Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengembangan Fasilitas Penunjang Wisata Yeh Hoo di Tabanan, Bali I Kadek Merta Wijaya; I Ketut Sugihantara; I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi alam di kawasan Yeh Hoo sangat mendukung wisata meditasi dan yoga karena lingkungan yang masih alami (lingkungan alam air terjun Yeh Hoo dan lahan pertanian). Namun potensi tersebut belum didukung oleh infrastruktur akomodasi wisata, wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Yeh Hoo hanya dapat melihat atau menyaksikan saujana pertanian dan akses menuju air terjun Yeh Hoo yang cukup sulit dalam akses jangkauan. Diperlukan akomodasi wisata dalam menunjang kegiatan healing (yoga dan meditasi). Permasalahan yang ditemukan pada objek wisata Yeh Hoo adalah (1) belum terdapat pembagian zonasi fasilitas utama dan penunjang kegiatan wisata; (2) akses berupa pedestrian belum direncanakan secara relevan terhadap pengguna dan belum adanya rest area pada titik-titik tertentu; (3) belum direncanakan jogging track yang menghubungkan antara satu fasilitas dengan fasilitas yang lainnya; (4) tempat parkir yang belum memenuhi kebutuhan kapasitas pengunjung; (5) belum adanya information area dan ticketing sebagai informasi awal wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Yeh Hoo; (6) fasilitas penunjang berupa café sebagai rest area pengunjung belum tersedia dengan memadai; (7) fasilitas penginapan bagi wisatawan yang akan menghabiskan waktu lebih dari satu hari; dan (8) belum terdapat fasilitas yoga dan meditasi yang feasible. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan masterplan pengembangan Objek Wisata Yeh Hoo dalam bentuk fasilitas wisata penunjang. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah kualitatif yang menakankan pada aspek kualitas rancangan berdasarkan pada langkah-langkah sebagai berikut yaitu pemetaan permasalahan dan potensi, metode konsepsual, motode induksi, dan melakukan kegiatan Focus Group Disscussion (FGD)
Desain Fasilitas Wisata Alam sebagai Program Pengembangan Objek Wisata Pantai Gamat di Desa Sakti, Nusa Penida - Bali I Kadek Merta Wijaya; I Nyoman Warnata; Ni Wayan Meidayanti Mustika
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Gamat berada di bagian utara Pulau Nusa Penida yang berbentuk teluk, berpasir putih, dengan biota laut yang masih alami, diapit oleh bukit membentuk lembah, serta memiliki view ke arah gugusan pulau kecil (Pulau Ceningan dan Pulau Lembongan). Potensi alam di Pantai Gamat masih belum memiliki fasilitas penunjang wisata sedangkan objek wisata Pantai Gamat diminati oleh wisatawan, sehingga diperlukan pengembangan kawasan melalui rancangan fasilitas wisata alam di Pantai Gamat. Namun pemecahan masalah tersebut jangan sampai membawa masalah baru, karena kawasan Pantai Gamat merupakan hutan desa sebagai penyangga alam di kawasan tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah pengembangan wisata alam di Pantai Gamat dalam bentuk desain fasilitas wisata. Dalam pengembangan ini terdapat dua hal yang diperhatikan adalah (1) mengembangkan objek wisata di Kawasan Pantai Gamat, dan (2) mempertahankan kebaradaan keberlanjutan potensi alam yang terdapat di Pantai Gamat dan hutan desa. Oleh karena itu diperlukan solusi yang bijak dalam pengembangan ini yaitu (1) merencanakan fasilitas wisata di Pantai Gamat yang mempertimbangkan ekosistem pantai dan laut bebes dari ekploitasi yang besar dan polusi, dan (2) merencakan fasilitas glamping berkonsep ramah terhadap lingkungan.
Meningkatkan Fasilitas Akomodasi Objek Wisata Pantai Gamat Melalui Desain Masterplan Penataan I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Jawat; Ni Komang Armaeni; Ni Wayan Meidayanti mustika
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 02 (2024): SUTRAMAS VOLUME 04 NO 2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Penida Island tourist attractions have exotic natural characteristics of beaches and hills. This potential is evenly distributed in the northern part of the coast and the southern part of Nusa Penida. The unavailability of tourist support facilities has an impact on the comfort and accessibility that is not optimal towards these tourist attractions. The picture can be seen on the Gamat Beach tourist attraction which is located in the western part of the coast of Nusa Penida. Gamat Beach is one of the diving spots in Nusa Penida which has the potential for the beauty of coral reefs and fish as a tourist attraction on the beach. Currently, tourists have access to Gamat Beach by sea and to access the beach, there are no supporting facilities or infrastructure. Therefore, it is very difficult for tourists to enjoy the beauty of Gamat Beach optimally. In addition, Gamat Beach began to be eroded by coastal waves and it was feared that the coastline with beach sand would be eliminated. The purpose of this activity is to produce a master plan for the arrangement of facilities at Gamat Beach tourist attraction in an effort to support tourist activities at the tourist attraction. The methods used in this service activity are mapping, conceptual, induction (design), and focus group discussion. The results of this service activity are in the form of a design of a master plan for the arrangement of Gamat Beach tourist objects.
Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Sampah Organik untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung Regency, Bali Meidayanti Mustika; I Kadek Merta Wijaya; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.3.1.2020.1-9

Abstract

Pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida berdampak positif pada aspek kehidupan ekonomi disana. Sebaliknya justru berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan. Salah satu masalah lingkungan yang muncul adalah pengelolaan sampah yang tidak berkelanjutan. Menurut beberapa peraturan, pengelolaan sampah ini harus dilakukan semaksimal mungkin di sumbernya. Situasi ini juga terjadi di Dusun Sebunibus, Desa Sakti, dimana banyak terdapat akomodasi wisata yang beroperasi sebagai akibat dari perkembangan pariwisata yang pesat tetapi limbah yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik. Mitra dalam proyek pengabdian masyarakat adalah Kelompok Sadar Wisata Dusun Sebunibus Dusun Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan masih berkoordinasi dengan Kepala Desa Sakti sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan.. Permasalahan yang teridentifikasi adalah kurangnya persepsi pemilik akomodasi pariwisata dan masyarakat pendukungnya tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi tentang pengelolaan sampah. Selain itu perlu diperkenalkan metode penanganan sampah pada sumbernya yang efektif dan mudah berkembang di lokasi ini, khususnya sampah organik. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menginisiasi sosialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah kepada para pemangku kepentingan pariwisata di Desa Sebunibus agar semua pihak yang terlibat memahami pendekatan pengelolaan sampah berkelanjutan. Lebih lanjut, pengenalan unit alat pengolah sampah organik yang dapat digunakan secara langsung yang tidak hanya akan menyelesaikan permasalahan persampahan tetapi juga memiliki nilai ekonomis untuk pemberdayaan masyarakat.. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pengkajian awal untuk mengidentifikasi timbulan sampah yang dihasilkan dan kondisi pengelolaan sampah di lokasi yang dituju serta menganalisis kondisi tersebut untuk kemudian merumuskan materi sosialisasi edukasi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Tahap selanjutnya adalah melakukan sesi sosialisasi di lokasi pengabdian masyarakat termasuk presentasi dan diskusi tentang proses teknis unit pengolahan sampah organik. Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi awal kemampuan mitra dalam menjalankan unit pengolahan sampah organik.