Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan dan Perancangan Pusat Pelatihan Sepak Bola di Kabupaten Badung: Bahasa Indonesia Made Natha Sukma Arga; I Putu Hartawan; I Kadek Merta Wijaya; I Nyoman Gede Maha Putra; Kadek Putra Santika Narayana
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9805.136-146

Abstract

Football is a popular sport in Indonesia, but experienced stagnation after Dutch colonialism due to lack of facilities and parental support. In Badung Regency, Bali Province, there has been an increase in the development of football, even though some clubs do not yet meet FIFA/PSSI standards. Of the 22 clubs, 18 have their own fields, but 4 clubs have to rent them. This affects player consistency and resource usage. Therefore, the construction of a football training center in Badung Regency is proposed to improve the facilities and quality of football in the area. This center will provide outdoor, indoor fields, changing rooms, fitness center, swimming pool, cafeteria and classrooms with modern designs that pay attention to functional and environmentally friendly aspects. It is hoped that this center will become an example for other regions in Indonesia and fulfill the community's needs in watching and developing football.
Redesign Area Dermaga I dan II Pelabuhan Celukan Bawang Dengan Pendekatan Arsitektur Sustainable: Indonesia I Gusti Ngurah Agung Aditya Putra; I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Wirya Sastrawan; Ni Wayan Nurwarsih
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12109.53-62

Abstract

Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan atau perairan dengan batas–batas tertentu sebagai tempat kapal untuk bersandar, naik dan turun penumpang, atau bongkar muat barang. Khususnya kabupaten Buleleng, dengan jumlah kunjungan pariwisata kian meningkat setiap tahunnya namun tidak dapat bermanfaat secara maksimal. Dengan jarak dan akses masuk ke pulau Bali terpusat di Bali Selatan menyebabkan kunjungan wisata lebih terpusat di kawasan Bali selatan dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan akomodasi. Salah satu solusi yang dapat diambil mengatasi permasalahan ini dengan menambah gerbang masuk ke pulau Bali melalui jalur laut dengan mengembangkan pelabuhan Celukan Bawang pada area dermaga I dan II sebagai pelabuhan pariwisata dengan memeberikan fasilitas yang lebih layak dengan menggunakan konsep sustainable untuk menciptakan bangunan ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi penghuni, pengguna, dan masyarakat. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif difokuskan pada permasalahan atas dasar fakta sehingga redesign pelabuhan ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pariwisata di Bali Utara.
BATUKARU MOUNTAINEERING CENTER DAN FASILITAS PENUNJANG WISATA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS DI DESA WONGAYA GEDE: Bahasa Indonesia I Kadek Yudha Wardana; I Kadek Merta Wijaya; Ni Wayan Nurwarsih; Made Mas Surya Wiguna
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12196.88-96

Abstract

Pariwisata di Indonesia sudah sangat terkenal dengan adanya pulau Bali sebagai mahkota pariwisata Negara Indonesia. Pulau Bali memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah untuk dimanfaatkan sebagai destinasi wisata. Khususnya pada Kabupaten Tabanan, Kecamatan Penebel terdapat sebuah desa dengan potensi ekologis dan sosial-budaya nya dijadikan sebagai tempat berkunjung wisatawan mancanegara maupun nusantara. Namun, sayang jika potensi tersebut tidak didukung dengan fasilitas yg bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan para wisatawan. Beberapa kendala serta permasalahan yang ditemukan, dapat diatasi dengan perencanaan dan perancangan ini. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang information center dan fasilitas penunjang wisata Batukaru di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan sebagai pusat informasi dan promosi terpadu, serta akomodasi wisata yang mempermudah wisatawan menjelajahi desa sehingga objek perancangan ini akan memberikan impact besar bagi masyarakat sekitar dalam bidang pariwisata.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SUSUN CO-LIVING DI DENPASAR: Bahasa Indonesia I Made Agus Surya Dwipayana; I Kadek Merta Wijaya; Ni Wayan Nurwarsih; I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12232.63-71

Abstract

Generasi milenial menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan perumahan akibat keterbatasan lahan dan meningkatnya harga properti, khususnya di perkotaan. Rumah susun menjadi solusi yang semakin relevan untuk menyediakan perumahan yang terjangkau dan efisien. Dalam konteks ini, konsep kehidupan komunal menawarkan pendekatan inovatif dengan mengutamakan aspek kebersamaan, interaksi sosial, dan berbagi ruang serta fasilitas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana generasi milenial memandang rumah susun berbasis komunal sebagai hunian alternatif yang tidak hanya praktis, tetapi juga mendukung gaya hidup modern yang inklusif dan kolaboratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa rumah susun dengan konsep ini dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya melalui integrasi fungsi sosial dan keberlangsungan lingkungan.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN PRAKERTI DI KOTA DENPASAR: Bahasa Indonesia I Putu Gede Nanda Febrian Paraditha; Ni Wayan Nurwarsih; I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12260.162-171

Abstract

Sebagai Ibukota Provinsi Bali, Kota Denpasar kini mengalami atau menghadapi sebuah tantangan berupa dinamika sosial yang signifikan akibat dari migrasi dan ledakan penduduk. Tentu, hal ini memunculkan sebuah dinamika sosial seperti isu-isu seperti keterbatasan lahan dan kemiskinan. Tidak menutup kemungkinan, timbul juga terjadinya ketimpangan sosial & tekanan sosial akibat pelaksanaan tradisi yadnya yang bersifat mutlak dan wajib dilaksanakan bagi umat Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dan merancang Taman Prakerti di Denpasar sebagai solusi terpadu untuk mewadahi upacara yadnya dengan efisiensi ruang dan ekonomi. Pendekatan perancangan menggunakan tema "Adaptasi dan Eksistensi" dengan mengintegrasikan elemen arsitektur tradisional Bali, seperti Asta Kosala-Kosali. Kemudian, untuk konsep dirumuskan dengan pendekatan beberapa aspek terkait. Sehingga, menghasilkan suatu konsep Neo-Vernakular. Metode pengumpulan data mencakup observasi langsung, wawancara, studi literatur, dan studi preseden. Taman ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan lahan, menyediakan fasilitas pelaksanaan yadnya, serta meningkatkan harmoni sosial melalui interaksi lintas budaya. Hasilnya adalah sebuah fasilitas yang tidak hanya memelihara nilai-nilai tradisional tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial khususnya bagi masyarakat Kota Denpasar.
Redesain Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan Kab. Jembrana: Bahasa Indonesia Mochamad Zamroni; I Kadek Merta Wijaya; Ni Wayan Nurwarsih; I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12327.113-121

Abstract

Pelabuhan Perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kab. Jembrana memiliki peranan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan redesain terhadap Pelabuhan Pengambengan dengan melihat permasalahan dari fasilitas yang saat ini banyak terdapat kerusakan dan masalah baik dari infrastrktur, lingkungan hingga masalah sosial, agar mampu menciptakan suatu Pelabuhan yang sesuai dengan regulasi dan peraturan, dengan desain yang ramah lingkungan serta dapat menjadi pusat kegiatan perikanan terpadu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berupa observasi, wawancara serta melalui studi literatur. Redesain Pelabuhan Perikanan pengambengan diharap mampu menjadikan solusi dari permasalahan yang dihadapi agar menjadi pusat kegiatan perikanan dengan fasilitas yang baik dan oprasional yang optimal, serta dapat menjadi objek wisata bahari di Kabupaten Jembrana. Redesain Pelabuhan ini mengusung konsep Sustainabel dengan pendekatan Tema Ekologi Arsitektur. Hasil dari perencanaan Redesain Pelabuhan ini yaitu sebuah Rancangan desain yang ramah lingkungan dan memenuhi standar Pelabuhan Perikanan
PENERAPAN ECO-ARCHITECTURE PADA SURFING CLUB CENTER DI PANTAI SESEH: Indonesia Putu Gede Raditya Juniarta; Ni Wayan Nurwarsih; I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 2 (2025): SettingsVol. 13 No. 2 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Univer
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.2.12332.27-36

Abstract

This research aims to design a Surfing Club Center that is integrated with the Eco-Architecture approach in Seseh Beach, Cemagi, Badung Regency. The background of this research is the high potential of Seseh Beach as a surfing tourism destination that has not been supported by integrated facilities, prevention of beach accidents, and means of developing tourist villages in Cemagi. The research method involves secondary data analysis and field observation to understand the needs of tourists and the characteristics of the location. This design emphasizes the application of environmentally friendly design, such as the use of local materials, energy-efficient building systems, and adaptation to coastal environmental conditions and local architecture. The design results include surf training facilities in the form of theory and training areas with flowriders, surfing community gathering areas, lodging, and tourist support facilities. The implementation of the Eco-Architecture approach aims to create facilities that support environmental sustainability while increasing tourist attractions. This study contributes to the sustainable development of beach tourism in bali.
STRATEGI PERENCANAAN KAWASAN HILIR SUNGAI DAN PANTAI DI KOTA DENPASAR BERBASIS EKOWISATA I Gusti Agung Putu Eryani; Putu Gede Suranata; I Kadek Merta Wijaya
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.98-109

Abstract

Perencanaan kawasan hilir sungai dan pantai adalah sebagian dari pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. Ekowisata sebagai suatu bentuk wisata yang menekankan tanggung jawab terhadap kelestarian alam, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali 2018, total jumlah penduduk Kota Denpasar 788.589 jiwa. Bertambahnya jumlah penduduk dibutuhkan kebijakan dan strategi pengembangan pola ruang Kota Denpasar dengan mengembangkan ruang-ruang muka tepian air (waterfront) dalam bentuk kota tepian sungai (riverside city), yang terpadu dengan ruang terbuka hijau, mengkonservasi daerah aliran sungai dan konservasi daerah pantai yang produktif dan turistik sebagai usaha untuk memberi batas jelas antara kawasan konservasi dengan kawasan budidaya perkotaan. Tujuan kajian ini adalah menetapkan metode dalam perencanaan kawasan hilir sungai dan pantai di Kota Denpasar berbasis Ekowisata. Lokasi di kawasan hilir Sungai Ayung dan kawasan Pantai Padanggalak. Analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Responden yang diambil adalah tim pengelola Pura Windu Segara, wisatawan, serta komunitas peduli hilir Sungai Ayung. Data yang dikumpulkan adalah topografi, bathimetri hilir sungai dan pantai, data gelombang, pasang surut, potensi air dan kondisi lingkungan. Perencanaan ekowisata bahari di hilir sungai Ayung dan pantai Padanggalak sampai saat ini belum berkembang secara optimal karena tidak didukung oleh aksesibilitas dan jaringan penataan sungai dan pantai yang baik. Strategi perencanaan dalam penataan kawasan berbasis ekowisata dapat dilaksanakan dengan tahapan : pertama kawasan yang dikembangkan sebagai daerah pariwisata disesuaikan dengan fungsi dan daya dukung masing-masing ruang/zone. Normalisasi kawasan hilir sungai, pengerukan sedimen di mulut muara sungai. Send by passing dan pembersihan sampah plastik di daerah pantai, terbentuknya bank sampah dengan melibatkan komunitas masyarakat peduli hilir sungai, menekan alih fungsi lahan pertanian di kawasan hilir sungai dan membangun pengaman pantai dari bahan yang ramah lingkungan. Penataan kawasan hilir sungai dan pantai sebagai daerah pariwisata yang berwawasan lingkungan, hendaknya melibatkan masyarakat, pemandu wisata dan agen perjalanan. Keywords: ekowisata, pantai, hilir sungai
Pengembangan Fasilitas Penunjang Wisata Yeh Hoo di Tabanan, Bali I Kadek Merta Wijaya; I Ketut Sugihantara; I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi alam di kawasan Yeh Hoo sangat mendukung wisata meditasi dan yoga karena lingkungan yang masih alami (lingkungan alam air terjun Yeh Hoo dan lahan pertanian). Namun potensi tersebut belum didukung oleh infrastruktur akomodasi wisata, wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Yeh Hoo hanya dapat melihat atau menyaksikan saujana pertanian dan akses menuju air terjun Yeh Hoo yang cukup sulit dalam akses jangkauan. Diperlukan akomodasi wisata dalam menunjang kegiatan healing (yoga dan meditasi). Permasalahan yang ditemukan pada objek wisata Yeh Hoo adalah (1) belum terdapat pembagian zonasi fasilitas utama dan penunjang kegiatan wisata; (2) akses berupa pedestrian belum direncanakan secara relevan terhadap pengguna dan belum adanya rest area pada titik-titik tertentu; (3) belum direncanakan jogging track yang menghubungkan antara satu fasilitas dengan fasilitas yang lainnya; (4) tempat parkir yang belum memenuhi kebutuhan kapasitas pengunjung; (5) belum adanya information area dan ticketing sebagai informasi awal wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Yeh Hoo; (6) fasilitas penunjang berupa café sebagai rest area pengunjung belum tersedia dengan memadai; (7) fasilitas penginapan bagi wisatawan yang akan menghabiskan waktu lebih dari satu hari; dan (8) belum terdapat fasilitas yoga dan meditasi yang feasible. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan masterplan pengembangan Objek Wisata Yeh Hoo dalam bentuk fasilitas wisata penunjang. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah kualitatif yang menakankan pada aspek kualitas rancangan berdasarkan pada langkah-langkah sebagai berikut yaitu pemetaan permasalahan dan potensi, metode konsepsual, motode induksi, dan melakukan kegiatan Focus Group Disscussion (FGD)
Desain Fasilitas Wisata Alam sebagai Program Pengembangan Objek Wisata Pantai Gamat di Desa Sakti, Nusa Penida - Bali I Kadek Merta Wijaya; I Nyoman Warnata; Ni Wayan Meidayanti Mustika
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Gamat berada di bagian utara Pulau Nusa Penida yang berbentuk teluk, berpasir putih, dengan biota laut yang masih alami, diapit oleh bukit membentuk lembah, serta memiliki view ke arah gugusan pulau kecil (Pulau Ceningan dan Pulau Lembongan). Potensi alam di Pantai Gamat masih belum memiliki fasilitas penunjang wisata sedangkan objek wisata Pantai Gamat diminati oleh wisatawan, sehingga diperlukan pengembangan kawasan melalui rancangan fasilitas wisata alam di Pantai Gamat. Namun pemecahan masalah tersebut jangan sampai membawa masalah baru, karena kawasan Pantai Gamat merupakan hutan desa sebagai penyangga alam di kawasan tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah pengembangan wisata alam di Pantai Gamat dalam bentuk desain fasilitas wisata. Dalam pengembangan ini terdapat dua hal yang diperhatikan adalah (1) mengembangkan objek wisata di Kawasan Pantai Gamat, dan (2) mempertahankan kebaradaan keberlanjutan potensi alam yang terdapat di Pantai Gamat dan hutan desa. Oleh karena itu diperlukan solusi yang bijak dalam pengembangan ini yaitu (1) merencanakan fasilitas wisata di Pantai Gamat yang mempertimbangkan ekosistem pantai dan laut bebes dari ekploitasi yang besar dan polusi, dan (2) merencakan fasilitas glamping berkonsep ramah terhadap lingkungan.
Co-Authors Anak Agung Bagus Bayu Anggawirya Anak Agung Gede Raka Gunawarman Arga, Made Natha Sukma Arthana, I Nyoman Nuri Budiartha, Nyoman Putu Dewa Ayu Nyoman Sri Astuti Fahrul Nawan Subakti Gianyar, I Made Hartawan, I Putu I Dewa Gede Purnama Wara Nugraha I Gede Adi Setia Darma I Gede Eka Budiarta I Gusti Agung Putu Eryani I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi I Gusti Ngurah Agung Aditya Putra I Kadek Dwi Saputra I Kadek Rama Adhi Aryana I Kadek Rama Adhi Aryana I Kadek Yudha Wardana I Ketut Putra Kurniadi I Ketut Sugihantara I Komang Edy Suparlan I Made Agus Surya Dwipayana I Made Handi Narayana Dita Handi I Made Surya Kumara I Nengah Sinarta I Nyoman Gede Maha Putra I Nyoman Warnata I Putu Aldiana Pebrian I Putu Dika Mustika I Putu Gede Nanda Febrian Paraditha I Putu Hartawan I Putu Trisna Hady Permana S. I Putu Yuda Ari Putra Vinantha I Wayan Budiarta I Wayan Jawat I Wayan Jawat I Wayan Parwata I Wayan Rio Wardana I Wayan Runa I Wayan Wesna Astara I Wayan Widanan I Wayan Wirya Sastrawan Ida Bagus Komang Mahardika Ilyas Rizal Ramadhan Jayantari, Made Widya Johannes Ibrahim Kosasih Kadek Hendrik Valentino Kadek Putra Santika Narayana Kadek Tania Utami Putri Komang Adi Kurniawan Saputra Made Adi Paramartha Putra Made Mas Surya Wiguna Made Natha Sukma Arga Made Yogi Wikrama Putra Mariana Correia Meidayanti Mustika Meidayanti Mustika Mochamad Zamroni Muhamad Amin Yusuf Naori Miyazawa Ni Komang Armaeni Ni Komang Armaeni Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti Ni Putu Mely Kusuma Ningsih Ni Wayan Meidayanti Mustika Ni Wayan Nurwarsih Nurwarsih, Ni Wayan Nurwarsih, Ni Wayan Nyoman Putu Budiartha Olivio Pinto Da Silva Pande Putu Nadya Paramitha Prabawa, Made Suryanatha Putri, Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putu Ayu Sriasih Wesna Putu Gede Raditya Juniarta Rahadiani, Anak Agung Sagung Dewi S Homya S Vongtanaboo Sanjaya, I Gusti Agus Maha Putra Sastrawan, Wirya Selamet, I Ketut Sidhi, I Gede Mas Giri Hari Purnama Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana Sumardika, I Nyoman Suranata, I Putu Gede Tanjung Subrata Valentino, Kadek Hendrik W Hancharoen Wicaksana, Gde Bagus Andhika