Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penerapan Intervensi Terapi Generalis dan Terapi Berkebun Terhadap Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi: Studi Kasus Rangga, Lanang; Oktaviana, Wita; Sukandar, Mohammad
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42726

Abstract

Halusinasi pendengaran adalah mendengar suara atau kebisingan yang kurang jelas ataupun yang jelas, dimana terkadang suara-suara tersebut seperti mengajak bicara pasien dan kadang memerintah pasien untuk melakukan sesuatu. Apabila gangguan halusinasi pendengaran tidak bisa dikontrol, maka dapat mengakibatkan atau dampaknya menciderai diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Studi kasus ini yaitu untuk mengetahui dampak dari penerapan intervensi terapi generalis dan terapi berkebun terhadap pasien dalam mengontrol halusinasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus yang dilakukan di RSJD Surakarta. Untuk kriteria inklusi pasien dengan halusinasi pendengaran dengan sampel berjumlah 5 pasien. intervensi dalam strategi mengontrol halusinasi yaitu dengan memberikan pasien terapi berkebun yang dilakukan selama 1 kali pertemuan dalam 1 minggu selama 1 jam. Lalu setelah dilakukan intervensi terapi generalis dan terapi berkebun didapatkan hasil pasien mampu meningkatkan kemampuan dan dapat mengontrol halusinasinya. Kesimpulan dari studi kasus yaitu intervensi terapi generalis dan terapi berkebun mampu meningkatkan kemampuan aktivitas pasien dalam mengontrol halusinasinya sehingga intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologi untuk pasien dengan halusinasi.
Efektivitas Art Therapy: Menggambar Terhadap Penurunan Tanda dan Gejala Pada Pasien Halusinasi Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Arif Zainudin Provinsi Jawa Tengah Prasasti, Arya Tosanaji Adyuta; Oktaviana, Wita; Nugroho, Andi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43390

Abstract

Gangguan jiwa, khususnya halusinasi pendengaran, merupakan salah satu kondisi yang dapat mengganggu kualitas hidup pasien. Art therapy, khususnya terapi menggambar, telah diusulkan sebagai intervensi yang potensial dalam mengelola gejala halusinasi baik pendengaran maupun penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi menggambar terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien dengan halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin, Provinsi Jawa Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah case report dengan pendekatan evidence-based practice (EBP). Dalam penelitian ini terdapat 5 responden dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan formulir yang berisi checklist tanda dan gejala halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam tanda dan gejala kognitif, afektif, fisiologis, perilaku, dan sosial setelah diberikan terapi menggambar. Setelah intervensi, seluruh pasien menunjukkan adanya perubahan yang ditandai dengan hilangnya sebagian besar gejala dan peningkatan kesejahteraan emosional. Hasil ini mendukung penggunaan art therapy sebagai terapi alternatif dalam manajemen halusinasi pendengaran.
Penerapan terapi okupasi ecoprint terhadap penurunan frekuensi halusinasi pendengaran Mahendra, Mesha; Oktaviana, Wita; Sriyanto, Heru
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.770

Abstract

Background: Schizophrenia is one of the cases often found in Indonesia, one of the symptoms is hallucinations. Hallucinations are sensory perception disorders experienced by sufferers such as feeling unreal sensations. One therapy that can be done on individuals who experience hallucinations is occupational therapy with ecoprint batik media. Purpose: To determine the impact of the application of ecoprint therapy on reducing the frequency of auditory hallucinations. Method: A pre-experimental design with a before-after study approach. This study involved 6 respondents who met the inclusion criteria, namely patients who were hospitalized for at least 3 days in the sub-acute room, experienced auditory hallucinations and were cooperative. The intervention given was in the form of eco-print batik-making activities. Results: Based on demographic data, it is known that the patients are aged between 28-67 years and all are male. All patients are Muslim and most of them have elementary and high school education. From the total sample, 3 patients are married and 3 patients are single. The patients' occupations vary, including farmers, laborers, students, and some are unemployed. Paired sample test analysis obtained an average frequency of pre-test hallucinations of 33.33, while in the post-test 24.00, the average difference is 9.3 and the confidence level ranges from 7,496-11,171. The p-value obtained shows a significance value of 0.00 (<0.05). Conclusion: Ecoprint therapy is effective in reducing the signs and symptoms of hallucinations in patients with auditory hallucinations.   Keywords: Auditory Hallucinations; Cognitive; Ecoprint; Occupational Therapy; Schizophrenia.   Pendahuluan: Skizofrenia merupakan kasus yang banyak ditemukan di Indonesia, salah satu gejalanya yaitu halusinasi. Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori, dimana penderitanya merasakan sensasi yang tidak nyata. Salah satu terapi yang dapat dilakukan pada individu yang mengalami halusinasi adalah terapi okupasi dengan media batik ecoprint. Tujuan: Untuk mengetahui dampak dari penerapan terapi ecoprint terhadap penurunan frekuensi halusinasi pendengaran. Metode: Desain pre-eksperimental dengan pendekatan before-after study. Penelitian ini melibatkan 6 responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien yang dirawat inap minimal 3 hari di ruang subacute, mengalami halusinasi pendengaran, dan bersikap kooperatif. Intervensi yang diberikan berupa kegiatan membuat batik ecoprint. Hasil: Berdasarkan data demografi, diketahui bahwa pasien berusia antara 28-67 tahun dan seluruhnya adalah laki-laki. Semua pasien memeluk agama Islam dan sebagian besar memiliki pendidikan terakhir di tingkat SD dan SMA. Dari total sampel, 3 pasien berstatus menikah dan 3 pasien lajang. Pekerjaannya bervariasi, termasuk sebagai petani, buruh, pelajar, dan ada yang tidak bekerja. Analisis paired sample test didapatkan rata-rata frekuensi halusinasi pre-test adalah 33.33, sedangkan pada post-test 24.00, selisih rata-rata sebesar 9.3 dan tingkat kepercayaan berkisar antara 7.496-11.171. Perolehan p-value menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.00 (<0.05). Simpulan: Terapi ecoprint efektif dalam mengurangi tanda dan gejala halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran.   Kata Kunci: Ecoprint; Halusinasi Pendengaran; Skizofrenia; Terapi Okupasi.
Murottal Therapy in Schizophrenia Patients with Nursing Problems of Violent Behavior Yunianti, Evita; Oktaviana, Wita; Yanto, Tri Wahyudi
Promotion and Prevention in Mental Health Journal Vol 3 No 2 (2023): Promotion and Prevention in Mental Health Journal: August 2023
Publisher : PT Saintek Medika Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63983/yt30kw04

Abstract

Mental disorders are behavioral patterns that are usually accompanied by symptoms of limitations or disorders in one or more of the main human functions, such as psychological, behavioral, biological, or disruptive functions that involve interaction with others or with the community. This study is a case report with a nursing care management approach that includes assessment, data analysis, formulating nursing diagnoses, interventions, implementation and then evaluation. This family nursing care is provided based on Evidence-based Nursing Practice after determining the diagnosis based on the assessment data, then the intervention is prepared by reviewing several literatures that report on murottal therapy for clients at risk of violent behavior. The results of the literature review are then applied to nursing care. The collection of nursing care data was carried out using an assessment form and interviews. After murottal therapy was carried out 3 times within a period of 3 days, before the intervention, Mr. M had a threshold score of 5. The higher the threshold score, the more the anger level peaks and is uncontrollable. After murottal therapy, the anger threshold score was 1. The results of the application of murottal therapy in nursing care with patients who have a risk of violent behavior show that murottal therapy can have an impact or increase anger control.
PENERAPAN SENAM AEROBIK LOW IMPACT UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PADA PASIEN SKIZOFRENIA Wardani, Aulia Dwi; Oktaviana, Wita; Sukandar, Mohammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43359

Abstract

Skizofrenia adalah suatu penyakit otak persisten yang menyebabkan perilaku psikotik, masalah hubungan interpersonal, pemecahan masalah dan pemikiran konkret serta kesulitan dalam memproses informasi. Tanda gejala skizofrenia diantaranya halusinasi, keyakinan atau kecurigaan tidak nyata pada orang lain, perilaku tidak wajar, berkeliaran tanpa tujuan, berpenampilan aneh, berbicara yang tidak teratur, dan gangguan emosi yang tidak terkontrol. Metode non-farmakologis senam aerobik low impac telah lama dikenal sebagai terapi komplementer yang dapat mengontrol halusinasi pada pasien skizofrenia. Untuk menunjukkan bahwa senam aerobik low impact dapat mengontrol halusinasi pada pasien dengan skizofrenia. Case report sesuai dengan evidence based practice (EBP) dengan pre dan post intervensi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 5 orang  dengan diagnosa medis skizofrenia tak terinci yang memiliki gejala halusinasi pendengaran. Instrument yang digunakan yaitu PANSS-EC (The Positive anPPd Negative Syndrome Scale–Excited). Hasil terjadi penurunan pada skor PANSS-EC setelah intervensi. Skor  berdasarkan bagian gaduh, gelisah, permusuhan, ketegangan, tidak kooperatif, dan pengendalian implus secara keseluruhan total didapatkan hasil dari 14 turun menjadi 9, dari 12 turun menjadi 7, dari 13 turun menjadi 8, dari 17 turun menjadi 12 dan dari 16 turun menjadi 9. Data ini membuktikan bahwa terdapat penurunan skor PANSS-EC. Simpulan senam aerobik low impact secara efektif dapat mengontrol halusinasi pada pasien skizofrenia.
The relationship between inner child behavior and anxiety responses in adolescents Waryanti, Emy Tri; Oktaviana, Wita
Science Midwifery Vol 13 No 3 (2025): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i3.1946

Abstract

Mental health during adolescence plays a critical role in emotional and social development. One potentially influential factor is unresolved childhood emotional trauma, known as inner child behavior. This study aims to examine the relationship between inner child behavior and anxiety responses in adolescents. A correlational quantitative design was used, involving 102 students from SMA Batik 1 Surakarta selected through proportional random sampling. Inner child behavior was assessed using the standardized Wounded Inner Child Questionnaire, which contains 83 items with validity coefficients ranging from 0.196–0.765. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS), which consists of 20 items with validity coefficients ranging from 0.663–0.918. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. Most respondents showed moderate inner child behavior (63.7%) and mild anxiety levels (51.0%). Chi-Square analysis revealed no statistically significant relationship between inner child behavior and anxiety responses (p = 0.119). The study concludes that there is no significant correlation between inner child behavior and anxiety responses among adolescents. Future research should consider emotional expression barriers and data variability.
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Sensori dan Express Feeling Terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pendengaran Luthfiyasha, Fanggareza Firdaus; Oktaviana, Wita; Su’ib, Akhmad
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.32966

Abstract

Seseorang yang tidak dapat mengontrol diri sendiri ketika menghadapi suatu kondisi atau penderitaan, maka dapat mengakibatkan kesehatan jiwa terganggu. Halusinasi pendengaran adalah bentuk halusinasi ketika seseorang mendengar suara, ucapan atau bisikan yang sebenarnya tidak nyata. Dalam penanganan halusinasi, terapi aktivitas kelompok dapat dilakukan untuk memperkecil dampak dari halusinasi. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penurunan tingkat halusinasi pendengaran sebelum dan sesudah diberikan terapi aktivitas kelompok dengan terapi bercakap-cakap. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan bercakap-cakap dilakukan dari tanggal 19 Oktober 2023 hingga 21 Oktober 2023 dengan waktu tiap pertemuan 45 menit sebanyak 1 kali dalam sehari dalam 3 hari pertemuan dan menggunakan kuesioner AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale). Kuesioner AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale) memiliki kategori skor 0 (tidak ada), 1-11 (riangan, 12-22 (sedang). 23-33 (berat), dan 24-44 (sangat berat). Hasil pre-test menunjukkan hasil skor mayoritas dalam kategori berat dan mengalami penurunan hasil skor pada post-test dengan kategori sedang-ringan.
School Heroes sebagai Program Pemberdayaan Kesehatan Siswa SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo dengan Simulasi P3K Umaroh, Ayu Khoirotul; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Oktaviana, Wita; Kusumaningtyas, Bethari Mukti; Sintia Dewi, Radi Tia; Pratama, Muhammad Raditya Arva; Hanifah, Endah Nur
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.19070

Abstract

Background: Pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama bukan hanya relevan di kalangan tenaga medis, tetapi penting untuk dimiliki oleh komunitas sekolah, termasuk siswa itu sendiri. Metode: Pengabdian masyarakat yang dilakukan berbasis ceramah, diskusi, pelatihan dan simulasi interaktif. Materi yang dipelajari yakni tersedak, mimisan, pingsan, terbakar ringan, dan patah tulang. Program pelatihan P3K ini dinamakan sebagai School Heroes yang memiliki makna bahwa siswa-siswi di sekolah harus bisa menjadi pahlawan di sekolahnya. Hasil: Hasil Pelatihan P3K berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dimana skor pengetahuan meningkat 60% dan skor sempurna (10) meningkat dari 7 orang menjadi 17 orang. Oleh karena itu, pelatihan P3K perlu secara periodik dilakukan untuk membantu siswa-siswi terbiasa, terampil dan percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama. Kesimpulan: Program School Heroes Pelatihan P3K telah berhasil memberikan siswa-siswi pengalaman nyata dalam mengatasi kondisi darurat.
Peningkatan kompetensi pengasuh lansia di Panti Werdha Aisyiyah Sumber Surakarta Sugiharto, Sugiharto; Kartinah, Kartinah; Kristinawati, Beti; Sulastri, Sulastri; Oktaviana, Wita; Fauzi, Ekan
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1348

Abstract

Background: The elderly population in every country around the world is growing, both in number and proportion. It is estimated that by 2030, 1 in 6 people worldwide will be 60 years of age or older. Elderly people living in nursing homes require increased care. Therefore, caregivers in nursing homes must also possess competent knowledge and skills. This can be achieved through structured upgrading of caregivers. Purpose: To provide knowledge and skills to caregivers as an effort to improve their competence in providing elderly care. Method: This community service activity was conducted from May to August 2025 with 12 meetings every Thursday from 8:00 to 11:00 a.m. in the hall of the Aisyiyah Sumber Surakarta Nursing Home. This activity was attended by 18 nursing home managers, both administrative and caregivers. This community service activity was conducted by six lecturers as speakers, facilitated by 10 students. Using LCDs, PowerPoint presentations, and the e-KMS link (https://lansia.giescare.com), participants were educated through lectures, interactive participatory discussions, and demonstrations. The education provided includes basic concepts of the elderly, ICOPE and SKILAS, psychosocial examinations, functional examinations of the elderly, hypertension, diabetes mellitus, rheumatoid arthritis, urinary problems in the elderly, reproductive health in the elderly, psychosocial health in the elderly, emergencies in the elderly, and complementary therapy. Results: The activity went well and received a positive response from the participants. Participants were able to practice simulations with demonstrations of caregiving practices according to the educational instructions. There was a significant increase in the knowledge and skills of elderly caregivers, with an average knowledge score of 30% increasing from the pre-test (average score of 20) to an average score of 60 at the post-test. Caregivers' skills in communication, mobility, self-care, and identifying signs of health risks in the elderly improved. Conclusion: Improving the competence of elderly caregivers through education and training has proven effective in enhancing their knowledge and skills in providing quality healthcare. Systematically designed, comprehensive, interactive, and needs-based training can have a positive impact on the knowledge, skills, and attitudes of elderly caregivers. Suggestion: The implication of this community service program is the importance of continuous learning for elderly caregivers to stay up-to-date with developments in science and technology so they can provide comprehensive, standardized, and increasingly better services. Keywords: Elderly; Elderly caregiver; Integrated care for the elderly; Nursing home Pendahuluan:  Populasi lansia di setiap negara di dunia mengalami pertumbuhan, baik dalam jumlah maupun proporsinya. Diperkirakan pada tahun 2030, 1 dari 6 orang di dunia akan berusia 60 tahun ke atas. Lansia yang tinggal di panti memerlukan perhatian lebih. Oleh karena itu para pengasuh lansia di panti juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kompeten. Hal tersebut dapat diperoleh dengan melakukan upgrading bagi pengasuh lansia di panti secara terstruktur. Tujuan: Memberikan pengetahuan dan ketrampilan pada pengasuh lansia sebagai upaya peningkatan kompetensi dalam melakukan perawatan lansia. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2025 dengan 12 kali pertemuan setiap hari Kamis pukul 08.00 sampai dengan 11.00 di aula Panti Werdha Aisyiyah Sumber Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 18 pengelola panti baik administrasi maupun pengasuh. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh 6 dosen sebagai pemateri difasilitasi oleh 10 mahasiswa. Dengan media LCD, PPT, dan link e-KMS (https://lansia.giescare.com), para peserta diberikan edukasi dengan metode  ceramah, diskusi interaktif partisipatif, dan demonstrasi. Edukasi yang diberikan meliputi tentang konsep dasar lansia, ICOPE dan SKILAS,  pemeriksaan psikososial, pemeriksaan fungsional lansia, hipertensi, diabetes mellitus, rematoid artritis, masalah perkemihan pada lansia, kesehatan reproduksi lansia, kesehatan psikososial pada lansia, kegawatdaruratan pada lansia, dan terapi komplementer. Hasil: Kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari para peserta. Para peserta dapat melakukan praktik simulasi dengan demonstrasi penerapan pengasuhan sesuai petunjuk dalam kegiatan edukasi. Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan para pengasuh lansia, dengan peningkatan skor tingkat pengetahuan rata-rata 30% dari pre-test (rata-rata nilai 20) menjadi rata-rata 60 pada saat post-test. Ada peningkatan keterampilan pengasuh dalam berkomunikasi, mobilisasi, perawatan diri, dan identifikasi tanda-tanda risiko kesehatan pada lansia. Simpulan: Peningkatan kompetensi bagi para pengasuh lansia dengan pemberian pendidikan dan pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuh lansia dalam pemberian pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelatihan yang dirancang secara sistematis, komprehensif, interaktif, dan berdasarkan kebutuhan dapat memberikan dampak positif baik pada tingkat pengetahuan, keterampilan, maupun sikap para pengasuh lansia. Saran: Implikasi dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pentingnya pembelajaran berkesinambungan bagi pengasuh lansia untuk tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan sehingga dapat memberikan pelayanan yang komprehensif, sesuai standar dan semakin menjadi lebih baik.
Application of beethoven’s classical music therapy: A case study on patients with auditory hallucinations at RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta Sukotjo, Ivanda Andinar; Oktaviana, Wita; Nugroho, Andi
Science Midwifery Vol 13 No 4 (2025): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i4.2082

Abstract

Auditory hallucinations are a perceptual disorder in which individuals respond to stimuli that are not present, yet perceived as real. This case study aimed to evaluate the effectiveness of Beethoven classical music therapy in reducing the intensity of auditory hallucinations among patients with schizophrenia at Dr. Arif Zainudin Surakarta Mental Hospital. The therapy was applied as a complementary non-pharmacological intervention to help manage hallucination symptoms. A pre-test and post-test design was used with five patients diagnosed with schizophrenia who experienced auditory hallucinations. Each patient received Beethoven classical music therapy in a series of scheduled sessions. The measurement instrument was the Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Validity testing was conducted using confirmatory factor analysis (RMSEA = 0.00; CFI = 0.994), while reliability was assessed using Cronbach’s alpha (α = 0.61). The AHRS measures the frequency, duration, conviction, and impact of hallucinations on daily activities. Pre- and post-therapy data were analyzed using the Shapiro Wilk normality test, followed by a paired t-test. Results indicated a significant reduction in AHRS scores (p = 0.000; p < 0.05) across all patients after receiving the therapy, indicating a positive effect in reducing hallucination intensity.
Co-Authors Aan Somana Abi Muhlisin Adek Setiyani Adelia Nur Aziza Afik Driyanto Agustin, Finna Rachma Aisyah Dani Hanifah Andi Nugroho, Andi Anjarsari, Rizki Annisa, Alvia Nur Anwar, Ahmad Fatih Nuril Apriliana, Anna Aprilliana, Anna Arina Maliya Ariyanti, Nanda Putri Arrafi, Reja Astrid Indah Istiningrum Astuti, Vina Aulia Ramadhani, Faizal Ayu Khoirotul Umaroh Beti Kristinawati Bintang, Haikal Afdal Naufal Budi Anna Keliat Carera, Rosalia Dina Dani Hanifah, Aisyah Diah Sukaesti Dian Hudiyawati Dimas Ria Angga Pribadi Driyanto, Afik Dyaz Surya Ananta Edy Wiyono Ekan Faozi Faizah Betty Rahayuningsih Faizah Betty Rahayuningsih Fathurozaq, Syarif Fatimah Nur Janah Amini Fauzi, Ekan Febriani, Diana Habsyah Saparidah Agustina Hanifah, Aisyah Dani Hanifah, Endah Nur Indahsari, Madya Maya Jiheny Siska Pratiwi Kartinah Kartinah, Kartinah Kusumaningtyas, Bethari Mukti Luluk Ria Rahma Luthfiyasha, Fanggareza Firdaus Mahendra, Mesha Margianto, R. Agus Muchamad Ali Sodikin Namora, Putri Azzahra Nieldya Nofandrilla Niken Larasati, Annisa Nisa, Mustfidatun Noor Mashitoh, Asrofi Nun Alea Syavinka, Zuan Nur Janah Amini, Fatimah Nur Janah, Sherly Pasha Ayu Prakoso, Teguh Tri Prasasti, Arya Tosanaji Adyuta Pratama, Muhammad Raditya Arva Putri, Nindya Erina Putri, Salsya Bela Nadiya Rangga, Lanang Ria Rahma, Luluk Rita Rahayu Rizki Anjarsari S. Sugiharto Sheena Ramadhia Asmara Dhani Siagian, Ira Octavia Sintia Dewi, Radi Tia Siti Marfu'ah Sri Nyumirah SRI RAHAYU Sri Rahayu Sriyanto, Heru Sukandar, Mohammad Sukotjo, Ivanda Andinar Sulastri Sulastri Sulastri Suparmi Suparmi Surya Ananta, Dyaz Susanti Niman Su’ib, Akhmad Thia Wulan Dinasti Tri Agustina Wachidah Yuniartika Wachidah Yuniartika Wardani, Aulia Dwi Waryanti, Emy Tri Wibowo, Slamet Widihastuti, Diva Peni Agustin Yanto, Tri Wahyudi Yuanita Panma Yunianti, Evita Zamroji, Moh. Zuan Nun Alea Syavinka