Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Jalur Perdagangan Global dan Risiko Ancaman Hibrida Bagi Indonesia Yulianto, Bayu Asih; Lestari, Amin; Prakoso, Lukman Yudho; Soemantri, Asep Iwa
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ancaman hibrida terhadap jalur perdagangan global yang melintasi perairan Indonesia dan mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi melalui pendekatan diplomasi maritim, patroli gabungan, dan integrasi teknologi pengawasan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen terhadap laporan lembaga internasional, kebijakan pemerintah, publikasi akademis, serta wawancara mendalam dengan pakar keamanan maritim dan diplomat. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola ancaman dan efektivitas strategi mitigasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jalur strategis seperti Selat Malaka, Laut Jawa, dan Laut Sulawesi menghadapi kompleksitas ancaman hibrida yang terus berkembang, mencakup peningkatan aktivitas perompakan di wilayah tertentu, praktik illegal fishing yang menyebabkan kerugian ekonomi signifikan, kerentanan sistem pelabuhan terhadap serangan siber, serta eskalasi ketegangan geopolitik di Laut Cina Selatan. Studi ini membuktikan bahwa integrasi antara diplomasi maritim melalui kerja sama bilateral dan multilateral, patroli gabungan yang diperkuat dengan pertukaran intelijen, serta penerapan teknologi modern seperti drone maritim, satelit penginderaan jauh, dan sistem kecerdasan buatan telah berhasil meningkatkan kemampuan deteksi dini dan respons cepat, yang pada akhirnya menurunkan frekuensi insiden keamanan laut secara signifika. Keberhasilan penanganan ancaman hibrida di jalur perdagangan global Indonesia bergantung pada pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan aspek diplomasi, teknologi, dan operasi keamanan. Strategi ini tidak hanya penting untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan nasional, tetapi juga vital dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai poros maritim dunia. Rekomendasi strategis difokuskan pada penguatan kapasitas pengawasan, optimalisasi kerja sama regional, dan inovasi berkelanjutan dalam teknologi pertahanan maritim.
Integrasi AI dan Patroli Laut Untuk Mendukung Indonesia Emas 2045 Soemantri, Asep Iwa; Risahdi, Muhammad; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Lestari, Amin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32569

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem patroli laut untuk meningkatkan keamanan dan kedaulatan perairan Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan jalur perdagangan internasional yang vital, Indonesia menghadapi berbagai ancaman hibrida seperti perompakan, illegal fishing, penyelundupan, dan gangguan siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama narasumber kunci dari TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta ahli keamanan maritim, didukung oleh studi literatur dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara AI dan patroli laut konvensional meningkatkan efektivitas pengawasan hingga 30–35%, memungkinkan deteksi dini, analisis pola ancaman, dan respons yang lebih cepat terhadap insiden keamanan. Selain itu, integrasi ini memperkuat koordinasi antar-lembaga seperti TNI, Bakamla, dan KKP, serta mendukung diplomasi maritim melalui penyediaan data intelijen yang akurat untuk negosiasi bilateral dan multilateral. Temuan juga mengungkap bahwa sistem AI berkontribusi dalam mitigasi ancaman siber dengan mendeteksi lebih dari 60% potensi serangan pada sistem navigasi kapal. Strategi ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menekankan kedaulatan maritim, keamanan nasional, dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Meski demikian, tantangan seperti kesenjangan infrastruktur sensor di wilayah terpencil dan kebutuhan peningkatan kapasitas SDM masih perlu menjadi fokus perbaikan ke depan.
Perompakan dan Illegal Fishing: Solusi AI Untuk Kedaulatan Laut Indonesia Yusnaldy, Yusnaldy; Soemantri, Asep Iwa; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Risahdi , Muhamad
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32571

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi strategis dalam mengatasi ancaman perompakan dan illegal fishing (IUU Fishing) di perairan Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan wilayah perairan seluas 5,8 juta km², Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam menjaga kedaulatan lautnya. Data menunjukkan terdapat 512 kasus IUU fishing dan 87 insiden perompakan sepanjang tahun 2022 yang mengakibatkan kerugian ekonomi mencapai USD 351 juta serta penurunan stok ikan lokal hingga 20%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, analisis dokumen resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI AL, dan Bakamla, serta wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sistem patroli konvensional memiliki keterbatasan dalam hal jangkauan wilayah dan waktu respons, sementara implementasi AI melalui sistem deteksi berbasis satelit, algoritma prediktif, dan integrasi data multi-sensor mampu meningkatkan akurasi deteksi hingga 92%, mempercepat waktu respons hingga 60%, serta mengurangi potensi kerugian ekonomi hingga USD 150 juta per tahun. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi pentingnya koordinasi antarlembaga dan peningkatan kapasitas SDM sebagai faktor penentu keberhasilan implementasi AI. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi strategis bagi penguatan kebijakan keamanan maritim Indonesia dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 sebagai poros maritim dunia yang berdaulat dan berkelanjutan.
Optimalisasi Kolaborasi Regional Asean dalam Membangun Resiliensi Keamanan Maritim Menghadapi Ancaman IUU Fishing, Kejahatan Transnasional, dan Persaingan Kekuatan Besar di Indo-Pasifik Asep Iwa Soemantri; Lukman Yudho Prakoso; Harri Dolly Hutabarat; Amin Lestari; Steven Toar Sambouw
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3811

Abstract

Kawasan Indo-Pasifik menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global sekaligus arena kompetisi geopolitik yang semakin kompleks. Di tengah dinamika tersebut, negara-negara ASEAN menghadapi berbagai ancaman keamanan maritim seperti Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing), kejahatan transnasional maritim, penyelundupan narkotika, perdagangan manusia, perompakan, serta meningkatnya rivalitas kekuatan besar yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kolaborasi regional ASEAN dalam menghadapi ancaman keamanan maritim serta merumuskan strategi optimalisasi kerja sama kawasan untuk membangun resiliensi keamanan maritim yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN telah memiliki berbagai mekanisme kerja sama seperti ASEAN Maritime Forum, Expanded ASEAN Maritime Forum, ADMM-Plus, dan ReCAAP yang telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan koordinasi antarnegara, namun masih menghadapi kendala berupa kesenjangan kapasitas keamanan maritim, integrasi data yang terbatas, perbedaan regulasi nasional, dan tekanan geopolitik eksternal. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan Maritime Domain Awareness, interoperabilitas kelembagaan, diplomasi maritim regional, pertukaran informasi keamanan maritim, harmonisasi regulasi, dan pembangunan kapasitas bersama merupakan faktor utama dalam meningkatkan resiliensi keamanan maritim ASEAN. Dengan menerapkan prinsip-prinsip implementasi kebijakan keamanan maritim (integrasi, interaksi, transparansi, kontrol, akuntabilitas, kerahasiaan, dan regulasi) serta pendekatan empat matriks keamanan maritim Christian Bueger (Sea Power, Economic Development, Human Security, dan Marine Environment), ASEAN dapat membangun sistem keamanan maritim yang lebih adaptif dan terintegrasi untuk menghadapi ancaman multidimensional yang terus berkembang serta mendukung visi Komunitas ASEAN 2045 yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Maritime Domain Awareness Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Resiliensi Keamanan Maritim Indonesia Menghadapi Ancaman Hibrida Global Pada Jalur Perdagangan Internasional Indo-Pasifik Lukman Yudho Prakoso; Hudiarto Krisno Utomo; Harri Dolli Hutabarat; Asep Iwa Soemantri; Steven Toar Sambouw
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3822

Abstract

Perkembangan ancaman hibrida global di kawasan Indo-Pasifik telah meningkatkan kompleksitas tantangan keamanan maritim yang tidak hanya mencakup ancaman militer, tetapi juga kejahatan lintas negara, serangan siber, gangguan ekonomi, dan ancaman informasi. Sebagai negara kepulauan dengan posisi strategis dalam jalur perdagangan internasional, Indonesia membutuhkan sistem Maritime Domain Awareness (MDA) yang mampu mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman secara cepat serta terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi MDA Indonesia dalam menghadapi ancaman hibrida global serta merumuskan strategi optimalisasi MDA berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan resiliensi keamanan maritim nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus strategis. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen, observasi, serta wawancara mendalam dengan para ahli dan pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MDA Indonesia masih menghadapi kendala berupa fragmentasi data antarinstansi, keterbatasan pengawasan real-time, ancaman siber, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi AI. Strategi optimalisasi berbasis AI melalui integrasi Big Data Analytics, Machine Learning, sistem peringatan dini, dan dukungan pengambilan keputusan dapat memperkuat dimensi Sea Power, Economic Development, Marine Environment, dan Human Security. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan AI-Based MDA merupakan strategi penting dalam membangun sistem keamanan maritim Indonesia yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.