhi dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada kondisi air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh kadar Mangan (Mn) 1,258 mg/L. Dari hasil pengukuran pada survey awal diketahui bahwa air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih melebihi ambang batas yag dipersyaratkan oleh Permenkes RI No.2 tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Mn sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi 3 Tray Aerator, 5 Tray Aerator, 7 Tray Aerator menggunakan kombinasi filtrasi dengan lama kontak 40 menit dalam menurunkan konsentrasi Mn pada air sumur gali serta untuk mengetahui variasi Tray Aerator dan filtrasi yang paling efektif untuk menurunkan kadar Mn. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post test only control group design, dimana subyek dibagi menjadi 2 perlakuan. Pengukuran kandungan Mn air sampel dilakukan masing- masing sebanyak 3 kali pada kelompok perlakuan dengan 3 variasi tray yaitu 3 tingkatan, 5 tingkatan dan 7 tingkatan dengan lama kontak 40 menit. Hasil penelitian diperoleh variasi perlakuan paling efektif untuk menurunkan kadar Mn dengan menggunakan kombinasi 7 Tray Aerator dan Filtrasi dapat menurunkan kadar Mangan (Mn) hingga 93,16 %. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin banyak tingkatan Tray Aerator maka semakin efektif penurunannya. Penurunan kadar Mn menggunakan kombinasi 3 Tray Aerator dan Filtrasi sebesar 0,218 mg/l (82,67%), Penurunan kadar Mn menggunakan kombinasi 5 Tray Aerator dan Filtrasi sebesar 0,213 mg/l (83,06%), Penurunan kadar Fe menggunakan kombinasi 7 Tray Aerator dan Filtrasi sebesar 0,086 mg/l (93,16%), Variasi perlakuan paling efektif untuk mernurunkan kadar Mn dengan menggunakan kombinasi 7 Tray Aerator dan Filtrasi dapat menurunkan kadar Mangan (Mn) hingga 93,16%.
ANALISIS PENURUNAN KUALITAS DAN UPAYA PENGENDALIAN CEMARAN AIR SUNGAI RUPIT Mualim Mualim; Riang Adeko
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.261

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Pemakaian air bersih yang tidak memenuhi standar kualitas dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung secara perlahan. Sungai Rupit ialah salah satu sungai utama di Kabupaten Musi Rawas Utara yang tercantum DAS Musi. Sungai Rupit mempunyai debit rata- rata 54, 64 m3/ detik. Sungai Rupit ialah sungai yang melewati  Kecamatan Karang Jaya serta Kecamatan Rupit. Adanya keluhan terkait menurunnya kualitas air Sungai Rupit menjadi landasan dalam melakukan analisis kualitas air sungai berdasarkan Kriteria Mutu Air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, dan melakukan tindakan pengendalian terhadap cemaran air di sungai Rupit yang perlu dilaksanakan.Metode : Metode yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dimana parameter yang diukur dan dilakukan pengamatan teridiri dari pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, dan Fecal Coliform dengan metode pengambilan Purposive sampling.Hasil : Status mutu air sungai Rupit dengan tingkat indeks cemaran yaitu termasuk kategori cemaran ringan dengan nilai kisaran 0.676 mg/l - 3.268 mg/l dan  dapat dijadikan sebagai sumber air baku untuk pengolahan air bersih. Parameter pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, Fecal Coliform semuanya dibawah baku mutu sungai kelas I, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 82 Tahun 2001. Strategi pengendalian pencemaran Sungai Rupit diperlukan adanya pemeriksaan kualitas air sungai secara berkala, sosialisasi dan penegakan hukum bagi yang melanggar peraturan dan perundangan lingkungan hidup walaupun masih masuk dalam standar kualitas mutu air sungai.Simpulan : Cemaran ringan yang merupakan status mutu kualitas air sungai dengan parameter pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat,  Fecal Coliform sehingga masih dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air baku pengolahan air bersih. Selain itu, perlu dilakukannya kesepakatan dan juga penegakan aturan yang dibuat oleh pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dalam rangka pengendalian cemaran air sungai Rupit. Kata Kunci : Kualitas pengendalian air, indeks pencemaran sungai, Sungai Rupit ABSTRACTBackground: The use of clean water that does not meet quality standards can cause health problems, both directly and slowly and indirectly. The Rupit River is one of the main rivers in North Musi Rawas Regency which is included in the Musi Watershed. The Rupit River has an average discharge of 54.64 m3/second. Rupit River is a river that passes through Karang Jaya District and Rupit District. Complaints related to the decline in the quality of the Rupit River water have become the basis for conducting an analysis of river water quality based on the Water Quality Criteria according to Government Regulation Number 82 of 2001, and taking measures to control water contamination in the Rupit Rivers that need to be implemented.Methods: The method used in this research is a descriptive research method in which the parameters measured and observed consist of pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, and Fecal Coliform with a purposive sampling method.Results : The water quality status of the Rupit river with a contamination index level is included in the light pollution category with a value in the range of 0.676 mg/l - 3.268 mg/l and can be used as a source of raw water for clean water treatment. Parameters pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, Fecal Coliform are all below class I river quality standards, based on Government Regulation Number: 82 of 2001. The Rupit River pollution control strategy requires regular river water quality checks, outreach and law enforcement for those who violate environmental laws and regulations even though they are still included in the river water quality standards.Conclusion: Light contamination which is of the quality status of river water with the parameters pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, Fecal Coliform so that it can still be used by the community as a source of raw water for clean water treatment. In addition, it is necessary to make an agreement and also enforce the rules made by the North Musi Rawas Regency government in the context of controlling Rupit river water pollution.Keywords: Water control quality, river pollution index, Rupit River 
THE POSITIVE EFFECT OF THE AROMA OF MARIGOLD LEAF SLICES ON MOSQUITO REPELLENT Rustam Aji; Jusuf Kristianto; Riang Adeko; Gustomo Yamistada; Jessy Novita Sari
Jurnal Health Sains Vol. 4 No. 6 (2023): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aedes aegypti mosquitoes, can cause fever, mosquitoes develop in the transition season. Countermeasures by eradicating vector life cycles, by killing mosquito larvae, using fogging, abate powder, which have an effect on the environment. Researchers were looking for a safe and effective natural larvicide solution, researchers looked at marigold plants at the study site. Marigold plants contain essential oils effective as larvicides in mosquitoes Culex quinquefasciatus, Anopheles stephensi and Aedes aegypti. Quasi-experimental research, cross sectional study design. The purpose of knowing the positive effect of the aroma of marigold leaf slices on mosquito repellent as a repellent. The indoor research site provided mosquito net boxes.containing 136 mosquitoes. The results of the Chi-square analysis obtained P = 0.04 < α 0.05, statistically there was a significant positive effect between marigold leaf slices on mosquito repellent, with odds ratio = 4.10 times. In order for students to get used to it, put slices of marigold leaves in the room to repel mosquitoes.
PELATIHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU PKK KECAMATAN KARANG TINGGI KABUPATEN BENGKULU TENGAH TERKAIT UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 Sri Mulyati; Moh. Gazali; Riang Adeko
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 6: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang ditemukan pada hewan dan manusia. Pada 2 Maret 2020, untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia.Metode pelaksanaan kegiatan meliputi 4 tahap kegiatan yang dilaksanakan dengan mengacu indikator keberhasilan program pengabdian. Tiga tahapan kegiatan meliputi: (1) Pre-Test, (2) Pemberian materi edukasi terkait penyebaran Covid-19; (3) Sosialisasi pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan cara Cuci Tangan dengan benar; (4) Post-Test. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah melalui tahapan Pre-Test, Sosialisasi, PHBS, dan Post-Test terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan terhadap penyebaran dan upaya pencegahanCovid-19 dimana luaran ataupun target dari kegiatan ini telah tercapai dengan baik.
COMBINATION OF RICE HUSK WASTE AND KAPOK SHELL WASTE AS ACTIVE CARBON IN REDUCING LEVELS OF Fe, Mn, pH, TURBIDITY, and TDS IN DUG WELLS IN THE RAWA MAKMUR PERMAI AREA, BENGKULU CITYCOMBINATION OF RICE HUSK WASTE AND KAPOK SHELL WASTE AS ACTIVE CARBON IN REDUCING LEVELS OF Fe, Mn, pH, TURBIDITY, and TDS IN DUG WELLS IN THE RAWA MAKMUR PERMAI AREA, BENGKULU CITY Riang Adeko; Habibi Hidayat; Andriana Marwanto
Proceeding B-ICON Vol. 2 No. 1 (2023): Proceeding of The 3rd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v2i1.215

Abstract

Water is a basic need for life, especially for humans who always need water throughout their lives. Humans use water for daily needs such as drinking, bathing, washing, toileting, and so on. After measurements were carried out, the turbidity results were 113 NTU, pH 9; The iron (Fe) content is 4.83 mg/L, manganese (Mn) is 1.75 mg/L, and TDS is 336 ppm. The aim of this research was to determine the decrease in Fe, Mn, pH, turbidity and TDS levels before and after treatment using varying thickness combinations of rice husks and kapok shells of 20 cm, 30 cm, 50 cm. This type of research uses a quasi-experimental method (Quasi Experimental) with a post test design with control group, namely research carried out before and after treatment. Then the difference between the two measurements is looked for and the difference is considered as a result of the treatment. The research results showed that the reduction in Fe, Mn, pH, turbidity and TDS levels occurred very significantly even though the turbidity and TDS did not meet the quality standards required by Minister of Health Regulation No. 2 of 2023.