Claim Missing Document
Check
Articles

Environmental Dynamics With Diarrhea Case on Toddlers Erpita Yanti; Armaita Armaita; Aulia Asman; Linda Marni; Yessy Aprihatin
Science and Environmental Journal for Postgraduate Vol 2 No 2 (2020): Science and Environmental Journals for Postgraduate (SENJOp)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/senjop.v2i2.82

Abstract

Diarrhea is a disease that often occurs in toddlers both in the world and in Indonesia itself, WHO noted that diarrhea cases in infants in 2013 were 1.5 billion cases with a mortality rate of around 760,000 cases. Meanwhile, according to data from UNICEF and WHO in the same year, the death rate due to diarrhea is around 2000 toddlers each year (Craswel, 2012). The highest increase in the level of public health can be realized through the creation of the people, nation and state of Indonesia which is characterized by its population living with behavior and in a healthy environment, having the ability to reach quality health services, fairly and equally. The purpose of this study was to determine the dynamics of the cause of diarrhea in toddlers. The risk dynamics that cause diarrhea are environmental health dynamics such as the availability of sewerage (SPAL), utilization of family latrines (JAGA), utilization of clean water facilities, exclusive breast milk (ASI), washing hands after defecation or before meals, and boiling drinking water, the availability of sewerage is proven to cause diarrhea in children under five. Sanitation education environment and education or health promotion for mothers of children under five need to be improved, so as to reduce the risk of diarrhea in toddlers
The Impact of Environmental Sanitation on Community Health Linda Marni; Aulia Asman; Armaita Armaita; Erpita Yanti; Yessy Aprihatin
Science and Environmental Journal for Postgraduate Vol 2 No 2 (2020): Science and Environmental Journals for Postgraduate (SENJOp)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/senjop.v2i2.84

Abstract

This study aims to describe and discuss the impact of environmental sanitation on public health. The research method used is descriptive. The sampling technique uses purposive sampling. The results showed that: 1) the environmental sanitation conditions of the community were not good because they did not meet health requirements, 2) there was a relationship between the condition of the sewerage, landfills, latrines, and the condition of the house that was not yet healthy so that it had an impact on illnesses such as fever bleeding, tuberculosis, diarrhea and others.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLE PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SABAI NAN ALUIH SICINCIN KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2022 Hidayati Hidayati; Vivi Yuderna; Aulia Asman; Sandra Dewi; Mike Asmaria
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1424

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas normal, hipertensi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan lansia, sehingga dapat menyebabkan komplikasi dan penyakit kardiovaskuler bila tidak ditangani dengan tepat.Terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah salah satunya melakukan terapi relaksasi benson. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi benson terhadap tekanan darah sistole pada lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2022 Terapi relaksasi benson merupakan terapi religius yang melibatkan faktor keyakinan agama, yang dapat menyelesaikan relaksasi semua otot dan merupakan upaya untuk memusatkan perhatian pada suatu fokus dengan menyebutkan berulang-ulang kalimat ritual dan menghilangkan berbagai fikiran yang mengganggu. Relaksasi benson dapat mengurangi kecemasan, mengatasi serangan hiperventilasi, mengurangi sakit kepala, nyeri punggung, angina pectoris, hipertensi gangguan tidur dan mengurangi stress (benson, 2000).Teknik relaksasi Benson merupakan teknik latihan nafas. Dengan latihan nafas yang teratur dan dilakukan dengan benar, tubuh akan menjadi lebih rileks, menghilangkan ketegangan saat mengalami stress dan bebas dari ancaman. Perasaan rileks akan diteruskan ke hipotalamus untuk menghasilkan CorticotropinReleasing Factor (CRF). Selanjutnya CRF merangsang kelenjar pituitary untuk meningkatkan produksi Proopioidmelanocortin (POMC) sehingga produksi enkephalin oleh medulla adrenal meningkat. Kelenjar pituitary juga menghasilkan β endorphin sebagai neurotransmitter. Dengan meningkatnya enkephalin dan β endorphin, pasien akan merasa lebih rileks dan nyaman (Taylor, 1997 dalam Risnasari, 2005).Kata Kunci : Tekanan Darah Sistole, Lansia, Terapi Relaksasi Benson
Manajemen Operasional Digital terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Pneumonia di Poliklinik Paru di RSUD Pariaman Aulia Asman
ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal Vol 2 No 2 (2021): ADI Bisnis Digital Interdisiplin
Publisher : ADI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/abdi.v2i2.542

Abstract

Pneumonia is an acute infection that attacks the lung tissue (alveoli) caused by bacteria, viruses or fungi. Pneumonia is still a potential life threatening hazard and is the 6th cause of death from all causes of death and the first rank as a cause of infectious disease death. The case of pneumonia at the Pulmonary Polyclinic at Pariaman Hospital increased. The initial survey conducted by researchers at the Pulmonary Polyclinic of Pariaman Hospital by interviewing 8 people who visited the Pulmonary Polyclinic where 62.9% of people said they did not know about the definition of pneumonia, the causes of signs and prevention of pneumonia 3 of them suffered from pneumonia they did not finish junior high school and some even went to elementary school, they also said an active smoker. Meanwhile, 37.1% of people said they knew about pneumonia and even its prevention. This study aims to determine the factors associated with the incidence of pneumonia in the Pulmonary Polyclinic of Pariaman Hospital. This type of research is descriptive analytic with a cross sectional study approach. The population in this study were all patients who visited the Pulmonary Clinic at Pariaman Hospital during the study. The sampling technique was accidental sampling. The results showed that there was a relationship. There was a significant relationship between knowledge and attitude of efforts to prevent pneumonia in Pariaman Hospital. The quality of hospital services can be further improved by providing pneumonia counseling and as a reference material for further research related to pneumonia. And. It is hoped that the Health Office will cooperate with the Pariaman Hospital in coordination with the hospital's public health counseling unit (PKM-RS) to provide health education and promotion regarding pneumonia.
PERAWATAN DIABETES MELLITUS DI KOMUNITAS (MELLITUS DIABETES CARE IN THE COMMUNITY) Aulia Asman; Debby Sinthania; Linda Marni
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i1.425

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) penyakit tidak menular yang serius menjadi masalah kesehatan di masyarakat Indonesia maupun di dunia (Krisnatuti,2008). Pemerintah memprioritaskan pengendalian DM melalui promotif, preventif tanpa menyampingkan upaya kuratif dan rehabilitasi. Pengendalian DM dilakukan Kemenkes yaitu monitoring, deteksi dini faktor risiko DM di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) dan implementasi perilaku cek kesehatan secara berkala, rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, kelola stres (Kemenkes,2013). Tujuan pengabdian masyarakat mengenal DM melalui edukasi, memberikan perawatan keluarga yang sakit, bisa mengubah perilaku masyarakat. Edukasi yang diberikan adalah Penyuluhan DM tentang perjalanan penyakit, pengendalian DM, komplikasi dan resiko DM, pemantauan dan Pemeriksaan glukosa darah. Penatalaksanaan diet DM melalui edukasi gizi, perencanaan pola makan, motivasi dan dukungan konselor gizi. Melakukan Olahraga senam DM yang teratur, (3-4 kali seminggu selama 30 menit), berjalan kaki ke pasar, menggunakan tangga, berkebun. Demonstrasi Terapi Non farmakologi yaitu pengolahan tanaman herbal (daun sirih merah). Daun sirih merah berkhasiat untuk pengobatan DM tipe 2 karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan minyak atsiri yang bersifat menurunkan kadar gula darah. Kesimpulan hasil pengabmas masyarakat memahami dan sadar pentingnya menjaga gula darah, olah raga, pengaturan pola makan dan pemanfaatan lahan di rumah untuk terapi herbal diabetes mellitus.
PENYULUHAN SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG DALAM Debby Silvia Dewi dan Aulia Asman
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT CAHAYA MANDALIKA (ABDIMANDALIKA) e-ISSN 2722-824X Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi lansia adalah menggunakan metode non farmakologis. Terapi non farmakologis yang dilakukan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah terapi Slow Deep Breathing (SDB). Program kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup lansia yang menderita penyakit hipertensi adalah penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan terapi Slow Deep Breathing untuk menurunkan tekanan darah. Kegiatan penyuluhan di Puskesmas Kampung Dalam dilakukan secara bertahap mulai dari persiapan sampai evaluasi. Setelah dilaksanakan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan terapi Slow Deep Breathing didapatkan peningkatan pengetahuan lansia tentang penyakit hipertensi dari 25% (sangat kurang pengetahuan) meningkat menjadi 60% (memiliki pengetahuan baik) serta adanya peningkatkan pengetahuan lansia tentang manfaat slow deep breathing untuk menurunkan hipertensi dari 0% (sangat kurang pengetahuan) meningkat menjadi 80% (memiliki pengetahuaan sangat baik). Semua lansia yang menderita hipertensi telah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan terapi Slow Deep Breathing untuk menurunkan hipertensi.
Pemberdayaan Kader Posyandu Sebagai Salah Satu Inovasi Cerdas dalam Pengelolaan Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Pelatihan Baby Massage Alimuddin Alimuddin; Aulia Asman; Dedi Supendra; Liza Liza
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i2.407

Abstract

Kenagarian Lasi merupakan salah satu desa yang berada di kaki gunung Merapi tepatnya di Kecamatan Candung Kabupaten Agam Sumatera Barat. Kondisi penduduk yang banyak akan menuntut pengelolaan yang baik dilaksanakan oleh pihak pemerintah dalam hal pelayanan kesehatan bagi masyarakat utamanya pada ibu dan anak pasca melahirkan. Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh pemerintah setempat salah satunya yaitu dengan pembentukan kader-kader posyandu untuk membantu dalam pengelolaan dan pelayanan masyarakat pasca melahirkan. Adapun beberapa permasalahan yang diperoleh dari mitra yaitu: (a) Belum ada layanan Baby Massage di Kenagarian Lasi untuk mendukung salah satu pelayanan kesehatan bagi bayi, dan bahkan belum ada masyarakat atau tenaga kesehatan yang mampu melakukan Baby Massage, (b) Dengan kondisi masyarakat yang berada di daerah perkampungan sehingga banyak masyarakat yang masih minim pengetahuan dan kesadaran terkait pentingnya menjaga kondisi anak-anak dan balita sehingga berdampak pada kesehatan anak. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan analisis masalah sebelumnya sehingga untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan program pelatihan baby massage dan pencegahan stunting untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Adapun Adapun metode yang digunakan adalah metode pelatihan dan workshop. Untuk sosialisasi pencegahan stunting dilaksanakan pada bulan Juli 2022 di aula kantor Kenagarian Lasi dengan peserta masyarakat dari setiap dusun/jorong serta kader posyandu itu sendiri. Luaran dari hasil pengabdian ini adalah (a) Terdapat peningkatan keterampilan dan pelayanan oleh kader posyandu dalam hal praktek Baby Massage, (b) Pengetahuan dan pemahaman terkait stunting sehingga dapat mengedukasi masyarakat secara umum pentingnya pencegahan stunting.
Pemberdayaan Masyarakat Pelatihan GEPID (Triage and Rapid Treatment) Terhadap Kesiapsiagaan Evakuasi Korban Bencana Alam Gempa Aulia Asman; Alimuddin Alimuddin; Mike Asmaria
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i3.367

Abstract

Gempa bumi menimbulkan beberapa dampak baik dari segi fisik maupun moril, trauma serta perasaan tidak tenang dan terancam. Gempa yang terjadi Kabupaten Pasaman Barat memakan korban jiwa sebanyak 4 orang, luka berat, 37 orang, luka ringan 310 orang dan kurang lebih 10.000 jiwa mengungsi di 35 titik pengungsian. Timbulnya korban jiwa dan kerusakan/kerugian adalah kekurangsiap-siagaan masyarakat dalam penanganan bencana, tanggap agar dampak yang ditimbulkan dari bencana gempa tidak berat maka di perlukannya pemberian informasi, pelatihan dan tim cepat, Salah satunya diadakannya penyuluhan dan pelatihan GEPID (Triage dan Rapid Treatment). Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Nagari Persiapan Ampek Angkek Koto Barat Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Metode pengabdian masyarakat ini Penyuluhan dan Pelatihan. Hasil penyuluhan dan pelatihan tentang GEPID mayoritas pengetahuan danketerampilan peserta menjadi baik, dan terbentuknya Forum Masyarakat Tanggap Bencana GEPID yang belum pernah ada. Diharapkan masyarakat yang terlatih bisa berperan serta jika ada bencana gempa susulan.
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN TENGGELAM MELALUI SIMULASI MODELING PARTISIPAN PADA NELAYAN PESISIR PANTAI Aulia Asman; Ramaita Ramaita; Anggra Trisna Ajani; Sandra Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18893

Abstract

Tenggelam merupakan keadaan yang gawat darurat korban tenggelam yang memerlukan kecepatan dan ketanggapan pertolongan pertama. Dampak keterlambatan pertolongan pertama korban tenggelam selain dapat menyebabkan kecatatan dapat juga berdampak kematian. Tenggelam adalah penyebab utama ke-3 kematian karena cedera yang tidak disengaja, terhitung 7% dari semua kematian yang terkait dengan cedera. WHO menyatakan bahwa 0,7% penyebab kematian di dunia atau lebih dari 500.000 kematian setiap tahunnya disebabkan oleh tenggelam. Diperkirakan 387.000 orang meninggal karena tenggelam, yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Nelayan dalam memberi pertolongan pertama pada korban tenggelam melalui simulasi modeling partisipan di Desa Pauh Barat Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman. Metode pengabdian masyarakat ini Penyuluhan dan Pelatihan. Hasil penyuluhan dan pelatihan tentang Pertolongan pertama korban tenggelam mayoritas pengetahuan danketerampilan peserta menjadi baik, dan terbentuknya Forum Masyarakat Tanggap Gawat Darurat yang belum pernah ada. Diharapkan masyarakat nelayan yang terlatih bisa berperan serta jika ada keadaan gawat darurat (korban tenggelam)
The Effect of Foot Soak Therapy Using Warm Water on the Lowering Blood Pressure in Patients with Essential Hypertension Mariza Elvira; Debby Sinthania; Debby Silvia Dewi; Aulia Asman; Muhammad Arif
South East Asia Nursing Research Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.5.2.2023.23-29

Abstract

Essential hypertension is an increase in blood pressure with no known cause. Management of hypertension can be done non-pharmacologically such as massage, acupuncture, meditation, herbal treatment, and foot soak therapy using warm water. Foot soak therapy using warm water are inexpensive and effective. In 2021, Sungai Sariak Community Health Center patients had hypertension second most often. It provides therapy in the form of drugs like amlodipine, but a nurse interviewed said they had never provided education about foot soak therapy using warm water. The study examined the foot soak therapy using warm water on blood pressure in patients with essential hypertension. This study employed experimental design through Purposive Sampling to choose 25 hypertensive patients. The average systolic blood pressure of people with hypertension before giving foot soak therapy using warm water was 156.96 and after giving foot soak therapy using warm water was 142 .40, the average diastolic blood pressure of people with hypertension before giving foot soak therapy using warm water was 88.44 and after giving foot soak therapy using warm water was 81.44, there was an effect of foot soak therapy using warm water on blood pressure in people with essential hypertension with p value = 0.000 (< 0.05) for the systolic blood pressure variable and for the diastolic blood pressure variable, a p value = 0.006 (< 0.05). Foot soak therapy using warm water has a significant effect on reducing blood pressure in hypertension sufferers.