Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Rancang Bangun Alat Ukur Indeks Massa Tubuh (IMT) Digital Berbasis Data Untuk Mendukung Pelayanan Medical Check-Up Muhtar; Lie, Lili Ruhyana; Gunawan; Legowo, Danang Kristioko; Firman, Abdul; Hidayat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2804

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan parameter penting dalam pemeriksaan kesehatan untuk menilai status gizi dan risiko penyakit. Namun, pengukuran IMT secara manual masih memiliki keterbatasan dalam hal akurasi dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan alat ukur IMT digital berbasis data untuk meningkatkan ketepatan pengukuran dan mendukung integrasi dengan sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk menghasilkan produk baru dan mengevaluasi efektivitasnya sebelum digunakan secara luas. Proses penelitian dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi masalah, perancangan desain, pembuatan prototipe, uji coba, dan evaluasi, guna memastikan produk yang dihasilkan berkualitas dan sesuai kebutuhan pengguna. Alat ini dilengkapi sensor berat (Load Cell), sensor tinggi badan (Ultrasonic), dan sensor lingkar perut (Rotary Encoder) yang terhubung dengan mikrokontroler (Arduino) untuk memproses data secara real-time. Hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD dan dapat disimpan dalam basis data, sehingga memudahkan tenaga medis dalam menganalisis dan memantau kondisi pasien. Pengujian menunjukkan tingkat akurasi sebesar 98% untuk berat badan dan 97% untuk tinggi badan, dengan margin kesalahan kurang dari 1%. Alat ini diharapkan dapat menunjang layanan pemeriksaan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terdigitalisasi.
Reformulasi Kedudukan MPR Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca-Amandemen UUD 1945 Perspektif Hukum Tata Negara Islam Kontemporer Yumansyah, Diki; Arkiang, Bachder Syarif; Ramadhan, M. Jasuli; Al Farid , Muhammad; Muhtar
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 14 No. 2 (2025): Maqasid Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqs.v14i2.26944

Abstract

This research examines the reformulation of the status of the People’s Consultative Assembly (MPR) within Indonesia’s constitutional system after the amendment of the 1945 Constitution, using a convergent approach between positive constitutional law and contemporary Islamic constitutional thought. Following the amendments, the MPR was transformed from the highest state institution into a high state organ equal to others, thereby losing part of its strategic function. By employing the principles of shūrā, ahl al-ḥall wa al-ʿaqd, and maqāṣid al-sharīʿah, this study offers an alternative perspective to strengthen the role of the MPR as a moral-constitutional institution. The findings reveal that integrating Islamic ethical values with Pancasila has the potential to enrich the substantive dimension of Indonesian democracy. The reformulation emphasizes the importance of reinforcing ideological evaluative functions, establishing a national deliberative forum, and enhancing the ethical capacity of MPR members as strategic efforts toward more dignified and just governance.
Segmentasi Pemilih Moderat dan Tradisional: Peta Elektoral PKS Provinsi Maluku 2024 Muhtar; Mukhlis Fataruba; Rukoyah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/c5na2081

Abstract

The General Elections Commission (KPU) recapitulation (March 19, 2024) placed PAN as the winner of the most votes in the Indonesian House of Representatives (DPR RI) from the Maluku electoral district (178,770), followed by PKS (146,716) and PDI-P (145,777). This study asks: which voter segment—moderate or traditional—supported PKS's achievements, and what are the implications for the 2024 regional elections. Based on the segmentation–targeting–positioning (STP) framework and the Indonesian voter behavior literature, we formalize two constructs: the moderate segment (response to issues–performance–accountability) and the traditional segment (social–religious networks, local figures, culturally valuable services). The explanatory sequential mixed method design (quantitative → qualitative) anchors the analysis on official KPU data, accompanied by a proposed Moderate Index (IM) and Traditional Index (IT) for mapping per sub-district/urban village. The results show that PKS's best performance occurs when value politics meets network politics: in the high IM corridor, differentiation is determined by concrete policy language and public accountability; in the high IT corridor, the rhythm of da'wah (preaching) and social gatherings, rooted figures (including women), and cultural service packages secure votes. The decline in provincial DPRD seats indicates inefficient vote conversion due to thin distribution and the lack of anchor figures in several traditional pockets. Practical implications: STP orchestration based on the IM-IT map, focusing on "last seat" polling stations, and meso channels to bridge issues and services ahead of the 2024 regional elections.
Pemberdayaan Pemerintahan Negeri melalui Edukasi SPMDesa untuk Tata Kelola dan Resolusi Konflik di Negeri Tamilouw Tahun 2025 Muhtar; Mike J Rolobessy; Marno Wance
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/w6ayhz30

Abstract

Program “Pemberdayaan Pemerintahan Negeri melalui Edukasi SPMDesa untuk Tata Kelola dan Resolusi Konflik di Negeri Tamilouw Tahun 2025” dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara mandat normatif dan praktik layanan harian. Melalui data clinic, definisi operasional disepakati dan Rumah Dataku diposisikan sebagai single source of truth sehingga indikator—cakupan D/S posyandu, K1–K4, imunisasi dasar lengkap, kepemilikan dokumen adminduk, partisipasi PIK R, layanan BKL—ditarik langsung ke dashboard tersegmentasi per RT/dusun. Klinik SOP menerjemahkan SPMDesa menjadi SOP ringkas dan service charter ber-SLA, diujicobakan dengan time–motion study dan perbaikan cepat agar adaptif terhadap konteks geografis. Rapat triwulan direkayasa sebagai lokus akuntabilitas berbasis indikator dan format 3T (Tanggung jawab–Tenggat–Tanda bukti), disertai audit mutu cepat pasca-rapat untuk menutup loop pembelajaran. Mekanisme pengaduan–mediasi multikanal—dilengkapi logbook, SLA respons, dan berita acara—menggeser pengaduan menjadi “sensor mutu” yang memicu service recovery serta revisi SOP bila diperlukan. Sebagai pengungkit akses, UPPKA ditautkan ke indikator prioritas dan pos APBDes untuk menutup biaya tidak langsung (transport rujukan, nutrisi balita, dukungan edukator sebaya). Hasil yang diharapkan: keputusan berbasis bukti, penurunan lead time rujukan, kenaikan cakupan layanan prioritas, dan berkurangnya friksi layanan melalui resolusi konflik yang cepat, adil, dan terdokumentasi.
PERBANKAN DAN PENINGKATAN LITERASI SERTA INKLUSI KEUANGAN Muhtar
MANAJEMEN DEWANTARA Vol 7 No 1 (2023): MANAJEMEN DEWANTARA
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/md.v7i1.12943

Abstract

Financial inclusion is widely regarded as a key towards reducing inequality. Providing a better access to finance helps to reduce poverty by granting more equal opportunity to grow. Therefore, to promote a more inclusive economic growth, G20 countries establish principles for innovative financial inclusion to share and promote together the development of inclusive finance. This study reviews previous both empirical and theoritical literatures to provide more evidences how the current body of literature has examined financial inclusion. Based on the previous literature, financial inclusion is determined not only by the lower cost but also distance to service, legal protection and political stability. Hence, providing wider range of services, a better legal protection and political stability is necessery particularly to promote more inclusive economic growth which is associated to financial inclusion. Keywords: Banking, Financial inclusion, Literate
Rancang Bangun Alat Ukur Indeks Massa Tubuh (IMT) Digital Berbasis Data Untuk Mendukung Pelayanan Medical Check-Up Muhtar; Lie, Lili Ruhyana; Gunawan; Legowo, Danang Kristioko; Firman, Abdul; Hidayat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2804

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan parameter penting dalam pemeriksaan kesehatan untuk menilai status gizi dan risiko penyakit. Namun, pengukuran IMT secara manual masih memiliki keterbatasan dalam hal akurasi dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan alat ukur IMT digital berbasis data untuk meningkatkan ketepatan pengukuran dan mendukung integrasi dengan sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk menghasilkan produk baru dan mengevaluasi efektivitasnya sebelum digunakan secara luas. Proses penelitian dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi masalah, perancangan desain, pembuatan prototipe, uji coba, dan evaluasi, guna memastikan produk yang dihasilkan berkualitas dan sesuai kebutuhan pengguna. Alat ini dilengkapi sensor berat (Load Cell), sensor tinggi badan (Ultrasonic), dan sensor lingkar perut (Rotary Encoder) yang terhubung dengan mikrokontroler (Arduino) untuk memproses data secara real-time. Hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD dan dapat disimpan dalam basis data, sehingga memudahkan tenaga medis dalam menganalisis dan memantau kondisi pasien. Pengujian menunjukkan tingkat akurasi sebesar 98% untuk berat badan dan 97% untuk tinggi badan, dengan margin kesalahan kurang dari 1%. Alat ini diharapkan dapat menunjang layanan pemeriksaan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terdigitalisasi.
REPRESENTASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM WEDDING AGREEMENTH THE SERIES Waty, Nasrah; Jumarlis, Mila; Muhtar
SHOUTIKA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i1.1137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi nilai-nilai Islam yang terdapat dalam Wedding Agreement The Series. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif desktriptif dimana sumber datanya didapatkan dari sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang memaknai adegan, dialog, ekspresi dengan pemaknaan denotasi, konotasi dan mitos. Makna denotasi adalah makna sebenarnya, makna konotasi adalah makna yang tersembunyi, makna mitos adalah pemaknaan yang belum mendalam atau disebut dengan observasi kasar Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Wedding Agreement The Series terdapat nilai-nilai Islam yang dibagi menjadi tiga aspek yaitu nilai akidah, nilai syariah dan nilai akhlak. Nilai akidah yakni meyakini bahwa ujian itu tanda Allah sayang pada hamba-Nya, yakin bahwa semua masalah ada jalan keluarnya, yakin bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah. Nilai syariah adalah melaksanakan sholat, berpuasa, membaca Al-Qur’an, menikah karena ibadah, bakti kepada orang tua, taat pada suami, menjaga keluarga dari api neraka. Nilai akhlak yakni akhlak kepada Allah, akhlak kepada alam semesta, akhlak kepada sesama, akhlak kepada pasangan dan akhlak kepada keluarga.
MENGEMBANGKAN KREATIFITAS MURID BERBASIS TRI N DALAM PEMBELAJARAN IPAS Samsudin, Muchamad; Muhamad Harsono; Muhtar; Ana Fitrotun Nisa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19748

Abstract

This study aims to increase students' creativity by applying Tri N teachings (niteni, niroake, nambahake) through social studies learning in elementary schools. The instruments used were observation sheets of the learning process and observation sheets or observation rubrics for the level of student creativity. While the interview technique is used to obtain data related to Tri N teachings to students. Students' creative attitudes were observed using the observation rubric. Tri N is one of the Tamansiswa teachings initiated by Ki Hajar Dewantara. The research method used is descriptive qualitative to describe Tri N learning in an effort to increase the creativity of class IV students at SD Negeri 5 Panjer. While the data collection techniques used include observation, interviews, and the creative attitude observation rubric. The data analysis technique used refers to Milles and Huberman which includes the process of data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the research that has been done show that the application of Tri N teachings makes students have high creativity so that they can produce innovative and creative works.
PENGGUNAAN DIORAMA SEBAGAI SARANA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK KELAS 5 SEKOLAH DASAR Gigih Adilla Ayuningtyas; Elly Sukmanasa; Muhtar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the use of dioramas as interactive tools in teaching Integrated Science and Social Studies (IPAS) for Grade 5. The research seeks to understand how dioramas are implemented in the learning context and their impact on students' learning experiences. Data were collected through interviews, classroom observations, and analysis of the use of dioramas with 29 students at SDN Panaragan 1. The findings indicate that dioramas enhance student engagement and facilitate a deeper understanding of IPAS concepts through a more visual and interactive approach. Dioramas help students develop critical and creative thinking skills and deepen their comprehension of the subject matter. The results provide insights into how dioramas can be more effectively integrated into IPAS.
The Role of Entrepreneurship in Enhancing Economic Development: A Literature Review on the Dynamic Interaction between Education and Human Resources Muhtar; Dahri, Muh Ilhamuddin; Amory, Jeffriansyah Dwi Sahputra
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i1.854

Abstract

Economic development is a crucial aspect of a country's growth and progress. The role of entrepreneurship has increasingly been recognized as a key factor in accelerating economic development. This research aims to analyze the dynamic interaction between entrepreneurship, education, and human resources in the context of economic development. This study is a qualitative literature review. Data for this literature review will be obtained through searching relevant scholarly articles and conference papers from the Google Scholar database. The search will be limited to the time span between 2010 and 2024 to ensure the freshness and relevance of information. Keywords used entrepreneurship, economic development, education, human resources. The results of the study indicate that entrepreneurship is not only a driver of economic development but also a pathway to achieving inclusive, sustainable, and beneficial economic growth for society as a whole. Thus, a holistic approach involving education, human resource development, and appropriate policy support is needed to enhance the role of entrepreneurship in economic development. Governments, educational institutions, the private sector, and society as a whole need to collaborate to create an environment that supports entrepreneurial growth and minimizes barriers to the success of new businesses