Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Komunikasi Verbal Dan NonVerbal Fotografer Dalam Foto Runing Di Samarinda Masriani, Masriani; Sary, Kezia Arum; Alfando, Johantan; Dwivayani, Kadek Dristiana
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7451

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran komunikasi verbal dan non-verbal yang digunakan fotografer dalam praktik foto-running di Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi visual berupa unggahan media sosial dan materi distribusi foto. Sampel penelitian terdiri dari fotografer lapangan dan pelari sebagai penerima pesan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dari Braun & Clarke untuk menemukan pola komunikasi serta konteks kemunculannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi non-verbal seperti gerakan tubuh, contoh pose, kontak mata, dan penggunaan papan atau properti menjadi saluran utama yang paling efektif dalam situasi ramai dan bising. Meskipun demikian, instruksi verbal tetap memiliki peran penting, terutama untuk menyelaraskan momen pemotretan melalui hitungan seperti “satu-dua-tiga.” Teknologi seperti Instagram, Google Drive, dan FotoYu tidak hanya berfungsi sebagai media distribusi, tetapi juga turut membentuk ulang cara kerja fotografer serta menimbulkan pertimbangan etis dalam publikasi foto. Hambatan komunikasi yang kerap terjadi meliputi jarak, kerumunan, kebisingan, kondisi cuaca, dan masalah privasi peserta. Untuk mengatasinya, fotografer memadukan strategi verbal dan non-verbal dengan prosedur koordinasi sebelum acara dimulai. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian interaksi simbolik pada komunikasi visual olahraga dan memberikan rekomendasi praktis berupa SOP pra-event, lexicon gestur, dan standar repositori digital untuk meningkatkan efektivitas serta etika praktik fotorunning di era digital.
Representasi Belis Sebagai Identitas Budaya Nusa Tenggara Timur dalam Film Nona Manis Sayange Setu, Maria Claudia Inesensia; Dwivayani, Kadek Dristiana; Purwanti, Silviana; Muhammad, Harry Isra
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i1.32619

Abstract

This research is entitled Representation of Belis as Cultural Identity of East Nusa Tenggara in the Film Nona Manis Sayange. The background of the research suggests that the belis tradition plays an important role as a marker of cultural identity in East Nusa Tenggara, but also faces social problems including economic burdens, power relations, and gender dimensions that are mediated and represented through film. This research aims to identify and interpret the meaning of belis in the film Nona Manis Sayange 2023. The method used is qualitative with Roland Barthes' semiotic analysis to read signs at three levels of significance (denotation, connotation, and myth), as well as Stuart Hall's representational framework to understand the process of encoding-decoding meaning in the film text. Primary data in the form of selected scenes in a number of key scenes from the film's duration of 1 hour 42 minutes, then analyzed textually and visually. The results show that the film represents belis as a multi-layered phenomenon: denotatively it appears as a traditional ritual that connects families; connotatively it functions as an indicator of social status, economic pressure, and an arena for gender negotiation; at the mythical level, the film provokes discourse that belis can be a determinant of self-esteem and worthiness. However, the film also opens up space for criticism and reinterpretation, showing that belis can be preserved as a cultural heritage while being recontextualized to be more just and humane. The implications of this research recommend that cultural representation in the media be carried out contextually, reflectively, and sensitively to social dynamics.
Opini Publik Terhadap Revitalisasi Citra Niaga Samarinda Alvis, Lauransia Soraida; Ibrizah, Ziya; Dwivayani, Kadek Dristiana; Juwita, Rina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4472

Abstract

Revitalisasi Citra Niaga Samarinda merupakan upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mengembalikan fungsi Citra Niaga sebagai ruang publik yang inklusif, sebagaimana kejayaannya pada era 1990-an. Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap menurunnya daya tarik Citra Niaga, baik sebagai kawasan wisata maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis penelitian menggunakan teori Spiral of Silence serta konsep pembentuk opini publik dari Renald Kasali yang mencakup aspek cognition, affection, dan behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga cenderung mengikuti arus opini dominan di masyarakat, sesuai dengan asumsi teori Spiral of Silence. Publik memahami revitalisasi sebagai upaya perbaikan kawasan, meskipun pemahaman tersebut hanya berada pada tataran dasar dan belum menyentuh arah jangka panjang maupun dampak terhadap aktivitas perdagangan. Publik menunjukkan reaksi emosional yang positif karena revitalisasi dinilai mampu menghidupkan kembali eksistensi kawasan, meskipun terdapat kekecewaan terkait aspek-aspek penting yang tidak dipenuhi, seperti kebutuhan pendampingan usaha. Selanjutnya, publik menunjukkan dukungan melalui kepatuhan terhadap arahan pengelola, menjaga kebersihan kawasan,, serta perilaku pengunjung yang turut merekomendasikan Citra Niaga melalui media sosial. Secara keseluruhan, opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga bersifat positif, namun diiringi dengan kritik yang tidak sepenuhnya diungkapkan secara terbuka.
Analisis Proksemik Dalam Komunikasi Interpersonal Di Kedai Kopi Maaw Kota Samarinda Erawan, Faishal Arif; Juwita, Rina; Dwivayani, Kadek Dristiana; Ibrizah, Ziya
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan ruang dan jarak (prosemik) membentuk pola komunikasi interpersonal di Kedai Kopi Maaw Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna memahami pengalaman pengunjung dalam berinteraksi, serta bagaimana tata ruang kedai kopi sebagai ruang ketiga memengaruhi dinamika komunikasi mereka. Data diperoleh melalui oberservasi non-partisipatif, wawancara mendalam kepada manajer dan pengunjung, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses koding, tematik, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona proksemik di Kedai Kopi Maaw muncul secara konsisten dalam interaksi pengunjung, mulai dari jarak intim, personal, hingga sosial. Pengaturan kursi dan meja yang fleksibel memungkinkan pengunjung memilih jarak interaksi sesuai kebutuhan, tingkat keakraban, serta kenyamanan sosial. Temuan lain mengungkap bahwa makna interaksi seperti kedekatan, privasi dan keakraban dibentuk melalui proses simbolik yang muncul dari pilihan tempat duduk, jarak, fisik dan situasi percakapan. Lingkungan kedai yang tenang, aksesibel, serta suasana informal juga memperkuat fungsi Kedai Maaw sebagai ruang publik alternatif yang mendorong interaksi interpersonal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa proksemik berperan penting dalam menentukan kualitas komunikasi interpersonal, di mana ruang dan jarak fisik menjadi elemen kunci dalam terbentuknya interaksi sosial yang efektif.
Persepsi Anggota Pusdima Unmul Dibalik Keputusan Memboikot Produk Pro Israel Aprilia Syaka, Wisda; Sary, Kezia Arum; Rohmah, Ainun Ni'matu; Dwivayani, Kadek Dristiana
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi komunikasi anggota Pusat Dakwah Islam Mahasiswa (PUSDIMA) Universitas Mulawarman dalam memutuskan membeli atau tidak membeli produk pro-Israel di tengah gerakan boikot. Fenomena boikot dipandang sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina dan menjadi isu global yang memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling terhadap empat informan aktif PUSDIMA. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan kerangka Theory of Reasoned Action (TRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota PUSDIMA terbentuk melalui interaksi nilai agama, moral, pengalaman pribadi, dan pengaruh lingkungan sosial. Seluruh informan menunjukkan sikap negatif terhadap produk pro-Israel, didorong motivasi moral dan spiritual, serta diperkuat oleh norma sosial dalam komunitas dakwah kampus. Minat terhadap produk pro-Israel sangat rendah, bahkan cenderung nihil, meskipun secara kualitas dianggap baik. Keputusan untuk memboikot dilakukan secara konsisten dan tidak bersifat emosional sesaat, melainkan hasil pertimbangan etis yang matang. Temuan ini menegaskan bahwa sikap dan norma subjektif berperan penting dalam membentuk niat, yang kemudian diwujudkan dalam perilaku nyata berupa boikot. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian ilmu komunikasi, khususnya mengenai persepsi komunikasi dalam kaitannya dengan perilaku konsumsi berbasis nilai ideologis dan etis di kalangan mahasiswa Muslim.
Komunikasi Interpersonal Psikolog Klinis dan Remaja dalam Menangani Kasus Depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Rahmadina, R’sya; Dwivayani, Kadek Dristiana; Juwita, Rina; Ibrizah, Ziya
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32710

Abstract

Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi salah satu kunci utama dalam proses terapi, terutama bagi remaja yang cenderung tertutup dan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan emosi. Salah satu upaya yang dilakukan psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam adalah dengan memberikan konseling yang aman dan nyaman kepada remaja depresi melalui kemampuan komunikasi interpersonal. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal psikolog klinis dan remaja dalam menangani kasus depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam serta mengkajinya dengan Teori Kognitif Sosial dan lima konsep komunikasi interpersonal yakni konsep keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif dan ekualitas. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research), yang pengumpulan data dan hasilnya diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap psikolg klinis dan para remaja depresi yang menjadi pasien di RSJD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal psikolog klinis melalui lima konsep memberi dampak positif terhadap proses penyembuhan dan penanganan kasus depresi bagi remaja di RSJD. Secara kesimpulan, komunikasi interpersonal yang efektif—yang mengintegrasikan kelima aspek tersebut berperan penting dalam membangun hubungan terapeutik, meningkatkan keterlibatan remaja dalam terapi, dan mendukung pemulihan kesehatan mental mereka. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kompetensi komunikasi interpersonal bagi praktisi kesehatan mental dalam menangani depresi pada populasi remaja.
Communication Strategy to Develop Local E-Marketplace in Samarinda City Rohmah, Ainun Nimatu; Dwivayani, Kadek Dristiana; Boer, Kheyene Molekandella
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 6 No. 1 (2021): June 2021 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v6i1.508

Abstract

COVID-19 has impacted micro, small, and medium enterprises (MSMEs) business in Indonesia. One of the efforts of MSMEs to survive is by migrating to the digital market. The city government of Samarinda grabs the opportunity by releasing a mobile application called Behambinan. This study examines the Behambinan communication strategy to empower MSMEs, considering the apps as an innovation for the digital market in Samarinda. The Diffusion of Innovation Theory helps to parse the communication strategies of this innovation. The method used in this study is qualitative descriptive by conducting in-depth interviews with the Communication and Information Office of Samarinda City and its stakeholders as key actors of the diffusion process. The Behambinan application is currently at the dissemination stage to act effectively as the local digital forum for buying and selling. This study found some challenges during the diffusion process. First, MSME players (adopters) have difficulty understanding the application due to the lack of digital literacy and technical issues such as not having a smartphone and high expense for internet quotas to run the application. Second, the misalignment of interpersonal communication between key actors. Third, weaknesses in promotional strategies. This study found that interpersonal communication through localite channels has a significant role in the diffusion process. An integrated communication strategy among key actors and well-planned execution of localite and cosmopolite channels is essential to engage MSMEs and the public.