Claim Missing Document
Check
Articles

PEMERIKSAAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA DETEKSI HIPERTENSI PADA REMAJA Lenggogeni, Devia Putri; Afriyanti, Esi; Gusty, Reni Prima; Oktarina, Elvi; Muliantino, Mulyanti Roberto; Simandalahi, Tiurmaida; Krisdianto, Bobby Febri; Rahman, Dally
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27848

Abstract

Abstrak: Hipertensi semakin sering terjadi pada kalangan remaja dan berisiko meningkatkan kemungkinan penyakit kardiovaskular serta komplikasi kesehatan di kemudian hari. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi tingkat risiko hipertensi pada remaja melalui pemeriksaan kesehatan di sekolah, serta memberikan informasi mengenai hipertensi pada siswa SMAN 9 melalui edukasi kesehatan. Kegiatan ini melibatkan 66 siswa di SMAN 9 Padang. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan kesehatan dan edukasi kesehatan. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah, ditemukan bahwa 50 siswa (76%) memiliki tekanan darah sistolik di bawah 120 mmHg, namun masih ada 5 siswa (7,3%) dengan tekanan sistolik di atas 129 mmHg. Untuk tekanan darah diastolik, 58 siswa (88%) berada di bawah 80 mmHg, sedangkan 4 siswa (5%) memiliki tekanan diastolik lebih dari 84 mmHg. Hasil edukasi kesehatan menunjukkan ada pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan siswa mengenai penyakit hipertensi dengan p – value < 0.005. Melalui kegiatan ini, pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dapat ditekankan sebagai langkah deteksi dini hipertensi pada remaja, sekaligus meningkatkan kesadaran dan mendorong penerapan langkah-langkah pencegahan.Abstract: Hypertension is becoming more frequently seen among adolescents, potentially increasing the risk of cardiovascular disease and health complications later in life. This community outreach initiative aimed to assess the prevalence of hypertension risk among adolescents via health screenings in schools and to identify hypertension-related risk factors. The activity included 66 students from SMAN 9 Padang. Methods consisted of health assessments and educational sessions. Blood pressure results showed that 50 participants (76%) had systolic blood pressure below 120 mmHg, while 5 participants (7.3%) had systolic pressure exceeding 129 mmHg. For diastolic pressure, 58 participants (88%) had readings below 80 mmHg, with 4 participants (5%) showing diastolic pressure above 84 mmHg. The results of health education indicate a significant impact on students' knowledge about hypertension, with a p-value < 0.005. This initiative highlights the value of regular health screenings as an early detection measure for hypertension in adolescents, fostering awareness and encouraging preventive practices. 
Faktor Intrapersonal Yang Berhubungan dengan Self Management Pada Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Sungai Dareh Lina Manda Sari; Emil Huriani; Devia Putri Lenggogeni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50573

Abstract

Masih banyaknya komplikasi pada penyakit DM disebabkan oleh kurangnya self management pada penderita DM. Salah satu strategi meningkatkan self management dapat menggunakan pendekatan model sosial ekologi, terutama pada faktor intrapersonal, berperan penting dalam memperkuat perilaku pengelolaan diri sehingga penderita lebih mampu mengendalikan penyakitnya secara mandiri dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor intrapersonal dengan self management pada penderita DM tipe II di Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya. Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Total sampel berjumlah 167 penderita DM tipe 2. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner diabetes knowledge questionnaire, diabetes distress scale, diabetes management self efficacy scale, diabetes empowerment scale-short form, diabetes self management questionnaire-revised. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang signifikan antara, pengetahuan, diabetes distress, self efficacy dan self empowerment dengan self management (p value=<0,05). Faktor resiko yang paling dominan berhubungan dengan self management adalah diabetes distress p value=0.021, OR=12,315). Disarankan perlu adanya layanan psikologis bagi penderita DM, pembentukan kelompok dukungan (support group) dan melakukan pengembangan dan evaluasi intervensi yang lebih spesifik untuk mengurangi diabetes distress. Kata kunci: Self management, pengetahuan, diabetes distress, self efficacy, self empowerment, Dm tipe 2
Pengaruh Slow Stroke Back Massage Menggunakan Minyak Serai Wangi Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Delta Meda Aba; Emil Huriani; Devia Putri Lenggogeni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51117

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan lebih dari 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita serta lebih dari satu miliar orang mengalami kaadaan tersebut.Slow stroke back massage merupakan salah satu jenis terapi non farmakologi berupa memberikan pijatan di area punggung. Pemberian massage dengan menggunakan minyak esensial lebih efektif untuk menstimulasi system sirkulasi darah. Minyak serai wangi yang merupakan salah satu minyak esensial asli Indonesia yang memiliki efek yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalag untuk menentukan pengaruh Slow Stroke Back Massage dengan minyak serai wangi terhadap tekanan darah. Desain penelitian menggunakanQuasi Experimen dengan pretest posttes with control group. Sampel pada penelitian berjumlah 19 orang kelompok intervensi dan 19 orang kelompok kontrol dengan menggunakan teknik Convenience Sampling. Instrumen yang digunakaan adalah alat pengukur tekanan darah dan minyak serai wangi. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kari Teluk Kuantan tahun 2025. Hasil penelitian didapatkan pada kelompok intervensi nilai rata-rata tekanan darah sistolik sebelum 153,16 menjadi 147,05 dengan selisih 6,11 p-value < 0,001 artinya terdapat perbedaan signifikan rata-rata tekanan darah sitolik. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum 91,32 menjadi 87,11 dengan selisih 4,21 p-value < 0,001.
Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Keparahan Chemotherapy-Induced Nausea And Vomiting (CINV) Pada Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi Yelnia Tetrianti; Leni Merdawati; Mulyanti Roberto Muliantino; Devia Putri Lenggogeni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51189

Abstract

Mual dan muntah merupakan efek samping yang sering dialami oleh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup dan memengaruhi kepatuhan pasien terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan karakteristik pasien dengan tingkat mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah sampel 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR). Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson correlation, independent t-test, dan Kruskal-Wallis dengan bantuan program SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia dengan tingkat mual muntah (p=0,000), tingkat pendidikan dengan tingkat mual muntah (p=0,000), stadium kanker dengan tingkat mual muntah (p=0,000), dan siklus kemoterapi dengan tingkat mual muntah (p=0,009). Pasien dengan tingkat pendidikan rendah memiliki skor mual muntah yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan pendidikan tinggi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien seperti usia, tingkat pendidikan, stadium kanker, dan siklus kemoterapi berhubungan dengan tingkat mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kata Kunci : kanker payudara, karakteristik pasien, kemoterapi, mual muntah
Willingness To Use HIV Self-Testing and Its Association with Sexual Behavior Stigma Among Men Who Have Sex with Men In Padang, Indonesia Mahathir; Latifah, Sarah; Djamil, Mohd.; Safitri, Kiki Hardiansyah; Wenny, Bunga Permata; Yuliharni, Siti; Banowo, Agus Sri; Lenggogeni, Devia Putri; Sarfika, Rika; Randy Refnandes; Windy Freska; Fitra Yeni; Winbaktianur; Putra, Niko Destri; Ni Ketut Lestari
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 21 No. 2 (2025): NJK Volume 21, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v21i2.392

Abstract

The provision of HIV prevention programs targeting key populations, particularly men who have sex with men (MSM), has been expanding rapidly. HIV self-testing (HIVST) has emerged as an accessible and convenient method for individuals to determine their HIV status independently. However, its utilization remains suboptimal, one potential barrier is the fear of stigma related to sexual behavior experienced by MSM. This study aimed to examine the association between sexual behavior stigma and willingness to undertake HIV self-testing among MSM. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted using a non-probability (accidental) sampling technique. The study included 83 MSM participants affiliated with non-profit organization in Padang City. Data collection was carried out from February to May 2025.Two instruments were employed: The Sexual Behavior Stigma (SBS) Scale to assess sexual behavior stigma and a structured questionnaire to measure willingness to perform HIV self-testing. Data were analyzed using Spearman’s rank correlation test. The results showed that the mean score of sexual behavior stigma was 4.15, while the mean score for willingness to undertake HIV self-testing was 0.458, indicating that 45.8% of respondents expressed willingness to perform HIVST. Statistical analysis revealed a significant correlation between sexual behavior stigma and willingness to undertake HIV self-testing (p = 0.000; r = 0.486; r² = 0.236). These findings suggest that higher levels of sexual behavior stigma are associated with lower willingness to perform HIV self-testing. Sexual behavior stigma will lower the success of achieving HIV eradication. It is crucial to reactivate stigma elimination programs to create a safe and supportive environment for MSM as key populations, enabling them to protect themselves from the risk of HIV transmission.
PENGUATAN PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIK MELALUI SKRINING FAKTOR RISIKO DAN EDUKASI KOMPREHENSIF PADA WANITA DEWASA Afriyanti, Esi; Fatmadona, Rika; Lenggogeni, Devia Putri; Merdawati, Leni; Oktarina, Elvi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36551

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama wanita dewasa di Kelurahan Alai Parak Kopi adalah tingginya faktor risiko penyakit ginjal kronik (PGK) serta rendahnya pengetahuan mengenai pencegahannya. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan deteksi dini dan pemahaman masyarakat melalui skrining kesehatan dan edukasi komprehensif. Kegiatan melibatkan 53 wanita dewasa sebagai mitra, mencakup penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, indeks massa tubuh, serta senam kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test pengetahuan dan observasi keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan tingginya proporsi risiko PGK, yaitu IMT tinggi (45,3%), hipertensi (41,5%), hiperglikemia (24,5%), dislipidemia (39,6%), dan hiperurisemia (37,7%). Selain itu, pengetahuan peserta sebesar 18–32% pada aspek PGK, hipertensi, diabetes, asam urat, dan hiperkolesterolemia. Intervensi ini membuktikan bahwa skrining dan edukasi terstruktur efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran pencegahan PGK. Program lanjutan berbasis komunitas direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan perubahan perilaku.Abstract: The major health concern among adult women in Alai Parak Kopi is the high prevalence of chronic kidney disease (CKD) risk factors and limited knowledge regarding its prevention. This community program aimed to enhance early detection and health literacy through structured screening and educational interventions. A total of 53 adult women participated in health education, screening of blood pressure, glucose, cholesterol, uric acid, body mass index, and group exercise sessions. Evaluation was conducted using a pre-test and behavioral observation. Results showed substantial CKD risk: high BMI (45.3%), hypertension (41.5%), hyperglycemia (24.5%), dyslipidemia (39.6%), and hyperuricemia (37.7%). Knowledge scores increased by 18–32% across CKD, hypertension, diabetes, uric acid, and hypercholesterolemia domains. These findings demonstrate that structured screening and education effectively improve health awareness and early prevention of CKD. Continued community-based programs are recommended to sustain behavioral change.